Analisis Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kamboja dalam Perspektif Hukum Pidana Nasional
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13392Keywords:
Hukum Pidana Nasional, Kerja Sama Internasional, Penegakan Hukum, Perdagangan OrangAbstract
This study aims to analyze the effectiveness of law enforcement against human trafficking in Cambodia from the perspective of Indonesian national criminal law, particularly involving Indonesian victims of labor exploitation, online scams, and organ trafficking. The research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches, examining national regulations, ASEAN frameworks, and international legal instruments. The findings reveal that weaknesses in law enforcement are rooted not only in technical and institutional limitations but also in structural deficiencies in transnational legal cooperation, including fragmented mutual legal assistance, weak implementation of bilateral agreements, inconsistent interpretation of trafficking elements, and the absence of an integrated victim-centered enforcement model. Victim protection remains marginal within the criminal justice process, hindering substantive justice. This study concludes that strengthening Indonesian criminal law requires a transnational approach through integrated prosecution, extradition, mutual legal assistance, and victim protection mechanisms. The novelty lies in repositioning Indonesian criminal law as a strategic normative instrument in designing cross-border anti-trafficking cooperation in Southeast Asia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan orang di Kamboja dari perspektif hukum pidana nasional Indonesia, khususnya yang melibatkan korban WNI dalam eksploitasi kerja, penipuan daring, dan perdagangan organ. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui kajian regulasi nasional, kerangka ASEAN, serta instrumen hukum internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan penegakan hukum tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan teknis dan kapasitas aparat, tetapi juga oleh kelemahan struktural dalam kerja sama hukum lintas negara, seperti fragmentasi bantuan hukum timbal balik, lemahnya implementasi perjanjian bilateral, inkonsistensi penafsiran unsur TPPO, serta belum terintegrasinya model penegakan hukum berbasis korban. Perlindungan korban masih marginal dalam sistem peradilan pidana sehingga menghambat keadilan substantif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan hukum pidana nasional Indonesia harus dilakukan melalui pendekatan transnasional yang mengintegrasikan penuntutan, ekstradisi, bantuan hukum timbal balik, dan perlindungan korban. Kebaruan penelitian terletak pada reposisi hukum pidana nasional sebagai instrumen strategis dalam desain kerja sama lintas negara di Asia Tenggara.
References
Alffram, Henrik, Lisa Denney, Pilar Domingo, and Sasha Jesperson. Debt , Exploitation and Trafficking of Labour Migrants. Australia Counter Trafficking, 2023. https://cdn.odi.org/media/documents/Debt_exploitation_and_trafficking_of_labour_migrants.pdf.
Callista, Nealam, Adinda Sawitri, Risma Alya Roshanti, Putri Rahmawati, Loso, and Ganis Vitayanty Noor. “Urgensi Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Manusia Di Kamboja Menurut Tinjauan Hukum Internasional.” Jurnal Hukum, Administrasi Publik Dan Negara 2, no. 3 (2025): 1–11. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.62383/hukum.v2i3.258.
Cita Putri Agulia, Dwi Putri Lestarika, Wevy Efticha Sary. “Analisis Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Di Kamboja Melalui Peran International Criminal Court (ICC) Dalam Melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).” CAUSA : Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 12, no. 7 (2025): 13–34.
Dimitriou, Nikolaos, Katherine Quezada-tavárez, Thomas Marquenie, and Agata Gurzawska. “Data Augmentation for Fairness-Aware Machine Learning Preventing Algorithmic Bias in Law Enforcement Systems.” FACCT, no. June 2022 (2025): 3–14. https://doi.org/10.1145/3531146.3534644.
Elen Anedya Frahma. “Analisis Yuridis Peran Iom Dalam Mendukung Upaya Indonesia Dan Kamboja Dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 6 (2025): 9232–41. https://doi.org/I: https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2628.
Eyo, Idoreyin, Glory Charles, and Okebugwu Ll. “Analysis of Fundamental Challenges in the Combat of Transnational Crimes.” International Journal of Research and Innovation in Social Science (IJRISS) VIII, no. 2454 (2024): 1297–1318. https://doi.org/10.47772/IJRISS.
Fredell, Hanna, and Hanna Fredell. Victim, According To Whom? A Minor Field Study On Sexual Exploitation And Abuse Of Children In Cambodia. Malmö University: Faculty of Health and Society, Department of Criminology, 2022. https://www.diva-portal.org/smash/record.jsf?pid=diva2:1668449.
Hidayat, Muhammad Rahmadzani, Qurrotul Aini, and Lazarus Zahra, Raisya Syafira. “Analisis Yuridis Keterbatasan Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Perdagangan Manusia Transnasional (Studi Kasus Human Trafficking di Kamboja) Media Hukum Indonesia (MHI).” Media Hukum Indonesia (MHI) 4, no. 1 (2025): 448–57. https://doi.org/10.5281/zenodo.17877461.
Ilchyshyn, Nadiya, Oksana Brusakova, and Viacheslav Krykun. “International Legal Cooperation in the Field of Criminal Justice: New Challenges and Ways to Overcome Them Cooperação Jurídica Internacional No Domínio Da Justiça Penal: Novos Desafios e Formas de Os Superar.” Journal of Law and Sustainable Development 11, no. 4 (2023): 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i4.767.
Kalverkämper, Jaakko. “Re-Imagining Criminal Justice : The Ethical Fusion of Substantive Law and Procedural Law.” Social Science Chronicle 2023, no. 1 (2023): 1–18. https://doi.org/10.56106/ssc.2023.006 Received.
MacKinnon, Christopher J., Deborah Ummel, Florence Vinit, and Erica Srinivasan. Suffering a Death Wish The Psychology of Medical Assistance in Dying. 1st ed. New Techniques of Grief Therapy, 2021.
Nastasi, Vittorio. “Victim-Offender Dialogue: A Victim-centered Approach to Justice.” The Journal of The James Madison Institute 5, no. 2 (2024): 1–3. https://doi.org/https://jamesmadison.org/wp-content/uploads/2024_Fall_Journal_18-v01.pdf.
Ndubuisi, Amarachi F. “Cross-Border Jurisdiction Challenges In Prosecuting Cybercrime Syndicates Targeting National Financial And Electoral Systems.” International Journal of Engineering Technology Research & Management 6, no. 11 (2022): 243–61. https://ijetrm.com/issues/files/Jun-2022-19-1750355190-NOV202227.pdf.
Owens, Emily, and Bocar Ba. “The Economics of Policing and Public Safety.” Journal of Economic Perspectives 35, No. 4 (2021): 3–28. https://doi.org/10.1257/jep.35.4.3.
Permana, Didan, Ridho Adi, Andien Sefty Wulandari, and Dearwin Hikmatullah. “Peran Tanggung Jawab Pemerintah Indonesia Dalam Memberikan Perlindungan Hukum Kepada WNI Ilegal Di Kamboja Yang Menjadi Korban Perdagangan Orang.” JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Vol.3 No. 03 (2025): 3031–9498. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/935.
Peter, M. Marzuki. Penelitian Hukum Edisi Revisi, 2016.
Polhukam. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Dan Mekanisme Pelayanan Terpadu Bagi Saksi Dan/Atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (2008).
Ponlok, Visal Nary, Phnom Penh, and Phnom Penh. “The Impact of Anti-Human Trafficking Laws on Local Communities in Cambodia : A Case Study of the Phnom Penh Region.” Studies in Law and Justice 3, no. 3 (2024): 84–70. https://doi.org/10.56397/SLJ.2024.09.09.
Presiden Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (2023).
Pryimachenko, Dmytro, Andriy Ivanskyy, Vladyslav Lipynskyi, Oleksii Matvieiev, and Artem Povoroznik. “Counteracting Illegal Border Crossing and Human Trafficking : Comparative Analysis.” Amazonia : Investiga 10, no. 42 (2021): 196–205.
Putri, Aliyah, Aura Fariza Yulianti Saputri, Aulia Fariza Yulianti Saputri, and Sintong Arion Hutapea. “Analisi Hukum Terhadap Implementasi Perlindungan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Kamboja.” Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial Dan Politik 2, No. 2 (2025): 73–82. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/demokrasi.v2i2.866.
Rahmadhani, Larasati, and Angelina Dewi Permatasari. “Tinjauan Hukum Internasional Terhadap Perdagangan Manusia Di Asia Tenggara.” Media Hukum Indonesia (MHI) 2, no. 6 (2025): 284–93. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.15516028 This.
Ramadhani, Salsabila Rizky, Fizahri Azainafis Haryadi, and Nurliana Cipta Apsari. “Peran International Organization for Migration Dalam Menangani Perdagangan Manusia Di Indonesia the Role of International Organization for Migration in Dealing With Human Trafficking in Indonesia.” Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) 4, no. 1 (2023): 27. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.49289.
Schloenhardt, Andreas. UN Convention against Transnational Organized Crime: A Commentary. Oxford University Press, 2023.
Sitinjak, Anugrah Partogi, Maulana Rifai, and Nurbani Adine Gustianti. “Perdagangan Organ Di Kamboja: Dinamika Tindak Pidana Perdagangan Orang Dalam Kejahatan Transnasional Anugrah.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 11, no. November (2025): 1–8. https://doi.org/DOI: https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/13118.
Triadi, Irwan, Aulia Cantika Maharani, Muhammad Faqih, Al Anshari, Diana Febri Nauli, Leandra Aurelrio, and Putra Darsono. “Peran Penting Hukum Internasional Dalam Menjaga Keamanan Dunia.” Media Hukum Indonesia (MHI) 3, no. 2 (2025): 591–96. https://doi.org/10.5281/zenodo.15732464 This.
Yanggolo, Masrina, Caecilia J. J Waha, and Dicky J. Paseki. “Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Kamboja.” Lex Administratum 12, No. 4 (2024): 1–12. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/view/55718.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

