Disfungsi Checks and Balances Legislatif-Eksekutif dan Implikasinya terhadap Kebijakan Publik 46 25

Authors

  • Dhenis A. Depari Magister Hukum Universitas Riau Kepulauan
  • Emy Hajar Abra Magister Hukum Universitas Riau Kepulauan
  • Alwan Hadiyanto Magister Hukum Universitas Riau Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.15339

Keywords:

Checks and Balances, Good Governance, Kebijakan Publik, Legislatif, Negara Hukum

Abstract

This study aims to analyze the dysfunction of the checks and balances principle between the legislative and executive branches following the Jakarta riots of August 2025 and its implications for public policy formulation and constitutional governance from the perspective of Indonesian Constitutional Law. The study is based on the gap between the constitutional design requiring a balance of powers and constitutional practice within Indonesia's multiparty presidential system. The Jakarta riots of August 2025 revealed the failure of the checks and balances mechanism to respond effectively to a political crisis, weakening legislative oversight, reinforcing an executive-heavy tendency, and reducing the quality of constitutional governance. This research employs normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches with descriptive-analytical methods through library research. The findings indicate that the dysfunction of checks and balances does not arise from constitutional deficiencies but from political configurations that reduce the independence of the House of Representatives in exercising its oversight function. Consequently, the quality of public policy-making, governmental accountability, and constitutional limitations on state power has declined. The study concludes that strengthening legislative independence, optimizing oversight functions, and consistently implementing the checks and balances principle are essential to achieving constitutional governance. The novelty of this research lies in examining the relationship between the dysfunction of checks and balances following the Jakarta riots of August 2025 and the emergence of an executive-heavy tendency from the perspective of Indonesian Constitutional Law.

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis disfungsi prinsip checks and balances antara legislatif dan eksekutif pascakerusuhan Jakarta Agustus 2025 serta implikasinya terhadap pembentukan kebijakan publik dan constitutional governance dalam perspektif Hukum Tata Negara. Penelitian berangkat dari kesenjangan antara desain konstitusional yang menghendaki keseimbangan kekuasaan dengan praktik ketatanegaraan dalam sistem presidensial multipartai. Kerusuhan Jakarta Agustus 2025 memperlihatkan kegagalan mekanisme checks and balances dalam merespons krisis politik sehingga melemahkan fungsi pengawasan DPR, memperkuat kecenderungan executive heavy, dan menurunkan kualitas constitutional governance. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi checks and balances tidak disebabkan oleh kelemahan norma konstitusi, melainkan oleh konfigurasi politik yang mengurangi independensi DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kualitas pembentukan kebijakan publik, akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, dan efektivitas pembatasan kekuasaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan independensi DPR, optimalisasi fungsi pengawasan, dan pelaksanaan prinsip checks and balances secara konsisten merupakan prasyarat untuk mewujudkan constitutional governance. Kebaruan penelitian terletak pada analisis keterkaitan disfungsi checks and balances pascakerusuhan Jakarta Agustus 2025 dengan kecenderungan executive heavy dalam perspektif Hukum Tata Negara Indonesia.

References

Ahadi, Lalu M. Alwin. “Efektivitas Hukum Dalam Perspektif Filsafat Hukum: Relasi Urgensi Sosialisasi Terhadap Eksistensi Produk Hukum.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 110–27. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4965.

Apaut, Yosep Copertino. “Konsep Kedaulatan Rakyat Dan Batasan Kekuasaan Negara Dalam Kerangka Filsafat Hukum.” SAINMIKUM: Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Dan Hukum 3, no. 1 (2026): 88–99. https://doi.org/10.60126/sainmikum.v3i1.1484.

Aryani, Sinta, Angel Lauren, Anisa Bella, Katriza Imania, Riza Adelia Suryani, and Rizka Azzahri. “Perbandingan Mekanisme Checks and Balance Dalam Sistem Pemerintah Indonesia Dan Malaysia.” Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) 2, no. 5 (2025): 8326–34.

Aziz, Mohammad Rifqi. “Peran dan Implementasi DPR Sebagai Bentuk Checks and Balances Terhadap Kebijakan Kepala Otorita IKN.” Jurnal Konstitusi & Demokrasi 3, no. 2 (2023). https://doi.org/10.7454/JKD.v3i2.1057.

Bakri, Riani, and Murtir Jeddawi. “Analisis Indeks Negara Hukum Indonesia.” Jurnal Pallangga Praja (JPP) 4, no. 2 (2022): 107–15. https://doi.org/10.61076/jpp.v4i2.3063.

Febrianasari, Sinta Amelia, and Waluyo Waluyo. “Kebebasan Berpendapat Dalam Perspektif Kedaulatan Rakyat.” Sovereignty: Jurnal Demokrasi Dan Ketahanan Nasional 1, no. 2 (2022): 238–46. https://doi.org/10.13057/souvereignty.v1i2.223.

Ghifary, Fathan Muhammad, and Handoyo Prasetyo. “Analisis Putusan Mahkamah Agung No. 2113 K/Pid.Sus/2023 Dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9147.

Hanafi, Ridho Imawan. “Menelaah Relasi Eksekutif-Legislatif Dalam Sistem Presidensial Multipartai Di Indonesia.” Jurnal Penelitian Politik 12, no. 1 (2016). https://doi.org/10.14203/jpp.v12i1.535.

Henschke, Rebecca, and Raden Aji Ibrahim. “Temuan Komisi Pencari Fakta di balik kerusuhan Agustus 2025: ‘Akumulasi kemarahan publik dan pola operasi mirip Malari 1974.’” BBC News Indonesia. 2026.

Heryansyah, Despan, and Harry Setya Nugraha. “Relevansi Putusan Uji Materi Oleh Mahkamah Konstitusi Terhadap Sistem Checks and Balances Dalam Pembentukan Undang-Undang.” Undang: Jurnal Hukum 2, no. 2 (2020): 353–79. https://doi.org/10.22437/ujh.2.2.353-379.

Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.

House, Freedom. “Indonesia: Freedom in the World 2025 Country Report.” Freedom House. Washington, DC: Freedom House, 2025.

Junaedi, Aan, and Muhammad Jarnawansyah. “Analisis Yuridis terhadap Kedudukan dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945.” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 8, no. 11 (2025): 13083–88. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i11.9941.

Lalu, Nikson Gans. “Hukum dan Kekuasaan dalam Perspektif Filsafat Hukum Pancasila.” Jurnal Hukum to-ra : Hukum untuk Mengatur dan Melindungi Masyarakat 11, no. 1 (2025): 1–17. https://doi.org/10.55809/tora.v11i1.395.

Liyanto, David Cristian. “Kedudukan Partai Oposisi dalam Mewujudkan Check and Balances di Politik Hukum Indonesia.” Jurnal Analisis Hukum 7, no. 2 (2024). https://doi.org/10.38043/jah.v7i2.5238.

Mardianti, Dwi Lestari. “Kronologi Demo Memprotes DPR hingga Meluas Berubah Penjarahan.” Tempo. 2025.

Martitah, Arif Hidayat, Moh. Imam Gusthomi, Niken Septiani, Tegar Islami Putra, and Rahmawati Mohd Yusoff. “Constitutionalism as A Design For Limiting Power in The Era of Post-Truth Democracy.” Indonesian State Law Review 8, no. 2 (2025). https://doi.org/10.15294/islrev.v8i2.30529.

Muna, Kholifatul, and Budi Santoso. “Regulasi Izin Perdagangan TikTok Shop Sebagai Fitur Tambahan Aplikasi TikTok Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.8950.

Pamungkas, Susandi Decapriu Putra, and Gede Ngurah Darma Suputra. “Pemberlakuan Asas Pembagian Kekuasaan Dalam Prinsip Check and Balances Menurut Teori Hukum Tata Negara Di Indonesia Dan Amerika Serikat.” Wijaya Putra Law Review 2, no. 2 (2023): 139–58. https://doi.org/10.38156/wplr.v2i2.161.

Pitoy, Hezky Fernando. “Mekanisme Checks and Balances Antara Presiden Dan DPR Dalam Sistem Pemerintahan Presidensial Di Indonesia.” Lex et Societatis 2, no. 5 (2014). https://doi.org/10.35796/les.v2i5.4889.

Pulungan, Rizky Andrian Ramadhan, and Lita Tyesta A.L.W. “Mekanisme Pelaksanaan Prinsip Checks And Balances Antara Lembaga Legislatif Dan Eksekutif Dalam Pembentukan Undang-Undang Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022): 280–93. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.280-293.

Rukmawati, Diah, and Ida Ayu Bulan Utami Arti. “Collaborative Governance antara Pemerintah dan Swasta dalam Pengelolaan Sampah (Studi Kasus: Desa Sidakarya, Kota Denpasar).” Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan 12, no. 1 (2026): 135–52. https://doi.org/10.25157/moderat.v12i1.5796.

Ruslan, Mutia Nur Fadhilah. “Pengaruh Koalisi Partai Politik Terhadap Fungsi Pengawasan DPR dalam Sistem Presidensial Indonesia.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2, no. 2 (2026). https://doi.org/10.63822/tzd5gz93.

Said, Abd. Razak, and Suparji Ahmad. “Hak Angket dalam Penguatan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.” Binamulia Hukum 13, no. 2 (2024). https://doi.org/10.37893/jbh.v13i2.950.

Suara.com. “Catatan Merah Komnas HAM, Demo Agustus-September 2025 Jadi Momentum Evaluasi.” 2026.

Sujana, I Gede. “Kedudukan dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Pasca Perubahan UUD 1945.” IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research 2, no. 1 (2024): 7–13. https://doi.org/10.60153/ijolares.v2i1.41.

Sunarto, Sunarto. “Prinsip Checks and Balances Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 45, no. 2 (2016): 157–63. https://doi.org/10.14710/mmh.45.2.2016.157-163.

Umam, Khairul, Ashari, and Riska Ari Amalia. “Rekonstruksi Prinsip Checks and Balances dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Berbasis Nilai-Nilai Pancasila.” Jatiswara 38, no. 2 (2023): 181–96.

Wahyuni, Willa. “Prinsip Negara Hukum yang Diterapkan di Indonesia.” Jakarta: Hukumonline, 2022.

Wiyanto, Andy. “Kekuasaan Membentuk Undang-Undang dalam Sistem Pemerintahan Presidensial Setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945.” Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan 6, no. 2 (2015): 231–46. https://doi.org/10.22212/jnh.v6i2.251.

Downloads

Published

2026-09-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dhenis A. Depari, Emy Hajar Abra, & Alwan Hadiyanto. (2026). Disfungsi Checks and Balances Legislatif-Eksekutif dan Implikasinya terhadap Kebijakan Publik. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(4), 2514-2539. https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.15339