Integrasi Kurikulum Antikorupsi dan Pendidikan Bela Negara dalam Wajib Belajar 12 Tahun: Studi Komparatif Model Denmark dan Singapura

Integration of Anti-Corruption and National Defense Education in the Twelve-Year Compulsory Education System: A Comparative Study of the Danish and Singaporean Models

Authors

  • Abelmart Sihombing Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Yohan Kurnia Pasca Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta
  • Slamet Tri Wahyudi Program Studi Magister Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.13985

Keywords:

Kurikulum, Anti Korupsi, Bela Negara

Abstract

Corruption in Indonesia not only causes state financial losses but also undermines moral integrity, legal culture, and national character. Existing anti-corruption efforts, which predominantly rely on law enforcement, have proven insufficient in creating sustainable deterrence, thereby necessitating a preventive approach through education. This study aims to examine the conceptual gap in integrating anti-corruption education, national defense education, and the twelve-year compulsory education policy, as well as to formulate an integrative national curriculum model. This research employs a normative juridical method with a comparative approach, analyzing educational systems in Denmark and Singapore as countries with low corruption levels. The study utilizes secondary data collected through literature review and analyzed qualitatively. The findings reveal that Denmark emphasizes a cultural approach by internalizing values such as honesty, transparency, and social trust, while Singapore adopts an institutional approach through a structured education system, transparent school funding, and rigorous teacher selection. Indonesia has the potential to integrate these approaches through a value-based curriculum that incorporates regulatory, pedagogical, and evaluative dimensions. This study concludes that integrating anti-corruption and national defense education within the twelve-year compulsory education system constitutes an effective preventive strategy to cultivate integrity-driven and nationally conscious citizens. The findings offer policy recommendations for developing a comprehensive national curriculum to support the realization of Indonesia Emas 2045.

 

Abstrak
Korupsi di Indonesia tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga menggerus integritas moral, budaya hukum, dan karakter kebangsaan. Pendekatan pemberantasan korupsi yang selama ini berfokus pada penindakan belum mampu memberikan efek jera yang berkelanjutan, sehingga diperlukan strategi preventif berbasis pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekosongan konseptual dalam integrasi kurikulum antikorupsi, pendidikan bela negara, dan kebijakan wajib belajar 12 tahun, serta merumuskan model kurikulum nasional yang integratif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan komparatif terhadap sistem pendidikan di Denmark dan Singapore sebagai negara dengan tingkat korupsi rendah. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Denmark menekankan pendekatan kultural melalui internalisasi nilai sosial seperti kejujuran, transparansi, dan kepercayaan publik, sedangkan Singapura mengedepankan pendekatan institusional melalui sistem pendidikan formal yang terstruktur, transparansi pendanaan, serta seleksi tenaga pendidik yang ketat. Indonesia memiliki peluang untuk mengintegrasikan kedua model tersebut melalui desain kurikulum berbasis nilai (value-based curriculum) yang menggabungkan pendekatan normatif-regulatif, pedagogis, dan evaluatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kurikulum antikorupsi dan pendidikan bela negara dalam sistem wajib belajar 12 tahun merupakan strategi preventif yang efektif untuk membentuk generasi berintegritas dan berkarakter kebangsaan. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam merumuskan kurikulum nasional yang komprehensif guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

References

Abdullaeva, Malikabonu. “Prevention of Corruption in the State Education: The Singapore and Japan Experience.” World Bulletin of Management and Law (WBML) (2023). https://media.neliti.com/media/publications/602154-prevention-of-corruption-in-the-state-ed-7d27d74d.pdf.

Alexander, Jessica Joelle, dan Iben Dissing Sandahl. The Danish Way of Parenting: What the Happiest People in the World Know About Raising Confident, Capable Kids. New York: Tarcher/Perigee, 2016.

ANTARA News Aceh. “Biaya Politik Pemilu Legislatif 2024 Melonjak hingga Rp5 Miliar, Siapa yang Paling Diuntungkan?” Diakses 13 Februari 2026. https://aceh.antaranews.com/berita/376414/biaya-politik-pemilu-legislatif-2024-melonjak-hingga-rp5-miliar-siapa-yang-paling-diuntungkan?page=all.

Aulia, Nabila Rahma, Embun Luthfi Shodiqoh, dan Sania Putri Cahyaningrum. “Analisis Kebijakan Kesejahteraan Guru terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan.” BASA: Journal of Language & Literature 3, no. 1 (2023): 26–31. https://doi.org/10.33474/basa.v3i1.19706.

Director of Public Prosecutions (Denmark). “Ministry of Justice.” Diakses 29 Maret 2026. https://anklagemyndigheden.dk/en/ministry-of-justice.

Farisa, Fitria Chusna, dan Bayu Galih. “KPK Ungkap Biaya Pencalonan Kepala Daerah Rp 20 Miliar–Rp 100 Miliar.” Kompas.com. Diakses 10 Februari 2026. https://nasional.kompas.com/read/2020/07/23/11272001/kpk-ungkap-biaya-pencalonan-kepala-daerah-rp-20-miliar-rp-100-miliar?page=all.

Hukumonline. “7 Jenis Tindak Pidana Korupsi dan Contohnya.” Diakses 24 September 2025. https://www.hukumonline.com/klinik/a/7-jenis-tindak-pidana-korupsi-dan-contohnya-lt5e6247a037c3a/.

Hutasuhut, Saidun, Irma Siagian, Harrington Silaban, Fridayani Sitio, Hanna Hotmian Silalahi, Hotmaria Silva Dewi Naibaho, dan Putri Helena Lahagu. “Kesejahteraan Guru di Indonesia.” Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced 3, no. 1 (Februari 2025): 227–235. https://doi.org/10.61579/future.v3i1.277.

Komisi Pemberantasan Korupsi. “Skor IPK 2024 Meningkat, KPK Dorong Penguatan Pemberantasan Korupsi.” Diakses 22 September 2025. https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/skor-ipk-2024-meningkat-kpk-dorong-penguatan-pemberantasan-korupsi.

Langsted, Lars Bo. “The King of Farum-A Danish Corruption Tale.” Journal of Scandinavian Studies in Criminology and Crime Prevention 13, no. 2 (2012). https://doi.org/10.1080/14043858.2012.729366.

Massalim, S. Z. “Pengaruh Kesejahteraan Guru terhadap Kinerja Guru PAUD di Kp. Cibadak Kayumanis Bogor.” Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 13, no. 2 (2019): 62. https://doi.org/10.32832/jpls.v13i2.2650.

Mulyani, Tri, Fahrizal S.Siagian, Najuasah Putra, and Muhammad Khairul Imam. “Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi Dengan Menjadikannya Lembaga Eksaminatif Studi Komparatif Di Denmark Dan Finlandia.” Grondwet 3, no. 2 (2024). https://doi.org/10.61863/gr.v3i2.42.

Pochuieva, V. V. “The Danish Anti-Corruption Strategy.” Dalam Role of Police in Combating Corruption (Foreign Experience): Proceedings of the XIX Student Scientific and Practical Conference, Kharkiv National University of Internal Affairs, 20 April 2018. https://univd.edu.ua/general/publishing/konf/21_04_2018/pdf/9.pdf.

Siagian, Fahrizal S., Andi Hakim Lubis, Nabila Afifah Salwa, and Saied Firouzfar. “Justice Based Corruption Eradication Policy: A Comparison between Indonesia and Denmark.” Integritas : Jurnal Antikorupsi, 2024. https://doi.org/10.32697/integritas.v10i1.1134.

Stella Maris. “Parenting ala Denmark: Membuat Anak Tumbuh Mandiri dan Bahagia.” Diakses 24 September 2025. https://stella-maris.sch.id/parenting-ala-denmark-membuat-anak-tumbuh-mandiri-dan-bahagia.

The Ministry of Justice (Denmark). “English.” Diakses 29 Maret 2026. https://www.justitsministeriet.dk/english/.

Thoomaszen, Friandry Windisany, dan Sance Mariana Tameon. “Parental Participation in Providing Anti-Corruption Education to Children as an Effort to Prevent Corruption in the City of Kupang.” Asia Pacific Fraud Journal 3, no. 2 (July–December 2018). https://doi.org/10.21532/apfj.001.18.03.02.03.

Tim Garda Tipikor. Kejahatan Korupsi. Yogyakarta: Rangkang Education, 2016.

Transparency International. “Corruption Perceptions Index 2024.” Diakses 9 Februari 2026. https://www.transparency.org/en/cpi/2024.

Downloads

Published

2026-03-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Abelmart Sihombing, Yohan Kurnia Pasca, & Slamet Tri Wahyudi. (2026). Integrasi Kurikulum Antikorupsi dan Pendidikan Bela Negara dalam Wajib Belajar 12 Tahun: Studi Komparatif Model Denmark dan Singapura: Integration of Anti-Corruption and National Defense Education in the Twelve-Year Compulsory Education System: A Comparative Study of the Danish and Singaporean Models. Semarang Law Review (SLR), 7(1), 223-244. https://doi.org/10.26623/slr.v7i1.13985