Penerapan Teknologi Fermentasi Feses Domba Menjadi Pupuk Organik Cair di KTT Wates, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang

Authors

  • Abdullah Rasyid Universitas Tidar
  • Wisnu Satrio Amaanulaah Akmal Universitas Tidar
  • Lailani Amalia Universitas Tidar
  • Nofithania Syawalaila Ayusandrina Universitas Tidar
  • Wakhidatul Arifah Universitas Tidar
  • Sulistyowati Universitas Tidar
  • Khusna Zulfatul Arifah Universitas Tidar
  • Muhammad Herfa Setiawan Universitas Tidar
  • Galang Adri Saputra Universitas Tidar
  • Verdhi Adnan Qur Rachim Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.26623/jp.v3i1.12667

Keywords:

Fertiliser, Faeces, Fermentation

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) is the result of the fermentation of organic materials, such as livestock and agricultural waste, which contains nutrients and is easily absorbed by plants. One of the advantages of POC is its ability to improve soil fertility without causing negative impacts, as often caused by inorganic fertilisers. Departing from the low utilisation of livestock waste, especially sheep faeces, and the high dependence of farmers on chemical fertilisers in Jambewangi Village, this service activity was carried out to overcome these problems. The activity was carried out in Wates Hamlet, Jambewangi Village, Pakis District, Magelang Regency, in July 2024. The activity methods included counselling, demonstration of making sheep faeces-based POC, and ongoing assistance. The results showed a significant increase in participants' knowledge of POC, from 5-35% to 80-100% after the activity. This activity provides new insights for the community in managing livestock waste into high-value products, and encourages the creation of environmentally friendly, sustainable agriculture.

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan hasil olahan fermentasi bahan organik, seperti limbah peternakan dan pertanian, yang mengandung unsur hara dan mudah diserap oleh tanaman. Salah satu keunggulan POC adalah kemampuannya dalam meningkatkan kesuburan tanah tanpa menyebabkan dampak negatif seperti yang kerap ditimbulkan oleh pupuk anorganik. Berangkat dari masih rendahnya pemanfaatan limbah peternakan, khususnya feses domba, serta tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia di Desa Jambewangi, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Wates, Desa Jambewangi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, pada bulan Juli 2024. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan POC berbasis feses domba, serta pendampingan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap POC secara signifikan, yaitu dari kisaran 5–35% menjadi 80–100% setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam mengelola limbah peternakan menjadi produk bernilai guna tinggi, serta mendorong terciptanya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.

References

Ayu, R. D. (2024). 10 Contoh Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui dan Manfaatnya. Tempo. Available at: tempo.co/lingkungan/10-contoh-sumber-daya-alam-yang-tidak-dapat-diperbaharui-dan-manfaatnya-1166368, diakses tanggal 29 Juli 2025.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang. (2022). Kecamatan Pakis Dalam Angka: Pakis Subdistrict in Figures 2022. BPS Kabupaten Magelang. Jawa Tengah.

Darmawan, D. A., Ansori, & Khori S. (2023). Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar daun kelor. Jurnal Pangabdhi, 9(1): 64-69.

Dwisvimiar, I., Kusumaningsih, R. & Efriyanto. (2023). Pembuatan Pupuk organik cair (POC). Jurnal Ilmiah Pengabdian Dan Inovasi, 1(4): 679-690.

Gunawan, K., Wiryanata, I. W. G., Sutama, G. R., Gunawan, K. D. H. (2024). Empowerment of KTT Wana Sari Mekar in green economy-based product entrepreneurship through organic fertilizer. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5(2): 76-84.

Halawa, E. P. (2024). Peningkatan Kualitas Tanah dengan Pupuk Organik: Dampak pada Produktivitas Tanaman. Literacy Notes, 2(1): 1-7.

Herdiyanto, D. & Setiawan, A. (2015). Upaya peningkatan kualitas tanah melalui sosialisasi pupuk hayati, pupuk organik, dan olah tanah konservasi di Desa Sukamanah dan Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 4(1): 47-53.

Resthu, M., Jamilah, M. & Zulwanis. (2023). Pengaruh pemberian kotoran domba dengan berbagai level terhadap pertumbuhan rumput kolonjono (Brachiaria mutica). Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan, 11(2): 65-69.

Sulistyaningsih C. R. (2020). Pemanfaatan limbah sayuran, buah, dan kotoran hewan menjadi pupuk organik cair (POC) di kelompok tani Rukun Makaryo, Mojogedang Karanganyar. Jurnal Surya Masyarakat. 3(1): 22‒31.

Tyasmoro, S. Y. (2023). Pertanian Organik: Penerapan Pupuk Organik Menuju Pertanian Berkelanjutan. Cetakan Pertama. UB Press. Jawa Timur.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles