Mens Rea dan Diferensiasi Kesalahan dalam Pertanggungjawaban Pidana KUHP Nasional 35 21
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.15473Keywords:
Culpa, Dolus, KUHP Nasional, Mens Rea, Pertanggungjawaban PidanaAbstract
This study aims to analyze the construction of mens rea regulation and to explain the urgency of distinguishing intention (dolus) and negligence (culpa) as the basis of criminal liability under Law Number 1 of 2023 concerning the Indonesian Criminal Code. The study is motivated by the enactment of the National Criminal Code, which explicitly regulates fault in Articles 36 to 39, unlike the previous Criminal Code, which did not systematically regulate it in its general provisions. The distinction between dolus and culpa is significant because it determines criminal liability, the applicable criminal provisions, and the proportionality of punishment. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by primary and secondary legal materials analyzed qualitatively. The novelty of this study lies in identifying the functional relationship among Articles 36 to 39 as an integrated construction of criminal liability and positioning dolus and culpa as parameters for differentiating the quality of fault. The findings demonstrate that Article 36 functions as the principle of fault, Article 37 establishes limited exceptions through strict liability and vicarious liability, while Articles 38 and 39 regulate the capacity to be held responsible. The distinction between dolus and culpa is determined through intention, knowledge, the standard of care, and legal consequences, which affect criminal liability and proportionality of punishment. These findings indicate the need to harmonize legal doctrine and judicial practice to ensure consistent application of fault.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pengaturan mens rea serta menjelaskan urgensi pembedaan kesengajaan (dolus) dan kealpaan (culpa) sebagai dasar pertanggungjawaban pidana menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berlakunya KUHP Nasional yang secara eksplisit mengatur unsur kesalahan dalam Pasal 36 sampai dengan Pasal 39, berbeda dengan KUHP sebelumnya yang belum mengaturnya secara sistematis dalam ketentuan umum. Pembedaan dolus dan culpa penting karena menentukan pertanggungjawaban pidana, penerapan ketentuan pidana, serta proporsionalitas pemidanaan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, didukung bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi hubungan fungsional Pasal 36 sampai dengan Pasal 39 sebagai satu konstruksi pertanggungjawaban pidana serta penempatan dolus dan culpa sebagai parameter diferensiasi kualitas kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 36 berfungsi sebagai prinsip kesalahan, Pasal 37 sebagai pengecualian terbatas melalui strict liability dan vicarious liability, sedangkan Pasal 38 dan Pasal 39 mengatur kemampuan bertanggung jawab. Pembedaan dolus dan culpa ditentukan berdasarkan kehendak, pengetahuan, standar kehati-hatian, serta konsekuensi hukum yang berpengaruh terhadap pertanggungjawaban dan proporsionalitas pemidanaan. Temuan ini menunjukkan perlunya harmonisasi doktrin dan praktik peradilan untuk menjamin konsistensi penerapan unsur kesalahan.
References
Abyan, Mochammad Mahdi, dan Bambang Panji Gunawan. “Pembelaan Diri Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Jurnal Reformasi Hukum : Cogito Ergo Sum 8, no. 2 (2025): 22–29. https://doi.org/10.51804/jrhces.v8i2.17107.
Agustin, Etty, dan Tanudjaja. “Kealpaan sebagai Bentuk Kesalahan dalam Pidana: Telaah Unsur Subyektif dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.” Journal of Innovation Research and Knowledge 5, no. 10 (2026): 11605–18. https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/12536.
Akbar, Adrial. “7 Penjelasan SMK Lingga Kencana Usai Kecelakaan Bus Tewaskan Siswa-Guru.” detiknews, 2024.
Amelia, Ade Riris, Nur Linda, Muh. Iksan Saputra, dan Wahidin. “Mens Rea Aspects in the Crime of Murder: Comparison between Intention and Negligence.” Delictum: Jurnal Hukum Pidana Dan Hukum Pidana Islam 4, no. 2 (2025): 84–90. https://doi.org/10.35905/delictum.v4i2.15685.
Azzizah, Khoerina, dan Beniharmoni Harefa. “Penegakan Hukum Pidana Terhadap Anak Pelaku Kejahatan Klitih.” Jurnal USM Law Review 6, no. 2 (2023): 468–84. https://doi.org/10.26623/julr.v6i2.6990.
Barasa, Abdur Rachman Parlindungan, dan Wahyudi Saputra. “Pembaharuan Sistem Hukum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology 6, no. 3 (2025): 156–64. https://doi.org/10.18196/ijclc.v6i5.28788.
Bego, Karolus Charlaes, Kastubi, Christian Ade Wijaya, Yanto Irianto, dan Halisma Amili. “Paradigma Baru Hukum Pidana Nasional: Analisis Normatif Terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” New Paradigm of National Criminal Law: Normative Analysis of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code 8, no. 11 (2025): 7482–90. https://doi.org/10.56338/jks.v8i11.9285.
Darmawan, Reza Kurnia. “Kronologi Kecelakaan Bus Siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang yang Tewaskan 11 Orang.” Kompas.com. 2024. https://bandung.kompas.com/read/2024/05/12/040000378/kronologi-kecelakaan-bus-siswa-smk-lingga-kencana-depok-di-subang-yang.
Erfinanto, Erik. “Kronologi Kecelakaan Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok, 9 Orang Meninggal.” Liputan6, 2024.
Fatoni, Syamsul, Erma Rusdiana, Imron Rosyadi, dan Opik Rozikin. “Asas Proporsionalitas: Perspektif Hukum Positif dan Maqosid Syariah dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 32, no. 1 (2025). https://doi.org/10.20885/iustum.vol32.iss1.art3.
Harahap, Muslim, Mhd. Ansor Lubis, Hera Fauziah Lubis, dan Angga Rizky. Refleksi Politik Hukum Pidana. Purbalingga: Eureka Media Aksara, 2023.
Hendra, Muhammad. “Analisis Yuridis Unsur Dolus dalam Delik Gratifikasi dan Akibat Hukumnya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (Putusan No. 2205 K/Pid.Sus/2022).” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 21 (2024): 530–41. https://doi.org/10.5281/zenodo.14497959.
Hutadjulu, Ryan Dwitama, Lastuti Abubakar, dan Tri Handayani. “Akibat Hukum Terhadap Bank Atas Pembatalan Hak Tanggungan Melalui Putusan Pengadilan Berkekuatan Hukum Tetap.” Jurnal USM Law Review, 2024. https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.6646.
Irawati, Sri Ayu. “Perbedaan Sengaja dan Tidak Sengaja dalam Hukum Pidana.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya 10, no. 4 (2024): 1137. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1973.
Kartasasmita, Ayu A. “Tekan Risiko Kecelakaan, Kakorlantas Polri Dorong Implementasi Zero Over Dimension & Over Loading.” Korlantas Polri. 2026. https://korlantas.polri.go.id/2026-06-18-tekan-risiko-kecelakaan-kakorlantas-polri-dorong-implementasi-zero-over-dimension-over-loading/.
Mahmud, Ade, Chepi Ali Firman Zakaria, Dey Ravena, Dhanila Citra, dan Widya Ismi. “Kriteria Trading in Influence Sebagai Tindak Pidana Korupsi dan Kebijakan Kriminalisasinya.” Jurnal USM Law Review 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8540.
Mallarangeng, Andi Bau, Mustari Mustari, Firman Firman, dan Ismail Ali. “Pembuktian Unsur Niat Dikaitkan Dengan Unsur Mens Rea Dalam Tindak Pidana Korupsi.” Legal Journal of Law 2, no. 2 (2023): 11–24.
Munthe, Irfansyah, Ediwarman, Mohammad Ekaputra, dan Marlina. “Kedudukan Unsur Mensrea dalam Proses Penyidikan di Indonesia.” Journal of Science and Social Research 7, no. 4 (2024): 1676–83. https://doi.org/10.54314/jssr.v7i4.2295.
Nano, Vaulus Julianta, Tahasak Sahay, dan Claudia Yuni Pramita. “Analisis Teoritis Dolus dan Culpa Dalam Konsep Kesalahan sebagai Dasar Pertanggungjawaban Pidana.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026). https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5100.
Nasir, Liana, Syamsul Rijal, dan Muhamad Aksan Akbar. “Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Pembentukan Undang-Undang di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025). https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11333.
Nasution, Shulhan Iqbal. “Mens Rea: Fondasi Pertanggungjawaban Pidana dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia.” Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah 7, no. 1 (2025): 790–804. https://doi.org/10.24252/iqtishaduna.v7i1.61542.
Njoto, David Lind Budijanto. “Rekonstruksi Asas Actus Non Facit Reum Nisi Mens Rea dalam Tindak Pidana.” JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) 7, no. 3 (2024): 3344–55. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i3.3735.
Raihan, Saroza Idramsyah, Angelina Nadia Putri, M Widaad Vivekananda, Askuri Nabilla Angel, dan Stevri Iskandar. “Transformasi Konsep Pertanggungjawaban Pidana dalam KUHP Baru: Kajian Terhadap Undang-Undang No. 1 Tahun 2023.” Quantum Juris: Jurnal Hukum Modern 7, no. 3 (2025): 432–44. https://journalversa.com/s/index.php/jhm.
Romandona, Rizki, dan Bukhari Yasin. “Analisis Hukum Asas Mens Rea dan Actus Reus dalam Kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Studi Kasus dalam Putusan PN Jakarta Selatan No. 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel).” Justitiable 6, no. 2 (2024): 1–12. https://doi.org/10.56071/justitiable.v6i2.817.
Salsabila, Lulu, dan Alfian Azhari. “Pertanggungjawaban Pidana.” JUSTITIA: Journal of Justice, Law Studies, and Politic 1, no. 1 (2025): 1–7. https://ejournal.hamjahdiha.org/index.php/Justitia/article/view/145.
Sururi, Ahmad Alfi. “Analisis Delik Kealpaan (Culpa) dalam Kecelakaan Lalu Lintas yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Orang Lain (Studi Kasus Putusan No. 3416/Pid.Sus/2019/PN.Sby).” Universitas Islam Negeri Walisongo, 2023.
Ucan, Ucan, Tahasak Sahay, dan Rizki Setyobowo Sangalang. “Pertanggungjawaban Pidana Atas Perbuatan Lalai Dalam Perspektif Hukum Pidana.” Al -Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026): 2825–36. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4802.
Watkata, Fransiscus Xaverius, Muhammad Toha Ingratubun, Muhammad Hafiz Ingsaputro, dan Arie Tri Hartantyo. “Pertanggungjawaban Pidana Pengendali Data Pribadi terhadap Kebocoran Data Pribadi Warga Negara Indonesia.” Jurnal Hukum Ius Publicum 5, no. 2 (2024): 177–98. https://doi.org/10.55551/jip.v5i2.175.
Yanuar, Muh. Afdal. “Pemaknaan Unsur Pengetahuan dalam Delik Pencucian Uang: Telaah Kritis terhadap Doktrin Pro Parte Dolus Pro Parte Culpa.” The Prosecutor Law Review 2, no. 2 (2024). https://doi.org/10.64843/prolev.v2i2.38.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.








Citedness in Scopus 

