Optimalisasi Peran Pemerintah Desa dalam Pengentasan Kemiskinan melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Optimizing Village Government Role in Poverty Alleviation through Uninhabitable Housing Rehabilitation Program Implementation in Indonesia

Authors

  • Irkham Saputra Fakultas Hukum, Universitas Semarang
  • Sukimin Sukimin Fakultas Hukum, Universitas Semarang
  • Amri Panahatan Sihotang Fakultas Hukum, Universitas Semarang https://orcid.org/0000-0002-6358-2787
  • A. Heru Nuswanto Fakultas Hukum, Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.14024

Keywords:

Peran Pemerintah Desa, Pengentasan Kemiskinan, Program RTLH

Abstract

This study addresses the issue of the suboptimal implementation of the Uninhabitable House Rehabilitation Program (RTLH) in poverty alleviation, caused by limited budget allocation, bureaucratic complexity, and low community participation at the village level. The research aims to analyze the role of the Jatiharjo Village Government in implementing the RTLH program based on Grobogan Regent Regulation Number 44 of 2021, as well as to identify the obstacles and the efforts to overcome them. This study employs an empirical juridical method with a descriptive-analytical approach, utilizing primary data obtained through interviews and secondary data derived from statutory regulations and relevant literature, analyzed qualitatively. The findings reveal that the Jatiharjo Village Government has effectively performed its administrative, coordinative, and technical functions in data collection, verification, prioritization, and program supervision, resulting in a positive impact on improving housing quality and community welfare. However, the program implementation remains suboptimal due to budget constraints, lengthy fund disbursement procedures, and intergovernmental bureaucratic barriers. Efforts to address these challenges include strengthening coordination with regional authorities, optimizing village fund utilization, and enhancing community participation through collective action. The novelty of this research lies in reinforcing the conceptual role of village government as the primary actor in housing-based social policy implementation, as well as integrating legal and empirical approaches to assess program effectiveness, leading to the conclusion that the success of poverty alleviation through this program depends on institutional synergy and good governance practices.

 

Abstrak
Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam pengentasan kemiskinan akibat keterbatasan anggaran, kompleksitas birokrasi, serta rendahnya partisipasi masyarakat di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa Jatiharjo dalam pelaksanaan program RTLH berdasarkan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 44 Tahun 2021 serta mengidentifikasi kendala dan upaya penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis, menggunakan data primer melalui wawancara dan data sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur relevan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Jatiharjo telah menjalankan fungsi administratif, koordinatif, dan teknis secara efektif dalam pendataan, verifikasi, penetapan prioritas, serta pengawasan program, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, pelaksanaan program belum optimal karena keterbatasan anggaran, panjangnya prosedur pencairan dana, serta hambatan birokrasi lintas pemerintahan. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah, optimalisasi pemanfaatan dana desa, serta penguatan partisipasi masyarakat melalui gotong royong. Kebaruan penelitian ini terletak pada penguatan konstruksi peran pemerintah desa sebagai aktor utama dalam implementasi kebijakan sosial berbasis perumahan serta integrasi pendekatan hukum dan empiris dalam menilai efektivitas program RTLH, yang menghasilkan kesimpulan bahwa keberhasilan pengentasan kemiskinan melalui program ini sangat bergantung pada sinergi kelembagaan dan tata kelola pemerintahan yang baik.

References

AlHakim, A. “Implementasi Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Jalan Penghubung Antar Desa Di Kabupaten Lamongan Dan Dampak Sosial Ekonominya Terhadap Masyarakat Perdesaan.” Doctoral Dissertation, 2012.

Arsjad, Muh. Fachri, Robby Hunawa, Nirmala A. Sahi, Muten Nuna, and Dewi Walahe. “Peranan Pemerintah Desa Dalam Penanggulangan Kemiskinan Di Desa Buntulia Jaya Kecamatan Duhiyadaa.” Economics and Digital Business Review 3, no. 2 (2022).

BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. “Pemprov Jateng Siapkan Bantuan Keuangan Desa Rp 1,2 Triliun.” Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, April 8, 2025. https://jateng.bpk.go.id/pemprov-jateng-siapkan-bantuan-keuangan-desa-rp-12-triliun/.

Dewi, Rantini Sinta, Rita Rahmawati, and Muhammad Luthfie. “Strategi Implementasi Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Wilayah Kelurahan Se-Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 7, no. 4 (2025). https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1591.

Gustiani, Riska, and Hertanto Hertanto. “Implementasi Prinsip Good Governance Dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa.” Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.31539/kaganga.v7i1.9570.

Lestari, Widi, Asih, Ahmad Nawi. “Implementasi Kebijakan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu.” JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 7, no. 1 (2018).

Nisa, Nida Khoirun, and Roy Valiant Salomo. “Keterlibatan Masyarakat Dalam Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Desa Pabedilankulon Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon.” JPSI (Journal of Public Sector Innovations) 4, no. 1 (2019). https://doi.org/10.26740/jpsi.v4n1.p1-7.

Rujito, Slamet. “Kebijakan Dan Strategi Penanganan Rumah Tidak Layak Huni Di Kabupaten Sukoharjo.” Jurnal Pembangunan Daerah 1, no. 1 (2024). https://doi.org/10.36762/jpd.v1i1.1210.

Setiadi, Wicipto. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara: Suatu Perbandingan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2024.

Sukimin, Sukimin, Heru Nuswanto, and Ani Triwati. “Peraturan Desa Dalam Kedudukan Dan Pengujian Konstitusionalitas Perspektif Peraturan Perundang-Undangan Indonesia.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023). https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.5859.

Syaputra, Doni Aprianto, Dibyana Galih Prakasita, Cindy Aulia, Desiree Roring, and Faskan Aditama. “Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Untuk Pengentasan Kemiskinan.” Jurnal Kommunity Online 1, no. 2 (2021). https://doi.org/10.15408/jko.v1i2.20199.

Tika, Sucia Angelia. “Efektivitas Implementasi Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kabupaten Agam.” Journal of Regional and Rural Development Planning 9, no. 1 (2025). https://doi.org/10.29244/jp2wd.2025.9.1.29-43.

Windriyana, Samodra Adi, and Nina Widowati. “Implementasi Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Di Desa Warugunung Kabupaten Rembang.” Nova Idea 2, no. 1 (2025): 209–22. https://doi.org/ttps://doi.org/10.14710/nova_idea.49805.

Zahra, Nurasni Syarafina Az, Pupung Pundenswari, Novi Agustina, and Yudi Triana Wahyudi. “Implementasi Program Rumah Tidak Layak Huni Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut.” Konferensi …, 2025.

Downloads

Published

2026-04-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Irkham Saputra, Sukimin, S., Amri Panahatan Sihotang, & A. Heru Nuswanto. (2026). Optimalisasi Peran Pemerintah Desa dalam Pengentasan Kemiskinan melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni: Optimizing Village Government Role in Poverty Alleviation through Uninhabitable Housing Rehabilitation Program Implementation in Indonesia. Semarang Law Review (SLR), 7(1), 385-400. https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.14024