Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak dalam Perkawinan Kontrak Menurut Hukum Perdata dan Hukum Islam 25 14
Legal Protection of Women and Children in Contract Marriages under Civil and Islamic Law
DOI:
https://doi.org/10.26623/slr.v7i2.13065Keywords:
Perkawinan Kontrak, Perlindungan Hukum, Hak Perempuan, Hak Anak, Hukum PerkawinanAbstract
Contract marriage remains a legal issue in Indonesia, raising significant challenges concerning the protection of women’s and children’s rights, particularly in relation to marital validity, the legal status of the parties, and the fulfillment of civil rights arising from such relationships. This study aims to examine the legal protection afforded to women in the position of wives and children born from contract marriages under Indonesian civil law and Islamic law. It employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The primary legal materials consist of Law No. 1 of 1974 on Marriage, as amended by Law No. 16 of 2019, the Compilation of Islamic Law, and Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010. The findings indicate that contract marriages based on a predetermined time limit are contrary to the fundamental principles of marriage under Islamic law and are not recognized as legally valid marriages under Indonesian law when they fail to satisfy the applicable substantive and formal requirements. Nevertheless, the absence of legal recognition of such marriages does not automatically extinguish the rights of children born from these relationships. Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010 strengthens the protection of children’s civil relationships with men who can be proven to have a biological relationship with them through scientific and technological evidence and/or other legally admissible evidence. This study emphasizes the need for a legal protection framework that distinguishes the validity of marriage from the fulfillment of women’s and children’s rights. Harmonizing the application of marriage law, civil law, and Islamic law is necessary to ensure legal certainty and safeguard children’s rights while taking into account the legal position of women involved in contract marriages.
Abstrak
Perkawinan kontrak merupakan persoalan hukum yang menimbulkan tantangan dalam perlindungan hak perempuan dan anak di Indonesia, khususnya berkaitan dengan keabsahan perkawinan, status hukum para pihak, serta pemenuhan hak-hak keperdataan yang timbul dari hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi perempuan yang berstatus sebagai istri dan anak yang lahir dari perkawinan kontrak berdasarkan hukum perdata Indonesia dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Kompilasi Hukum Islam, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan kontrak yang didasarkan pada pembatasan jangka waktu bertentangan dengan prinsip dasar perkawinan dalam hukum Islam dan tidak memperoleh pengakuan sebagai perkawinan yang sah menurut hukum nasional apabila tidak memenuhi persyaratan substantif dan formal yang berlaku. Meskipun demikian, ketiadaan pengakuan terhadap perkawinan tersebut tidak serta-merta menghilangkan hak anak yang lahir dari hubungan itu. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memperkuat perlindungan hubungan keperdataan anak dengan laki-laki yang dapat dibuktikan memiliki hubungan darah dengannya melalui ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan perlindungan hukum yang membedakan status keabsahan perkawinan dari pemenuhan hak perempuan dan anak. Harmonisasi penerapan hukum perkawinan, hukum perdata, dan hukum Islam diperlukan untuk memastikan kepastian hukum serta perlindungan hak anak tanpa mengabaikan kedudukan hukum perempuan yang terlibat dalam perkawinan kontrak.
References
Affan, Moh. Sa’i, and Siti Aisyah. “Status Keabsahan Anak Luar Kawin Pasca Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010.” As-Shahifah: Journal of Constitutional Law and Governance 3, no. 1 (2023): 52–70. https://doi.org/10.19105/asshahifah.v3i1.8308.
Anugerahayu, Ayang Afira, and R Fahmi Natigor Daulay. “Keabsahan Dan Perlindungan Hukum Perjanjian Kawin Dalam Perkawinan Siri Menurut Hukum Positif.” Journal Kompilasi Hukum 10, no. 2 (2025): 348–58. https://doi.org/10.29303/jkh.v10i2.270.
Astiti, Ni Nyoman Adi, and Dody Nansarunai. “Hak Anak Luar Kawin Dalam Hukum Waris Islam.” Jurnal Ilmu Hukum Tambun Bungai 5, no. 1 (2020): 649–68. https://doi.org/10.61394/jihtb.v5i1.123.
Ayu, Rizqa Febry, and Kamsi. “Protection of Children as a Philosophical and Sociological Base for the Age Limit: Maqāṣid Sharī‘a Version of Jasser Auda.” Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum 22, no. 1 (2022): 20–41. https://doi.org/10.24252/al-risalah.vi.25489.
Dibaj, Muhammad Syarif, and Muhammad Sauqi. “Formalization of Marriage Registration from the Perspective of Maqāṣid Al-Sharī‘ah: A Comparative Study of Classical Islamic Jurisprudence and Family Law Regulations in Indonesia.” Mitsaqan Ghalizan 6, no. 1 (2026): 26–39. https://doi.org/10.33084/mg.v6i1.12610.
Gayaputri, Azelia, Herni Widanarti, and Mas’ut. “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Terhadap Anak Luar Kawin Di Wilayah Pengadilan Negeri Semarang Dan Pengadilan Agama Semarang.” Diponegoro Law Journal 8, no. 2 (2019): 877–89. https://doi.org/10.14710/dlj.2019.25399.
Hermawati, Yuli, and Muhammad Abdul Malik. “Hikmah Larangan Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) Perspektif Hukum Islam.” Mitsaqan Ghalizan 2, no. 1 (2023). https://doi.org/10.33084/mg.v2i1.5273.
Hidayati, Shania Dwi, Sonny Dewi Judiasih, and Fatmi Utarie Nasution. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Anak Yang Lahir Dalam Perkawinan Siri Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 Dan Hukum Islam.” Jurnal Poros Hukum Padjadjaran 4, no. 1 (2022): 33–50. https://doi.org/10.23920/jphp.v4i1.961.
Jauhari, Adi Irfan, Oyo Sunaryo Mukhlas, and Amalia Taufik. “Hubungan Keperdataan ‘Anak Luar Perkawinan Sah’ Dengan Ayah Biologis Perspektif Antropologi Dan Sosiologi Hukum.” Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga 18, no. 2 (2026). https://doi.org/10.20414/alihkam.v18i1.15022.
Judiasih, Sonny Dewi, Putri Wartina Lestari, and Bambang Daru Nugroho. “Kedudukan Waris Anak Luar Kawin Yang Tidak Diakui Sebagai Anak Sah Oleh Ayah Biologis Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010.” ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 7, no. 2 (2024): 222–33. https://doi.org/10.23920/acta.v7i2.1663.
Kharisudin. “Nikah Siri Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan Indonesia.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan 26, no. 1 (2021): 48–56. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.791.
Koesnaedy, Shabiya Zahra Alifa, Keisha Rafilah Putri, Muhammad Ilyas Afin Ghani, and Rendra Hanam Fadillah. “Perlindungan Hak Keperdataan Istri Dan Anak Dalam Perkawinan Siri: Analisis Siyasah Syari’ah Terhadap Celah Hukum Positif Dan Fiqih.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik 4, no. 1 (2026): 1–7. https://doi.org/10.62379/jkhkp.v4i1.2214.
Maulana, Ilham Akbar, Widya Sari, and Misra. “Nikah Mut’ah Dalam Perspektif Ulama Dan Hukum Positif Indonesia.” Jurnal Teologi Islam 2, no. 2 (2026): 507–18. https://doi.org/10.63822/rfafvz53.
Mustofa, M Mahmud Nahya, and Muhammad Dzikirullah H Noho. “Kedudukan Precautionary Principle (Kehati-Hatian) Hakim Melalui Scientific Evidence (Bukti Ilmiah) Dalam Menetapkan Asal Usul Anak Di Luar Kawin: Studi Putusan Pengadilan Agama No. 214/PDT.P/2021/PA.” Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum 4, no. 2 (2025): 1–17. https://doi.org/10.55904/cessie.v4i2.1587.
Negara, Teguh Arya Samudra. “Normative Legal Research in Indonesia: Its Origins and Approaches.” Audito Comparative Law Journal 4, no. 1 (2023): 1–15. https://doi.org/10.22219/audito.v4i1.24855.
Nurhayati, Yati, Ifrani, and M Yasir Said. “Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum.” Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2021): 1–20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14.
Pohan, Zakirun, Muhd Farabi Dinata, Asmuddin, and Khairuddin. “Peran Kantor Urusan Agama Dalam Menanggulangi Praktik Nikah Siri: Studi Di KUA Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.” Abdurrauf Law and Sharia 1, no. 1 (2024): 51–78. https://doi.org/10.70742/arlash.v1i1.20.
Prasetya, Nanda Eka, Mira Diva Prasyanti, and Miskha Ainun Nisa. “Kedudukan Istri Siri Sebagai Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Waris Islam Di Indonesia.” Jurnal Budi Pekerti Agama Islam 3, no. 1 (2025): 92–101. https://doi.org/10.61132/jbpai.v3i1.869.
Pristiwiyanto. “Fungsi Pencatatan Perkawinan Dan Implikasi Hukumnya.” Fikroh: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam 11, no. 1 (2019): 34–52. https://doi.org/10.37812/fikroh.v11i1.33.
Putri, Atistya Dwi Manggala. “Perlindungan Hak Perempuan Dan Anak Melalui Kebijakan Pencatatan Perkawinan Tidak Tercatat.” Reflection Journal 5, no. 2 (2025): 858–71. https://doi.org/10.36312/rj.v5i2.3828.
Rohana, Jufrin, and Muhammad Amin. “Implementasi Pemenuhan Hak Nafkah Dan Hak Waris Anak Di Luar Kawin Pasca Putusan MK No. 46/PUU/2010.” Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga 18, no. 1 (2026): 1–19. https://doi.org/10.20414/alihkam.v18i1.15888.
Rosyadi, Iwan. “Analysis of Legal Certainty Aspects in Indonesian Marriage Registration Rule.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 12, no. 3 (2023): 421–44. https://doi.org/10.25216/jhp.12.3.2023.421-444.
Rozi, Zulfiqar Bhisma Putra. “Pemidanaan Terhadap Pelaku Kawin Mut’ah (Kawin Kontrak) Dari Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 6 (2025). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1287.
Septiandani, Dian, Agus Saiful Abib, Dharu Triasih, and Dhian Indah Astanti. “Reformulating the Legal Obligation of Marriage Registration in Indonesia: Toward Legal Certainty and Protection.” Journal of Mujaddid Nusantara 3, no. 2 (2026): 123–45. https://doi.org/10.62568/jomn.v3i2.789.
Siswanto, Cecep Tedi. “Kawin Kontrak Dalam Perspektif Hukum Perdata Dan Akibat Hukumnya.” Doktrina: Journal of Law 7, no. 2 (2024): 202–15. https://doi.org/10.31289/doktrina.v7i2.11915.
Sukmawan, Yulia Audina, and Dwi Damayanti. “Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris Sebagai Strategi Penguatan Perspektif Kajian Ilmu Hukum.” Notary Law Journal 4, no. 3 (2025). https://notarylaw.journal.ulm.ac.id/index.php/nolaj/article/view/116.
Sukri, Azam, and Aris Fauzan. “Maqasid Al-Shariah and Child Protection: A Holistic Approach to Preventing Early Marriage.” KARSA: Journal of Social and Islamic Culture 33, no. 2 (2025): 600–636. https://doi.org/10.19105/karsa.v33i2.21696.
Tan, David. “Metode Penelitian Hukum: Mengupas Dan Mengulas Metodologi Dalam Menyelenggarakan Penelitian Hukum.” NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 8 (2021): 2463–78. https://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/5601.
Trisnayani, Ni Putu Eliana, and Sahruddin. “Hak Waris Anak Luar Kawin Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Hukum Adat Bali: Suatu Tinjauan Perbandingan Hukum.” Private Law 1, no. 2 (2021): 109–16. https://doi.org/10.29303/prlw.v1i2.247.
Vargholy, Muhammad Najih, Muhammad Akbar Nursasmita, and Firdaus Izza Prayuda. “Rekonstruksi Prinsip Kepentingan Terbaik Bagi Anak Dalam Penetapan Hak Asuh Anak: Tinjauan Fikih Hadlanah Dan Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal Impresi Indonesia 5, no. 4 (2026): 2099–2106. https://doi.org/10.58344/jii.v5i4.7719.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Millati Ahka Musdalifah, Dian Septiandani, Dharu Triasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
An author who publishes in Semarang Law Review agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.