Perbandingan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah antara Hukum Adat dan Hukum Positif

Authors

  • Siti Nur Wahida Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Zulfikar Putra Universitas Sembilanbelas November Kolaka
  • Farid Wajdi Universitas Sembilanbelas November Kolaka

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13159

Keywords:

Hukum Adat, Hukum Positif, Sengketa Tanah

Abstract

This study aims to analyze the mechanisms of land dispute resolution through the customary law of the Tolaki tribe and statutory law, as well as to compare the effectiveness of both in terms of legal certainty, costs, and the duration of the resolution process. The background of this study is based on the high potential for land disputes, which often lead to prolonged social conflicts, as well as the public’s confusion in choosing the appropriate resolution pathway. The research design employed is empirical legal research, where primary data was collected through interviews and observations, while secondary data was obtained from literature reviews using a descriptive-qualitative approach. Data analysis utilized the Miles and Huberman model, along with triangulation of sources and methods. The research findings indicate that the Tolaki tribe’s customary law, through deliberation symbolized by Kalosara, is more effective in terms of cost and time and maintains social harmony, whereas positive law provides formal legal certainty and strong enforceability but requires greater costs and time. It is concluded that both systems are complementary within the framework of legal pluralism. The novelty of this study lies in its empirical comparative analysis, which specifically compares the effectiveness of the two systems within a single framework of measurable indicators.

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa tanah melalui hukum adat suku Tolaki dan hukum positif serta membandingkan efektivitas keduanya ditinjau dari aspek kepastian hukum, biaya, dan lama waktu penyelesaian. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya potensi sengketa pertanahan yang sering menimbulkan konflik sosial berkepanjangan serta kebingungan masyarakat dalam memilih jalur penyelesaian yang tepat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, di mana data primer diambil melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diambil dari studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum adat suku Tolaki melalui musyawarah dengan simbol Kalosara lebih efektif dari segi biaya dan waktu serta menjaga keharmonisan sosial, sedangkan hukum positif memberikan kepastian hukum formal dan kekuatan eksekutorial yang tegas namun memerlukan biaya dan waktu lebih besar. Disimpulkan bahwa kedua sistem bersifat saling melengkapi dalam kerangka pluralisme hukum. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian komparatif empiris yang secara spesifik membandingkan efektivitas kedua sistem dalam satu kerangka indikator yang terukur.

References

Adila, Arina, and Sallie Alexandra. “Implementation of Customary Law in Land Dispute Resolution in Indigenous Law Communities.” Hakim Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial 3, no. 1 (2025): 993–1012. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/hakim.v3i1.2296.

Ahadirohman, Cesara Rinda. “Penyelesaian Sengketa Tanah Akibat Sertifikat Ganda Ditinjau Dari Aspek Hukum Dan Hak Asasi Manusia.” Universitas Darul Ulum Islamic Center Sudirman Guppi, 2024.

Alfariel, Enru Achmad, Farah Arthanevia Abidin, Mahendra Kartika Wardana, and Muhammad Aqil Alfatoni. “Pemahaman Dasar Dalam Hukum Adat.” Tarunalaw: Journal of Law and Syariah 03, no. 02 (2025): 142–59. https://doi.org/https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v3i02.464.

Alfayer, Yasin. “Nilai-Nilai Keislaman Yang Terkandung Dalam Budaya Kalosara Pada Suku Tolaki Di Desa Puday Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.” Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2024.

Anggriawan, Rianedo, Augie Pratama Wijaya, Akiruddin Ahmad, Syaiful Warman, and Ismed Batubara. “Upaya Pemerintah Dalam Penataan Hukum Terhadap Sengketa Kepemilikan Tanah Di Indonesia.” The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Volume 2, no. 4 (2024): 838–46. https://doi.org/https://doi.org/10.61579/future.v2i4.215.

Art, Stanley Muljadi, Muhammad Rangga Arya Putra, and Rachel Milafebina. “Regulasi Bukti Elektronik Sebagai Instrumen Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Rechtsvinding Oleh Hakim.” Jurnal Kewarganegaraan 8, no. 1 (2024): 690–702. https://doi.org/https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.6383.

Awaluddin, Kahar Lahae, and Ratnawati. “Peran Lembaga Adat Patowonua Dalam Menyelesaikan Sengketa Tanah Pada Masyarakat Tolaki-Mekongga.” Diversi Jurnal Hukum 7, no. 2 (2021): 301. https://doi.org/10.32503/diversi.v7i2.1744.

Damanik, Muhammad Irfan Luthfi, and Fauziah Lubis. “Arti Pentingnya Pembuktian Dalam Proses Penemuan Hukum Di Peradilan Perdata.” Judge: Jurnal Hukum 05, no. 02 (2024): 74–81. https://doi.org/https://doi.org/10.54209/judge.v5i02.568.

Erfan, Muhammad, Nor Fadillah, and Fitriah. “Hukum Adat Di Indonesia: Aspek, Teori, Dan Penerapan.” Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.47732/maqashiduna.v2i2.568.

Hidayah, Nur Putri. “Penolakan Rekonvensi: Keterkaitan Dengan Konvensi.” Jurnal Yudisial 17, no. 3 (2025): 312–29. https://doi.org/https://doi.org/10.29123/jy.v17i3.700.

Koimah, Sitti Mariyatul, Fitrah Febri Salam, and Nur Amalia Zahra. “Peran Tokoh Adat Dalam Sistem Sosial Dan Budaya Tolaki Di Tengah Tantangan Globalisasi.” JISBI:Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia 3, no. 2 (2025): 150–57. https://doi.org/https://doi.org/10.61476/tm4c1a77.

Manafe, Alexzandro D, Alfonsus Rodriguez P M Ropa, Erick E Davidson Djahamouw, Gabriela Putri Minami, Alexadros Mone, Alfonsius Andro G Tibo, and Stefanus Don Rade. “Sengketa Tanah Adat Dalam Perspektif Kearifan Lokal Di Desa Umakatahan Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 5 (2023): 389–95. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.10423351.

Maulana, Irfan, Fina Yulianingsih, Lailatul Fitria, and Diego Firdy Bramasta. “Sistem Perkawinan Dan Penyelesaian Sengketa Keluarga Dalam Hukum Adat Tolaki Di Sulawesi Tenggara.” Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa 1, no. 12 (2025): 2138–49. https://doi.org/https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i12.421.

Mukti, Dhimas Haris Anggara. “Kekuatan Mengikat Akta Perdamaian (Acte Van Dading) Yang Dibuat Di Luar Pengadilan Yang Isinya Berbeda Dengan Putusan Yang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap (In Kracht Van Gewijsde).” Jurnal Hukum & Pembangunan 53, no. 1 (2023). https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no1.1546.

Nabila, Seyli Shanahnaz, and Sulfa. “Fungsi Dan Makna Simbolik Kalosara Dalam Perkawinan Pada Masyarakat Suku Tolaki-Mekongga Di Desa Orawa Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora 19, no. 1 (2026): 96–104. https://doi.org/https://doi.org/10.57250/ajsh.v4i2.348.

Ngunjunau, Umbu L, Orpa J Nubatonis, and Chatryen M. Dju Bire. “Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah Adat Melalui Proses Pauhi Dan Pahamang Di Desa Rindi Praiyawang, Kabupaten Sumba Timur.” Artemis LawJournal, no. 2 (2025): 100–118. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.35508/alj.v3i1.21541.

Pratiwi, Berliant, Poppy Fitrijanti Soeparan, Widodo Wibisono, Program Studi, Ilmu Hukum, Kota Semarang, Program Studi, et al. “Peran Hukum Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Agraria Di Indonesia: Kajian Empiris Dengan Metode Komparatif.” Hakim – Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial 2, no. 4 (2024): 808–22. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/hakim.v2i4.2187.

Purnawan, Komang Widiana, and I Gusti Ngurah Dharma Laksana. “Eksistensi Awig-Awig Desa Adat Sebagai Pilihan Hukum (Choice Of Law) Dalam Kontrak Pariwisata Internasional Di Bali.” Jurnal Media Akademik (JMA) 4, no. 2 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.62281/823j7c43.

Putri, Sherenika. “Peran Hakim Dalam Menjamin Keseimbangan Hak Dan Kewajiban Para Pihak Dalam Proses Persidangan Perdata.” Sriwijaya Journal Of Private Law 1, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.28946/sjpl.v2i2.5255.

Rahmita, Dina, Muthi’ah, Iqbal Hardiansyah, Wahyu Setiawan Rambe, and Muhammad Alfarizi Lubis. “Analisis Komparatif Sistem Hukum Adat Dan Hukum Positif Dalam Harmonisasi Kebijakan Publik Di Indonesia.” Presidensial : Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik 2, no. 1 (2025): 107–20. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i1.456.

Saputri, Shinta Arjunita. “Sejarah Sengketa Tanah Pada Masyarakat Tolaki Kecamatan Baito.” Journal Idea Of History 06, no. 1 (2023): 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.33772/history.v6i1.2009.

Sihotang, Amri Panahatan, Zaenal Arifin, and Mac Thi Hoai Thuong. “The Philosophy and Essence of Customary Law in Southeast Asia : Comparative Law Between.” Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan 13, no. 1 (2025): 55–74. https://doi.org/https://jurnalius.ac.id/ojs/index.php/jurnalIUS/article/view/1647.

Urbanisasi, and Kesya Swietenia Maharani Imanto. “Kedaluwarsa Dalam Eksepsi Sebagai Alat Pembelaan Hukum Perkara Sengketa Perdata.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 13, no. 1 (2026): 24–28. https://doi.org/https://doi.org/10.31604/jips.v13i1.2026.24-28.

Widharu, Shasa Suta, and Sidik Sunaryo. “Keadilan Dalam Dimensi Pluralitas Hukum : Tantangan Dan Arah Reformasi Sistem Hukum Indonesia.” Innovative: Journal Of Social Science Research 5, no. 4 (2025): 12072–85. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20040.

Wulandari, Ratna, Dwi Arina Fahrun Nisa, Ulil Farrohah, and Rima Santi Melati. “Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Melalui Peradilan Adat Dan Jalur Hukum Positif.” Jurnal Sains Student Research 2, no. 6 (2024): 132–45. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.61722/jssr.v2i6.2944.

Downloads

Published

2026-04-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Siti Nur Wahida, Zulfikar Putra, & Farid Wajdi. (2026). Perbandingan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah antara Hukum Adat dan Hukum Positif. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(2), 1234-1252. https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.13159