Rekonstruksi Kewenangan Mahkamah Konstitusi melalui Constitutional Complaint di Indonesia 9 3

Authors

  • Micho Algif Fahri Andalas University image/svg+xml
  • Yuliandri Yuliandri
  • Khairul Fahmi

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.15821

Keywords:

Constitutional Complaint, Mahkamah Konstitusi, Perlindungan Hak Konstitusional

Abstract

This study examines the reconstruction of the Constitutional Court’s jurisdiction through the implementation of a constitutional complaint as a mechanism for protecting citizens’ constitutional rights. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. The legal materials comprise the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, statutory and regulatory instruments, Constitutional Court decisions, as well as the constitutions and relevant regulations of Germany, South Korea, and South Africa, supplemented by books, scholarly journals, and previous studies. The findings demonstrate that Indonesia’s constitutional rights protection framework continues to face a constitutional protection gap, as Judicial review is limited to statutory norms, while violations of constitutional rights arising from concrete acts or omissions of state organs lack an effective constitutional mechanism for redress. This study finds that such a reconstruction can be achieved by conferring constitutional complaint jurisdiction upon the Constitutional Court, expanding the standing of eligible applicants and the scope of complaints to encompass concrete acts or omissions of state organs, while adopting an adjudicative model comparable to the resolution of impeachment proceedings, supported by the principles of exhaustion of legal remedies, admissibility test, and constitutional remedy. Such jurisdiction can be established through an amendment to the Constitutional Court Law. This model would strengthen the protection of citizens’ constitutional rights while preserving the system of checks and balances under the supremacy of the Constitution.

 

Penelitian ini menganalisis rekonstruksi kewenangan Mahkamah Konstitusi melalui penerapan constitutional complaint sebagai mekanisme perlindungan hak konstitusional warga negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Bahan hukum terdiri atas UUD NRI 1945, peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta konstitusi dan regulasi Jerman, Korea Selatan, dan Afrika Selatan, yang dilengkapi buku, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme perlindungan hak konstitusional di Indonesia masih mengalami constitutional protection gap karena Judicial review hanya menjangkau norma undang-undang, sedangkan pelanggaran hak akibat tindakan konkret organ negara belum memperoleh mekanisme pemulihan konstitusional yang efektif. Penelitian ini menemukan bahwa rekonstruksi dapat dilakukan melalui pemberian kewenangan constitutional complaint dengan memperluas subjek pemohon dan objek pengaduan terhadap tindakan konkret organ negara dengan mengadopsi model penyelesaian perkara impeachment, disertai prinsip exhaustion of legal remedies, admissibility test, dan constitutional remedy. Pemberian kewenangan tersebut dapat dilakukan melalui revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi. Model ini memperkuat perlindungan hak konstitusional warga negara sekaligus menjaga checks and balances di bawah supremasi konstitusi.

References

Aditama, I Made Kresna Sanjaya, Made Sugi Hartono, and Dewa Bagus Sanjaya. “Pembaruan Hukum Pidana Sebagai Jalan Menuju Keadilan Yang Humanis.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Volume 4, no. Nomor 3 (2026): 2666–74. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5662.

Anjarsari, Lulu. “ICCIS Ke-7: Berbagi Pengalaman Menerapkan Pengaduan Konstitusional Di Berbagai Negara.” Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2025.

Atqiya, Ashfiya Nur, Ahmad Muhammad Mustain Nasoha, Erlina Hendratama Putri, Najwa Mudya Prameswati, and Sri Indah Dian Purnamasari. “Perlindungan Hak Warga Negara Dalam Negara Demokrasi : Perspektif Konstitusional Dan Hak Asasi Manusia.” Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegaraan Indonesia Volume 2, no. Nomor 2 (2025): 174–86. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.352.

Damayanti, Marliana. “Mengenal Konsep Pemidanaan Restorative Justice Dan Rehabilitative Di Indonesia Dari Pendekatan Historis.” Kementerian Keuangan, 2025. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-sumseljambibabel/baca-artikel/18009/MENGENAL-KONSEP-PEMIDANAAN-RESTORATIVE-JUSTICE-DAN-REHABILITATIVE-JUSTICE-DI-INDONESIA-DARI-PENDEKATAN-HISTORIS.html.

Dasuha, Deniro Fadjar Fachriza Purba, and Budiman Sinaga. “Rekonstruksi Kebijakan Penerapan Restorative Justice Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan Ringan Untuk Mewujudkan Keadilan Restoratif Di Indonesia.” Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora Volume 6, no. Nomor 1 (2026): 1–10. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3216.

Endita, Sazkia Putri, Arya Dwi Bramantio, Monica Sandani, Zeta Angelina Madius, and Suci Ramadhani. “Implementasi Konvensi Internasional Tentang Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia.” Jurnal Kajian Hukum Dan Pendidikan Kewarganegaraan 3, no. 1 (2024): 334–41.

Fahmi, Khairul. Pemilihan Umum & Kedaulatan Rakyat. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011.

Hadi, Sholikul. “Kedudukan Permohonan Dalam Pengujian Undang-Undang.” UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, 2021. https://fsyariah.uinkhas.ac.id/berita/detail/kedudukan-permohonan-dalam-pengujian-undang-undang.

Hafendi, Doni, and Wilma Silalahi. “Diskresi Sebagai Instrumen Penegakan Hukum: Kajian Terhadap Kewenangan Kepolisian Berdasarkan UU Kepolisian.” Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis Volume 5, no. Nomor 12 (2024): 1–24.

Hartati, Widya, Sandi Ary Wijaya, and Salmi Yuniar Bahri. “Pertanggungjawaban Hukum Pejabat Administrasi Negara Terhadap Keputusan Tata Usaha Negara Yang Dibatalkan Oleh Pengadilan Tata Usaha Negara.” Parlementer: Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik Volume 1, no. Nomor 4 (2024): 193–200. https://doi.org/10.62383/parlementer.v1i4.368.

Huda, Ni’matul, Dian Kus Pratiwi, Muhammad Addi Fauzani, Retno Widiastuti, Yuniar Riska Hakiki, Mafdan Maftukha Assyatuti, and Rahmadina Bella Mahmuda. Naskah Kajian: Gagasan Kewenangan Pengaduan Konstitusional Dan Desain Kelembagaannya Di Mahkamah Konstitusi. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 2025.

Isharyanto. Fasilitasi Legislasi Dalam Penguatan Perlindungan Sosial (Otonomi Daerah Dan Desentralisasi). Jakarta: Moeka Publishing, 2020.

Ismaidar, Muliyani, Lucas Butar Butar, Cilcia Pratiwi, and Dinda Rahayu Harahap. “Restitusi Dalam Hukum Perdata Indonesia: Konsep, Dasar Hukum, Dan Implementasinya Dalam Penyelesaian Sengketa.” Jurnal Kebijakan Reformasi Hukum Volume 9, no. Nomor 12 (2025): 32–36. https://doi.org/10.53697/iso.v6i1.3216.

Kenedi, John. “Dinamika Politik Hukum (Upaya Check and Balances Kekuasaan Kehakiman).” Al Imarah Jurnal Pemerintahan Dan Politik Islam, 2016, 1–13.

Kennedy, Alexander. “Perbuatan Melawan Hukum Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Hak Subjektif.” Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN) Vol. 3, no. No. 4 (2025): 1–8. https://doi.org/10.61292/eljbn.287.

Komnas HAM Republik Indonesia. Standar Norma Dan Pengaturan Tentang Hak Untuk Bebas Dari Penyiksaan, Perlakuan Atau Penghukuman Yang Kejam, Tidak Manusiawi Atau Merendahkan Martabat Manusia. Jakarta: Komnas HAM RI, 2022.

Kurdi, Dio Ashar, and Teuku Ahmad Dadek. “Pertanggungjawaban Negara Atas Perbuatan Melawan Hukum Oleh Pejabat Pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad) Dalam Sistem Hukum Administrasi Indonesia.” Unes Journal of Swara Justitia Volume 10, no. Nomor 1 (2026): 55–67. https://doi.org/10.31933/4e5mf116.

Kurniawan, M. Ilham, Prigel Aditama, Chichi Savitri, Annisa Tri Anggita, and Pipi Susanti. “Menggagas Constitutional complaint Sebagai Kewenangan Mahkamah Konstitusi Untuk Memperkuat Hak-Hak Konstitusional.” Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan 15, no. 10 (2025): 1–17. https://doi.org/10.6679/rx54ax41.

Kurniawati, Dian, and Elva Imeldatur Rohmah. “Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Penguatan Prinsip Check and Balances Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara Vol. 5, no. No. 2 (2024): 183–207. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v5i2.158.

Lailam, Tanto, Putri Anggia, and Irwansyah. “The Proposal of Constitutional Complaint for the Indonesian Constitutional Court.” Jurnal Konstitusi 19, no. 3 (2022): 695–719. https://doi.org/10.31078/jk1939.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. “FGD FH UII : Urgensi, Relevansi, Dan Mekanisme Kewenangan Pengaduan Konstitusional.” Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2025. https://www.mkri.id/berita/fgd-fh-uii-:-urgensi,-relevansi,-dan-mekanisme-kewenangan-pengaduan-konstitusional--24187.

———. Laporan Kinerja Mahkamah Konstitusi Tahun 2024. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, dan Pengelolaan Putusan, 2025.

———. “Pembentukan Undang-Undang Utamakan Perlindungan Hak Dan Kewajiban Rakyat Indonesia.” Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2025. https://www.mkri.id/berita/pembentukan-undang-undang-utamakan-perlindungan-hak-dan-kewajiban-rakyat-indonesia-24176.

———. “Putusan Nomor 103/PUU-XX/2022.” Jakarta: Mahkamah Konstitusi RI, 2022.

———. “Putusan Nomor 129/PUU-XXIII/2025.” Jakarta: Mahkamah Konstitusi RI, 2025.

———. “Risalah Sidang Permohonan Nomor 144/PUU-XXIV/2026.” Jakarta, 2026.

Mohamad, Muzakir Syah S. “Hak Dan Kewajiban Warga Negara Dalam Negara Hukum: Dilema Implementasi Dan Reformasi Hukum Di Indonesia.” Judge : Jurnal Hukum Volume 06, no. Number 03 (2025): 699–711. https://doi.org/10.54209/judge.v6i03.1485.

MP, Muhammad Rezky Pahlawan, and Wafa Nihayati Inayah. “Constitutional complaint Dalam Rekonseptualisasi Kewenangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.” Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 10 (2025): 1–19.

National Assembly of the Republic of Korea. 대한민국헌법, Pub. L. No. Constitution No. 1 (1948).

Nugraha, Wisnu. “Fungsi Legislasi Menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (Studi Kasus Badan Legislasi DPR RI Periode 2004-2009).” Binamulia Hukum Vol. 7, no. No. 2 (2018): 157–68. https://doi.org/10.37893/jbh.v7i2.30.

Palguna, I Dewa Gede. Pengaduan Konstitusional (Constitutional Complaint): Upaya Hukum Terhadap Pelanggaran Hak-Hak Konstitusional Warga Negara. Jakarta: Sinar Grafika, 2013.

Pamungkas, Ryan Fachryan Lesmana Putra & Nandang. “Kedudukan Constitutional complaint Dalam Mahkamah Konstitusional.” Journal of Dual Legal Systems Vol. 2, no. No. 1 (2025): 25–45.

Parlamentarischer Rat. Grundgesetz für die Bundesrepublik Deutschland (1949).

Parliament of the Republic of South Africa. Constitution of the Republic of South Africa Second Amendment Act, 2001, Pub. L. No. Act No. 61 of 2001 (2001).

RAji, Pahrur. “Konteks Dan Pemahaman Umum Tentang Kedudukan Dan Peran Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Di Pengadilan.” Mahkamah Agung RI, 2022. https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/drs-h-pahrur-raji-m-hi.

Republik Indonesia. Penjelasan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Pub. L. No. UU No. 7 Tahun 2017 (2017).

———. Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 dan Amandemen (2002).

———. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pub. L. No. UU No. 1 Tahun 2023 (2023).

———. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, Pub. L. No. UU No. 11 Tahun 2005 (2005).

———. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights, Pub. L. No. UU No. 12 Tahun 2005 (2005).

———. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, Pub. L. No. UU No. 24 Tahun 2003 (2003).

———. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Pub. L. No. UU No. 30 Tahun 2014 (2014).

———. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Pub. L. No. 48 (2009).

Sahbani, Agus. “MK Tak Berwenang Nilai Yurisprudensi MA.” Hukum Online.Com, 2012. https://www.hukumonline.com/berita/a/mk-tak-berwenang-nilai-yurisprudensi-ma lt4f61dd18cab4a/.

Salim, H.S. Konsep-Konsep Hukum Dalam Sistem Hukum Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.

Subechi, Imam. “Mewujudkan Negara Hukum Indonesia.” Jurnal Hukum Dan Peradilan Volume 1, no. Nomor 3 (2012): 339–58.

Subiyanto, Achmad Edi. “Perlindungan Hak Konstitusional Melalui Pengaduan Konstitusional.” Jurnal Konstitusi 8, no. 5 (2011): 707–31. https://doi.org/10.31078/jk854.

Wahyuni, Willa. “Hak Konstitusional Warga Negara.” Hukum Online.com, 2023. https://www.hukumonline.com/berita/a/hak-konstitusional-warga-negara-lt640908f758dd9/.

Yusmiati, Imamulhadi, and Supraba Sekarwati. “Pembinaan Terhadap Pelanggar Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009.” LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan Tata Ruang Dan Agraria 2, no. 2 (2023): 189–214. https://doi.org/10.23920/litra.v2i2.1266.

Downloads

Published

2026-10-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Micho Algif Fahri, Yuliandri Yuliandri, & Khairul Fahmi. (2026). Rekonstruksi Kewenangan Mahkamah Konstitusi melalui Constitutional Complaint di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(4), 2666-2688. https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.15821