Rasio Tapioka : Tepung Tulang Ikan Mujahir (Oreochromis mossambicus) Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Kerupuk yang Dihasilkan

Authors

  • Gyan Agusta Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Retnani Rahmiati Universitas Dr. Soetomo Surabaya
  • Bambang Sigit Universitas Dr. Soetomo, Surabaya
  • Kejora Handarini Universitas Dr. Soetomo Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26623/jtphp.v20i2.12144

Keywords:

crackers, fish bones, processing

Abstract

Kerupuk adalah cemilan bertekstur kering, memiliki rasa yang enak dan renyah sehingga dapat membangkitkan selera makan dan disukai oleh semua lapisan masyarakat. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kandungan kalsium pada kerupuk adalah memanfaatkan tepung tulang ikan dalam bentuk produk kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tapioka : tepung tulang ikan mujahir terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik kerupuk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yaitu rasio tapioka : tepung tulang ikan mujahir terdiri dari 4 perlakuan, yaitu P1 10% (80:10 g), P2 20% (70:20 g), P3 30% (60:30 g) dan P4 40% (50:40 g). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi uji daya serap minyak, daya kembang kerupuk, kadar air, kadar protein, kadar kalsium, organoleptik serta uji efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tapioka : tepung tulang ikan mujahir memberikan pengaruh nyata terhadap sifat fisik. kimia dan organoleptik kerupuk yang dihasilkan. Rasio tapioka : tepung tulang ikan mujahir P2 20% (70:20 g) merupakan perlakuan dengan indeks efektivitas tertinggi dengan jumlah Nilai Hasil (NH) yaitu 0,943 yang memberikan nilai daya serap minyak 56%, daya kembang kerupuk 15,33%, kadar air 7,79%, kadar protein 4,94%, kadar kalsium 223,33 mg/100 g, organoleptik yang disukai panelis dengan nilai warna 3 (cukup suka), rasa 3 (cukup suka), aroma (suka) dan tekstur (cukup suka). Hasil penelitian menunjukkan tepung tulang ikan mujahir dapat digunakan sebagai subtitusi dalam pembuatan kerupuk.

Author Biography

  • Gyan Agusta, Universitas Dr. Soetomo Surabaya

    Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Dr. Soetomo Surabaya

References

AOAC (Association of Official Analytical Chemists). 2019. Official Methods of Analysis. AOAC International.

Arlington USA.

Asikin, AN., Diachanty, S dan Rusdi, I. 2024. Karakteristik fisikokimia kerupuk produk ukm kabupaten kutai

kartanegara. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 27(5): 362–376.

Deborah, T., Afrianto, E dan Pratama, RI. 2016. Fortifikasi tepung tulang julung julung sebagai sumber kalsium

terhadap tingkat kesukaan kerupuk. Jurnal Perikanan Kelautan. VII(1): 48–53.

Dewi, YK. 2020. Karakteristik fisikokimia kerupuk sabrang (Coleus tuberosus) pada variasi pemberian umbi

sabrang. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 8(4): 226-233.

Disyacitta, C., Astuti, S., Susilawati, S dan Koesoemawardani, D. 2024. Sifat kimia, fisik dan sensori kerupuk

pangsit pada berbagai konsentrasi tepung tulang ikan tenggiri. Edufortech. 9(1): 1–10.

Frits, CE., Tangkere, T dan Rogahang, S. 2022. Pengembangan daucus carota L untuk olahan. Jurnal Gearbox

Pendidikan Teknik Mesin. 4(1): 22-34.

Juliana., Kanggeyan, MP., dan Sherly. 2020. Pembuatan kreasi produk camilan dodol asam jawa menggunakan

pengujian organoleptik. Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan Dan Pengabdian

Masyarakat. 3(01): 57-75.

Kaliky, N., Lessy A., Rieuwpassa R dan Sormin, RBD. 2024. Karakteristik fisikokimia tepung tulang ikan kakap

merah (lutjanus sp). Jurnal Biology Science & Education 2024. 13(2): 129–140.

Kondolele, S. L., Asikin, A. N., Kusumaningrum, I., Diachanty, S dan Zuraida, I. 2022. Pengaruh suhu

perebusan terhadap karakteristik fisikokimia tepung tulang ikan tenggiri (scomberomorus commerson). Media

Teknologi Hasil Perikanan. 10(3): 177-184.

Lantu, LS., Ahmad, IG dan Manteu, SH. 2024. Jurnal pengolahan perikanan tropis peningkatan nilai tambah

hasil samping ikan tuna (thunnus sp.) sebagai bahan baku kerupuk. Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis. 3:

126–132.

Lilir, FB., Palar, CKM dan Lontaan, N. 2021. Pengaruh lama pengeringan terhadap proses pengolahan kerupuk

kulit sapi. Zootec. 41(1): 214-222.

Lismawati., Tutik dan Nofita. 2021. Kandungan beta karoten dan aktivitas antioksidan terhadap ekstrak buah

labu kuning (cucurbita moschata). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 7(2): 263-273.

Mahdalena, R., Sumardianto dan Fahmi, AS. 2021. Mutu kerupuk ikan tenggiri dengan penggunaan jenis pasir

yang berbeda sebagai media penyangraian. Jurnal FishtecH. 10(2): 109-119.

Marlan, Quddus, AA dan Mardiana. 2024. Karakteristik kimia dan akseptabilitas kerupuk beras merah dengan

penambahan tepung wortel substandar. Jurnal Pamgan dan Gizi. 14(2): 32-42.

Mulyana., Angraeni, L dan Puteri, NE. 2025. Efek penambahan tepung sagu terhadap karakteristik kerupuk ikan

dencis. Jurnal Agroindustri Pangan. 4(1): 18–33.

Mutu, MD., Husain, R dan Nento, WR. 2024. Karakteristik mutu kerupuk tepung singkong (manihot sp .) Yang

difortifikasi tepung tulang ikan kembung (rastrelliger sp.). Jurnal Kajian Ilmiah Multidisipliner. 8(8): 124–139.

Putra, BH dan Anna, C. 2017. Pengaruh proporsi tepung tulang ikan bandeng (Chanos Chanos) terhadap sifat

organoleptik kerupuk bawang. E-Journal Boga. 5(3): 100–108.

Putra, MRA., Nopianti, R dan Herpandi. 2015. Fortifikasi tepung tulang ikan gabus (channa striata) pada kerupuk

sebagai sumber kalsium. Fishtech-Jurnal Teknologi Hasil Perikanan. 4(2): 128–139.

Putranto, K. 2021. Pengaruh suhu dan jangka waktu pengeringan wortel terhadap beberapa karakteristik tepung

wortel. AGRITEKH (Jurnal Agribisnis Dan Teknologi Pangan). 2(1): 52–63.

Sumbodo, J., Amalia, U dan Purnamayati, L. 2019. Peningkatan gizi dan karakteristik kerupuk pangsit dengan

penambahan tepung tulang ikan nila (oreochromis n.). Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan. 1(1): 30 36.

Syah, DR., Sumardianto dan Rianingsih, L. 2018. Pengaruh penambahan tepung kalsium tulang ikan bandeng

(chanos chanos) terhadap karakteristik kerupuk rambak tapioka. J. Peng & Biotek. Hasil Pi. 3(2): 91–102.

Untailawan, R dan Wijaya, J. 2021. Studi kandungan kalsium dalam tepung tulang ikan. Molluca Journal of

Chemistry Education (MJoCE), 11(1), 55–60.

Yuliani., Marwati., Wardana, H., Emmawati, A dan Candra, KP. 2018. Karakteristik kerupuk ikan dengan

substitusi tepung tulang ikan gabus (channa striata) sebagai fortifikan kalsium. Jurnal Pengolahan Hasil

Perikanan Indonesia. 21(2): 258-265

Zainuddin, M., Rahmania, R., Zakiyatul, R dan Fitriyah, A. 2019. Proses pembuatan dan pemanfaatan limbah

tulang ikan binggul menjadi kerupuk tuibee di desa daun dusun daun barat club syebhen star sangkapura

pulau bawean. Dedikasi MU(Journal of Community Service). 1(1): 18-34.

Zulfahmi, A. N., Yuniarti, Y., Assrorudin, A., Hastuti, N. D dan Cholid, I. 2021. Pengaruh penambahan ikan

rucah pada pembuatan opak singkong terhadap sifat fisikokimia. Jurnal Teknologi Pangan Dan Industri

Perkebunan (LIPIDA). 1(2): 77–85.

Downloads

Published

2025-08-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Agusta, G., Rahmiati, R., Sigit, B., & Kejora. (2025). Rasio Tapioka : Tepung Tulang Ikan Mujahir (Oreochromis mossambicus) Terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik Kerupuk yang Dihasilkan. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 20(2), 65-76. https://doi.org/10.26623/jtphp.v20i2.12144