Kekuatan Pembuktian Akta Autentik dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Indonesia

Authors

  • Salmah Salmah Universitas Riau Kepulauan
  • Pristika Handayani Universitas Riau Kepulauan
  • Alwan Hadiyanto Universitas Riau Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13959

Keywords:

Akta Autentik, Kekuatan Pembuktian, Pertimbangan Hakim, Sengketa Perdata

Abstract

This study aims to analyze the legal position and evidentiary degradation of authentic deeds within the Indonesian civil evidentiary system and to formulate a structured theoretical framework for judicial assessment parameters. The research addresses the inconsistency between Articles 1868 and 1870 of the Indonesian Civil Code, which normatively grant authentic deeds perfect and binding evidentiary force, and judicial practice that demonstrates variable interpretations potentially leading to legal uncertainty. This study employs a normative legal method with statutory, conceptual, and case approaches, particularly through ratio decidendi analysis of Supreme Court decisions. The findings reveal that the evidentiary strength of authentic deeds is not absolute but relatively presumptive, functioning as prima facie evidence subject to judicial evaluation through formal, material, and evidentiary consistency tests. The novelty of this research lies in the formulation of a typological model of evidentiary degradation that distinguishes between normative factors (formal defects and lack of authority) and evidentiary factors (conflicting evidence and counter-proof), integrated into an operational judicial assessment framework. This study contributes theoretically by reconstructing the doctrine of civil evidentiary law through positioning authentic deeds as rebuttable proof, and practically by providing systematic guidance for judges in ensuring consistent legal reasoning, as well as for notaries and legal actors in maintaining compliance with formal and substantive requirements to preserve evidentiary validity in civil dispute resolution.

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum dan degradasi kekuatan pembuktian akta autentik dalam sistem pembuktian perdata di Indonesia serta merumuskan kerangka teoretis yang sistematis mengenai parameter penilaian hakim. Permasalahan penelitian berangkat dari ketidaksesuaian antara ketentuan Pasal 1868 dan Pasal 1870 KUHPerdata yang secara normatif memberikan kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat, dengan praktik peradilan yang menunjukkan variasi penilaian hakim sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis ratio decidendi putusan Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan pembuktian akta autentik bersifat relatif-presumtif dan tidak absolut, melainkan sebagai alat bukti awal yang tunduk pada pengujian yudisial melalui uji formil, uji materiil, dan uji konsistensi alat bukti. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model tipologi degradasi kekuatan pembuktian yang membedakan faktor normatif (cacat formil dan kewenangan) dan faktor pembuktian (konflik alat bukti dan pembuktian sebaliknya), yang diintegrasikan dalam parameter penilaian hakim yang operasional. Kontribusi penelitian ini secara teoretis memperkuat rekonstruksi doktrin hukum pembuktian dengan menempatkan akta autentik sebagai alat bukti yang dapat dipatahkan (rebuttable proof), serta secara praktis memberikan pedoman bagi hakim dalam membangun konsistensi pertimbangan hukum dan bagi notaris serta para pihak dalam menjaga validitas pembuktian dalam penyelesaian sengketa perdata.

References

Afifah, Kunni. “Tanggung Jawab Dan Perlindungan Hukum Bagi Notaris Secara Perdata Terhadap Akta Yang Dibuatnya.” Lex Renaissance 2, no. 1 (2017): 48.

Almansyah, Dimas, and Mohamad Fajri Mekka Putra. “Tanggung jawab Notaris dalam Pembuatan Akta Para Pihak di Bawah Tekanan dan Paksaan.” Jurnal USM LAw Review 5, no. 2 (2022): 754–66. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i2.5728.

Arben, Ali, and Andrew Shandy Utama. “Kedudukan Akta Notaris Sebagai Akta Autentik Dalam Hukum Perdata Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris.” Andre Law Journal 3, no. 1 (2024). https://doi.org/10.61876/alj.v3i1.26.

Asaad, Annisa Febriana. “Efektivitas Hukum Alat Bukti Elektronik Dalam Pemeriksaan Bukti Di Pengadilan Tata Usaha Negara.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023). https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6267.

Dewantara, Yuni Putri, Michelle Caroline Hadi, and Dave David Tedjokusumo. “Kekuatan Pembuktian Akta Otentik Dalam Perspektif Hukum Acara Perdata (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 656 PK/Pdt/2019).” Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya 30, no. 3 (2024). https://doi.org/10.33503/paradigma.v30i3.71.

Eli, Grace, and Rasji Rasji. “Pembaharuan Hukum Terhadap Kekuatan Akta Autentik Elektronik.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (June 2025): 849–64. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12116.

Erwan, Puti Annisa, and Helfira Citra. “Legal Review of The Legality of Authentic Deeds and Private Deeds According to Law No. 2 of 2014 Concerning the Position of Notary in Land and Building Lease Agreements.” Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi 5, no. 1 (2025): 100–110. https://doi.org/10.69989/g59d7z47.

Fauziannor, Ahmad, M Aditya Rahman, Ahmad Syaugi, and Muhammad Idrus Ilham. “Perbandinga Kekuatan Pembuktian Antara Akta Otentik Dan Akta Di Bawah Tangan Dalam Sengketa Perdata.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3, no. 2 (2025): 1963–75. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1198.

Gangga, Made Dwiki, and I Putu Rasmadi Arsha Putra. “Kekuatan Pembuktian Akta Autentik Yang Dibuat Oleh Notaris Pengganti.” Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan 8, no. 03 (2023): 549–59. https://doi.org/10.24843/AC.2023.v08.i03.p12.

Gantan, Febrianus Josua, and Mohamad Fajri Mekka Putra. “Tinjauan Yuridis Atas Penyangkalan Isi Akta Autentik Dengan Percakapan Whatsapp Yang Aslinya Tidak Diperlihatkan (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 748 K/Pdt/2021).” Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan 6, no. 4 (2022): 2027–35. https://doi.org/10.36312/jisip.v6i4.3539.

Hanaan, Hanaan, and Ichsan Anwary. “Kekuatan Pembuktian Akta Otentik Yang Mengalami Penurunan Status Menjadi Akta Di Bawah Tangan.” Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora 5, no. 1 (2025). https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2704.

Holidi, M. “Kekuatan Pembuktian Akta Otentik Dalam Proses Peradilan Perdata Pada Pengadilan Negeri Di Yogyakarta.” Juridica 4, no. 2 (2023). https://doi.org/10.46601/juridicaugr.v4i2.220.

Iqbal, Fariz Rachman. “Kekuatan Pembuktian Akta Notaris Yang Cacat Formil (Studi Kasus : Perkara Nomor 1769/K/Pdt/2011).” Jurist-Diction 3, no. 1 (2020). https://doi.org/10.20473/jd.v3i1.17624.

Islam, Ahmad Zaenul, Kurniawan Kurniawan, and Hirsanuddin Hirsanuddin. “Keabsahan Akta Notaris Yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1206.

Luthfiyah, Salsabila Ghina, and Siti Malikhatun Badriyah. “Analisis Validitas Dan Kekuatan Pembuktian Akta Otentik Dalam Transaksi Jual Beli Tanah Berdasarkan Hukum Indonesia.” Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 9 (2025). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i9.1968.

Maharani, Yusmi Zam Zam, Khoidin Khoidin, and Rahmadi Indra Tektona. “Tanggung Jawab Notaris Terhadap Pembuatan Akta Otentik Melalui Sistem Elektronik.” Aktivisme : Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik Dan Sosial Indonesia 2, no. 1 (2025): 49–58. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v2i1.650.

Mirfa, Enny, and Dwi Rimadona. “Analisis Penyebab Dan Dampak Hukum Degradasi Kekuatan Pembuktian Akta Notaris.” Jurnal Ilmu Hukum Reusam 13, no. 1 (1945): 58–76. https://doi.org/10.29103/reusam.

Munib, Ali, Suratman Suratman, and Diyan Isnaeni. “Tanggung Jawab Notaris Terhadap Pembatalan Akta Atas Terjadinya Tindakan Pemalsuan Oleh Notaris.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.9653.

Prakoso, Adji. “Landmark Decision Penerbitan Surat Keterangan Penguasaan Tanah Di Tanah Bersertifikat Hak Milik.” MARINews, 2025.

Purnamasari, Irma Devita. “Akta Notaris Sebagai Akta Otentik.” Hukumonline.com, 2022.

Pyarrani, Dilla, and Sisca Ferawati Burhanuddin. “Peran Notaris Dalam Menjamin Keabsahan Dan Autentisitas Akta Kredit Perbankan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025). https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.10081.

Rahmad, Alfian. “Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli Yang Dibuat Oleh Pejabat Pembuat AKta Tanah Sementara (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor : 121/Pdt.G/2015/PN.Pdg).” Universitas Andalas, 2024.

Ramadhan, Irpan. “Analisis Terkait Akta Otentik Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Hukum Perdata.” Al-Dalil: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 2, no. 3 (2024): 32–37. https://doi.org/10.58707/aldalil.v2i3.875.

Safira, Azzah, and Mohamad Fajri Mekka Putra. “Kekuatan Pembuktian Salinan Akta Auntentik Yang Dikeluarkan Oleh Notaris Pemegang Protokol.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022). https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5242.

Safitri, Nandila Puspavidya, Fakultas Hukum, and Universitas Jenderal. “As- Syar ’ I : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga As- Syar ’ I : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga” 6, no. April 2020 (2024): 2165–79. https://doi.org/10.47476/assyari.v6i2.6986.

Sesung, Rusdianto, and Ria Riani Putri. “Kewajiban Notaris Membacakan Akta Autentik Bagi Penghadap Disabilitas Rungu Analisis Undang-Undang Jabatan Notaris.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10695.

Sihotang, Amri Panahatan, Gita Novita Sari, Zaenal Arifin, and Muhammad Isro Wahyudin. “Pembatalan Perjanjian Jual Beli Tanah Oleh Penjual Karena Pembeli Wanprestasi.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1210. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.7502.

Tanjaya, Willy, and Heni Permata Sari. “Analisis Yuridis Terhadap Kekeliruan Dalam Akta Autentik Dan Implikasinya Terhadap Keabsahan Perjanjian Pasca Putusan Mahkamah Agung Nomor 628 K/Pdt/2020.” Unes Journal of Swara Justisia 9, no. 4 (2026): 623–30. https://doi.org/10.31933/ta7yjf27.

Tjandraningsih, Dewi. “Legal Liability of Notaries for Authentic Deeds Containing Formal and Material Defects.” The International Journal of Law Review and State Administration 3, no. 2 (2025). https://doi.org/10.58818/ijlrsa.v3i2.212.

Wahyuni, Willa. “Akta Autentik Dan Akta Di Bawah Tangan.” Hukumonline.com, 2022.

Wibowo, Wahyu Satya, Johni Najwan, and Firdaus Abu Bakar. “Integritas Notaris Sebagai Pejabat Pembuat Akta Autentik Dalam Undang-Undang Jabatan Notaris.” Recital Review 4, no. 2 (2022). https://doi.org/10.22437/rr.v4i2.18861.

Yasin, Muhammad. “Penilaian Bukti Akta Autentik Di Pengadilan.” Hukumonline.com, 2022.

Downloads

Published

2026-04-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Salmah Salmah, Pristika Handayani, & Alwan Hadiyanto. (2026). Kekuatan Pembuktian Akta Autentik dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(2), 1107-1127. https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13959