Asas Legalitas dan Lex Temporis Delicti Dalam Reformasi KUHP Indonesia
Legalitas and Lex Temporis Delicti In Indonesia’s Criminal Code Reform
DOI:
https://doi.org/10.26623/jj.v3i3.12490Keywords:
Asas Legalitas, Kodifikasi Hukum Pidana, Lex Mitior, Lex Temporis DelictiAbstract
This study critically examines the existence and implementation of the principles of legality and lex temporis delicti within Indonesia’s criminal law codification policy through a comparative analysis of the old Criminal Code (KUHP), the new KUHP, and the criminal law systems of the Continental and Anglo-Saxon traditions. The urgency of this research arises from the fundamental shift in Indonesia’s penal paradigm following the enactment of the new KUHP, particularly the expanded interpretation of legality through the recognition of living law and the adoption of the lex mitior principle as a progressive exception to lex temporis delicti. Employing a normative legal methodology with statutory and comparative approaches, this study analyzes primary and secondary legal materials to assess the doctrinal coherence and policy implications of these developments. The findings demonstrate that the new KUHP marks a departure from classical legalism toward a more adaptive and socially responsive framework oriented toward human rights protection. The legality principle is recontextualized through the broadening of legitimate legal sources, while lex temporis delicti is recalibrated to accommodate substantive justice by integrating lex mitior. The novelty of this study lies in its integrative analysis that combines normative, comparative, and codification-policy perspectives, revealing Indonesia’s current transition toward a more humanistic, contextual, and internationally aligned model of criminal law.
Penelitian ini menganalisis secara kritis eksistensi dan penerapan asas legalitas serta lex temporis delicti dalam politik kodifikasi hukum pidana Indonesia melalui kajian komparatif terhadap KUHP lama, KUHP baru, dan sistem hukum pidana tradisi kontinental serta Anglo-Saxon. Urgensi penelitian ini muncul dari perubahan paradigma pemidanaan yang mendasar setelah disahkannya KUHP baru, khususnya terkait perluasan makna asas legalitas melalui pengakuan living law dan penerapan prinsip lex mitior sebagai pengecualian progresif terhadap lex temporis delicti. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum, penelitian ini menganalisis bahan hukum primer dan sekunder untuk menilai koherensi doktrinal serta implikasi kebijakan dari perkembangan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa KUHP baru menandai pergeseran dari legalisme klasik menuju kerangka hukum pidana yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan sosial serta berorientasi pada perlindungan HAM. Asas legalitas direkontekstualisasikan melalui perluasan sumber hukum yang diakui, sedangkan lex temporis delicti dikalibrasi ulang untuk mengakomodasi keadilan substantif melalui integrasi lex mitior. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif yang memadukan perspektif normatif, komparatif, dan politik kodifikasi, yang mengungkap bahwa sistem hukum pidana Indonesia sedang berada dalam masa transisi menuju model yang lebih humanistik, kontekstual, dan selaras dengan standar hukum internasional.
References
Ali, Zainuddin. “Metologi Penelitian Hukum Normatif Dalam Justifikasi Teori Hukum.” In Hukum Normatif Dalam Justifikasi Teori Hukum, 232, 2009.
Anjari, Warih. “Eksistensi Delik Adat Dan Implementasi Asas Legalitas Hukum Pidana Materiil Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 46, no. 4 (2018): 328. https://doi.org/10.14710/mmh.46.4.2017.328-335.
Gojali, Dudang, and Reza Fauzi Nazar. “Pengaruh Aliran Sociological Jurisprudence Terhadap Pembangunan Sistem Hukum Di Indonesia.” Al-Mashlahah 10, no. 2 (2022): 1–13.
Hafizah, Annisa, Madiasa Ablisar, and Rafiqoh Lubis. “Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana Indonesia Dan Hukum Pidana Islam.” Mahadi: Indonesia Journal of Law 1, no. 1 (2022): 1–10. https://doi.org/10.32734/mah.v1i1.8311.
Hakim, Lukman. “Implementasi Teori Dualistis Hukum Pidana Di Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).” Krtha Bhayangkara 13, no. 1 (2019): 1–16. https://doi.org/10.31599/krtha.v13i1.12.
Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.
Isima, Nurlaila. “Urgensi Pengakuan Hukum Yang Hidup Pada Masyarakat Dalam Asas Legalitas Ditinjau Dari Perspektif Sosiologi Hukum.” Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) 2, no. 1 (2022): 29–36. https://doi.org/10.30984/jinnsa.v2i1.266.
Jiwantara, Firzhal Arzhi, Siti Hasanah, and Lukman Lukman. “Sosialisasi Kuhp Baru Guna Mencerahkan Pemahaman Kepada Para Advokat Di Law Office 108 (LO.108) Mataram-NTB.” EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. 9 (2023): 1038–45. https://doi.org/10.55681/ejoin.v1i9.1584.
Lago, Yuber, Yuni Priskila Ginting, and Fajar Sugianto. “Dilema Keadilan Hukum Antara Hukum Tidak Tertulis Yang Hidup (Ongeschreven Recht) Dan Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana Indonesia Ditinjau Dari Aspek Filo-Sofis.” DiH: Jurnal Ilmu Hukum, 2023, 71–84. https://doi.org/10.30996/dih.v19i1.7310.
Lidya Suryani Widayati. “Pidana Tutupan Dalam RUU KUHP: Dari Perspektif Tujuan Pemidanaan, Dapatkah Tercapai?(Undisclosed Penitentier in Criminal Code Bill: From the Purpose of Punishment’s Perspective, Can It Be Achieved?).” Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan 10, no. 2 (2020): 237–57.
Magala, Anugrah Sahtia. “Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kuhp Baru Indonesia Menurut Perspektif Hukum Progresif.” Spektrum Hukum 20, no. 2 (2023). https://doi.org/10.56444/sh.v20i2.4345.
Malau, Parningotan. “Tinjauan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru 2023.” Al-Manhaj: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam 5, no. 1 (2023): 837–44. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2815.
Nasution, Ali Imran, and Rahmat Bijak Setiawan Sapii. “Aktualisasi Konsep Meaningful Participation Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.” Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan 9, no. 2 (2022): 202. https://doi.org/10.32493/skd.v9i2.y2022.26207.
Nurhayati, Yati, Ifrani Ifrani, and M. Yasir Said. “Metodologi Normatif Dan Empiris Dalam Perspektif Ilmu Hukum.” Jurnal Penegakan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2021): 1–20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14.
Pradiva, I Gusti Ngurah Bayu, and Diah Ratna Sari Hariyanto. “Perluasan Asas Legalitas Dalam Rkuhp Sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia.” Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum 10, no. 8 (2022): 1766. https://doi.org/10.24843/ks.2022.v10.i08.p05.
Prasetiono, Yogi, Zaenal Arifin, and Kukuh Sudarmanto. “Implementasi Pemidanaan Pelaku Penyertaan (Deelneming) Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 647. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5241.
Purba, Nelvitia, Ismed Batubara, Zaenal Arifin, and Bahmid. Metodologi Penelitian Hukum. 1st ed. Medan: Pustaka Media Publishing, 2024.
Sallata, Hans Giovanny Yosua. “Asas Universal Dalam Hukum Pidana Tiga Negara (Perbandingan Hukum Pidana Indonesia, Belanda, Dan Prancis.” Tri Panji-Liberal Arts Journal 02, no. 1 (2023): 16–29.
Sari, Ratna Kumala. “Perbandingan Kebijakan Formulasi Alasan Pengahapusan Pidana Dan Konrtibusinya Terhadap Pembaharuan Hukum Pidana Nasional.” Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum 6, no. 2 (2022): 355–71. https://doi.org/10.24967/jcs.v6i2.1519.
Tahir Rusdin, Astawa I Gede, Widjajanto Agus, Panggabean , Rohman, Dewi Ni Putu Paramita, Deliarnoor, Abas, Ayu, Hs, Sumartini, Sugiha, Paminto Saptaning Ruju. Metodologi Penelitian Bidang Hukum : Suatu Pendekatan Teori Dan Praktik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2023.
Utama, Tody Sasmitha Jiwa. “‘Hukum Yang Hidup’ Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP): Antara Akomodasi Dan Negasi.” Masalah-Masalah Hukum 49, no. 1 (2020): 14. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.14-25.
Wijaya, Yudi Susanto, Sabrina Hidayat, and Handrawan Handrawan. “Dekriminalisasi Eutanasia Pada Praktik Medis Dalam Sistem Hukum Pidana Di Indonesia.” Halu Oleo Legal Research 3, no. 2 (2021): 196. https://doi.org/10.33772/holresch.v3i2.21450.
Yanto, Andri, and Faidatul Hikmah. “Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Menurut Perspektif Asas Legalitas.” Recht Studiosum Law Review 2, no. 2 (2023): 81–91. https://doi.org/10.32734/rslr.v2i2.14162.
Yoserwan, Yoserwan. “Eksistensi Hukum Pidana Adat Dalam Hukum Pidana Nasional Setelah Pengesahan KUHP Baru.” UNES Law Review 5, no. 4 (2023): 1999–2013. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.577.
Yuspin, Wardah, and Ajlin Ajlin. “History of the Implementation and Development of the Criminal Law (KUHP) of the Dutch Colonial Heritage in Indonesia.” International Journal of Social Science Research and Review 5, no. 9 (2022): 514–20. https://doi.org/10.47814/ijssrr.v5i9.596.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal Juridisch

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.

