Telemedicine dan Transformasi Digital Kesehatan Global 1999–2025

Authors

  • Fredericho Mego Sundoro Universitas Negeri Semarang https://orcid.org/0009-0006-9420-7687
  • Adinda Wulan Ayu Saputri Universitas Negeri Semarang
  • Sumayyah Universitas Negeri Semarang
  • Linggar Pradista Kuncoro Universitas Negeri Semarang
  • Yeskiel Christian Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/slsi.v23i4.13058

Abstract

Peningkatan jumlah startup teknologi, khususnya di bidang industri kesehatan (healthtech), terjadi sejak pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Menyebabkan terjadinya perubahan teknologi di bidang kesehatan, salah satunya adalah pengobatan jarak jauh atau sering disebut Telemedicine.  Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi elektronik digunakan secara maksimal melalui telemedicine. Pada dasarnya, telemedicine memudahkan pelayanan kesehatan ketika jarak fisik antara pasien dengan penyedia layanan kesehatan. Tren positif terus berkembang tidak hanya pada telemedicine namun juga layanan apotek dan edukasi kesehatan secara daring. Sehingga penting untuk melihat kontribusi telemedicine terhadap infrastruktur kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren terkait telemedicine secara global. Analisis bibliometrik digunakan untuk mengukur penggunaan kata “telemedicine” yang tertulis dalam judul artikel, abstrak dan kata kunci. Pengumpulan data menggunakan basis data Scopus yang secara keseluruhan mencapai 2.550 dokumen dan dipublikasikan sejak tahun 1999 hingga tahun 2025. Setelah diolah melalui aplikasi R Studio, menujukkan dokumen-dokumen tersebut melibatkan 6.109 penulis dengan 284 di antaranya sebagai penulis tunggal. Hasil olah data melalui R Studio menunjukkan peningkatan jumlah penelitian tentang telemedicine dari tahun 1999 hingga 2025. Selanjutnya 2.550 dokumen tersebut dibagi berdasarkan asal negara, apabila dihitung berdasarkan jumlah kutipan maka negara China menduduki peringkat teratas dengan 7.464 kutipan disusul Amerika Serikat dengan 1.904 kutipan dan Inggris sejumlah 1.372 kutipan. Hasil analisis pemetaan menggunakan Vos Viewer menunjukkan hubungan kata “telemedicine” dengan beberapa kata lain seperti “quality of life” dan “digital health” meningkat pesat di tahun 2023. Hal ini menandakan  telemedicine berhubungan dengan kualitas kehidupan dan layanan kesehatan berbasis digital.

References

Alodokter. (2023). Telemedicine dan Peranannya di Era Kesehatan Digital. Diakses dari https://www.alodokter.com

Anandari, D., Kurniawan, A., & Gamelia, E. (2025). Enablers and barriers of telemedicine in Indonesia: A systematic review. Public Health Nursing, 42(4), 1575–1584. https://doi.org/10.1111/phn.13552

Andiani, A. F., Putra, B. T. W., & Khoiri, A. (2022). Future of Telemedicine in Indonesia During COVID-19 Pandemic Era: A Literature Review. Health Technology Assessment in Action, 6(2).

Darmawan, A., & Widyanti, R. (2024). Telemedicine di Indonesia: Tantangan dan peluang pascapandemi. Jurnal Kesehatan Digital, 12(2), 45–58.

Darmawan, I., & Widyanti, A. (2024). Pengembangan model penerimaan telemedicine di Indonesia dengan mempertimbangkan faktor kepercayaan dan kegunaan bagi pasien yang mengisolasi diri. E3S Web of Conferences, 484, 01026. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202448401026

Halodoc. (2023). Tren Penggunaan Layanan Telemedicine di Indonesia Pasca Pandemi. Diakses dari https://www.halodoc.com

Indonesia Healthtech Report. (2023). The Growth of Health Technology Startups in Indonesia 2020–2023. Jakarta: East Ventures & Katadata Insight Center.

Irfan, A., Ramadhan, D., & Yuliana, P. (2024). Building a medical large language model for Indonesia: Automatic transcription and summarization in telemedicine.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Transformasi Digital Kesehatan di Indonesia: Peta Jalan Menuju 2024. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

KlikDokter. (2023). Perkembangan Telemedicine di Indonesia. Diakses dari https://www.klikdokter.com

Kurniawan, R., & Hidayat, T. (2023). Faktor-faktor adopsi telemedicine di Indonesia menggunakan pendekatan TAM dan UTAUT2. Jurnal Sistem Informasi, 19(2), 145–156. https://doi.org/10.24002/jsi.v19i2.7314

Liang, T. P., & Xue, Y. (2022). Understanding the sustainability of telemedicine after COVID-19: An integrated model. Telemedicine and e-Health, 28(10), 1423–1433. https://doi.org/10.1089/tmj.2021.0405

Nasution, A. R., & Nugroho, A. (2021). Perkembangan layanan telehealth di Indonesia pasca-pandemi: Analisis kesiapan infrastruktur digital. Jurnal Teknologi dan Kesehatan, 19(3), 203–212.

Nugraheni, W. P., Rachmawati, T., Susianti, N., Yulianti, A., Kusnali, A., Nuraini, S., & Idris, H. (2024). A decade of telehealth implementation for promotive and preventive care in Indonesia: A scoping review. Asian Journal of Social Health and Behavior, 7(3), 123–133. https://doi.org/10.4103/shb.shb_160_24

Pramudita, E., Achmadi, H., & Nurhaida, H. (2023). Determinan perilaku terhadap layanan telemedicine di kalangan Gen-Z dan Milenial Indonesia: Studi PLS–SEM pada aplikasi Alodokter. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 12(1). https://doi.org/10.1186/s13731-023-00336-6

Prasetyo, I., Sundoro, F. M., Aini, F. A. N., Anjarwani, F., Fajriyah, S. A., Achyani, R. F., & Nikmah, N. (2025). Menelusuri evolusi penelitian Quantitative Easing: Analisis bibliometrik atas respons terhadap krisis global. Solusi, 23(3).

Putra, D. A., & Sari, N. P. (2022). Telemedicine adoption in Indonesia during COVID-19: Challenges and opportunities. Asian Journal of Public Health Research, 4(2), 102–112. https://doi.org/10.11591/ajphr.v4i2.19540

R Studio Team. (2023). Bibliometrix: Comprehensive Science Mapping Analysis in R. Boston, MA: R Foundation.

Rahman, F. F., Johan, H., Noorbaya, S., Khatimah, K., & Darsono, S. N. A. C. (2023). Perspektif Indonesia tentang telemedis: Kekuatan dukungan sosial, akses, dan penggunaan internet kegunaan telehealth di tengah COVID-19. Universal Journal of Public Health, 11(6), 852–860. https://doi.org/10.13189/ujph.2023.110609

Setiawan, A., & Mahardika, D. (2024). Evaluating patient trust and satisfaction in telemedicine: Evidence from Indonesian healthcare startups. Journal of Health Informatics in Developing Countries, 18(1), 1–12.

Sholihah, M., Ardana, Z. C., & Mitake, Y. (2024). Kebangkitan layanan telemedis di Indonesia: Faktor-faktor apa yang menentukan niat pembelian ulang pelanggan? E3S Web of Conferences, 517, 14005. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202451714005

Sulistiyono, A., Budiyanti, R. T., & Sriatmi, S. (2019). Kerangka regulasi telemedis di Indonesia. Eubios Journal of Asian and International Bioethics, 29(4).

Sundoro, F. M., Indriyani, N., Rahmaini, A., Setianingsih, R. D., Sejati, A. P., & Istiqomah, Y. Z. N. (2025). Penerapan inflation targeting di Indonesia dalam analisis bibliometrik. SOLUSI: Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi, 23(1), 126–140. https://doi.org/10.26623/slsi.v23i1.11213

Suwadi, B., Nurcahyo, D., & Lestari, R. (2024). Telemedicine sebagai strategi ketahanan sistem kesehatan pascapandemi COVID-19. Jurnal Teknologi Kesehatan, 10(1), 12–25.

Suwadi, P., Pujiyono, P., Ayuningtyas, P. W., Septiningrum, S. Y., & Manthovani, R. (2024). Perbandingan hukum penggunaan telemedis antara Indonesia dan Amerika Serikat. International Journal of Human Rights in Healthcare, 17(3), 315–329. https://doi.org/10.1108/IJHRH-04-2022-0032

ThinkWell Global. (2025). Telemedicine in Indonesia: Policy gaps and future direction. ThinkWell Report. https://thinkwell.global

Tori, A. D., Wardana, L. M. P., Rosyadah, R. F., Yundra, K. T. T., Makmur, C., Pohan, H. I., & Kerta, J. M. (2024). Model modifikasi UTAUT untuk analisis pengalaman pengguna aplikasi telemedis di Indonesia. Proceedings of the 3rd International Conference on Digital Transformation and Application (ICDXA 2024), 33–38. https://doi.org/10.1109/ICDXA61007.2024.10470732

Tori, S., Wijaya, M., & Puspasari, H. (2024). Mapping the evolution of telemedicine research during the COVID-19 era: A bibliometric analysis. International Journal of Health Informatics, 15(3), 210–230.

Van Eck, N. J., & Waltman, L. (2020). VOSviewer Manual: Visualizing Scientific Landscapes. Leiden: Centre for Science and Technology Studies, Leiden University.

Wijaya, J. H., Octavius, G. S., & Hwei, L. R. Y. (2022). A literature review of telemedicine in Indonesia: Past, present, and future prospects. Indonesian Journal of Health Administration, 10(2), 261–272. https://doi.org/10.20473/jaki.v10i2.2022.261-272

World Health Organization (WHO). (2022). Global strategy on digital health 2020–2025. Geneva: WHO Press. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/9789240020924

World Health Organization. (2021). Telemedicine: Opportunities and Developments in Member States. Geneva: WHO Press.

Wulandari, M., & Handayani, P. W. (2023). Determinants of user satisfaction in telemedicine services in Indonesia: A post-pandemic perspective. BMC Health Services Research, 23(1), 245. https://doi.org/10.1186/s12913-023-09120-y

Zhou, X., Li, J., & Zhao, S. (2023). Trends and global research patterns of telemedicine: A bibliometric analysis. Journal of Medical Internet Research, 25(4), e45123. https://doi.org/10.2196/45123

Zhou, X., Snoswell, C. L., Harding, L. E., & Smith, A. C. (2020). The role of telehealth in reducing the mental health burden from COVID-19. Telemedicine and e-Health, 26(4), 377–379. https://doi.org/10.1089/tmj.2020.0068

Zulkifli, H., Budi, H., Hardayu, A. P., & Sagena, U. (2023). Analisis bibliometrik transformasi digital dalam fungsional bisnis: Tinjauan komprehensif atas penelitian dan pendekatan strategis. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science, 2(3), 249–259. https://wnj.westscience-press.com/index.php/jbmws

Downloads

Published

2025-11-16

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sundoro, F. M., Adinda Wulan Ayu Saputri, Sumayyah, Linggar Pradista Kuncoro, & Yeskiel Christian. (2025). Telemedicine dan Transformasi Digital Kesehatan Global 1999–2025. Solusi, 23(4). https://doi.org/10.26623/slsi.v23i4.13058