Peliputan Langsung Persidangan Pidana: Harmonisasi KUHAP dan Undang-Undang Pers
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13700Keywords:
Fair Trial, Kebebasan Pers, KUHAP, Persidangan PidanaAbstract
This study aims to analyze the legal implications of live coverage of criminal trials within the framework of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) and Law Number 40 of 1999 on the Press, as well as to formulate a harmonization model to balance judicial transparency and fair trial principles. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, analyzed qualitatively through relevant legal norms and doctrines. The findings indicate that live coverage cannot be interpreted as an absolute manifestation of open court proceedings, but rather as an extension of public access to information that must be proportionally limited to safeguard the presumption of innocence, evidentiary integrity, and judicial independence. The absence of clear technical regulations in KUHAP regarding live broadcasting has created disharmony with the press law regime and poses risks such as trial by media, witness contamination, and undue pressure on the judiciary. The novelty of this research lies in its integrative approach that simultaneously examines KUHAP and the Press Law within a unified normative-operational harmonization framework. Its contribution is the formulation of a collaborative regulatory model between the Supreme Court and the Press Council, including selective broadcasting restrictions, delayed broadcasting mechanisms, pool feed systems, and strengthened journalistic ethics to ensure a balanced relationship between judicial transparency and substantive justice.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum peliputan langsung persidangan pidana dalam perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, serta merumuskan model harmonisasi guna menyeimbangkan keterbukaan peradilan dengan prinsip fair trial. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang dianalisis secara kualitatif terhadap norma hukum dan doktrin yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peliputan langsung tidak dapat dimaknai sebagai perwujudan absolut asas persidangan terbuka untuk umum, melainkan sebagai bentuk perluasan akses informasi yang harus dibatasi secara proporsional untuk melindungi asas praduga tidak bersalah, integritas pembuktian, dan independensi hakim. Kekosongan pengaturan teknis dalam KUHAP terkait peliputan langsung menimbulkan disharmonisasi dengan rezim kebebasan pers serta berpotensi memicu trial by media, kontaminasi kesaksian, dan tekanan terhadap proses peradilan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang mengkaji secara simultan hubungan antara KUHAP dan Undang-Undang Pers dalam kerangka harmonisasi normatif dan operasional. Kontribusi penelitian ini adalah merumuskan model regulasi kolaboratif antara Mahkamah Agung dan Dewan Pers melalui pembatasan siaran selektif, mekanisme delayed broadcast, sistem pool feed, serta penguatan etika jurnalistik untuk menjamin keseimbangan antara transparansi peradilan dan perlindungan keadilan substantif.
References
Admhumasrafly. 2025. “Silaturahmi Dan Kongres PWI 2025: Kepala BPSDM Hukum Dorong Pers Jaga Profesionalisme Dan Demokrasi.” Kemenkum.
Ahmad, Kamri, and Hardianto Djanggih. 2017. “Batasan Penerapan Asas Persidangan Terbuka Untuk Umum Dalam Siaran Persidangan Pidana Oleh Media.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 24(3): 488–505. doi:10.20885/iustum.vol24.iss3.art8.
Alladuniah, Muhammad Ali. 2025. “The Influence of Public Opinion on the Application of the Presumption of Innocence to the Criminal Justice System.” International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis 08(06): 3121–26. doi:10.47191/ijmra/v8-i06-06.
Amdika, Krisna, Anak Agung, Angga Primantari, Universitas Udayana, and Kabupaten Badung. 2025. “Ruang Lingkup Penerapan Asas Persidangan Terbuka Untuk Umum Terhadap Siaran Persidangan Pidana Oleh Media Massa.” 3(10). https://doi.org/10.62281/2p6c8v58
Andika Kelvin Franata Pakpahan, Bambang Fitrianto, Nico Saputra Nasution, and Ahmad Ridwan Nasution. 2025. “Implementasi Asas Fair Trial dan Open Justice dalam Legal Memorandum dan Eksaminasi sebagai Sarana Pengawasan Akuntabilitas Hakim.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 4(1): 497–510. doi:10.55606/jurrish.v4i1.5160.
Ardilla, et al. Peliputan secara Langsung Persidangan Perkara Pidana oleh Media Televisi Dihubungkan dengan Asas Pemeriksaan di Pengadilan Terbuka untuk Umum Dalam Rangka Pembaruan Hukum Acara Pidana, Jurnal Hukum & Pembangunan Vol. 50 No. 1 (2020). http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol50.no1.2481
Azizah. 2025. “Kepala BUA Kunjungi Dewan Pers, Bahas Panduan Peliputan di Lembaga Peradilan.” Mahkamah Agung.
Budiman, Yayang Nanda. 2025. “Menyoal Pembatasan Ruang Gerak Pers Dalam Rancangan KUHAP.” Hukumonline.com.
Doodoh, Marthin, and Herry F.D. Tuwaidan. 2025. “Perspektif HAM Terhadap Asas Praduga Tak Bersalah Pada Hukum Pidana Indonesia.” Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 10(1): 95–106. doi:10.47200/jnajpm.v10i1.2723.
Erwin Susilo, Persidangan Tertutup dalam Perkara Pidana Non-Kesusilaan: Problematika dan Urgensi Pembaharuan Hukum, Progresif: Jurnal Hukum XIX/No.1/Juni 2025. DOI: https://doi.org/10.33019/g7y84590
Ferguson, Pamela R. 2016. “The Presumption of Innocence and Its Role in the Criminal Process.” Criminal Law Forum 27(2): 131–58. doi:10.1007/s10609-016-9281-8.
Krisna Amdika & Anak Agung Angga Primantari, Ruang Lingkup Penerapan Asas Persidangan Terbuka Untuk Umum Terhadap Siaran Persidangan Pidana oleh Media Massa, Jurnal Media Akademik (JMA), Vol. 3 No.10. https://doi.org/10.62281/2p6c8v58
Krishnan, S. 2018. “Trial by media: Concept and Phenomenon.” International Journal of Advanced Research 6(3): 889–901. doi:10.21474/ijar01/6745.
Mahsun, and Ismail. 2018. “Telaah Terhadap Konstruksi Proses Hukum Yang Adil Dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Hukum Ekonomi Syariah: 100–118.
Marda, Guruh, Zul Karnen, and Caskiman Caskiman. 2023. “Trial by the press Dalam Fenomena Pemberitaan Kasus Terorisme di Indonesia.” Jurnal Magister Ilmu Hukum 8(1): 64. doi:10.36722/jmih.v8i1.1881.
Mulyani, Dita, and Muhammad Rustamaji. 2023. “Kajian Penyiaran Persidangan Secara Live Dalam Perlindungan Anak Dan Prinsip Persidangan Terbuka Untuk Umum.” Verstek 11(2): 288. doi:10.20961/jv.v11i2.71885.
Nabilla Azzahra, Fauziah Lubis, Nasywa Nur Zhafira, Alyafi Afwa, Rajakqu Aulia, and Fikri Fikri. 2025. “Keterbukaan Dalam Pemeriksaan Perkara Di Persidangan.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora 4(2): 963–76. doi:10.55606/jurrish.v4i2.5428.
Nurhasan. 2017. “Keberadaan Asas Praduga Tak Bersalah Pada Proses Peradilan Pidana: Kajian.” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 17(3): 205–15. DOI: 10.33087/jiubj.v17i3.414
Nyugha, Dr. Pefela Gildas. 2022. “Constitutional and Statutory Safeguards for Fair Trial and Justice under Cameroonian Legal System: A Legal Appraisal.” International Journal of Law, Justice and Jurisprudence 2(1): 82–94. doi:10.22271/2790-0673.2022.v2.i1a.33.
Pangaribuan, Luhut M.P. 2025. “Mengkritisi Upaya Paksa Dalam RUU KUHAP.” Hukumonline.com.
Pers, Dewan. 2025. “Perlindungan Pers Masih Rentan, Dewan Pers Tegaskan Tiga Regulasi Utama Jadi Payung Hukum.” dewanpers.or.id.
Sampada Gautam. 2025. “Judging Justice: Can Media Influence Undermine the Courts?” Journal of Advances in Developmental Research 16(2): 1–10. doi:10.71097/ijaidr.v16.i2.1529.
Salomo Jitmau, Sokhib Naim, and Muh Akhdharisa SJ. 2025. “Implementation of the Principle of Equality Before the Law in the Dynamics of Indonesian Law.” JUSTISI 11(2): 441–55. doi:10.33506/js.v11i2.4088.
Saraswati, Putu Sekarwangi, Tersangka Dan, Hak Terdakwa, and Fair trial . 2025. “Perlindungan Hak Tersangka dan Terdakwa : Penegakan Prinsip Fair Trial dalam Sistem Peradilan Pidana.” 07(02): 1035–44. https://doi.org/10.36733/jhshs.v7i02.12707
Susrama, I Nengah, and Putu Angga Pratama Sukma. 2020. “Pelaksanaan Courtroom Television Dalam Peradilan Pidana Dengan Agenda Saksi.” Jurnal Hukum Sasana 5(1): 61–74. doi:10.31599/sasana.v5i1.92.
“UU No 48 Tahun 209.” 2009.
Wibisana, Pande Putu Genta, dan Sugama, I Dewa Gede Dana, Akibat Hukum dari Tidak Terbatasnya Penyiaran Persidangan Perkara Pidana secara Langsung Melalui Kanal Televisi atau Media Massa, Kertha Desa: E-Journal Ilmu Hukum Vol. 12 No. 12, 2024. https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthadesa/article/view/108655>.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

