RANCANG BANGUN COOLSTORAGE IKAN NELAYAN SKALA KECIL DENGAN THERMOELECTRIC BERBASIS ESP DAN TEKNOLOGI INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN FUZZY MAMDANI DAN TSUKAMOTO
DOI:
https://doi.org/10.26623/elektrika.v18i1.12383Keywords:
Coolstorage, Fuzzy, Thermoelectric, ESP32, IoTAbstract
Indonesia has a vast marine area, making it the main source of livelihood for fishermen through fishing. However, fresh fish is highly perishable, requiring effective storage methods to maintain its freshness. One of the problems faced by fishermen
is the limited storage time with ice cubes that melt quickly. To overcome this, a coolstorag system based on Thermoelectric Cooler (TEC) technology without harmful refrigerants was developed, which is able to maintain cold temperatures by absorbing heat. This system is equipped with Internet of Things (IoT) technology for real-time temperature monitoring using ESP32 and DS18B20 temperature sensors, which display data through LCD and web based interface. Based on the test, the combination of ice cubes with the help of TEC shows the best performance, able to reduce the temperature from 3°C to 0,13°C within 30 minutes and maintain it stably. The test results are high accuracy with an average error in temperature of 26%. In addition, the IoT monitoring performance is able to send data to the website with an average speed of 499ms per cycle. The use of fuzzy logic methods with Mamdani and Tsukamoto approaches shows different results, where Mamdani fuzzy is more responsive to temperature changes, while Tsukamoto fuzzy provides more stable temperature control. This system is designed to help smallscale fishermen maintain the quality of fish efficiently and environmentally friendly, so that the fish remains fresh to the hands of consumers.
Keywords: Coolstorage, Fuzzy, Thermoelectric, ESP32, IoT
ABSTRAK
Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, menjadikannya sumber utama penghidupan nelayan melalui penangkapan ikan. Namun, ikan segar sangat mudah rusak sehingga membutuhkan metode penyimpanan yang efektif untuk menjaga kesegarannya. Salah satu masalah yang dihadapi nelayan adalah keterbatasan waktu penyimpanan dengan es batu yang cepat mencair. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan sistem coolstorag berbasis teknologi Thermoelectric Cooler (TEC) tanpa refrigeran berbahaya, yang mampu mempertahankan suhu dingin dengan menyerap panas. sistem ini dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan suhu secara real-time menggunakan ESP32 dan sensor suhu DS18B20, yang menampilkan data melalui LCD dan antarmuka berbasis web. Berdasarkan pengujian, kombinasi es batu dengan bantuan TEC menunjukkan kinerja terbaik, mampu menurunkan suhu dari 3°C ke 0,13°C dalam waktu 30 menit dan mempertahankannya secara stabil. Hasil pengujian akurasi tinggi dengan rata – rata error pada suhu 26%. Selain itu performa monitoring IoT mampu mengirim data ke website dengan kecepatan rata-rata 499ms per siklus. Penggunaan metode logika fuzzy dengan pendekatan Mamdani dan Tsukamoto menunjukkan hasil yang berbeda, di mana fuzzy Mamdani lebih responsif terhadap perubahan suhu, sedangkan fuzzy Tsukamoto memberikan kontrol suhu yang lebih stabil. Sistem ini dirancang untuk membantu nelayan skala kecil menjaga kualitas ikan secara efisien dan ramah lingkungan, sehingga ikan tetap segar hingga ke tangan konsumen.
References
[1] M. S. Maleiku, “Hasil Laut dan Kehidupan Nelayan Pulau Pura Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur,” Jurnal Kajian Sosial dan Budaya, vol. 6, no. 2, hal. 55–62, 2022.
[2] N. Manggopa, J. A. Andaki, L. K. Rarung, S. Suhaeni, dan S. V Rantung, “Persepsi Anak Nelayan terhadap Usaha Nelayan Tradisional di Desa Bolangitang Kecamatan Bolangitang Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara,” Akulturasi: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan, vol. 10, no. 1, hal. 185–193, 2022.
[3] Y. M. T. N. Apituley, L. M. Soukotta, dan M. Wattimury, “Penetapan Harga Jual Ikan Segar Dikota Ambon,” BALOBE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 2, hal. 60–66, 2023, doi: 10.30598/balobe.2.2.60-66.
[4] G. B. Pratama, Teknologi Penyimpanan Dingin Dan Pengaruhnya Pada Kualitas Ikan. 2024.
[5] R. Lacapa, U. Tangke, dan I. W. Laitupa, “Studi Kemunduran Mutu Ikan Dasar Hasil Tangkapan Gill Net pada Suhu Ruang dan Penyimpanan Dingin,” Jurnal Sains, Sosial dan Humaniora (JSSH), vol. 1, no. 2, hal. 14–25, 2021.
[6] R. Ufie dan R. R. Lekatompessy, “Kaji Kapasitas Pendinginan Ikan Dengan Menggunakan Es Dalam Kemasan Plastik,” ALE Proceeding, vol. 2, no. April, hal. 243–247, 2021, doi: 10.30598/ale.2.2019.243-247.
[7] H. Sunarsono dan S. Ardo Wibowo, “Perancangan Storage box Sebagai Media Penyimpanan Ikan Untuk Nelayan Tradisional,” vol. 20, no. 1, hal. 218–224, 2022.
[8] R. Yudianto dan A. Yudhana, “Sistem Pemantau Suhu Cooler Box Berbasis Telemetri Dengan Thermoelectric Cooler Sebagai Bakteriostatik Pada Ikan,” Jurnal ELTIKOM, vol. 6, no. 2, hal. 126–139, 2022, doi: 10.31961/eltikom.v6i2.551.
[9] J. Panji dan W. Supanto, “Rancang Bangun Coolstorage Untuk Pengawetan Ikan,” 2020. .
[10] A. Supriyanto, A. K. Nugroho, dan S. Heranurweni, “Desain Telemedicine Asam Urat Berbasis Internet of Things (IoT),” Elektrika, vol. 15, no. 1, hal. 39–44, 2023.
[11] N. Hidayati, K. Kasini, dan A. Permata, “Penerapan Sistem Inferensi Fuzzy untuk Menentukan Jumlah Pembelian Produk Berdasarkan Data Persediaan dan Penjualan dengan Menggunakan Metode Mamdani (Studi: Kasus RM Habibi,” Jurnal Teknik Industri Terintegritasi (JUTIN), vol. 7, no. 3, hal. 1835–1842, 2024.
[12] M. Basyir, A. Finawan, dan Z. Zamzami, “Analisa Penyebaran Covid-19 dengan Menggunakan Fuzzy Logic,” Prosiding Seminar, vol. 4, no. 1, 2020.
[13] S. Maryam, E. Bu’ulolo, dan E. Hatmi, “Penerapan Metode Fuzzy Mamdai dan Fuzzy Tsukamoto dalam Menetukan Harga Mobil Bekas,” Journal of Informatics, Electrical and Electronics Engineering, vol. 1, no. 1, hal. 10–14, 2021.
[14] S. Widaningsih, “Analisis Perbandingan Metode Fuzzy Tsukamoto, Mamdani dan Sugeno dalam Pengambilan Keputusan Penentuan Jumlah Distribusi Raskin di Bulog Sub. Divisi Regional (Divre) Cianjur,” Infoman’s, vol. 11, no. 1, hal. 51–65, 2017, doi: 10.33481/infomans.v11i1.21.
[15] I. Ummah, N. Yannuansa, dan I. Mufarrihah, “Pengaruh Penentuan Domain, Fungsi Keanggotaan Dan Rule Dalam Membangun Sistem Fuzzy,” Jurnal Tecnoscienza, vol. 6, no. 1, hal. 165–175, 2021, doi: 10.51158/tecnoscienza.v6i1.607.
[16] S. Basriati, M.Sc dan E. Safitri, M.Mat, “Penerapan Metode Fuzzy Tsukamoto dalam Menentukan Jumlah Produksi Tahu,” Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, vol. 18, no. 1, hal. 120, 2021, doi: 10.24014/sitekin.v18i1.11022.
[17] R. F. Ramadhan dan R. Mukhaiyar, “Penggunaan Database Mysql dengan Interface PhpMyAdmin sebagai Pengontrolan Smarthome Berbasis Raspberry Pi,” JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia, vol. 1, no. 2, hal. 129–134, 2020, doi: 10.24036/jtein.v1i2.55.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elektrika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish this journal agree to the following terms:
The author owns the copyright and grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License which allows others to share the work with recognition of the authorship of the work and initial publication in the journal.
Authors may enter into separate additional contractual agreements for non-exclusive distribution of the published journal version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), in recognition of its initial publication in this journal.
Authors are allowed and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their websites) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published works (See The Effects of Open Access).

This work is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License.









