Evaluasi Penerapan Standard Sanitation Operation Procedure Proses Produksi Sambal Cikur di UMKM “X” Kota Tasikmalaya

Authors

  • Maerani Maerani BTH University
  • Mufti Ghaffar Siliwangi University

DOI:

https://doi.org/10.26623/jtphp.v20i1.9801

Keywords:

Ketidaksesuaian, Sambal Cikur, SSOP, UMKM

Abstract

Sambal cikur merupakan sambal yang berasal dari tasikmalaya dengan aroma kencur yang khas. Penerapan Standard Sanitation Operation Procedure (SSOP) di industri pangan dinilai sebagai program sanitasi wajib guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta menjamin sistem keamanan pangan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk melakukan evaluasi penerapan SSOP di industri pangan, khususnya pada produk sambal cikur di UMKM “X”, kota Tasikmalaya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan analisis persentase ketidaksesuaian penerapan SSOP pada sarana produksi. Berdasarkan observasi, ditemukan beberapa ketidaksesuaian penerapan SSOP di UMKM “X” yang tidak sesuai dengan standar, antara lain belum dilakukan pemeriksaan air secara berkala, beberapa kondisi bangunan dan fasilitas produksi yang tidak sesuai standar, belum terdapat tempat sampah tertutup di ruang produksi, sebanyak 66,7% karyawan tidak disiplin dalam menggunakan APD dan seragam khusus produksi, tidak tersedia wastafel khusus untuk cuci tangan di ruang produksi, belum adanya pengendalian dan program pengawasan kesehatan karyawan dan pemberantasan hama. Adapun ketidaksesuaian penerapan SSOP pada berkisar 12,5 – 100%, dengan rata – rata ketidaksesuaian sebesar 60,31%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penerapan SSOP pada produksi sambal cikur di UMKM “X” sangat kurang memenuhi standar.

Author Biography

  • Maerani Maerani, BTH University
    Food Technology

References

Ardhanawinata, A., Irawan, I., Pagoray, H., Fitriyana, Pamungkas, B. F., & Zuraida, I. (2023). Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada proses pembuatan amplang di Bds Snack, Balikpapan, Kalimantan Timur. Media Teknologi Hasil Perikanan, 11(1), 18–24.

BPOM. (2017). “Keamanan Pangan untuk Indonesia Sehat”. https://www.pom.go.id/files/2017/6_KeamananPangan.pdf, diakses pada 01 Februari 2023.

Hunafa, N., Narwati, & Winarko. (2022). Gambaran personal hIgiene dan sanitasi industri rumah tangga produksi tahu di Wilayah Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 13(2), 401-407.

Indriani, V., Apriantini, A., & Suryati, T. (2021). Penerapan GMP dan SSOP dalam proses produksi rendang daging di produsen rendang Istana Rendang Jambak. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 9(3), 127-137.

Jumiati, & Zainudin, M. (2019). Analisis good manufacturing practice (GMP) dan mutu daging rajungan pada miniplant pengupasan di Kabupaten Tuban. Pena Akuatika, 18(1), 19-27.

KEMENKES RI. (2003). Tentang Pedoman Persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

KEMENKES RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian Umum.

Maywati, S., Hidayanti, L., & Lina, N. (2019). Pengetahuan dan praktek higiene penjamah pada pedagang makanan jajanan di sekitar Sekolah Dasar Kota Tasikmalaya. J Heal Sci Community, 1(1), 8–16

Peraturan Pemerintah. (2019). Peraturan Pemerintah No.86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan.

Puspitasari, D.Z., Astuti, D, & Porusia, M. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku personal hygiene penjamah makanan pada industri rumah tangga produk abon. Jurnal Kesehatan, 16(1), 51-63.

Rianti, A., Lestari, D., & El Kiyat, W. (2018). Penerapan keamanan dan sanitasi pangan pada produksi minuman sehat kacang kacangan UMKM Jukajo Sukses Mulia di Kabupaten Tangerang. Agroteknologi, 1(2), 167-175.

Sari, K.W. (2020). “Pentingnya Personal Hygiene Dalam Mewujudkan Keamanan Pangan”. Https://Cfns.Ugm.Ac.Id/2020/07/20/Pentingnya-Personal-Hygiene-Dalam-Mewujudkan-Keamanan-Pangan/, diakses pada 01 Februari 2024.

SEAMEO RECFON. (2020). Keamanan pangan dan hazard analyze critical control point (HACCP). Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Centre For Food And Nutrition. Jakarta : Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Suherman, A.P., La Ane, R., & Ibrahim, E. (2013). Praktik hygiene penjamah dan sanitasi peralatan makanan jajanan anak sekolah dasar pada SD di Kel. Antang Kec. Manggala Kota Makassar. MKMI, 103-108

Trigunarso, S.I. (2020). Hygiene sanitasi dan perilaku penjamah makanan dengan angka kuman pada makanan jajanan di lingkungan sekolah. Jurnal Kesehatan, 11 (1), 115-124.

Triharjono, A., Probowati, B.D., & Fakhry, M. (2013). Evaluasi sanitation standard operating procedures kerupuk amplang di UD Sarina Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Agrointek, 7(2), 76-83

WHO. (2022). “Food Safety”. Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Food-Safety, diakses pada 01 Februari 2024.

Winarno, F.G. (2012). HACCP dan penerapannya dalam industri pangan. Bogor : Mbrio Press.

Yunus, S.P., Umboh, J.M.L., & Pinontoan, O. (2015). Hubungan personal higiene dan fasilitas sanitasi dengan kontaminasi escherichia colipada makanan di rumah makan padang Kota Manado dan Kota Bitung. JIKMU, 5(2), 210 – 220.

Downloads

Published

2025-02-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maerani, M., & Ghaffar, M. (2025). Evaluasi Penerapan Standard Sanitation Operation Procedure Proses Produksi Sambal Cikur di UMKM “X” Kota Tasikmalaya. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 20(1), 13-23. https://doi.org/10.26623/jtphp.v20i1.9801