Kepastian Hukum dan Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Konflik Investasi Pulau Rempang
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13614Keywords:
Hak Asasi Manusia, Kepastian Hukum, Konflik InvestasiAbstract
This study aims to analyze the application of the principle of legal certainty in the Rempang investment conflict and to assess whether the relocation policy complies with the state’s constitutional obligation to protect human rights. The urgency of this research lies in the existing research gap, as previous studies have generally addressed agrarian conflicts or human rights violations in a descriptive or sectoral manner without systematically integrating legal certainty theory, the concept of the rule of law (rechtsstaat), and constitutional human rights obligations in analyzing national strategic investment conflicts. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case study approaches, supported by qualitative analysis of primary and secondary legal materials and policy documents. The findings reveal that the implementation of legal certainty in the Rempang case remains substantively deficient due to inconsistencies between norms and practice, the dominance of economic utility over justice and legal certainty, and weak, meaningful participation prior to project implementation. The study further demonstrates that the absence of substantive legal certainty increases social conflict and investment risk. The novelty of this research lies in positioning legal certainty as a determinant variable of development legitimacy within national strategic investment conflicts.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kepastian hukum dalam konflik investasi di Rempang serta menilai kesesuaian kebijakan relokasi dengan kewajiban konstitusional negara dalam perlindungan hak asasi manusia. Urgensi penelitian ini terletak pada adanya kekosongan kajian yang secara integratif menguji konflik investasi strategis nasional melalui sintesis teori kepastian hukum Gustav Radbruch, konsep negara hukum (rechtsstaat), dan kewajiban konstitusional perlindungan HAM, karena studi terdahulu cenderung bersifat normatif-deskriptif atau sektoral. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus, berbasis analisis kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip kepastian hukum dalam kasus Rempang belum mencapai derajat substantif karena terdapat inkonsistensi antara norma dan praktik, dominasi orientasi kemanfaatan ekonomi atas keadilan dan kepastian hukum, serta lemahnya mekanisme partisipasi bermakna sebelum implementasi proyek. Temuan ini menegaskan bahwa defisit kepastian hukum justru meningkatkan risiko konflik sosial dan ketidakstabilan investasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi analisis yang menempatkan kepastian hukum sebagai variabel determinan legitimasi pembangunan dalam konflik investasi strategis nasional.
References
Andrianto, Fadly. “Kepastian Hukum Dalam Politik Hukum Di Indonesia.” Administrative Law and Governance Journal 3, no. 1 (2020): 114–23. https://doi.org/10.14710/alj.v3i1.114-123.
Aritonang, Syofina Dwi Putri, and Ida Bagus Ayodya Maheswara. “Tinjauan Yuridis Konflik Relokasi Warga Di Pulau Rempang Berdasarkan Perspektif Teori Kewenangan Hukum.” IBLAM Law Review 3, no. 3 (2023): 472–83. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i3.228.
Assyifarizi, Alfi, and Indra Purwanto. “Analisis Kewenangan Pengelolaan Dan Perlindungan Hukum Hak Atas Tanah Di Pulau Rempang.” Journal Of Social Science Research 3, no. 5 (2023): 9077–87.
Basuki, Udiyo. “Konstitusionalisme HAM Indonesia: Dinamika Pengaturan HAM Indonesia Pasca-Amandemen UUD 1945.” Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum 1, no. 2 (2021). https://doi.org/10.14421/sh.v1i2.1927.
Clarence, Jennifer, and Heru Sugiyono. “Pelindungan Hukum Bagi Konsumen Yang Menjadi Korban Perusahaan Investasi Ilegal Berbasis Multi Level Marketing.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1834–50. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10860.
Disemadi, Hari Sutra. “Lensa Penelitian Hukum : Esai Deskriptif Tentang Metodologi Penelitian Hukum.” Journal of Judicial Review 24, no. 2 (2022): 289–304. https://doi.org/10.37253/jjr.v24i2.7280.
Earlene, Felishella, and Tundjung Herning Sitabuana. “Tanggung Jawab Negara Terhadap Hak Masyarakat Hukum Adat Di Pulau Rempang Dalam Perspektif HAM.” Tunas Agraria 7, No. 2 (2024): 144–61. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.301.
Evendi, Rizky Hardianti. “Rempang Eco-City: Hak Asasi Manusia Dan Ego Pemerintah.” UNES Law Review 6, no. 4 (2024): 10944–54. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.1993.
Firman Mangunsong, Al, Dewi Romantika Tinambunan, Jojor Mindo Manullang, Mima Defliyanti Saragih, Murniwati Lase, Ture Ayu Situmeang, and Ramsul Yandi Nababan. “Analisis Perlindungan HAM Dalam Konteks Penerapan Pasal 3 UU No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.” Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika 2, no. 1 (2023): 01–08. https://doi.org/10.51903/bersatu.v2i1.495.
Habiba, Aisha Nur, Annisa Ayu Melati, Nur Hamda Sa’idah, and Wike Vimayanti. “Actualization Of Human Rights In The Case Of Rempang Island In Indonesia In The Perspective Of Environmental Law.” Jurnal Hukum Sehasen 9, no. 2 (2023): 375–84. https://doi.org/10.37676/jhs.v9i2.5002.
Hiqmal Mahkuta Alam, Beni Ahmad Saebani, and Budi Tresnayadi. “Politik Hukum Penyelesaian Sengketa Tanah Rempang Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 4, no. 6 (2024): 2681–90. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.2857.
Irawan, Dhenisa Oktavia, Tantimin Tantimin, and Ampuan Situmeang. “Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dan Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Dalam Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 215–34. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11297.
Ismail Keyla, Nadifa, Novita Azzahra Fitria, Farchanza Pireno Haykanna, Fitrya Amanda Putry, Jessika Dyana Stefany, and Sadia Diani Wati. “Kepastian Hukum Dan Upaya Pertanggungjawaban Pemerintah Terhadap Perlindungan Hak Tanah Ulayat Di Pulau Rempang.” Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik 2, no. 2 (2024): 6. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i2.1635.
Izka, Zahrotul, Suci Hartati, and Kanti Rahayu. “Konflik Agraria Dalam Proyek Investasi Rempang Eco-City.” Social, Educational, Learning and Language (SELL) 2, no. 1 (2024): 53–70. https://doi.org/10.1234.
Jamilah, Meri Listiani, Dina Adhaini, and Syamsiah Syamsiah. “Negara Hukum Dan Hak Asasi Manusia Di Indonesia.” AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi Dan Edukasi 2, no. 5 (2025): 898–912. https://doi.org/10.62335/aksioma.v2i5.1198.
Kayla, Nasywa, Safar Nasa, Anisa Salsabila, Universitas Muhammadiyah, and Kalimantan Timur. “Prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) Sebagai Pilar Hak Asasi Manusia Dalam Resolusi Konflik Wilayah Adat Pulau Rempang.” Jurnal Retentum 7, no. 1 (2025): 51–62. https://doi.org/10.46930/retentum.v7i1.5599.
Manurung, Marzuki, Intan Rangkuti, Karizza Manik, and Rabiya Adawiya. “HAM Internasional Dan Penegakannya Di Indonesia.” Jurnal Mudabbir: Research and Education Studies 5, no. 2 (2025): 477–91. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1318.
Murthada Murthada, and Seri Mughni Sulubara. “Implementasi Hak Asasi Manusia Di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 111–21. https://doi.org/10.30640/dewantara.v1i4.426.
Muryati, Dewi Tuti, Dharu Triasih, and Tri Mulyani. “Implikasi Kebijakan Izin Lingkungan Terhadap Lingkungan Hidup Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 693–707. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5773.
Mutawalli, Muhammad. Negara Hukum Kedaulatan Dan Demokrasi (Konsepsi Teori Dan Perkembangannya). Pustaka Aksara, 2023.
Nurcahyani, Dewita. “Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Hukum Internasional Dan Nasional.” Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Dan Hukum 1, no. 1 (2024): 7–13. https://doi.org/10.70134/pakehum.v1i1.210.
Putri, Sekar Balqis Safitra Rizki Wahyudia. “Analisis Teori Tujuan Hukum Gustav Radbruch Dalam Kedudukan Majelis Penyelesaian Perselisihan Medis Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.” Jurnal Pemikiran Syariah Dan Hukum 8, no. 2 (2024): 315–26. https://doi.org/10.52266/sangaji.v8i2.3463.
Rafdiansyah, Moh Rayhan, and Irfa Ronaboyd. “Prinsip Good Governance Dan Akuntabilitas Fiskal: Bukti Empiris Dari Pengelolaan Anggaran Kabupaten Sumenep.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 2293–2313. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12968.
Rahmadhani, Alifiyah Fitrah, and Dodi Jaya Wardana. “Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Di Indonesia.” UNES Law Review 6, no. 1 (2023): 2799–2807. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1056.
Rakhunov, R. “Legality and Justice.” Soviet Law and Government 4, no. 3 (1965): 17–20. https://doi.org/10.2753/RUP1061-1940040317.
Rampen, Yesaya Andries, Decky J. Paseki, and Harly Stanly Muaja. “Ratifikasi Perjanjian Internasional Melalui Peraturan Perundang-Undangan Nasional Di Bidang Hak Asasi Manusia.” Lex Privatum 10, no. 4 (2022): 1–15.
Redaksi. “Konflik Rempang Eco-City, Pelanggaran HAM Dan Keterbukaan Informasi Publik.” Jcc Network Id, 2023, 1.
Rempang, Solidaritas Nasional. Keadilan Timpang Di Pulau Rempang, Temuan Awal Investigasi Atas Peristiwa Kekerasan Dan Dugaan Pelanggaran HAM 7 September 2023, Pulau Rempang. Revista Brasileira De Linguística Aplicada. Vol. 5, 2023.
Risdianto, Danang. “Perlindungan Terhadap Kelompok Minoritas Di Indonesia Dalam Mewujudkan Keadilan Dan Persamaan Di Hadapan Hukum.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 6, no. 1 (2017): 125. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v6i1.120.
Riyanto, R. “Penegakan Hukum Oleh Polri Dalam Menghadapi Unjuk Rasa Di Pulau Galang (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).” Universitas Islam Sultan Agung Semarang, 2024.
Selfianus, Laritmas, and Rosidi Ahmad. Teori-Teori Negara Hukum. Prenada Media, 2024.
Subekti, Fiqi Restu, Taufik Awan Wibowo, and Dendi Nugraha. “Pendekatan Hermeneutika Transendental Pragmatis Karl Otto Apel Sebagai Resolusi Konflik Di Pulau Rempang.” Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora 2, no. 03 (2025): 162–76. https://doi.org/10.58812/sish.v2i03.565.
Tan, David. “Metode Penelitian Hukum: Mengupas Dan Metodologi Dalam Menyelenggarakan Penelitian Hukum.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 8 (2021). https://doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2463-2478.
Walhi Riau. “Kapolresta Barelang Harus Menghentikan Kriminalisasi Terhadap 8 Orang Warga Rempang-Galang.” News & Updates, Siaran Pers, 2023.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

