Cyber Notary Sebagai Pembaharuan Hukum: Urgensi dan Tantangan dalam Implementasinya
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13838Keywords:
Cyber Notary, Jasa Pelayanan Publik, Teori Pathetic DotAbstract
The purpose of this research is to examine the implementation of cyber notary in public services in relation to the principle of Tabellionis Officium Fideliter Exercebo as reviewed in Notary Law and ITE Law also the validity and evidentiary power of authentic deeds in cyber notary. The urgency of this research is that the development of digital technology is driving the transformation of notarial practices toward cyber notary. However, in Indonesia, it still raises normative conflicts regarding the physical presence of the parties as regulated in the Notary Law with the limited recognition of electronic documents based on the ITE Law. This affects the legitimacy of the implementation of cyber notary practices in Indonesia. Meanwhile, notaries must be adaptive to technological advancements and the demand for legal services that are integrated with digital developments. The research method is normative juridical with a comparative method thru the comparison of cyber notary in Virginia, United States, and analyzed using the Pathetic Dot Theory to examine the interaction the four modalities. According to the research findings, the implementation of cyber notary in Indonesia hasn't yet been able to create perfectly authentic deeds since Notary Law requiring physical presence. Cyber notary in Virginia can be implemented in a proportional manner by adhering to the framework of the Notary Law and ITE Law, and other regulations, in order to address the digital transformation in the field of Indonesian notary services and provide dynamic legal services.
Penelitian ini bertujuan mengkaji mengenai penerapan cyber notary dalam jasa pelayanan publik dikaitkan dengan asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo ditinjau dari UUJN dan UU ITE dan keabsahan dan kekuatan pembuktian akta autentik dalam konsep cyber notary. Urgensi penelitian ini adalah perkembangan teknologi digital mendorong transformasi praktik kenotariatan menuju cyber notary. Namun dalam praktiknya di Indonesia masih menimbulkan konflik normatif mengenai kehadiran fisik para pihak sebagaimana diatur dalam UUJN dengan pengakuan dokumen elektronik terbatas berdasarkan UU ITE. Hal tersebut mempengaruhi legitimasi praktik penerapan cyber notary di Indonesia. Sementara itu notaris harus bersifat adaptif dengan kemajuan teknologi dan permintaan pelayanan hukum yang terintegrasi dengan perkembangan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode komparatif melalui perbandingan pengaturan cyber notary di Virginia, Amerika Serikat serta dianalisis menggunakan Pathetic Dot Theory untuk menguji interaksi antara hukum, teknologi, dan praktik sosial dalam ruang digital. Penelitian ini memiliki kebaharuan yaitu menawarkan konstruksi reinterpretasi konseptual terhadap makna kehadiran hukum notaris dalam ruang digital sebagai dasar pengembangan model pengaturan cyber notary yang tetap mempertahankan krakteristik sistem civil law Indonesia. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa praktik cyber notary dalam kerangka hukum Indonesia belum dapat menghasilkan akta autentik secara sempurna akibat adanya disharmoni formil mengenai kehadiran para pihak. Penerapan cyber notary di Virginia dapat diadopsi secara proporsional dengan menyesuaikan dengan kerangka UUJN dan UU ITE serta regulasi lainnya agar dapat merespon transformasi digital di bidang kenotariatan Indonesia dalam memberikan pelayanan hukum yang dinamis.
References
Adjie, Habib. Hukum Notaris Indonesia: Tafsir Tematik Terhadap UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Bandung: Refika Aditama, 2011.
———. Kebatalan Dan Pembatalan Akta Notaris. 2nd ed. Bandung: PT Refika Aditama, 2013.
Alwajdi, Muhammad Farid. “Urgensi Pengaturan Cyber Notary Dalam Mendukung Kemudahan Berusaha Di Indonesia.” Jurnal Rechts Vinding 9, no. 2 (2020): 884.
Anand, Ghansham. Karakteristik Jabatan Notaris Di Indonesia. Jakarta: Prenada Media Group, 2018.
Aulia, Farah Nizrina, Moh Ali, and Nuzulia Kumala Sari. “Rekontruksi Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo Dalam Perspektif Cyber Notary: Studi Perbandingan Indonesia Dan Amerika Serikat.” Acten Journal Law Review 2, no. 2 (2025): 169–87. https://doi.org/10.71087/ajlr.v2i2.33.
Badrulzaman, Mariam Darus. “Mendambakan Kelahiran Hukum Saiber (Cyber Law) Di Indonesia.” Medan: Pidato Purna Bhakti, 2001.
Borman, M Syahrul. “Kedudukan Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Perspektf Undang-Undang Jabatan Notaris.” Kedudukan Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Perspektf Undang-Undang Jabatan Notaris 3, no. 1 (2019): 78.
———. “Kedudukan Notaris Sebagai Pejabat Umum Dalam Perspektif Undang-Undang Jabatan Notaris.” Jurnal Hukum dan Kenotariatan 3, no. 1 (2019): 78.
Budiono, Herlien. Kumpulan Tulisan Hukum Perdata Di Bidang Kenotariatan. Jakarta: PT Citra Aditya Bakti, 2012.
Chastra, Deny Fernaldi. “Kepastian Hukum Cyber notary Dalam Kaidah Pembuatan Akta Autentik Oleh Notaris Berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris.” Indonesian Notary 3, no. 2 (2021): 251.
Eli, Grace, and Rasji Rasji. “Pembaharuan Hukum Terhadap Kekuatan Akta Autentik Elektronik.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (June 2025): 849–64. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12116.
G.H.S Lumban Tobing. Peraturan Jabatan Notaris. 3rd ed. Jakarta: Erlangga, 1999.
HS, Salim, Djumardin Djumardin, and Aris Munandar. “Analisis Yuridis Terhadap Notaris Jarak Jauh (Remote Electronic Notarization) (Studi Komparatif Antara Sistem Hukum Negara Federal Amerika Serikat Dengan Negara Bagian Washington).” Jurnal Risalah Kenotariatan 4, no. 1 (2023): 260. https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v4i1.98.
Indrajab, Fidwal, and Edward Omar Sharif Hiariej. “Akta Elektronik Sebagai Bagian Cyber notary Ditinjau Dari Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo,.” Universitas Gadjah Mada, 2014.
Iswara, Gisanda Farsa. “Perlindungan Hukum Bagi Notaris Atas Cyber notary.” Universitas Brawijaya, 2019.
Kartika, Rifda Salma, Lintang Saskia Salsabella, and Angelica Ratih Kusumadewi. “Penerapan Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo Dalam Penandatanganan Akta Notaris Secara Digital.” Jurnal Perspektif 29, no. 2 (2024): 100–109. https://doi.org/10.30742/perspektif.v29i2.966.
Leny, Agustan, and Khairulnas. Tata Kelola Kantor Notaris. Yogyakarta: UII Press, 2018.
Lubis, Ikhsan, Taufik Siregar, Duma Indah Sari Lubis, and Andi Hakim Lubis. “Transformasi Penegakan Prinsip Tabellionis Officium Fideliter Exercebo Bagi Jabatan Notaris Dari Mesir Kuno Hingga Sistem Hukum Indonesia.” Law Jurnal 5, no. 1 (December 2024): 1–11. https://doi.org/10.46576/LJ.V5I1.5494.
Makarim, Edmon. “Modernisasi Hukum Notaris Masa Depan: Kajian Hukum Terhadap Kemungkinan Cyber notary Di Indonesia.” Jurnal Hukum dan Pembangunan 41, no. 3 (2011): 466–99.
———. Notaris Dan Transaksi Elektronik: Kajian Hukum Tentang Cybernotary Atau Electronic Notary. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012.
Marzuki, Suparman. Etika Dan Kode Etik Profesi Hukum. Yogyakarta: FH UII Press, 2007.
Mayana, Ranti Fauza, and Tisni Santika. “Legalitas Tanda Tangan Elektronik: Posibilitas Dan Tantangan Notary Digitalization Di Indonesia,” no. 2 (June 2021). https://doi.org/10.23920/acta.v4i2.517.
Meyona, Ulfa Roffilah, and Ali Ismail Shaleh. “Pertanggungjawaban PPAT Terhadap Pembuatan Surat Pernyataan Keabsahan Dan Kebenaran Dokumen Elektronik.” Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune 5, no. 2 (2022): 98–108. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v5i1.5739.
Nazaruddin, Nazaruddin, Umar Mahdi, Usman Boini, Al Muttaqien, and Amzar Ardiyansyah. “Cyber notary Dalam Rangka Pelayanan Publik Dan Kepastian Hukum Di Era Digital.” Locus Journal of Academic Literature Review 4, no. 9 (2025): 761–73. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i9.793.
Nurita, Emma, and Raden Ayu. Cyber notary Pemahaman Awal Dalam Konsep Pemikiran. Bandung: Refika Aditama, 2012.
Nusyirwan. Membedah Profesi Notaris. Bandung: Universitas Padjadjaran, 2000.
Pangesti, Shinta, Grace I Darmawan, and Cynthia P Limantara. “The Regulatory Concept of Cyber notary in Indonesia: Konsep Pengaturan Cyber notary Di Indonesia.” Rechtsidee 7 (2021): 18. https://doi.org/10.21070/jihr.2020.7.701.
Pramono, Dedy. “Kekuatan Pembuktian Akta Yang Dibuat Oleh Notaris Selaku Pejabat Umum Menurut Hukum Acara Perdata Di Indonesia.” Lex Jurnalica 12, no. 3 (2015).
Putri, Debi Eka, Darwin Lie, Efendi Efendi, and Ady Inrawan. “Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Kantor Notaris Dan PPAT Rachmansyah Purba SH, M.Kn Di Kota Pematangsiantar.” SULTANIST: Jurnal Manajemen Dan Keuangan 2, no. 2 (2014): 17–23.
Ramli, Ahmad M. “UU ITE Baru Dan Akta Notariil.” Kompas.Com, 2023.
Rizkianti, Wardani, Sylvana Murni Deborah Hutabarat, Andriyanto Adhi Nugroho, Muhammad Bintang Firdaus, and Akhdan Adityo Latri. “Cyber notary Di Indonesia: Tantangan, Peluang Dan Kebutuhan Rekonstruksi Hukum.” Notaire 8, no. 1 (2025).
Rossalina, Zainatun. “Keabsahan Akta Notaris Yang Menggunakan Cyber Notary Sebagai Akta Otentik.” Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, 2016.
Samudera, Satrio Arung. “Konsep Cyber notary Dalam Perspektif Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo Menurut Perundang-Undangan Di Indonesia.” Doctoral Dissertation, Universitas Sumatera Utara, 2021.
Saputra, Agung. “Analisis Yuridis Mengenai Akta Notaris Yang Dibatalkan Dari Perbuatan Melawan Hukum.” Tesis, Magister Kenotariatan Universitas Sriwijaya, Palembang, 2019.
Savira, Kamilia, and Fitriani Ahlan Sjarif. “Efektivitas Sistem Barcode Dalam Pengamanan Akta Autentik.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 157–71. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4630.
Sidharta. Moralitas Profesi Hukum: Suatu Tawaran Kerangka Berpikir. Bandung: Refika Aditama, 2006.
Soekanto dan Sri Mamudji, Soerjono. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Subagta Tolinggar, Vina Ayu, and Pieter Latumenten. “Urgensi Penggunaan Remote Notary Oleh Notaris Pasca Pandemi Covid-19.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (November 2022): 663–77. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5171.
Virgina Rumengan, Priscillia. “Analisis Akta Notaris Dalam Era Cyber Notary Ditinjau Dari Asas Tabellionis Officium Fideliter Exercebo,” n.d.
Wijaya, Andes Willi. “Konsep Dasar Cyber notary: Keabsahan Akta Dalam Bentuk Elektronik.” Flatsome, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

