Eksekusi Jaminan Sertifikat Tanpa Hak Tanggungan: Perlindungan Hukum bagi Kreditur

Execution of Certificate Collateral Without Mortgage: Legal Protection for Creditors

Authors

  • Fanesya Rahma Praditiska Magister Hukum, Universitas Semarang
  • Endah Pujiastuti Magister Hukum, Universitas Semarang
  • Kukuh Sudarmanto Magister Hukum, Universitas Semarang
  • Soegianto Soegianto Magister Hukum, Universitas Semarang
  • Putri Haliza Yuniar Fakultas Hukum, Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/jj.v4i1.12284

Keywords:

Akta Pengakuan Utang, Eksekusi, Hak Tanggungan, Perlindungan Kreditur

Abstract

This study aims to analyze the execution mechanism of collateral certificates bound by a deed of debt acknowledgment without mortgage security rights and to identify the normative and practical obstacles involved. The issue arises from the common practice of using debt acknowledgment deeds without the imposition of mortgage rights, where the absence of executorial power may weaken legal protection for creditors in cases of debtor default. The research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical specification, using primary legal materials in the fields of mortgage law, civil procedural law, and notarial law, as well as secondary materials from legal literature and scholarly works. Data were analyzed qualitatively through normative and systematic interpretation. The findings indicate that without a mortgage certificate, a debt acknowledgment deed lacks executorial force; therefore, collateral enforcement must proceed through non-executorial mechanisms, such as mediation, civil litigation, or private sale, resulting in a longer and more costly execution process.

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pelaksanaan eksekusi jaminan sertifikat yang diikat dengan akta pengakuan utang tanpa hak tanggungan serta mengidentifikasi hambatan normatif dan praktis yang menyertainya. Permasalahan penelitian berangkat dari praktik penggunaan akta pengakuan utang tanpa pembebanan hak tanggungan yang masih sering terjadi, sementara ketiadaan kekuatan eksekutorial berpotensi melemahkan perlindungan hukum kreditur ketika debitur wanprestasi. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif-analitis, menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan di bidang hak tanggungan, hukum acara perdata, dan jabatan notaris, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan karya ilmiah hukum. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran normatif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa sertifikat hak tanggungan, akta pengakuan utang tidak memiliki kekuatan eksekutorial, sehingga eksekusi jaminan harus ditempuh melalui mekanisme non-eksekutorial, seperti mediasi, gugatan perdata, atau penjualan di bawah tangan, yang menyebabkan proses lebih panjang dan berbiaya tinggi.

References

Arini, Diah, and Teddy Anggoro. “Keabsahan Hukum Grosse Akta Pengakuan Hutang Pada Akad Pembiayaan Perbankan Syariah.” Jurnal USM Law Review 4, no. 2 (2021): 484–503. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.26623/julr.v4i2.4056.

Chandra, Isabella Dwinantya, and Arsin Lukman. “Atas Tanah Berdasarkan Akta Pengakuan Hutang Notariil (Analisis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor: 303/PDT.G/2020/PN.KPG).” Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 6, no. 1 (2022): 65–80. https://doi.org/10.23920/acta.v6i1.1058.

Handayani, Indah Sukma Tri. “Kajian Hukum Tentang Perjanjian Utang Piutang.” Justitia: Journal of Justice, Law Studies, and Politic 1, no. 03 (2025): 4–7. https://doi.org/10.70437/themis.v2i2.238.

Maeda, Novita Alya, Mukhidin Mukhidin, and Achmad Irwan Hamzani. “Pelaksanaan Eksekusi Penyelesaian Kredit Macet Jaminan Hak Tanggungan.” Pancasakti Law Journal 1, no. 1 (2023): 1–12. https://doi.org/10.24905/plj.v1i1.2.

Mahmud, Salwa, Fadil Lasimpala, Roy Marthen Moonti, and Muslim A Kasim. “Efektifitas Pelaksanaan Eksekusi Hak Tanggungan Di Pengadilan Negeri Dalam Penyelesain Kredit Bermasalah.” Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia 2, no. 3 (2025): 310–23. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i3.1141.

Nurwidianto, Eko, Retno Kus Setyowati, and Mutiarany Mutiarany. “Challenges and Reforms in the Implementation of Collateral Seizure on Land within Indonesia ’ s Banking System : A Study of the Mortgage Law.” Justice Voice 3, no. 1 (2024): 29–36. https://doi.org/10.37893/jv.v3i1.1098.

Pane, Melyda Khoiriah, Mahmul Siregar, and Mulhadi Mulhadi. “Kekuatan Eksekutorial Surat Pengakuan Utang Dibawah Tangan Dalam Pinjam Meminjam Uang Dengan Jaminan Hak Atas Tanah : Studi Putusan Nomor : 2661 K / PDT ./ 2022.” Sibatik Journal 4, no. 9 (2025): 2571–88. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i9.3289.

Priyanto, Ari, B. Rini Heryanti, and Mukharom Mukharom. “Analisis Proses Eksekusi Hak Tanggungan Terhadap Jaminan Kebendaan Tidak Bergerak Berdasarkan Undang- Undang Hak Tanggungan.” Humani 6, no. 2 (2016): 26–37. https://doi.org/10.26623/humani.v6i2.949.

Septiandi, Pratama, and Ahmad Sudiro. “Analysis of Judges’ Legal Considerations on the Validity of Authentic Deeds Made By a Notary.” Edunity: Social and Educational Studies 2, no. 10 (2023). https://doi.org/10.57096/edunity.v2i10.118.

Simanungkalit, Dedy, and Vanny Vanny. “Misreading the Court Decision : Reflecting on Constitutional Interpretation In Nusantara Capital Law Formation.” Jurnaal Ius Constituendum 7, no. 1 (2025): 296–309. https://doi.org/10.26623/jic.v10i3.12531.

Sindoro, Cristhananta, Zaenal Arifin, Musfiratul Ilmi, and Diah Sulistyani Ratna Sediati. “Analisis Jaminan Fidusia Terhadap Debitur Yang Melakukan Wanprestasi Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.” Journal Juridisch 1, no. 3 (2023): 192–204. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jj.v2i1.8125.

Sipahutar, Apul Oloan, Zaenal Arifin, Kukuh Sudarmanto, and Diah Sulistyani Ratna Sediati. “Pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia Dalam Praktek Pada Debitur Yang Wanprestasi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2021): 144–56. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i1.4254.

Sriwati, Sriwati. “Legal Protection for Creditor under Cross Default and Cross Collateral Clause in a Credit Agreement.” Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial 8, no. 1 (2021). https://doi.org/10.33258/konfrontasi2.v8i1.137.

Triwanto, Triwanto, Puspaningrum Puspaningrum, and Dita Permata Sari. “Legal Review of the Execution of Mortgage Rights on Land (Study of Constitutional Court Decision Number 10/PUU-XIX/2021).” Journal Customary Law 2, no. 4 (2025): 1–12. https://doi.org/10.47134/jcl.v2i4.4743.

Werik, Brian, Sriono Sriono, and Nimrot Siahaan. “Legal Responsibility Of Notaries In Making Authentic Deeds Based On The Civil Code.” International Journal 4, no. 6 (2025). https://doi.org/10.55227/ijhess.v4i6.1671.

Downloads

Published

2026-03-03

Issue

Section

Articles