Mengungkap Cacat Hukum Kewenangan Organisasi Kemasyarakatan dalam Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) 58 38
Unraveling Legal Defects in Mass Organization Authority to Grant Special Mining Business Permit Areas (WIUPK)
DOI:
https://doi.org/10.26623/slr.v7i2.14147Keywords:
Tata Kelola Pertambangan, Organisasi Kemasyarakatan, Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK), Keadilan Ekologis, Hukum LingkunganAbstract
This study examines the legal defects arising from the preferential allocation of Special Mining Business Permit Areas (Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus or WIUPK) to business entities owned by religious mass organizations in Indonesia. The issue emerged following Government Regulation No. 25 of 2024, which introduced a priority mechanism for allocating mining areas to such entities. This study evaluates the policy’s conformity with the 1945 Constitution, mining legislation, environmental protection laws, and the legal framework governing mass organizations. It employs a socio-legal method supported by statutory and conceptual approaches and a literature review. The analysis focuses on legal certainty, ecological justice, transparency, and sustainable mining governance. The findings reveal potential normative inconsistencies concerning regulatory coherence, equitable access to natural resources, and accountability. The non-competitive allocation mechanism may undermine transparency and create unequal access to mineral resources. Furthermore, inadequate technical and managerial capacity may exacerbate environmental risks without effective licensing requirements, supervision, and accountability mechanisms. This study argues that regulatory harmonization and a comprehensive review of the WIUPK allocation framework are necessary to ensure constitutional compliance, legal certainty, ecological justice, and accountable mining governance.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis cacat hukum dalam pemberian kewenangan kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk memperoleh prioritas pengelolaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) di Indonesia. Persoalan ini mengemuka setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2024 yang membuka peluang bagi badan usaha milik ormas keagamaan untuk memperoleh wilayah izin usaha pertambangan melalui mekanisme prioritas. Penelitian ini bertujuan menguji kesesuaian pengaturan tersebut dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan mineral dan batubara, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta organisasi kemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode socio-legal dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kepastian hukum, keadilan ekologis, transparansi, dan tata kelola pertambangan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian prioritas kepada badan usaha milik ormas menimbulkan persoalan hukum terkait konsistensi norma, kesetaraan akses terhadap sumber daya alam, dan akuntabilitas pengelolaan pertambangan. Ketiadaan mekanisme seleksi yang kompetitif juga berpotensi mengurangi transparansi dan menciptakan ketidaksetaraan dalam pemberian akses terhadap sumber daya mineral. Selain itu, keterbatasan kapasitas teknis dan manajerial dapat meningkatkan risiko lingkungan apabila tidak diimbangi dengan persyaratan perizinan, pengawasan, dan pertanggungjawaban yang memadai. Penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi regulasi dan evaluasi terhadap mekanisme pemberian prioritas WIUPK agar pelaksanaannya sejalan dengan prinsip konstitusional, kepastian hukum, keadilan ekologis, dan tata kelola pertambangan yang akuntabel serta berkelanjutan.
References
Adiyatma, Septhian Eka, Ana Silviana, and Dorcas Adesola Thanni. “Criminalizing the Guardians: Eco-Justice and Indigenous Struggles in Indonesia and Nigeria.” Indonesian Journal of Criminal Law Studies 10, no. 2 (November 2025): 901–50. https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i2.33536.
Akhmaddhian, Suwari. “Sustainable Mining Governance and Environmental Protection Policy.” BESTUUR 11, no. 1 (2023): 1–15. https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71279.
Akhmaddhian, Suwari, and Haris Budiman. “Penguatan Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Pertambangan Mineral Dan Batubara Untuk Keberlanjutan Lingkungan.” BESTUUR 11, no. 1 (2023): 1–15. https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71279.
Akhmaddhian, Suwari, Haris Budiman, and Rahul Bhandari. “The Strengthening Government Policies on Mineral and Coal Mining to Achieve Environmental Sustainability in Indonesia, Africa and Germany.” BESTUUR 11, no. 1 (2023): 1–15. https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71279.
Amalia, Rizki. “Pertanggungjawaban Lingkungan Dalam Industri Pertambangan.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 53, no. 3 (2023): 401–19. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no3.4056.
Antwi, Samuel O. “Environmental Governance in Gold Mining: The Role of Traditional Authorities.” SAGE Open 13, no. 2 (2023). https://doi.org/10.1177/21582440231178175.
Arifin, Muhammad. “Pengawasan Pemerintah Terhadap Perizinan Pertambangan.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 52, no. 4 (2022): 620–37. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no4.3590.
Arizona, Yance. “Politik Hukum Sumber Daya Alam Dan Perlindungan Lingkungan.” Jurnal Rechtsvinding 13, no. 2 (2024): 221–38. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v13i2.1187.
Arsil, Fitra. “Prinsip Negara Menguasai Sumber Daya Alam.” Jurnal Konstitusi 20, no. 2 (2023): 301–18. https://doi.org/10.31078/jk2022.
Astono, Agustinus. “Environmental Regulation in the Mining Sector for Sustainable Development.” Comparative Law Review and Legal Studies Journal 6, no. 1 (2024). https://doi.org/10.4108/eai.15-9-2021.2315203.
Budiman, Haris. “Environmental Law and Mining Governance Reform.” BESTUUR 11 (2023). https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71279.
———. “Environmental Sustainability in Mineral and Coal Mining Policy.” BESTUUR 11 (2023). https://doi.org/10.20961/bestuur.v11i1.71279.
Cowan, David, and Mark Flear. “Socio-Legal Approaches to Environmental Law Research.” Journal of Environmental Law 33, no. 2 (2021): 235–52. https://doi.org/10.1093/jel/eqaa032.
Eddyono, Luthfi Widagdo. “Harmonisasi Regulasi Lingkungan Hidup Di Indonesia.” Jurnal Rechtsvinding 13, no. 1 (2024): 101–18. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v13i1.1145.
Fadli, Rizal. “Analisis Hukum Lingkungan Terhadap Kerusakan Ekosistem Akibat Pertambangan.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 53, no. 1 (2023): 77–95. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no1.3912.
Fauzan, Muhammad. “Prinsip Kehati-Hatian Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Sektor Pertambangan.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 9, no. 1 (2022): 1–18. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.312.
Fauzi, Ahmad, and Nur Azizah. “Konsep Green Constitution Dalam Perlindungan Lingkungan Hidup.” Jurnal Konstitusi 20, no. 1 (2023): 88–104. https://doi.org/10.31078/jk2016.
Hartono, Rudi. “Partisipasi Publik Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 9, no. 2 (2022): 205–22. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i2.329.
Hidayat, Arif. “Keadilan Antargenerasi Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.” Jurnal Konstitusi 19, no. 4 (2022): 701–18. https://doi.org/10.31078/jk1944.
Hidayat, Taufik. “Penguatan Tata Kelola Lingkungan Dalam Industri Ekstraktif.” Jurnal Yuridika 38, no. 2 (2023): 219–36. https://doi.org/10.20473/ydk.v38i2.38412.
Hidayatullah, Syarif. “Peran Pemerintah Dalam Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 11, no. 1 (2024): 25–41. https://doi.org/10.38011/jhli.v11i1.522.
Huda, Nurul. “Konflik Agraria Dalam Kegiatan Pertambangan Di Indonesia.” Jurnal Rechtsvinding 11, no. 3 (2022): 487–503. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i3.972.
Hutchinson, Terry, and Nigel Duncan. “Defining and Describing What We Do: Doctrinal Legal Research.” Deakin Law Review 25, no. 1 (2020): 83–119. https://doi.org/10.21153/dlr2020vol25no1art891.
Ivic, Sanja. “Environmental and Social Risk Management in Mining Supply Chains.” Mineral Economics 35 (2022). https://doi.org/10.1007/s13563-022-00309-3.
Jazuli, Ahmad. “Prinsip Pembangunan Berkelanjutan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam.” Jurnal Bina Hukum Lingkungan 7, no. 1 (2023): 1–16. https://doi.org/10.24970/bhl.v7i1.345.
Laksono, Fajar. “Tanggung Jawab Negara Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 31, no. 1 (2024): 45–63. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss1.art3.
Liu, Ming. “Environmental Governance and Economic Development in Mining Regions.” PLOS ONE 19 (2024). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0301585.
McCrudden, Christopher. “Legal Research Methodologies: Integrating Doctrinal and Empirical Approaches.” Modern Law Review 85, no. 3 (2022): 523–46. https://doi.org/10.1111/1468-2230.12710.
Nurtjahjo, Hendra. “Tata Kelola Pertambangan Berbasis Keberlanjutan.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 30, no. 3 (2023): 520–38. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss3.art6.
Putri, Dinda Rizky, and Ahmad Jazuli. “Implikasi Kebijakan Pertambangan Terhadap Perlindungan Lingkungan Hidup.” Jurnal Rechtsvinding 12, no. 1 (2023): 75–92. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i1.1042.
Qamar, Nurul, and Andika Wijaya. “Tata Kelola Sumber Daya Alam Berbasis Keberlanjutan.” Jurnal Hukum Novelty 13, no. 2 (2022): 167–84. https://doi.org/10.26555/novelty.v13i2.21724.
Ramadhan, Rizky, and Yance Arizona. “Keadilan Ekologis Dalam Kebijakan Pertambangan Di Indonesia.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 30, no. 2 (2023): 345–62. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art5.
Ramadhani, Rahmat. “Problematika Perizinan Usaha Pertambangan Dalam Sistem Hukum Indonesia.” Jurnal Yuridika 37, no. 1 (2022): 105–22. https://doi.org/10.20473/ydk.v37i1.32178.
Rasyid, Muhammad. “Pengendalian Dampak Lingkungan Dalam Kegiatan Pertambangan.” Jurnal Rechtsvinding 11, no. 2 (2022): 271–88. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i2.951.
Redi, Ahmad. “Politik Hukum Pertambangan Mineral Dan Batubara Di Indonesia.” Jurnal Konstitusi 19, no. 2 (2022): 334–52. https://doi.org/10.31078/jk1926.
Setiawan, Beni. “Good Environmental Governance Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam.” Jurnal Rechtsvinding 12, no. 2 (2023): 233–49. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v12i2.1093.
Shahriyani, Rina. “Prinsip Kehati-Hatian Dalam Kebijakan Lingkungan.” Jurnal Bina Hukum Lingkungan 7, no. 2 (2023): 201–18. https://doi.org/10.24970/bhl.v7i2.389.
Syarifuddin, Ahmad. “Analisis Hukum Terhadap Konflik Lingkungan Di Wilayah Tambang.” Jurnal Bina Hukum Lingkungan 6, no. 1 (2022): 59–76. https://doi.org/10.24970/bhl.v6i1.241.
Taufik, Ahmad. “Konsep Ecological Justice Dalam Hukum Lingkungan Indonesia.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 31, no. 2 (2024): 267–84. https://doi.org/10.20885/iustum.vol31.iss2.art4.
Westerman, Pauline. “Legal Methodology and Interdisciplinary Research.” Netherlands Journal of Legal Philosophy 51, no. 1 (2022): 1–17. https://doi.org/10.5553/NJLP/.000102.
Wibowo, Andri Gunawan. “Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan Dalam Perspektif Hukum Lingkungan.” Jurnal Bina Hukum Lingkungan 6, no. 2 (2022): 230–47. https://doi.org/10.24970/bhl.v6i2.266.
Yulianto. “Penguatan Kebijakan Perlindungan Lingkungan Dalam Industri Ekstraktif.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan 53, no. 2 (2023): 255–73. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no2.3991.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Stefanus Savano Sri Radite, Geschellen Yohansia, Evan Natha Satwika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
An author who publishes in Semarang Law Review agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.