Penyuluhan Hukum Mengenai Hak Bantuan Hukum Dalam KUHAP Di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Batang Untuk Meningkatkan Akses Keadilan Bagi Warga Binaan 126 92
DOI:
https://doi.org/10.26623/248kjn63Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengenai hak memperoleh bantuan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Batang. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah masih rendahnya literasi hukum terkait hak memperoleh pendampingan penasihat hukum, bantuan hukum secara cuma-cuma, serta mekanisme upaya hukum dalam sistem peradilan pidana. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan menggunakan pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif berbasis studi kasus, dan evaluasi menggunakan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak konstitusional atas bantuan hukum, prosedur memperoleh pendampingan hukum sejak tahap awal proses pidana, serta mekanisme akses bantuan hukum sesuai ketentuan KUHAP. Antusiasme peserta selama diskusi juga menunjukkan meningkatnya kesadaran hukum terhadap pentingnya perlindungan hak dalam proses peradilan pidana. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan hukum yang dilaksanakan secara sistematis mampu memperkuat literasi hukum WBP sekaligus mendukung peningkatan akses terhadap keadilan (access to justice). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan menjadi model pengabdian yang efektif untuk memperkuat pembinaan hukum serta mendorong pemenuhan hak asasi manusia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Downloads
References
Akub, M Syukri, and Muhadar. “Legal Aid as a Constitutional Right in Indonesia: Strengthening Access to Justice through Criminal Justice Reform.” Hasanuddin Law Review 7, no. 3 (2021): 271–86. https://doi.org/10.20956/halrev.v7i3.3128.
Arifin, Muhammad. “Pendekatan Edukatif Dalam Program Pengabdian Masyarakat.” Jurnal Abdimas 9, no. 2 (2022): 117–31.
Arifin, Ridwan, and Muhammad Junaidi. “Evaluation of Community Legal Education Programs through Pre-Test and Post-Test Approaches.” Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) 6, no. 1 (2023): 87–102. https://doi.org/10.15294/jphi.v6i1.67612.
Arifin, Ridwan, and Lilik Mulyadi. “Human Rights Protection for Prisoners within the Indonesian Correctional System.” Jurnal HAM 13, no. 1 (2022): 75–92. https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.75-92.
Azizah, Siti Nur, and Ridwan Arifin. “Correctional System Reform and the Protection of Prisoners’ Rights in Indonesia.” Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum 17, no. 2 (2023): 239–58. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2023.V17.239-258.
Budijanto, Ocky Wahyu. “State Responsibility in Fulfilling Legal Aid Rights for Vulnerable Communities in Indonesia.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 21, no. 4 (2021): 489–504. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.489-504.
Budijanto, Oki Wahju, and Tony Yuri Rahmanto. “Measuring the Quality of Legal Aid Services as the Embodiment of Access to Justice.” Jurnal Penelitian Hukum Dan Kebijakan 16, no. 3 (2022): 397–422.
Hapsari, Judith Prima. “The Poor and Justice: Implementation of Legal Aid for the Poor in Indonesia (Problems and Solutions).” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 3, no. 4 (2021): 517–30. https://doi.org/10.15294/iccle.v3i4.36533.
Lutfiyah, Khoirum. “Equality before the Law Principle and the Legal Aid for the Poor: An Indonesian Insight.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 3, no. 4 (2021): 531–48. https://doi.org/10.15294/ijicle.v3i4.48292.
Rofingi, Umi Rozah, and Adifyan Rahmat Asga. “Problems of Law Enforcement in Realizing The Principle of Equality Before The Law in Indonesia.” LAW REFORM 18, no. 2 (2022): 222– 37. https://doi.org/10.14710/lr.v18i2.47477.
Siswanto, Heni, and Deni Setya Bagus Yuherawan. “Protection of Suspects’ Rights in Indonesian Criminal Procedure Law: Challenges after Criminal Justice Reform.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 30, no. 2 (2023): 271–92. https://doi.org/10.20885/iustum.vol30.iss2.art4.
Sundari, Elisabeth. “Legal Aid Scheme in Indonesia: Between the Policy and the Implementation.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 23, no. 4 (2016): 545–62. https://doi.org/10.20885/iustum.vol23.iss4.art3.
Wibowo, Ari, and Michael Hagana Bangun. “Legal Aid by the State as a Constitutional Right of the Poor: Problems and Challenges in Indonesia.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 3, no. 2 (2021): 233–52. https://doi.org/10.15294/ijicle.v3i2.46176.
Wicaksono, Muhammad Bagas Ragil, and Hakim Anis Maliki. “Role of Paralegal in Providing Access to Justice for the Poor: Comparing Indonesia and Malaysia.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 4, no. 1 (2022): 45–62. https://doi.org/10.15294/ijicle.v4i1.55774.



