Pertanggungjawaban Pidana Pemalsuan Dokumen Perkawinan sebagai Kejahatan Kepercayaan Publik 0 0
DOI:
https://doi.org/10.26623/jj.v4i2.14204Keywords:
Administrasi Negara, Kepercayaan Publik, Pemalsuan Dokumen, Pertanggungjawaban PidanaAbstract
This study aims to analyze juridically the falsification of marriage documents as a crime against public trust and the resulting criminal liability. The falsification of marriage documents not only affects the legal validity of marital relationships but also undermines the legitimacy of state institutions and public confidence in administrative systems. The urgency of this study lies in the increasing occurrence of document forgery conducted systematically by exploiting weaknesses in administrative verification systems, as reflected in the case at the Religious Affairs Office (KUA) of Patebon, Kendal Regency. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by empirical data obtained through interviews. The novelty of this study lies in its integrative approach combining criminal law and administrative law perspectives in examining marriage document forgery as a crime against public trust. The results indicate that such falsification fulfills the elements of the crime of document forgery under Article 391 of the Criminal Code and involves multiple actors in a structured manner. Furthermore, weaknesses in administrative systems are identified as the primary enabling factor, highlighting the need for strict law enforcement and the strengthening of integrated digital verification systems to prevent future occurrences.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pemalsuan dokumen perkawinan sebagai kejahatan terhadap kepercayaan publik serta pertanggungjawaban pidana yang timbul. Pemalsuan dokumen perkawinan merupakan permasalahan yang tidak hanya berdampak pada keabsahan hubungan hukum para pihak, tetapi juga berpotensi merusak legitimasi institusi negara dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem administrasi. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya praktik pemalsuan dokumen yang dilakukan secara sistematis dengan memanfaatkan kelemahan sistem verifikasi administratif, termasuk dalam kasus di KUA Patebon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta didukung oleh data empiris melalui wawancara. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara hukum pidana dan hukum administrasi negara dalam mengkaji pemalsuan dokumen perkawinan sebagai kejahatan terhadap kepercayaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan dokumen perkawinan telah memenuhi unsur tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 391 KUHP, serta melibatkan berbagai pihak dengan pola yang sistematis. Selain itu, kelemahan sistem administrasi menjadi faktor utama yang memungkinkan terjadinya pemalsuan, sehingga diperlukan penegakan hukum yang tegas serta penguatan sistem verifikasi berbasis digital untuk mencegah terulangnya kejahatan serupa.
References
Alfatih, Nanda Karunia, Eko Raharjo, and Rinaldy Amrullah. “Peran Hukum Dalam Menanggulangi Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen Di Indonesia.” RIO Law Jurnal 6, no. 2 (2025): 837–845. https://doi.org/10.36355/rlj.v6i2.1805.
Benuf, Kornelius, Siti Mahmudah, and Ery Agus Priyono. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurangi Permasalahan Hukum.” Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2019): 145–60. https://doi.org/10.14710/gk.7.1.20-33.
Cahyani, Fitria, Muhammad Junaidi, Zaenal Arifin, and Kadi Sukarna. “Kedudukan Hak Imunitas Advokat Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 4, no. 1 (2021). https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3328.
Chazawi, Adami. Pelajaran Hukum Pidana. Jakarta: Rajawali Pers, 2020.
Cita, Ray, Arifai Arifai, and Kamaruddin Kamaruddin. “Tindak Pidana Pemalsuan Surat.” Journal Publicuho 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i1.374.
Hasibuan, Zulkarnai. “Faktor Penyebab Pemalsuan Identitas Dalam Perkara Pembatalan Perkawinan Di Pengadilan Agama Medan Kelas-IA.” Jurnal Pendidikan Tambusai 7, no. 2 (2023). https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.9078.
Hidayat, Toriqul, Siti Marwiyah, Wahyu Prawesthi, Subekti Subekti, and Dudik Djaja Sidarta. “Pelanggaran Hukum Pemalsuan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).” Jurnal Hukum Ius Publicum 5, no. 2 (2024). https://doi.org/10.55551/jip.v5i2.135.
Ilhami, Muhammad Wahyu, Wiyanda Vera Nurfajriani, Arivan Mahendra, Rusdy Abdullah Sirodj, and M Win Afgani. “Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 2, no. 9 (2024): 306–12. https://doi.org/10.5281/zenodo.11180129.
Iswandi, Maya. “Pembuktian Sederhana Dalam Proses Kepailitan Terhadap Perusahaan Pengembang Pasca Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2023.” Jurnal Hukum & Pembangunan 50, no. 3 (2020). https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol50/iss3/16.
Jonizar, Jonizar, Mukidi Mukidi, and Ibnu Affan. “Analisis Yuridis Tindak Pidana Menggunakan Surat Palsu Dalam Pelepasan Hak Penguasaan Dengan Ganti Rugi Dalam Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor 1722/Pid.B/2021/PN Lbp).” Jurnal Ilmiah Metadata 5, no. 3 (2023): 157–64.
Lacey, Nicola Mary. “Populism and the Rule of Law.” Annual Review of Law and Social Science 15 (2019): 79–96. https://doi.org/10.1146/annurev-lawsocsci-101518-042919.
Laxman, Vishnu, Nithyashree Ramesh, Senthil Kumar Jaya Prakash, and Ravi Aluvala. “Emerging Threats in Digital Payment and Financial Crime: A Bibliometric Review.” Journal of Digital Economy 3 (2024): 205–22. https://doi.org/10.1016/j.jdec.2025.04.002.
Lestari, Fifi Ayu. “Criminal Liability for Notaries Those Involved in Document Forgery.” Journal of Indonesian Research on Public Law (JIRPL) 7, no. 1 (2025). https://doi.org/10.56371/jirpl.v7i1.514.
Oprspitrespangandaran. “Awas ! Memalsukan Surat Dapat Di Pidana 6 Tahun Penjara.” Humas Polri, 2025. https://humas.polri.go.id/news/detail/2193567-awas-memalsukan-surat-dapat-di-pidana-6-tahun-penjara.
Prasetyorini, Theresia Eni, Kukuh Sudarmanto, Zaenal Arifin, and Mangaraja Manurung. “Pembatalan Perkawinan Karena Adanya Pemalsuan Identitas Dalam Kasus Poligami.” Journal Juridisch 2, no. 2 (2024). https://doi.org/10.26623/jj.v2i2.8112.
Putu Niti Rahayu, Luh, Kadek Julia Mahadewi, Ketut Elly Sutrisni, and Ni Putu Sawitri Nandari. “Perlindungan Konsumen Atas Kerugian Ekonomi Akibat Pertamax Oplosan Dalam Perspektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 5 (2025): 6124–35. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2231.
Rahman, Mutia, Susi Delmiati, and Beatrix Benni. “Upaya Pencegahan Tindak Pidana Pemalsuan Pada Proses Pengajuan Kredit Melalui Pemeriksaan Fisik Keabsahan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor.” UNES Journal of Swara Justisia 9, no. 3 (2025). https://doi.org/10.31933/h72a3020.
Ramadani, Irma, Hambali Thalib, and Dian Eka. “Legal Analysis of Criminal Liability For Identity Falsement by A Fiduciary Agent.” Horizon Public Legal Studies 2, no. 1 (2025): 1–11. https://doi.org/10.56087/hegels.v2i1.997 Legal.
Ramadhan, Rama, Lukman Hakim, and Joko Sriwidodo. “Tindak Pidana Pemalsuan Surat Berupa Laporan Penilaian Aset Pasal 263 KUHP.” Bhayangkara Law Review 2, no. 1 (2025): 68–79. https://doi.org/10.31599/x1ncs730.
Rizal, Moch Choirul. Buku Ajar Hukum Pidana. Edited by Dika Andy Prasetya. 1st ed. Kediri: Lembaga Studi Hukum Pidana, 2021.
Simarsoit, Edward Armando, and Ridho Mubarak. “Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen Untuk Pencairan Asuransi Kecelakaan (Studi Putusan Nomor: 2893/Pid.B/2020/PN.Mdn).” Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum 12, no. 2 (2025): 112–28. https://doi.org/10.31289/jiph.v12i2.16208.
Sonia, Khaliza Putri. “Analisis Teori Kriminologi Strain Dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Buku Nikah,” 2025. https://doi.org/10.3783/causa.v2i9.2461.
Sudarso, Mohammad Akbar, and Surahmad Surahmad. “Keabsahan Dan Akibat Hukum Perkawinan Yang Dilaksanakan Dengan Pemalsuan Identitas.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 716–728. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8971.
Tumiwa, Anisa Jihan, Muhammad Taufik, and Imaro Sidqi. “Marriage Identity Forgery in Indonesia: Legal Consequences and Systemic Loopholes Perspective.” Antmind Review: Journal of Sharia and Legal Ethics 2, no. 1 (2025): 12–25. https://doi.org/10.63077/x4qfqf57.
Wahyono, Aura Akillah Putri, Saefullah Saefullah, and Adham Adham. “Permohonan Isbat Nikah Dalam Perkawinan Siri Yang Ditolak Oleh Pengadilan Agama: Studi Kasus Pada Putusan Nomor 49/Pdt.P/2021/PA.Mkm.” Begawan Abioso 16, no. 1 (2025): 23–31. https://doi.org/10.37893/abioso.v16i1.1186.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal Juridisch

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.