Deteksi Area Penyakit Jambu Biji menggunakan YOLOv8 dan K-Means Clustering

Authors

  • Naufal Hesti Universitas Dian Nuswantoro
  • Adi Prihandono Universitas Dian Nuswantoro

DOI:

https://doi.org/10.26623/transformatika.v23i2.13234

Abstract

Produktivitas tanaman jambu biji (Psidium guajava L.) menghadapi ancaman serius dari penyakit Phytophthora, Scab, dan Stylar End Rot, namun metode deteksi konvensional seringkali memiliki keterbatasan dalam melokalisasi area infeksi secara akurat. Penelitian ini mengusulkan sistem deteksi terintegrasi menggunakan algoritma YOLOv8s untuk deteksi objek real-time dan K-Means Clustering untuk segmentasi area penyakit. Model dilatih menggunakan 600 citra dengan pembagian data latih, validasi, dan uji sebesar 50:40:10. Hasil pengujian menunjukkan performa tinggi dengan nilai Mean Average Precision (mAP50-95) mencapai 0.891 pada data uji, konsisten dengan hasil validasi (0.894), serta waktu inferensi rata-rata 26.1 ms. Sistem ini berkontribusi dalam menyediakan solusi pemantauan penyakit yang layak untuk aplikasi real-time, di mana integrasi K-Means terbukti efektif memvisualisasikan area terinfeksi secara presisi untuk analisis tingkat keparahan penyakit.

Published

2026-01-14

How to Cite

Hesti, N., & Adi Prihandono. (2026). Deteksi Area Penyakit Jambu Biji menggunakan YOLOv8 dan K-Means Clustering. Jurnal Transformatika, 23(2), 174-182. https://doi.org/10.26623/transformatika.v23i2.13234