Status Hubungan Kerja Tenaga Medis dan Kesehatan dalam Skema Kemitraan Fasilitas Kesehatan

Authors

  • Sri Narulita Universitas Widyagama Malang
  • Fatkhurohman Fatkhurohman Universitas Widyagama Malang
  • Setyo Sugiharto Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13167

Keywords:

Hubungan Industrial, Hubungan Kerja, Hukum Kesehatan, Tenaga Medis

Abstract

This study aims to analyze the juridical qualification of employment relationships between medical and health personnel and healthcare facilities in Indonesia, as well as to examine the implications of Supreme Court Decision Number 36K/Pdt.Sus-PHI/2023 in strengthening normative labor protections. This research employs a normative legal method using statutory, case, and conceptual approaches, supported by theories of industrial relations, justice, and professional autonomy. The findings reveal that partnership schemes implemented in corporate-based healthcare facilities substantively fulfill the essential elements of employment relationships, namely work, remuneration, and managerial control, indicating the existence of disguised employment practices. The Supreme Court decision reinforces the doctrine of substance over form, affirming that employment status must be determined based on factual working conditions rather than contractual labels, thereby expanding the legal recognition of medical personnel as professional workers entitled to labor protections. This study contributes novelty by proposing a normative reconstruction that explicitly recognizes medical and health personnel as professional employees and promotes the harmonization of health and labor law regimes to ensure legal certainty, justice, and balanced industrial relations in the healthcare sector.

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi yuridis hubungan kerja antara tenaga medis dan tenaga kesehatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia serta mengkaji implikasi Putusan Mahkamah Agung Nomor 36K/Pdt.Sus-PHI/2023 terhadap penguatan perlindungan hak normatif pekerja. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, serta didukung oleh teori hubungan industrial, keadilan, dan profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema kemitraan pada fasilitas kesehatan berbadan hukum secara substansial telah memenuhi unsur hubungan kerja berupa pekerjaan, upah, dan perintah, sehingga mencerminkan praktik hubungan kerja terselubung (disguised employment). Putusan Mahkamah Agung tersebut menegaskan doktrin substance over form, bahwa penentuan status hubungan kerja harus didasarkan pada realitas faktual, bukan semata-mata pada konstruksi kontraktual, sehingga memperluas pengakuan tenaga medis sebagai pekerja profesional yang berhak atas perlindungan ketenagakerjaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada tawaran rekonstruksi normatif yang menegaskan status tenaga medis dan kesehatan sebagai pekerja profesional serta mendorong harmonisasi antara rezim hukum kesehatan dan ketenagakerjaan guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan, dan keseimbangan hubungan industrial di sektor kesehatan.

References

Astuti, Niken, Kadi Sukarna, Kukuh Sudarmanto, and Zaenal Arifin. “Perlindungan Hukum Terhadap Profesi Dokter Atas Tindakan Aborsi Korban Perkosaan Dalam Perspektif Undang-Undang Kesehatan.” Journal Juridsch 3, no. 1 (2025): 76–90. https://doi.org/10.26623/jj.v3i1.11400.

Avianti, Grace, and Gunardi Lie. “Analysis of Legal Protection Concepts for Workers in the Informal Sector Based on Indonesian Laws and Regulations.” Academia Open 10, no. 2 (November 2025). https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.12895.

Bahmid, Nelvitia Purba; Ismed Batubara; Zaenal Arifin; Metode Penelitian Hukum. Medan: Pustaka Media Publishing, 2024.

Dufour, Lucas, Meena Andiappan, and Arnaud Banoun. “How Healthcare Professionals Transition from Being Self-Employed to Being Employees: The Case of French Medical Biologists.” SSM - Qualitative Research in Health 4 (December 2023): 100303. https://doi.org/10.1016/j.ssmqr.2023.100303.

Dunlop, John Thomas. Industrial Relations Systems. Holt-Dryden Book. Holt, 1958.

Hakim, Mahendra, Aisyah Nurhalizah, Endah Pujiastuti, and Zaenal Arifin. “Restorative Justice Dalam Hukum Ketenagakerjaan: Jalan Baru Perlindungan Bagi Pekerja Harian Restorative.” Journal Juridisch 3, no. 2 (2025): 116–29. https://doi.org/10.26623/jj.v3i2.12122.

Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.

International Labour Organization. “R198 - Employment Relationship Recommendation.” NORMLEX: Information System on International Labour Standards, 2006.

Lukman, Lukman, Isnawati Isnawati, Farahwati Farahwati, and S Roy Hendrayanto. “Urgensi Pengaturan Sanksi Hukum Pasal 157A Undang-Undang Cipta Kerja Dalam Perlindungan Pekerja The Urgency of Legal Sanctions under Article 157A of the Job Creation Law in Worker Protection Peran Preventif Terhadap Pelanggaran Hak Pekerja . Ketiadaan Uns.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 9–10. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12967.

Mahkamah Agung. “Putusan Mahkamah Agung Nomor 36 K/Pdt.Sus-PHI/2023.” Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, 2023.

Maulana, M Hafizh, Daffa Akmal Manurung, Abdilbar Alfahrizi, and Syahrul Agil. “Analisis Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia.” Jurnal Cendikia ISNU SU 1, no. 2 SE-Articles (September 2024): 139–46. https://doi.org/10.70826/jcisnu.v1i2.252.

Maykel, Mahesa Paranadipa, and Fahmi Hakam. “Implikasi Yuridis Kontrak Mitra (Disguised Employment) Terhadap Hak Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Tenaga Medis Dan Tenaga Kesehatan.” Jurnal Manajemen Informasi Dan Administrasi Kesehatan 8, no. 2 (2025): 269–78. https://doi.org/doi.org/10.32585/jmiak.v8i2.7604.

Meilarovasari, Agustin, Fajar Rachmad Dwi Miarsa, and Dhofirul Yahya. “Legal Protection of Social Security BPJS Employment for Informal Workers.” Journal of Law, Politic and Humanities 5, no. 5 SE-Articles (July 2025): 3585–97. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i5.1911.

Nababan, Agung, Muhammad Junaidi, Kukuh Sudarmanto, and Zaenal Arifin. “Keabsahan Materi Muatan Terkait Uang Pesangon Dalam Peraturan Perundang-Undangan.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 314–30. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v5i1.4808.

Novanto, Arya Setya, and Ratna Herawati. “Efektivitas Undang-Undang Cipta Kerja Dalam Pembangunan Hukum Indonesia.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 401–11. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.5084.

Oktaviani, Rindy, Fitria Rakhmawati, and Anis Tri Sugiyarti. “Hubungan Kualitas Sumber Daya Manusia Dengan Kinerja Pegawai Non Medis Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024.” Jurnal Ilmiah Kesehatan 16, no. 2 (September 2024): 303–16. https://doi.org/10.37012/jik.v16i2.2325.

Pemerintah Pusat Indonesia. Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pub. L. No. 13 (2003).

———. Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pub. L. No. 17 (2023).

———. Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Pub. L. No. 6 (2023).

Pintabar, Andar Jimmy, Fitri Rafianti, and Yasmirah Mandasari Saragih. “Implementasi Sistem Pelayanan Kesehatan Terhadap Pemenuhan Hak Kesehatan Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 1 (2024): 475. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8996.

Pratiwi, Alya Sani, Endah Pujiastuti, and Zaenal Arifin. “Implikasi Bentuk Perjanjian Kerja Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Pada Usaha Mikro Dan Kecil.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (2024): 1–22. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.11030.

Qamar, Nurul, Muhammad Syarif, Dachran S. Busthami, M. Kamal Hidjaz, Aan Aswari, Hardianto Djanggih, and Farah Syah Rezah. Metode Penelitian Hukum (Legal Research Methods). CV. Social Politic Genius (SIGn), 2017.

Satria, Muhammad Kamarulzaman, and Hudi Yusuf. “Analisis Yuridis Kebaruan Perlindungan Tenaga Kerja Kesehatan Ditinjau Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.” Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara 1, no. 2 (2024): 2457–68.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat 2019. Depok: Rajawali Pers, 2019.

Soepomo, Iman. Hukum Perburuhan: Bidang Hubungan Kerja. Jakarta: Djambatan, 2018.

Downloads

Published

2026-03-20

Issue

Section

Articles

How to Cite

Narulita, S., Fatkhurohman Fatkhurohman, & Sugiharto, S. . (2026). Status Hubungan Kerja Tenaga Medis dan Kesehatan dalam Skema Kemitraan Fasilitas Kesehatan. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(2), 697-712. https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13167