Penguatan Kapasitas Kader Perempuan Dalam Advokasi Hak Atas Lingkungan Sehat Di Kelurahan Dadapsari 0 0
DOI:
https://doi.org/10.26623/6s7w0r13Abstract
Dadapsari, merupakan wilayah pesisir yang secara konsisten masuk zona merah banjir dan rob menurut peta kerentanan BPBD Kota Semarang 2025, diperparah oleh drainase buruk dan ketidakmampuan sebagian area mengalirkan limpahan air. BPS Kota Semarang menetapkan Dadapsari sasaran pengumpulan data potensi sampah, menegaskan urgensi pengelolaan lingkungan di tingkat kelurahan. Hak atas lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan telah diakui sebagai bagian dari HAM, sebagaimana ditegaskan dalam yurisprudensi ICJ 2025 serta instrumen global seperti Paris Agreement dan SDGs. Namun, dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak merata; perempuan menanggung beban lebih besar, tetapi sering diposisikan hanya sebagai korban, bukan agen solusi. Kader perempuan Dadapsari memiliki posisi strategis sebagai penghubung warga dan pemerintah kelurahan, namun kapasitas pemahaman mereka tentang hak atas lingkungan yang sehat dan perubahan iklim masih terbatas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas dalam advokasi hak atas lingkungan yang sehat menjadi intervensi relevan untuk membingkai persoalan drainase, rob, dan sampah sebagai isu hak dan keadilan lingkungan, sekaligus mengoptimalkan peran perempuan dalam ketahanan iklim berbasis komunitas. Permasalahan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kurangnya pemahaman kader tentang keterkaitan lingkungan dan HAM serta peran kader terkait perubahan iklim, kerentanan, dan aksi pencegahannya. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan metode kuesioner, penyuluhan, diskusi, dan tanya jawab. Hasilnya, para kader memperoleh informasi dan mengalami penguatan kapasitas dalam advokasi hak atas lingkungan yag sehat di Kelurahan Dadapsari. Dalam kegiatan PKM ini, para kader Perempuan mengalami peningkatan kapasitas dalam melakukan advokasi hak atas lingkungan ditunjukkan dengan terjadi peningkatan rata-rata penguatan kapasitas secara umum dari 35 peserta sebesar 34,7%
Downloads
References
Aguila, Yann, and Victoria Lichet. “The Need for a New Covenant on the Right to a Healthy Environment.” Environmental Policy and Law 53, no. 2–3 (2023): 111–23. https://doi.org/10.3233/EPL-239002.
Arifin, Ridwan, and Muhammad Junaidi. “Evaluation of Community Legal Education Programs through Pre-Test and Post-Test Approaches.” Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) 6, no. 1 (2023): 87–102. https://doi.org/10.15294/jphi.v6i1.67612.
Buys, Elinor, and Bridget Lewis. “Environmental Protection through European and African Human Rights Frameworks.” The International Journal of Human Rights 26, no. 6 (2022): 949–77. https://doi.org/10.1080/13642987.2021.1986011.
CohenMiller, Anna, Naureen Durrani, Zumrad Kataeva, and Zhadyra Makhmetova. “Conducting Focus Groups in Multicultural Educational Contexts: Lessons Learned and Methodological Insights.” International Journal of Qualitative Methods 21 (2022): 1–12. https://doi.org/10.1177/16094069221076928.
Daly, Aoife. “Intergenerational Rights Are Children’s Rights: Upholding the Right to a Healthy Environment through the UNCRC.” Netherlands Quarterly of Human Rights 41, no. 3 (2023). https://doi.org/10.1177/09240519231195753.
Duarte, Vic. “Ecological Constitutionalism within the Canadian Context: Charter-Ing International Standards of the Human Right to a Healthy Environment.” Environmental Law Review 26, no. 3 (2024): 203–22. https://doi.org/10.1177/14614529241258710.
Gonzalez, Carmen G. “The Right to a Healthy Environment and the Global South.” AJIL Unbound 117 (2023): 173–78. https://doi.org/10.1017/aju.2023.26.
Hanschel, Dirk, Mario G Aguilera Bravo, Bayar Dashpurev, and Abduletif Kedir Idris. “Environmental Rights Between Constitutional Law and Local Context: Reflections on a Moving Target.” German Law Journal 23, no. 7 (2022): 1012–28. https://doi.org/10.1017/glj.2022.68.
Heri, Corina. “Justice in the Liminal: The Council of Europe and the Right to a Healthy Environment.” International & Comparative Law Quarterly 73, no. 2 (2024): 319–60. https://doi.org/10.1017/S0020589324000071.
Hutchinson, Terry, and Nigel Duncan. “Defining and Describing What We Do: Doctrinal Legal Research.” Deakin Law Review 17, no. 1 (2012): 83–119. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70.
Ituarte-Lima, Claudia. “Biosphere Defenders Leveraging the Human Right to Healthy Environment for Transformative Change.” Environmental Policy and Law 53, no. 2–3 (2023): 139–51. https://doi.org/10.3233/EPL-239003.
Ituarte-Lima, Claudia, Maria Andrea Nardi, and Liisa Varumo. “Just Pathways to Sustainability: From Environmental Human Rights Defenders to Biosphere Defenders.” Environmental Policy and Law 53, no. 5–6 (2024). https://doi.org/10.3233/EPL-239009.
Knox, John H. “Constructing the Human Right to a Healthy Environment.” Annual Review of Law and Social Science 16 (2020): 79–95. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-031720-074856.
Lähteenmäki-Uutela, Anu. “Planetary Boundaries Nurturing the Grand Narrative of the Right to a Healthy Environment?” Environmental Policy and Law 54, no. 1 (2024). https://doi.org/10.3233/EPL-230055.
Mwanza, Rosemary. “The Right to a Healthy Environment as a Catalyst for the Codification of the Crime of Ecocide.” AJIL Unbound 117 (2023): 189–93. https://doi.org/10.1017/aju.2023.29.
Weber, Stefan. “Are Climate Activists Protected by the Aarhus Convention? A Note on Article 3(8) Aarhus Convention and the New Rapid Response Mechanism for Environmental Defenders.” Review of European, Comparative & International Environmental Law 32, no. 1 (2023): 67–76. https://doi.org/10.1111/reel.12465.



