Fast Track Legislation Berbatas: Model Pembentukan Undang-Undang dalam Negara Demokrasi Konstitusional 0 0
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.14363Keywords:
Fast Track Legislation, Kualitas Legislasi, Partisipasi PublikAbstract
This study aims to analyze the legal standing and application of Fast Track Legislation (FTL) in Indonesia’s lawmaking system and formulate a bounded FTL model that safeguards constitutional democracy. The absence of specific regulations governing FTL criteria, procedures, and time limits creates legal uncertainty and risks undermining transparency, meaningful public participation, and institutional oversight. Therefore, a model of accelerated legislation is needed to address urgent legal needs without disregarding the substantive stages of lawmaking. This study employs normative legal research with a descriptive-analytical design through statutory, conceptual, case, and comparative approaches. Legal materials are analyzed qualitatively by examining legislation, Constitutional Court Decision Number 91/PUU-XVIII/2020, accelerated legislative practices in Indonesia, and comparative practices in the United Kingdom, New Zealand, the United States, and Germany. The findings indicate that FTL has not been specifically regulated under Indonesian positive law and that accelerated lawmaking cannot automatically be classified as a formal FTL mechanism. The novelty of this study lies in proposing a bounded FTL model with a maximum time limit of 60 days, objective criteria for emergencies, limitations on legislative subject matter, meaningful public participation, transparency, and institutional oversight. This study concludes that FTL can be implemented constitutionally if it is regulated in a restrictive, measurable, proportionate, and accountable manner without eliminating the substantive stages of lawmaking.
Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dan penerapan Fast Track Legislation (FTL) dalam sistem pembentukan undang-undang di Indonesia serta merumuskan model FTL berbatas yang menjamin prinsip demokrasi konstitusional. Belum adanya pengaturan khusus mengenai kriteria, prosedur, dan batas waktu FTL menimbulkan ketidakpastian hukum serta berpotensi mengurangi transparansi, partisipasi publik yang bermakna, dan pengawasan antarlembaga. Oleh karena itu, diperlukan model legislasi cepat yang mampu mengakomodasi kebutuhan hukum mendesak tanpa mengabaikan tahapan substantif pembentukan undang-undang. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan sifat deskriptif-analitis melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan komparatif. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020, praktik legislasi cepat di Indonesia, serta perbandingan dengan Inggris, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Jerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTL belum diatur secara khusus dalam hukum positif Indonesia dan percepatan legislasi tidak secara otomatis dapat dikategorikan sebagai mekanisme FTL. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model FTL berbatas dengan batas waktu maksimum 60 hari, kriteria objektif keadaan mendesak, pembatasan materi, partisipasi publik yang bermakna, transparansi, dan pengawasan kelembagaan. Disimpulkan bahwa FTL dapat diterapkan secara konstitusional apabila diatur secara limitatif, terukur, proporsional, dan akuntabel tanpa menghilangkan tahapan substantif legislasi.
References
Adriani Henny. “Partisipasi Bermakna Sebagai Wujud Asas Keterbukaan Dalam Pembentukan Undang-Undang.” UNES Journal of Swara Justisia 7, no. 1 (2023): 306–18.
Akhyar, Muhammad Khoiril. “Gagasan Fast Track Legislation: Alternatif Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia.” Jurnal Suara Keadilan 24, no. 1 (2024): 29–36. https://doi.org/10.24176/sk.v24i1.11318.
Aryanto, Bayu, Susi Dwi Harijanti, Mei Susanto. “Menggagas Model Fast-Track Legislation Dalam Sistem Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia.” Jurnal Recghts Vinding 10 (2021): 187–205.
Gava, R O Y, Julien M Jaquet, And Pascal Sciarini. “Legislating or Rubber-Stamping? Assessing Parliament’s Influence on Law-Making with Text Reuse.” European Journal of Political Research 60, no. 1 (2021): 175–98. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/1475-6765.12395.
Harefa, Mandala, and Achmad Sani Alhusain. “Pembentukan Omnibus Law Dalam Upaya Meningkatkan Investasi.” Parliamentary Review 2, no. 1 (2020): 11–20.
Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.
Huda, Ni’Matul, Idul Rishan, and Dian Kus Pratiwi. “Fast-Track Legislation: The Transformation of Law-Making Under Joko Widodo’s Administration.” Yustisia 13, no. 1 (2024): 117–33. https://doi.org/10.20961/yustisia.v13i1.71061.
Juliani, Henny. “Analisis Yuridis Kebijakan Keuangan Negara Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020.” Administrative Law and Governance Journal 3, no. 2 (2020): 329–48. https://doi.org/10.14710/alj.v3i2.329-348.
Juliani, Henny, Mandala Harefa, Achmad Sani Alhusain, Zainal Arifin Mochtar, and Idul Rishan. “Pembentukan Omnibus Law Dalam Upaya Meningkatkan Investasi.” Administrative Law & Governance Journal 2, no. 1 (2020): 29–41. https://doi.org/10.14710/alj.v3i2.329-348.
Kellenberger, J. “Revelation in Islam.” Palgrave Frontiers in Philosophy of Religion, 2020. https://doi.org/10.1007/978-3-030-53872-9_4.
Lestari, Fika, Dodi Haryono, and Gusliana Hb. “Urgensi Fast Track Legislation Dalam Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 2024, no. 16 (n.d.): 333–43. https://doi.org/10.5281/zenodo.13763612.
Marzuki, Peter Mahmud. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta, 2018.
Mochtar, Zainal Arifin, and Idul Rishan. “Autocratic Legalism: The Making of Indonesian Omnibus Law.” Yustisia: Jurnal Hukum 11, no. 1 (2022): 29–41. https://doi.org/10.20961/yustisia.v11i1.59296.
Moh Sumriyadi, Ahmad Althof ‘Athooillah. “Ratio Legis Fast Track Legislation Dalam Pembentukan Perundang-Undangan Di Indonesia: The Ratio Legis of Fast Track Legislation in the Formation of Laws and Regulations in Indonesia.” Jurnal Hukum Lex Generalis 4, no. 8 (2023).
Nalle, Victor Imanuel W. “Kritik Terhadap Perppu Di Masa Pandemi: Pembatasan Hak Tanpa Kedaruratan.” Mimbar Hukum 33, no. 1 (2021): 63–89. https://doi.org/10.22146/mh.v33i1.1939.
Nalle, Victor Imanuel W. “Kritik Terhadap Perppu Di Masa Pandemi: Pembatasan Hak Tanpa Kedaruratan.” Mimbar Hukum 33, no. 1 (2021): 63–89.
Novemyanto, Alfin Dwi. “Reforming the Regulatory Impact Assessment to Restore Regulatory Rationality in Indonesia ’ s Fast -Track Legislation” 11, no. 1 (2026): 134–52.
Nugroho, IndrBagaz Zubabaa Bayu. “Penerapan Gagasan Fast Track Legislation Dalam Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia Dalam Perspektif Efisiensi Legislasi.” Inicio Legis 5, No 2 (2024): 49–62. https://doi.org/10.21107/il.v5i2.27625.
Perdana, Muhammad Anugerah, Carolus Borromeus Enggal, Raden Mahdum, and Erna Listiawati. “Reformulation of Public Participation in Fast-Track Legislation in an Open Cumulative National Legislative Program.” Jurnal Konstitusi 20, no. 4 (2023): 678–703. https://doi.org/10.31078/jk2047.
Pratama, Nur Aji. “Ius Constituendum Legislasi: Politik Hukum Pengaturan Fast-Track Legislation Untuk Mencegah Gejala Autocratic Legalism Di Indonesia.” Jurnal Legislasi Indonesia, no. Vol 21, No 4 (2024): Jurnal Legislasi Indonesia-Desember 2024 (2024): 459–73.
Pratiwi, Dian Kus. “Pembentukan Undang-Undang Secara Cepat Dalam Sistem Legislasi Di Indonesia Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo.” Yogyakarta, 2025.
Rajak, Rahmat, Muhammad Hishnul Islam, and Utang Rosidin. “Dilema Konstitusional Legislasi Fast Track Dan Hak Partisipasi Publik: Mendefinisikan Kembali Batas Kewenangan Negara Terhadap Lingkungan Hidup.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 12 (2025).
Sausan, Denethia, Universitas Pembangunan, Nasional Veteran, and Independensi Peradilan. “Politik Hukum Revisi Undang-Undang Mahkamah.” Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan 9, no. 1 (2021): 45–52.
Siboro, Nirwana Theresya. “Fast Track Legislation Sebagai Produk Konfigurasi Politik Dan Dampaknya Terhadap Partisipasi Publik.” Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 6, no. July (2026): 110–19.
Usihen, Min, Tunggul Anshari, R. Benny Riyanto, and Aan Eko Widiarto. “Formation of Indonesian Laws Post-2022 Amendment to Law No. 12 of 2011.” International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) 4, no. 3 (2024): 1437–45. https://doi.org/10.55227/ijhess.v4i3.1235.
Vincent, Suriadinata. “Kajian Pembentukan Omnibus Law Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum 4 (2019): 115–34.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.








Citedness in Scopus 

