Kekeliruan Hakim dalam Perkara Korupsi: Analisis Penalaran Yuridis Putusan Pengadilan
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13971Keywords:
Hakim, Koreksi, PutusanAbstract
This study aims to analyze the construction of judicial legal reasoning in corruption cases and to examine the accuracy of legal application in the Decision of the Tanjung Pinang District Court Number 14/Pid.Sus-TPK/2025/PN Tpg based on the principle of legality and the doctrine of participation (medeplegen). The study is motivated by indications of inconsistency between legal facts, the fulfillment of offense elements, and the applied legal norms, which may lead to substantive injustice. This research employs a normative legal method using statutory, conceptual, and case approaches, analyzed qualitatively through stages of identifying legal facts, examining elements of the offense, and evaluating the application of legal norms. The findings reveal the existence of error in law, particularly in the fulfillment of the element of “receiving gifts or promises,” which is not supported by proof of a causal relationship between the benefit and official authority, as well as in the application of Article 55 of the Criminal Code, which fails to adequately explain individual roles and joint intent within the concept of participation. These findings indicate that the primary weakness lies in judicial legal reasoning, particularly in the process of legal subsumption, which affects the overall quality of the decision. The novelty of this study lies in its structured analysis of the relationship between legal facts, elements of the offense, and judicial reasoning as indicators of the quality of corruption judgments.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertimbangan yuridis hakim dalam perkara tindak pidana korupsi serta menguji ketepatan penerapan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor 14/Pid.Sus-TPK/2025/PN Tpg berdasarkan asas legalitas dan teori penyertaan (medeplegen). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi ketidakkonsistenan antara fakta hukum, pemenuhan unsur delik, dan norma hukum yang diterapkan yang berpotensi menimbulkan ketidakadilan substantif. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, yang dianalisis secara kualitatif melalui tahapan identifikasi fakta hukum, pengujian unsur delik, dan evaluasi penerapan norma. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekeliruan penerapan hukum (error in law), khususnya pada pemenuhan unsur “menerima hadiah atau janji” yang tidak didukung oleh pembuktian hubungan kausal antara pemberian dan kewenangan jabatan, serta pada penerapan Pasal 55 KUHP yang tidak menguraikan secara memadai peran individual dan kesengajaan bersama dalam konsep turut serta. Temuan ini menegaskan bahwa kelemahan utama terletak pada penalaran yuridis dalam proses subsumsi norma yang berdampak pada kualitas putusan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terstruktur terhadap hubungan antara fakta hukum, unsur delik, dan konstruksi pertimbangan hakim sebagai indikator kualitas putusan perkara korupsi.
References
Agata, Anelia Dewi, and Sri Budi Purwaningsih. “Kekeliruan Hakim Dalam Memutus Perkara Penipuan Pada Pengadilan Negeri Sidoarjo.” Research Jet Journal of Analysis and Inventions 2, no. 4 (2023): 1–12. https://doi.org/10.47134/researchjet.v2i4.6.
Aisyah Nurhalizah, Bayu Wishnu Buana. “Asas Legalitas Dan Lex Temporis Delicti Dalam Reformasi KUHP Indonesia.” Juridisch 3, no. 3 (2025): 210–20. https://doi.org/10.26623/jj.v3i3.12490.
Alvian, Muhammad, Yudistira Chandra, Muhammad Alvian, Yudistira Chandra, Ali Maskur, and Arina Hukmu Adila. “Prinsip Keadilan Prosedural Sebagai Landasan Pertimbangan Hakim Dalam Kasus Pencurian Ayam.” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 509–29. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11770.
Asmayandi, Syaifullah, Tri Laksono Kurniawan. “Menemukan Pola Penalaran Ideal Bagi Hakim Dalam Memeriksa Kasus Administrative Corruption (Kajian Putusan Nomor 12/Pid.Sus./2012/Pn.Mtr).” Innovation Research and Knowledge 1, no. 12 (2022): 1653–70. https://doi.org/10.53625/jirk.v1i12.2178.
Bahri, Robi Assadul. “Perilaku Hakim Konstitusi Dalam Mengadili Gugatan Batas Usia Calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden Menurut Aliran Filsafat Sociological Jurisprudence.” JPH Galunggung 1, no. April (2024): 1–17. https://doi.org/10.1234/jphgalunggung.v1i1.15.
Bola Mustafa, Romi Robriyanto, Muhammad Ilham Arisputra. “Korelasi Putusan Hakim Tingkat Pertama, Tingkat Banding, Dan Tingkat Kasasi (Suatu Studi Tentang Aliran Pemikiran Hukum).” Hasanudin Law Review 1, no. 1 (2025). https://doi.org/10.20956/halrev.v1i1.38.
Desmon, Andi, Rina Rahma Ornella Angelia, and Rahmi Erwin. “Pemeriksaan Setempat Oleh Hakim Dalam Perkara Pidana.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 345–57. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6805.
Erlina, B, Suta Ramadan, and Riyan Saputra. “Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Sengketa Perbuatan Mengalihkan , Menjaminkan Secara Sepihak Harta Warisan (Studi Putusan Nomor : 27/Pdt.G/2022/Pn.Tjk).” Pagaruyuang 7, no. 1 (2023): 63–88. https://doi.org/10.31869/plj.v7i1.4557.
Ernest Sengi, Usak. “Peran Alat Bukti Petunjuk Bagi Hakim Dalam Memutus Perkara Pidana Di Indonesia.” Wajah Hukum 9, no. 1 (2025): 20–30. https://doi.org/10.33087/wjh.v9i1.1617.
Fitrianto, Bambang, Kevin Maisyan, and Rizaldi Mendrofa. “Perkembangan Teori Penemuan Hukum Dalam Sistem Hukum Indonesia Berdasarkan Kitap Undang Undang Hukum Pidana ( KUHP ) Baru.” Al Zayn 3, no. 6 (2025): 8400–8407. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2532.
Hadiyanto, Alwan, Emy Hajar Abra, and Linayati Lestari. “Tipu Muslihat Dalam Perspektif Hukum Pidana: Analisis Penalaran Yuridis Hakim Dalam Menentukan Unsur Penipuan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 836–48. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12062.
Hakim, Arief Rachman, Yulita Dwi Pratiwi, Syahrir Syahrir, Wahyu Aliansa, and Aisyah Anudya Palupi. “Kekuatan Hukum Pertimbangan Hakim Mahkamah Konstitusi Mengenai Penjabat Kepala Daerah.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 15. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.5853.
Harahap, Syaiful Khoiri. “Analisis Kewenangan Pengadilan Terhadap Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Dalam Perlindungan Konsumen.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 1018–34. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9262.
Khaerul Umam, Alwan Hadiyanto, Wijayono Hadi Sukrisno. “Pertimbangan Putusan Hakim Pra Peradilan Mengenai Sah Tidaknya Penetapan Tersangka.” Juridisch 3, no. 2 (2025): 169–84. https://doi.org/10.26623/jj.v3i2.12865.
Miftachul Mujadi, Sri Astutik. “Sanksi Hukum Bagi Hakim Yang Melanggar Kode Etik Profesi.” Justicia Journal 6, no. 2 (2023). https://doi.org/10.31604/justitia.v6i2.500-507.
Mursal Anis, Fitriati, Bisma Putra Pratama. “Analisis Putusan Hakim Dalam Penerapan Teori Retributif Dikaitkan Dengan Rasa Keadilan Bagi Korban Pada Tindak Pidana Penganiayaan.” Swara Justisia 7, no. 2 (2023): 575–84. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i2.347.
Permanasari, Novia. “Analisis Dasar Pertimbangan Hukum Oleh Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat NO. 10/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI.” Syntax Idea 3, no. 9 (2021): 2160–78. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v3i9.1486.
Prasetiono, Yogi, Zaenal Arifin, and Kukuh Sudarmanto. “Implementasi Pemidanaan Pelaku Penyertaan (Deelneming) Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 647. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5241.
Rian VAn Frits Kapitan, Tontji Christian Rafael. “Penerapan Asas Contra Legem Oleh Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.” Spektrum Hukum 17, no. 1 (2020): 1–18. https://doi.org/10.35973/sh.v17i1.1336.
Rosidi, Ahmad, M Zainuddin, and Ismi Arifiana. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research).” Journal Law and Government 2, no. 1 (2024): 46–58. https://doi.org/10.31764/jlag.v2i1.21606.
Said, Muhtar, and Erfandi Erfandi. “Tafsir Hakim Judex Facti Dan Judex Juris Terkait Batas Maksimal Upaya Administratif.” Progresif Jurnal Hukum 17, no. 1 (2023). https://doi.org/10.33019/progresif.v17i1.4021.
Saraswaty, Kiki. “Teori Turut Serta Melakukan (Medeplegen) Pejabat Pemerintah Dalam Tindak Pidana Korupsi Bantuan Sosial.” Ranah Research 6, no. 6 (2024): 2469–85. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1057.
Sulistyawan, Aditya Yuli, and Aldio Fahrezi Permana Atmaja. “Arti Penting LEgal Reasoning Bagi Hakim Dalam Pengambilan Putusan Di Pengadilan Untuk Menghindari ‘Onvoldoende Gemotiveerd.’” Jurnal Ius Constituendum 6, no. 2 (2021): 482–96. https://doi.org/10.26623/jic.v6i2.4232.
Udin Awaludin, Nanang Solihin, Wiryanto. “Tinjauan Yuridis Terhadap Kekeliruan Hakim Dalam Putusan Tindak Pidana Penggelapan Dari Perspektif Kepastian Hukum.” Jurisdicte 5, no. 2 (2023): 70–93. https://doi.org/10.34005/jhj.v5i2.135.
Yulida, Devi, Kartika Widya Utama, and Xavier Nugraha. “Verifikasi Manual Manifestasi Asas Kecermatan Sebagai Batu Uji Terhadap Keputuan Tata Usaha Negara.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 31–48. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4600.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

