Implementasi Hukum Maritim Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Pengusaha Kapal dan Anak Buah Kapal
Implementation of International Maritime Law in Resolving Business Disputes Between Shipowners and Seafarers
DOI:
https://doi.org/10.26623/jj.v4i1.13384Keywords:
Anak Buah Kapal, Hukum Maritim Internasional, Penyelesaian Sengketa Bisnis, Perlindungan HukumAbstract
This study aims to assess the effectiveness of international maritime law instruments in resolving business disputes between shipowners and seafarers (crew), while formulating a juridical solution model oriented toward legal protection and access to justice. The core problem lies in the ineffective implementation of the Maritime Labour Convention 2006 (MLC 2006) and the United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982) in cross-jurisdictional practice, which often results in the protection of seafarers’ rights remaining largely normative rather than operational. This research employs normative legal methodology using statutory and case approaches to examine the relationship between substantive maritime labour protection standards and the jurisdictional framework of flag states and port states. The findings reveal a structural gap between international legal norms and enforcement capacity, driven by weak flag state supervision, the prevalence of flags of convenience, disparities in national regulations, and limited access of seafarers to dispute resolution mechanisms. The study proposes an integrative model based on systemic integration between MLC 2006 and UNCLOS 1982 as a framework to strengthen multilayer enforcement and national regulatory harmonization. The novelty of this research lies in its analytical construction linking international legal instruments with the operational design of maritime business dispute resolution mechanisms.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas implementasi instrumen hukum maritim internasional dalam penyelesaian sengketa bisnis antara pengusaha kapal dan Anak Buah Kapal (ABK), sekaligus merumuskan model solusi yuridis yang berorientasi pada perlindungan hukum dan access to justice. Permasalahan utama terletak pada ketidakefektifan penerapan Maritime Labour Convention 2006 (MLC 2006) dan United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982) dalam praktik lintas yurisdiksi, yang menyebabkan perlindungan hak ABK sering berhenti pada tataran normatif. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus untuk menganalisis relasi antara standar perlindungan ketenagakerjaan maritim dan struktur yurisdiksi negara bendera serta negara pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara norma internasional dan kapasitas penegakan hukum, yang dipengaruhi oleh lemahnya pengawasan negara bendera, praktik flags of convenience, disparitas regulasi nasional, serta keterbatasan akses ABK terhadap mekanisme penyelesaian sengketa. Temuan ini menghasilkan model integratif berbasis systemic integration antara MLC 2006 dan UNCLOS 1982 sebagai kerangka penguatan multilayer enforcement dan harmonisasi kebijakan nasional. Kebaruan penelitian terletak pada konstruksi analitis yang menghubungkan instrumen hukum internasional dengan desain mekanisme penyelesaian sengketa bisnis maritim secara operasional.
References
ADL, Leila Luvena Ambalistiarini Roeslan, and Andrey Sujatmoko. “Perbudakan Anak Buah Kapal (Abk) Warga Negara Indonesia Di Kapal Long Xing 629 Menurut Protokol Palermo Tahun 2000.” Jurnal Reformasi Hukum Trisakti 5, no. November (2023): 1076–86. https://doi.org/10.25105/refor.v5i4.18553.
Aiken, Deniece M., Jonne Kotta, and Ulla Pirita Tapaninen. “Exploring the Multifaceted Challenges and Complexities Involved in the Effective Implementation of Maritime Conventions.” MDPI 17, no. 2 (2025): 478. https://doi.org/10.3390/su17020478.
Amuwardhani, Kevin Mahesa, and Antonius Maria Laot Kian. “Konstruksi Hukum Indonesia Atas Integrasi Flag State Dan Port State Terhadap Kejahatan Maritim.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 8–12. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13003.
Ardanu, Lucky Faisal, Endang Setyowati, and Dhian Indah Astanti. “Analisis Yuridis Terhadap Perusahaan Yang Menggunakan Cryptocurrency Di Indonesia (Studi Kasus Token ASIX Milik Anang Hirmasnyah).” Semarang Law Review 6, no. 2 (2025): 426–40. https://doi.org/10.26623/slr.v6i2.12391.
Cahya, Alfian Jainul. “Analisis Penerapan Maritime Labour Convention (MLC) 2006 Judul 3 Tentang Akomodasi , Fasilitas Rekreasi , Makanan dan Katering di KM. Camara Nusantara 3.” Jurnal Patria Bahari 2, no. 1 (2022). https://doi.org/10.54017/jpb.v2i1.48.
Gultom, Elfrida Ratnawati, and Siti Nurbaiti. “Tenaga Kerja Bongkar Muat Pasca Pemberlakuan Asas Cabotage Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 796–808. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5788.
Hanifah, Ariibah, Langga Lagandhy, and Eka Saputra. “Analisis Perjanjian Kerja Laut (PKL) Terkait Waktu Kerja , Waktu Istirahat , dan Kompensasi Terhadap Aturan Ketenagakerjaan di PT X.” Jurnal Pengembangan Ketenagakerjaan 3, no. 1 (2025): 1–10. https://doi.org/10.59574/jpk.v3i1.149.
Hilmi, Muhammad Satria, Kukuh Sudarmanto, Dian Septiandani, and Soegianto Soegianto. “Analisis Hukum Islam Tentang Perjanjian Bagi Hasil Tangkapan Ikan.” Jurnal Juridisch 1, no. 1 (2023): 60–74. https://doi.org/10.26623/jj.v1i1.6795.
Idrus, Muhammad Bintang, Mutia Ch. Thalib, and Mohamad Hidayat Muhtar. “Kesenjangan Hukum Dan Realitas Sosial Dalam Transaksi Tanah Tanpa Sertifikat.” Yudhistira: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan 3, no. 2 (2025): 84–91. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v3i2.1926.
Kakon, Kaniz, Humayun Rashid Askari, Md Mostafa Aziz Shaheen, and Dewan Golam Muktadir. “Factors Influencing Seafarers’ Human Rights Preservation Onboard.” Maritime Technology and Research 7, no. 4 (2025). https://doi.org/10.33175/mtr.2025.276889.
Laksono, Agung, Retno Kus Setyowati, and Dwi Ratna Kartika. “Hubungan Hukum Antara Anak Buah Kapal Perikanan Dengan Perusahaan Dalam Perjanjian Kerja Laut Agung.” Jurnal P4I 4, no. 3 (2024): 239–51. https://doi.org/10.51878/social.v4i3.3316.
Muniri, Moh, and Marifah Marifah. “Settlement of Seafarers ’ Disputes in Maritime Labor Law.” International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) 3, no. 8 (2025): 683–700. https://doi.org/10.59890/ijarss.v3i8.92.
Paris MoU Secretariat. “Paris Memorandum of Understanding on Port State Control.” The Hague, 2024.
Pratiwi, Alya Sani, Endah Pujiastuti, and Zaenal Arifin. “Implikasi Bentuk Perjanjian Kerja Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Pada Usaha Mikro Dan Kecil The Implications of Employment Contract Forms on Legal Protection for Workers in Micro and Small Enterprises.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1897–1910. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.11030.
Purnomo, Budi, Imam Fachruddin, Antoni Arif Priadi, Damoyanto Purba, and April Gunawan. “Implementation of MLC 2006 for Indonesian Seafarers: A Gap Analysis in Aspects of Health Care and Social Security of Seafarers on Board.” Journal of Proceedings Series, no. 4 (2020). https://doi.org/10.12962/j23546026.y2020i4.7932.
Putra, Ananda Fadhila Perkasa, Arianty Anggraeny, and Muhammad Fachri Said. “Legal Protection for Indonesian Ship Crews in the Free Seas.” Hegels: Horizon Public Legal Studies 1, no. 1 (2024): 50–67. https://doi.org/10.15294/panjar.v4i1.55017.
Rahayu, Lisna, Tim Busscher, Taede Tillema, and Johan Woltjer. “Maritime Transport Governance Challenges in the Global South.” Elsevier: Marine Policy 163 (2024). https://doi.org/10.1016/j.marpol.2024.106147.
Suparman, Jaja, Hulman Panjaitan, and Wiwik Sri Widiarty. “Status Ketenagakerjaan Pelaut Dalam Perspektif Hukum Positif Di Indonesia.” Journal Syntax Idea 5, no. 12 (2023): 2660–80. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i12.2657.
Surijono, Ony, Yulia A Hasan, and Basri Oner. “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Buah Kapal Yang Bekerja Pada Pengusaha Perkapalan Nasional Di Tinjau Dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan.” Indonesian Journal of Legality of Law 5, no. 2 (2023): 360–68. https://doi.org/10.35965/ijlf.v5i2.2676.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal Juridisch

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.

