Nilai Keadilan Pemberian Keringanan Sanksi Pidana  Bagi Saksi Pelaku Tindak Pidana 33 30

Authors

  • Kumala Wahyu Paldina Magister Hukum Universitas Semarang
  • Ani Triwati Universitas Semarang image/svg+xml
  • Kadi Sukarna Magister Hukum Universitas Semarang
  • Muhammad Rizky Pratama Ar Rahim

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.14349

Keywords:

Justice Collaborator, Keadilan Substantif, Korban, Sanksi Pidana, Sistem Peradilan Pidana

Abstract

This study aims to examine the substantive justice of sentence reductions granted to justice collaborators and their implications for victims within the Indonesian criminal justice system. Although previous studies have predominantly addressed the legal status, protection, and certainty of justice collaborators, limited attention has been given to the proportional balance between rewards for offender cooperation and the rights and interests of victims. This study employs a normative juridical method using statutory, case, and conceptual approaches. The analysis examines the legal framework governing justice collaborators and the judicial reasoning in Decision No. 58/Pid.Sus-TPK/2023/PT DKI and Decision No. 798/Pid.B/2022/PN Jakarta Selatan through Aristotelian distributive and commutative justice, Gustav Radbruch’s theory of legal values, and Pancasila justice. The findings demonstrate that sentence reductions can be justified as substantive justice when they proportionally recognize a justice collaborator’s contribution to uncovering material truth and identifying principal offenders without eliminating criminal responsibility. However, excessive or insufficiently structured reductions may undermine victims’ sense of justice when punishment is disproportionate to the harm caused. The novelty of this study lies in developing a dual-subject substantive justice framework that simultaneously evaluates the justice collaborator’s contribution and the victim’s entitlement to justice, rather than treating sentence reduction solely as an incentive for offender cooperation. The study recommends clear and measurable proportionality criteria based on the collaborator’s contribution, degree of culpability, impact of the crime, and fulfillment of victims’ rights to truth, recovery, and justice.

 

Penelitian ini bertujuan mengkaji keadilan substantif dalam pemberian keringanan pidana kepada justice collaborator serta implikasinya terhadap pemenuhan keadilan bagi korban dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas kedudukan, perlindungan hukum, dan kepastian hukum justice collaborator, sedangkan kajian mengenai keseimbangan proporsional antara penghargaan atas kontribusi pelaku dan hak serta kepentingan korban masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Analisis dilakukan terhadap pengaturan justice collaborator serta pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 58/Pid.Sus-TPK/2023/PT DKI dan Putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN Jakarta Selatan dengan menggunakan perspektif keadilan distributif dan komutatif Aristoteles, teori nilai hukum Gustav Radbruch, dan keadilan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keringanan pidana dapat dibenarkan sebagai bentuk keadilan substantif apabila diberikan secara proporsional berdasarkan kontribusi justice collaborator dalam mengungkap kebenaran materiil dan pelaku utama tanpa menghapus pertanggungjawaban pidananya. Namun, keringanan yang tidak memiliki parameter proporsionalitas yang jelas berpotensi mengurangi rasa keadilan korban apabila pidana tidak sebanding dengan kerugian dan penderitaan yang ditimbulkan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan kerangka keadilan substantif yang menempatkan justice collaborator dan korban sebagai dua subjek yang kepentingannya harus dipertimbangkan secara simultan dalam pemidanaan. Penelitian merekomendasikan parameter keringanan pidana yang terukur berdasarkan kontribusi pelaku, tingkat kesalahan, dampak tindak pidana, serta pemenuhan hak korban atas kebenaran, pemulihan, dan keadilan.

References

Afdhali, Dino Rizka, and Taufiqurrahman Syahrui. “Idealitas Penegakan Hukum Ditinjau Dari Perspektif Teori Tujuan Hukum.” Collegium Studiosum Journal 6, no. 2 (2023): 559. https://doi.org/10.56301/csj.v6i2.1078.

Anisyaniawati, Fauzan Naufal Kusuma, Haifa Zanati, and Hemmalika Alyanti Chandra. “Konsep Hukum Dan Keadilan Dalam Pemikiran Gustav Radbruch.” Praxis: Jurnal Filsafat Terapan 2, no. 1 (2025): 1–14. https://doi.org/10.11111/praxisa.xxxxxxx.

Assauri, Sufyan, Mahir Amin, and Sri Warjiyati. “Teori Keadilan Dan Moralitas.” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 09, no. 04 (2024): 211–21. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.20482.

Azzahra, Ardiva Naufaliz. “Perlindungan Hukum Bagi Justice Collaborator Dalam Tindak Pidana Korupsi Menurut UU Perlindungan Saksi Dan Korban.” Verstek 10, no. 1 (2022): 1–9. https://doi.org/10.20961/jv.v10i1.64160.

Citranu, Kristian Toni. “Pidana Mati Bagi Koruptor Di Indonesia Perspektif Pancasila.” Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum 6, no. 2 (2023): 160–87. https://doi.org/10.33363/sd.v6i2.1122.

Fatimah, Siti, Muhammad Junaidi, and Zaenal Arifin. “Kedudukan Justice collaborator Sebagai Upaya Pengungkapan Fakta Hukum Kasus Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika.” Jurnal USM Law Review 1, no. 2 (2023). https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3368.

Fikriyah, Amalina, Ali Masyhar, and Cahya Wulandari. “Justice collaborator Dalam Pertimbangan Hakim Memutus Perkara.” Jurnal Hukum & Pembangunan 53, no. 3 (2023): 513–20. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no3.1558.

Hakim, Luqmanul, Erwin Owan Hermansyah, and Lusia Sulastri. “Justice collaborator Status in Murder Based on Law Number 31 of 2014.” Indonesian Journal of Multidisciplinary Science 3, no. 2 (2023): 154–65. https://doi.org/10.55324/ijoms.v3i2.716.

Halawa, Notarius, Alberton Gultom, Alusianto Hamongan, and Jaminuddin Marbun. “Peran Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Jurnal Retentum 6, no. 1 (2024): 127–36. https://doi.org/ 10.46930/retentum.v6i1.4242.

Haykal, Hassanain. “Rekonstruksi Penegakan Sanksi Pidana Terhadap Justice Collaborator Dalam Perspektif Kepastian Hukum Dan Keadilan.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 4691–4700. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1191.

Hiariej, Edward Omar Sharif. “Webinar Sosialisasi UU Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Baru.” Antaranews.Com, 2025. https://www.antaranews.com/berita/4615414/wamenkum-sebut-kuhp-baru-ubah-paradigma-hukum-pidana-ri.

Kaelan. Negara Kebangsaan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma, 2013.

Keladu, Yosef. “Kesamaan Proporsional Dan Ketidaksamaan Perlakuan Dalam Teori Keadilan Aristoteles.” Diskursus 19, no. 1 (2023): 65. https://doi.org/10.36383/diskursus.v19i1.347.

Kert, Robert. “Consequences of Leniency Programmes and Whistleblowing Measures for The Sanctioning Process in Criminal Proceedings.” European Integration Studies 21, no. 1 (2025): 111–23. https://doi.org/10.46941/2025.se1.6.

Krisdayanti, Aprillia. “Perlindungan Hukum Bagi Justice collaborator Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.” Jurnal Lex Renaissance 7, no. 4 (2022): 803–18. https://doi.org/10.20885/jlr.vol7.iss4.art8.

Martiar, Norbertus Arya Dwiangga. “Keluarga Brigadir J Berharap Richard Eliezer Dihukum Ringan.” Kompas.Id, 2023. https://www.kompas.id/artikel/keluarga-harapkan-bharada-e-dihukum-ringan?status=sukses_login&utm_source=kompasid&utm_medium=login_paywall&utm_campaign=login&utm_content=https://www.kompas.id/artikel/keluarga-harapkan-bharada-e-dihukum-ringan&loc=header.

Missleini, and Nynda Fatmawati O. “Tinjauan Yuridis Atas Pemberian Keringanan Hukuman Pada Orang Yang Memiliki Jasa Pada Negara.” JIHHP: Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 5, no. 2 (2024): 1452–59. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i2.3917.

Muladi and Barda Nawawi Arief. Bunga Rampai Hukum Pidana. Bandung: Alumni, 2010.

Mustamilinda, Rizcha Indah. “Ketidakadilan Hukum Bagi Masyarakat Miskin Dihubungkan Dengan Teori Keadilan Menurut Aristoteles Dan Thomas Aquinas.” Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer 2, no. 1 (2024): 1–13. https://doi.org/10.11111/dassollen.xxxxxxx.

ND, Mukti Fajar, and Yulianto Achamd. Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris, Cetakan Kesatu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Noviansah, Wildan. “LPSK Ajukan Keringanan Tuntutan Eliezer Ke Jaksa Di Kasus Pembunuhan Yosua.” Detiknews.Com, 2022. https://news.detik.com/berita/d-6441411/lpsk-ajukan-keringanan-tuntutan-eliezer-ke-jaksa-di-kasus-pembunuhan-yosua.

Palguna, Febri Angga. “Tetapkan Richard Eliezer Sebagai Justice collaborator, Ini Pertimbangan Hakim.” Tempo.Co, 2023. https://www.tempo.co/hukum/tetapkan-richard-eliezer-sebagai-justice-collaborator-ini-pertimbangan-hakim-218656.

Pratama, Dimas Satriawan Syah, Tofik Yanuar Chandra, and Mohamad Ismed. “Kepastian Hukum Terhadap Penerapan Justice collaborator Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 3, no. 6 (2024): 2649–59. https://doi.org/https://doi.org/10.55681/sentri.v3i6.2885.

Putusan Nomor 58/Pid.Sus-TPK/2023/PT DKI.

Putusan Nomor 65/Pid.Sus-TPK/2023/PN Jkt Pst.

Putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN. Jkt Sel.

Rozak, Syaiful, Naili Azizah, Hendra Setyadi Kurnia Putra, and Sunardi Sunardi. “Hubungan Hukum Dan Keadilan: Tinjauan Kritis Terhadap Sanksi Tindak Pidana Korupsi Di Tengah Pandemi.” Jurnal Keadilan Hukum 4, no. 1 (2023): 10–17. https://doi.org/10.26751/jkh.

Sarwandari, Aninda Putri, and Agus Machfud Fauzi. “Ketidakadilan Hukum Di Indonesia Dalam Penanganan Kasus Nenek Asyani.” Media Hukum Indonesia (MHI) 2, no. 5 (2025): 106–14. https://doi.org/10.5281/zenodo.14736732.

Sembiring, Anita Indri R., Siti Marwiyah, Dudik Djaja Sidharta, and Hartoyo. “Pertimbangan Hukum Penjatuhan Sanksi Pidana Terdakwa Eliezer Sebagai Justice Collaborator Dalam Perkara Pembunuhan Berencana ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 798/Pid.B/2022/Pn.Jkt.Sel ).” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 21 (2024): 92–106. https://doi.org/10.5281/zenodo.14291713.

Silaen, Evan Sebastian, Hasna Qotrunnada Fitri, Raditya Dzaky Nurseha, Gerlavista Elena Zuafris, and Nadine Aura Kamila. “Komparasi Konsep Keadillan Menurut Aristoteles Dan Imam Syafi’i: Telaah Filosofis dan Yuridis.” Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI) 2, no. 6 (2025): 122–26. https://doi.org/10.69714/2st5x865.

Sirait, Sri Wardani, Nisa Permata Sari, and Fauziah Lubis. “Perlindungan Hukum Terhadap Keluarga Justice collaborator.” As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga 5, no. 3 (2023): 775. https://doi.org/10.47467/as.v5i3.2883.

Suharyono, Hadrian. “Perspektif Keadilan Korektif Dalam Pemberian Restitusi Korban Kejahatan Menuju Sistem Peradilan Pidana Yang Humanis.” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah 4, no. 6 (2025): 2036–44. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.11499.

Tumanggor, Abdi. “Berikut Reaksi Keluarga Brigadir J Terhadap Vonis Richard Eliezer Dan 3 Pembunuh Lainnya.” Tribun-Medan.Com, 2023. https://medan.tribunnews.com/2023/02/16/berikut-reaksi-keluarga-brigadir-j-terhadap-vonis-richard-eliezer-dan-3-pembunuh-lainnya?page=2.

Wahid, Abdul. “Keadilan Restoratif : Upaya Menemukan Keadilan Substantif ?” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 307–21. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5793.

Wicaksana, Villar Wibawa, and Mas Putra Zenno Januarsyah. “Kebijakan Pembaruan Hukum Pidana Tentang Pidana Kerja Sosial Dalam KUHP Nasional : Perspektif Tujuan Pemidanaan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 6–12. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11092.

Zahra, Arsya Yustisia, Ani Triwati, Muhammad Iftar Aryaputra, and Feri Abraham. “Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Alternatif Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi Pemantauan Persidangan Perkara Tindak Pidana Korupsi Di Seluruh Tingkat.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1250–61. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.6758.

Downloads

Published

2026-09-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kumala Wahyu Paldina, Ani Triwati, Kadi Sukarna, & Muhammad Rizky Pratama Ar Rahim. (2026). Nilai Keadilan Pemberian Keringanan Sanksi Pidana  Bagi Saksi Pelaku Tindak Pidana. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(4), 2250-2273. https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.14349