Upaya Penyuluhan Hukum terhadap Bahaya Hoaks di Media Sosial pada Siswa SMK Negeri 1 Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya 121 83
DOI:
https://doi.org/10.26623/63qm9t50Abstract
Perkembangan media sosial yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap pola komunikasi remaja, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan. Arus informasi yang cepat dan minim verifikasi menyebabkan meningkatnya penyebaran hoaks di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran hukum siswa SMK Negeri 1 Sungai Kakap terhadap bahaya hoaks di media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui observasi, penyuluhan hukum, diskusi interaktif, studi kasus, serta sesi tanya jawab. Materi penyuluhan mencakup pengertian hoaks, karakteristik informasi palsu, dampak sosial dan psikologis, teknik verifikasi informasi, serta ketentuan hukum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya verifikasi informasi sebelum membagikan konten di media sosial. Partisipasi aktif siswa selama diskusi juga memperlihatkan berkembangnya kemampuan berpikir kritis dan kesadaran terhadap tanggung jawab digital. Kegiatan penyuluhan hukum berbasis literasi digital ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman hukum dan membentuk sikap bijak siswa dalam penggunaan media sosial.
Downloads
References
Aisyah, Nur, and Yuliana Fitri. “The Influence of Digital Literacy on Hoax Identification Skills among High School Students.” Jurnal Komunikasi Indonesia 11, no. 1 (2022): 25–39.
Akbar, Farhan, and Sri Wahyuni. “Implementation of Media Literacy Education in Vocational Schools.” Jurnal Pendidikan Vokasi 12, no. 3 (2022): 221–35.
Anggraini, Nita, and Budi Setiawan. “Youth Awareness toward Information Verification in Social Media.” Jurnal Penelitian Komunikasi 24, no. 2 (2021): 175–88.
Arifin, M, and Siska Melati. “Critical Digital Literacy among Adolescents in the Information Era.” Jurnal Obsesi 6, no. 5 (2022): 4880–92.
Astuti, Dwi. “Metode Observasi Dalam Penelitian Pendidikan.” Jurnal Ilmu Pendidikan 15, no. 2 (2020): 133–47.
Aulia, Syarifah, and Taufik Hidayat. “Participatory Learning Model in Digital Literacy Education.” Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 7, no. 1 (2022): 34–47.
Fikri, Muhammad, and Rina Setyawati. “Social Media Ethics and Adolescent Behavior in Indonesia.” Jurnal Kajian Media 6, no. 1 (2021): 73–88.
Hidayat, Rahmat. “Digital Citizenship and Critical Thinking in Social Media Use.” Jurnal Civics:
Media Kajian Kewarganegaraan 19, no. 2 (2022): 87–101.
Khairunnisa, Laila. “Hoax Phenomenon and Public Communication Crisis.” Jurnal Komunikasi Global 11, no. 1 (2022): 66–80.
Marlina, Lina. “Validitas Dan Reliabilitas Data Penelitian Kualitatif.” Jurnal Pendidikan Nusantara 7, no. 1 (2021): 76–90.
Maulana, Rizky, and Dewi Puspitasari. “The Role of Schools in Strengthening Digital Literacy.” Jurnal Pendidikan Sosial 9, no. 2 (2020): 145–58.
Nugraha, Wahyu. “Cyber Law Enforcement toward Hoax Dissemination in Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 5, no. 1 (2020): 92–108.
Nurjanah, Siti. “Media Literacy Education for Preventing Hoax Information among Youth.” Jurnal Pendidikan Humaniora 10, no. 1 (2022): 44–56.
Prasetyo, Andi. “Hoax and Legal Responsibility in Indonesian Cyber Law.” Jurnal RechtsVinding 9, no. 2 (2020): 211–26.
Putri, Dinda Rizkia, and Rudi Hartono. “Social Media Usage and Hoax Dissemination among Adolescents.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 25, no. 2 (2021): 118–32.
Saifuddin, Ahmad, and Dwi Nugroho. “Legal Awareness of Students toward Fake News
Dissemination in Social Media.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 21, no. 3 (2021): 301–15.
Santoso, Agus. “Fake News Dissemination through Social Media and Its Legal Consequences.” Jurnal Hukum Novelty 13, no. 2 (2022): 140–54.
Sugiyono. “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D Dalam Penelitian Pendidikan.” Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 24, no. 2 (2019): 112–26.
Wahyudin, Asep, and Rina Yulianti. “Digital Literacy and Hoax Prevention among Indonesian Students.” Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication 36, no. 4 (2020): 152–
67.



