Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26623/humani.v16i1.14298

Keywords:

Customary Land Rights, Legal Certainty, Customary Law, Indigenous Peoples Bill

Abstract

This study examines legal uncertainty in using customary land as collateral within Indonesia’s mortgage system. Legal pluralism under Basic Agrarian Law 1960 creates tension between customary tenure and the formal registration regime required by Law Number 4 of 1996 concerning Mortgage Rights. The study aims to assess whether customary land can meet the principles of publicity and speciality and to formulate a reconstruction model accommodating both systems. Using a normative juridical method with statutory, conceptual, and comparative approaches, the research analyzes legislation, doctrine, and case studies involving collateral disputes. Findings indicate that customary land, being communal and unregistered, cannot directly satisfy publicity and speciality due to lack of registration and unclear ownership boundaries, resulting in legal uncertainty for creditors, particularly regarding enforceability and priority rights. Nevertheless, adaptive reconstruction is possible through partial formalization, including recognition of communal rights within land administration and establishment of collective legal subjects representing indigenous communities. Comparative analysis with Rwanda shows that full formalization increases economic utility but risks eroding communal values. This study introduces the concepts of collective speciality and quasi-publicity as a hybrid framework bridging customary and formal systems, enabling customary land to function as collateral while preserving its communal character and ensuring balanced legal certainty and socio-cultural protection.

 

Abstrak
Penelitian ini mengkaji ketidakpastian hukum dalam penggunaan tanah adat sebagai objek jaminan dalam sistem hak tanggungan di Indonesia. Pluralisme hukum dalam Undang-Undang Pokok Agraria 1960 menimbulkan ketegangan antara rezim tanah adat dan sistem pendaftaran formal yang disyaratkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah tanah adat dapat memenuhi prinsip publisitas dan spesialitas serta merumuskan model rekonstruksi hukum yang mengakomodasi kedua sistem. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, melalui analisis doktrin, regulasi, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah adat yang bersifat komunal dan tidak terdaftar belum dapat memenuhi prinsip publisitas dan spesialitas akibat ketiadaan pendaftaran serta ketidakjelasan batas dan subjek hak, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum bagi kreditor, khususnya terkait eksekusi dan hak preferen. Namun demikian, rekonstruksi hukum adaptif dimungkinkan melalui formalisasi terbatas, pengakuan hak komunal dalam administrasi pertanahan, serta pembentukan subjek hukum kolektif masyarakat adat. Perbandingan dengan Rwanda menunjukkan bahwa formalisasi penuh meningkatkan fungsi ekonomi tanah, tetapi berisiko menggerus nilai komunal. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep spesialitas kolektif dan quasi-publisitas sebagai kerangka hibrid yang memungkinkan tanah adat berfungsi sebagai jaminan tanpa menghilangkan karakter komunalnya.

References

Adiyatma, Septhian Eka, Ana Silviana, and Dorcas Adesola Thanni. “Criminalizing the Guardians: Eco-Justice and Indigenous Struggles in Indonesia and Nigeria.” Indonesian Journal of Criminal Law Studies 10, no. 2 (November 2025): 901–50. https://doi.org/10.15294/ijcls.v10i2.33536.

Alexander, Hilda B. “Sertifikasi Tanah Ulayat Milik Masyarakat Hukum Adat Tuntas 2024-2025.” kompas.com, October 17, 2023. https://www.kompas.com/properti/read/2023/10/17/150000021/sertifikasi-tanah-ulayat-milik-masyarakat-hukum-adat-tuntas-2024-2025.

Ali, Daniel Ayalew, Klaus Deininger, and Markus Goldstein. “Environmental and Gender Impacts of Land Tenure Regularization in Africa: Pilot Evidence from Rwanda.” Journal of Development Economics 110 (2014). https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2013.12.009.

Ali, Daniel, Klaus Deininger, and Marguerite Duponchel. Sustaining the Success of the Systematic Land Tenure Registration in Rwanda. Sustaining the Success of the Systematic Land Tenure Registration in Rwanda, 2016. https://doi.org/10.1596/24707.

Barros, D. Benjamin. Hernando de Soto and Property in a Market Economy. Hernando de Soto and Property in a Market Economy, 2010. https://doi.org/10.4324/9781315586724.

Bizoza, Alfred R., and James Opio-Omoding. “Assessing the Impacts of Land Tenure Regularization: Evidence from Rwanda and Ethiopia.” Land Use Policy 100 (2021). https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2020.104904.

Charliesta. “Urgensi Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat Demi Menjamin Hak-Hak Masyarakat Adat.” LK2 FHUI, 2023. https://lk2fhui.law.ui.ac.id/portfolio/urgensi-pengesahan-ruu-masyarakat-hukum-adat-demi-menjamin-hak-hak-masyarakat-adat/.

DJKN Kementerian Keuangan Republik Indonesia. “HPL Bukan Merupakan Hak Atas Tanah Sebagaimana HM, HGU, HGB, Dan HP,” March 26, 2014. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/berita/baca/4972/HPL-Bukan-Merupakan-Hak-atas-Tanah-sebagaimana-HM-HGU-HGB-dan-HP.html.

“Eksekusi Tanah ‘Karang Ayahan Desa’ Di Banjar Anyar, Bendesa Adat: Kami Akan Tetap Lakukan Upaya Hukum - Pos Bali,” March 8, 2023. https://www.posbali.net/tabanan/1422698175/eksekusi-tanah-karang-ayahan-desa-di-banjar-anyar-bendesa-adat-kami-akan-tetap-lakukan-upaya-hukum.

Ibrahim, Johnny. Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia, 2018.

Marella, Clarabella, and Ana Silviana. “Digital Revolution in Land Affairs: Transformation of Land Certificates Through Electronic Mortgage Service.” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 6, no. 4 (2025). https://doi.org/10.15294/iccle.v6i4.18929.

Mawangi, Genta Tenri, and Fransiska Ninditya. “APHA: Akar Konflik Adat Disebabkan Ketidakpastian Batas Hak Ulayat,” 2022. https://www.antaranews.com/berita/2927701/apha-akar-konflik-adat-disebabkan-ketidakpastian-batas-hak-ulayat.

Moechthar, Oemar. “Pemberian Hak Pengelolaan Dalam Konteks Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat.” unairnews, August 6, 2024. https://unair.ac.id/pemberian-hak-pengelolaan-dalam-konteks-perlindungan-hak-masyarakat-hukum-adat/.

Mukti Fajar, and Yulianto Achmad. “Pengertian Penelitian Hukum Normatif.” wislah.com, 2022.

Ni Ketut Suriati, Hartana. “Penyelesaian Sengketa Tanah Adat Kabupaten Buleleng Bali.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 8, no. 3 (2020).

papua.bpk.go.id. “Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat Papua,” 2014. https://papua.bpk.go.id/wp-content/uploads/2014/12/Hak-Ulayat-Papua.pdf.

Puspita, Hari. “Kalah Gugatan, Tanah Dieksekusi, Desa Adat Banjar Anyar Bakal Pidanakan Penyertifikat Tanah - Radar Bali,” March 9, 2023. https://radarbali.jawapos.com/hukum-kriminal/70867303/kalah-gugatan-tanah-dieksekusi-desa-adat-banjar-anyar-bakal-pidanakan-penyertifikat-tanah.

Putra, Nandito. “DPR Janji Sahkan RUU Masyarakat Adat Pada 2025.” Tempo, November 20, 2024. https://www.tempo.co/politik/dpr-janji-sahkan-ruu-masyarakat-adat-pada-2025-1170686.

Rato, Dominikus. Hukum Adat Komtemporer. Surabaya: Laksbang Justitia, 2015.

Rumiartha, I Nyoman Prabu Buana. Ius Constituendum Pengaturan Tanah Adat Pada Masyarakat Hukum Adat Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila. Banyumas: CV. Pena Persada, 2021.

Santoso, Urip. “Eksistensi Hak Pengelolaan Dalam Hukum Tanah Nasional.” Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada 24, no. 2 (2012). https://doi.org/10.22146/jmh.16130.

Soto, Hernando de. The Mystery of Capital. Basic Books. New York: Basic Books, 2007. https://www.google.co.id/books/edition/The_Mystery_of_Capital/m-I3DgAAQBAJ?hl=id&gbpv=1.

Taolin, Fitriana Trinengsi, Dian Aries Mujiburohman, and Koes Widarbo. “Kesadaran Hukum Masyarakat Dalam Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah.” Tunas Agraria 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.31292/jta.v7i1.277.

Wiguna, Made Oka Cahyadi. “Ketentuan Penguasaan Tanah Karang Ayahan Desa Pakraman Di Bali Oleh Krama Desa.” Jurnal Analisis Hukum 2, no. 1 (2019).

Downloads

Published

2026-05-15

How to Cite

Septhian Eka Adiyatma, and Uche Nnawulezi. 2026. “Legal Reconstruction of Customary Land Rights under Mortgage Law”. Hukum Dan Masyarakat Madani 16 (1): 23-52. https://doi.org/10.26623/humani.v16i1.14298.