Pertanggungjawaban Korporasi atas Kontaminasi Celsium 137: Analisis Strict Liability di Cikande

Authors

  • Rahma Septiani Universitas Jenderal Soedirman
  • Sri Wahyu Handayani Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i3.14330

Keywords:

Kontaminasi Radioaktif, Fragmentasi Regulasi, Pertanggungjawaban Korporasi

Abstract

This study aims to analyze regulatory fragmentation in the supervision of radioactive materials within Indonesia’s non-nuclear industrial sector and reconstruct the application of strict liability for corporate accountability in radioactive contamination cases. The research is motivated by the Cesium-137 contamination incident in Cikande, which revealed regulatory gaps and institutional disharmony that weakened preventive environmental protection. Using a normative legal method with statute, conceptual, and case approaches, this study examines regulatory coherence through vertical-horizontal synchronization analysis. The findings indicate that although Article 88 of the Environmental Protection and Management Law provides a legal basis for strict liability, its implementation remains constrained by the absence of radiological causation guidelines, fragmented institutional authority, and inadequate remediation funding mechanisms. The novelty of this research lies in extending strict liability beyond the licensed nuclear sector to encompass orphan sources within non-nuclear industries through a risk-based environmental liability framework. This study contributes to the development of environmental liability doctrine and offers a regulatory harmonization model to strengthen legal certainty, corporate accountability, and environmental governance.

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis fragmentasi regulasi dalam pengawasan material radioaktif pada sektor industri non-nuklir di Indonesia serta merekonstruksi penerapan strict liability sebagai dasar pertanggungjawaban korporasi atas pencemaran radioaktif. Urgensi penelitian berangkat dari kasus kontaminasi Cesium-137 di Cikande yang mengungkap adanya kekosongan norma dan disharmonisasi kewenangan antarlembaga sehingga melemahkan fungsi pencegahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus yang dianalisis melalui sinkronisasi vertikal-horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pasal 88 UU PPLH memberikan dasar penerapan strict liability, efektivitasnya masih terkendala oleh ketiadaan pedoman kausalitas radiologis, fragmentasi kewenangan, dan belum adanya mekanisme pendanaan remediasi yang memadai. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada perluasan konstruksi strict liability dari sektor nuklir berizin menuju orphan sources pada industri non-nuklir melalui pendekatan risk-based environmental liability. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan doktrin pertanggungjawaban lingkungan serta menawarkan model harmonisasi regulasi untuk memperkuat kepastian hukum, akuntabilitas korporasi, dan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.

Author Biography

  • Rahma Septiani, Universitas Jenderal Soedirman

    Mahasiswi Program Studi Magister Hukum Universitas Jenderal Soedirman

References

Adawiyah, Robiatul, dan Zulfa Fadhilah. “Tanggung Jawab Pemenuhan Hak Asasi Manusia dalam Kasus Radiasi Udang yang Mengandung Cesium-137.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 5 (2025): 2025. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2528.

Afandi, Fachrizal, Daru Adianto, Prischa Listiningrum, dan Monnachu Wemonicha Lovina. “Penggunaan Bukti Ilmiah dan Penerapan Prinsip Kehati-hatian dalam Putusan Perkara Pidana Materiil Lingkungan Hidup di Indonesia Tahun 2009–2020.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 9, no. 1 (2023): 77–120. https://doi.org/https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.500.

Afdhali, Dino Rizka, dan Irwan Triadi. “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Pencemaran Lingkungan Hidup.” Journal Evidence Of Law 3, no. 2 (2024): 181–86. https://doi.org/https://doi.org/10.59066/jel.v3i2.673.

Aminatun, Chairatul Umamah, Nur Fadilah, Naili Rohmatika, dan Moh. Ma’ruf Amin. “Studi Pustaka: Identifikasi Dampak Radioaktivitas Pada Lingkungan dan Kesehatan Manusia.” Jurnal Pendidikan Fisika 8, no. 2 (2024): 347–59. https://doi.org/https://doi.org/10.37478/optika.v8i2.4525.

Aminudin, Cecep. Pluralisme Instrumen Kebijakan dan Hukum Lingkungan. Diedit oleh Ahmad Setiawan. Pertama. Bandung: ECOTAS Group Indonesia, 2023.

BAPETEN. “Siaran Pers: Penemuan dan Pengamanan Material Terkontaminasi Zat Radioaktif Cesium-137 (Cs-137).” Jakarta, 2025.

Cerdas, Felani Ahmad, Ali Abdurahman, dan Indra Perwira. “Harmonisasi dalam Proses Pembentukan Regulasi Daerah di Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren 4, no. 1 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.46924/jihk.v4i1.149.

Chandra, Febrian, dan Fitri Kartika Sari. “Creating Sustainable Forests : A Review of Law Number 32 of 2009 Concerning Protection and Management of the Environment Membangun Hutan Lestari : Analisis Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.” POLITIK: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam 10, no. 2 (2023): 179–88. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.32505/politica.v10i2.7514.

CNN Indonesia. “Kronologi Temuan Pencemaran Radioaktif Cs-137 di Cikande.” CNN.COM. September 2025.

Damanik. “Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Ganti Rugi Kerusakan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Akibat Kebakaran Hutan.” Jurnal Lokus Tinjauan Pustaka Akademik 2, no. 7 (2023): 624–31. https://doi.org/https://doi.org/10.56128/ljoalr.v2i7.212.

Devano, Muhammad Hendry, dan Padian Adi Selamat Siregar. “Pengaturan Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Emisi Karbon di Indonesia.” Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik 2, no. 1 (2024): 112–25. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i1.1509.

Dewan Perwakilan Rakyat RI. “WN China Tersangka Paparan Cs-137 di Cikande, Komisi III Minta Ada Sanksi Tegas.” DPR RI. 2025.

Fadlly, Muhammad Zulfian Ramadhan, dan Fuad Nur. “Konsistensi Keberadaan Asas Lex Specialis De Rogat Lex Generalis dalam KUHP Nasional.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2, no. 1 (2026): 1711–18. https://doi.org/https://doi.org/10.63822/jtjdnd41.

Faid, Latiful, Nadea Latifah Nugraheni, dan Praditya Arcy Pratama. “Implikasi Strick Liability dalam Pertanggungjawaban Korporasi Pasca Berlakunya KUHP 2023 Studi Kasus Chevron Bioremediasi.” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 5, no. 3 (2026): 7203–14. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.56799/peshum.v5i3.16178.

Fatwa, Imam. “Analisis Hukum Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Pengembangan Fintech di Indonesia.” Jurnal Berajah 6, no. 3 (2026): 898–908. https://doi.org/https://doi.org/10.47353/bj.v6i3.536.

Faure, Michael. “Economic Analysis of Environmental Liability.” Économie publique/Public economics, 2005, 89–94. https://doi.org/https://doi.org/10.4000/economiepublique.1592.

Fautngiljanan, Johrdan. “Nuclear Energy in Net Zero Emission Indonesia : Review of Nuclear Regulatory Framework in Indonesia.” LITRA: Jurnal Hukum Lingkungan, Tata Ruang, dan Agraria 2, no. 2 (2023): 147–69. https://doi.org/https://doi.org/10.23920/litra.v2i2.1088.

H.R., Ridwan. Hukum Administrasi Negara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.

Hamzah, Andi. Andi Hamzah, Asas-Asas Hukum Pidana. Revisi. Yogyakarta: Rineka Cipta, 2008.

Harianto, Dedi, Joni Sandri Ritonga, Suhaidi, dan Jelly Leviza. “Pertanggungjawaban Mutlak Korporasi Sebagai Pelaku Pembakaran Hutan Dan Lahan Yang Mengakibatkan Pencemaran Dan/Atau Kerusakan Lingkungan Hidup.” Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 5, no. 2 (2025): 156–63. https://doi.org/https://doi.org/10.56128/jkih.v2i4.32.

Hidayat, Fauzan. “Menjaga Udang, Menjaga Martabat Pangan Indonesia.” Kompas.id. 2025.

International Atomic Energy Agency. “Control of Orphan Sources and Other Radioactive Material in the Metal Recycling and Production Industries.” IAEA Safety Standards Series. 2012.

Ismanto, Alek Candra. “Korelasi vs. Kausalitas: Memahami Perbedaan Penting antara Korelasi dan Kausalitas dalam Analisis Data dan Peristiwa.” Jurnal Ilmiah INFOKAM 20, no. 2 (2024). https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.53845/infokam.v20i2.371.

Lestari, Riski Puji, Agus Subagyo, dan Renaldo Benarrivo. “Faktor Pendorong International Atomic Energy Agency (IAEA) Dalam Mendukung Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima Tahun 2023.” Global Insights Journal 2, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.36859/gij.v2i2.3208.

Lintang, Aprilia, Rahayu Subekti, dan Sapto Hermawan. “Kajian Precautionary Principle Terhadap Pengelolaan Limbah Medis B3 Pada Fasilitas Layanan Kesehatan.” Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities 5, no. 1 (2025): 127–37.

Mardianti, Dede Leni. “Gugatan KLHK Dikabulkan PN Surabaya, PT SS Didenda Rp 48 Miliar karena Pencemaran Lingkungan,.” Tempo.id. September 2024.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum: Edisi Revisi. 13 ed. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017.

Maskat, Maulidiah, dan Siti Hajati Hoesin. “Peran Pemerintah Dalam Pengawasan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Di Lingkungan Tempat Kerja.” PALAR (Pakuan Law Review) 08, no. September (2022): 777–87. https://doi.org/Doi : https://doi.org/10.33751/palar.v8i3.

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Pertama. Mataram: Mataram University Press, 2020.

Nugraha, Muslim. “Penerapan Doktrin Res Ipsa Loquitur pada Pemeriksaan Setempat dalam Perkara Pencemaran Lingkungan.” Simbur Cahaya 32, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.28946/sc.v32i2.5024.

Putri, Nur Kemala. “Disharmonisasi Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Antara Bentuk Penyebab dan Solusi.” Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 1, no. 1 (2024): 55–63. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i1.17.

Putri, Vegyta Ramadhani. “Due Diligence Pembentukan Regulasi Daerah.” Yustitiabelen 12, no. 1 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.36563/0vfr9908.

Qasthary, Auzan, Aditya Rivaldi, Fathin Abdullah, Ida Tutia Rahkmi, dan Suhaibah. “Problematika Hukum Dalam Tata Kelola Sumber Daya Alam Berkelanjutan.” Mikhayla: Journal of Advanced Research 2, no. 2 (2025): 129–37. https://doi.org/10.61579/mikhayla.v2i2.591.

Rachma, Diah Ayu, dan Aditya Mochamad Triwibowo. “Penerapan Prinsip Strict Liability Dalam Penegakan Hukum Lingkungan Di Indonesia Implementation of Strict Liability Principles in Environmental Law Enforcement in Indonesia.” Jurnal Yudisial 16, no. 1 (2023): 1–18. https://doi.org/10.29123/jy/v16i1.574.

Raihan, Daffa, dan Arya Mas’adi. “Kompleksitas Regulasi Administrasi Keimigrasian dan Dampaknya terhadap Layanan Publik.” Gemilang: Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 2026, 30–46. https://doi.org/https://doi.org/10.56910/gemilang.v6i1.3358.

Ramadhan, Muhammad Syahri. “Peranan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Penanganan Kasus Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan.” Indonesian Journal of Law Studies 3, no. 1 (2024): 204–11. https://doi.org/https://doi.org/10.63828/ijls.v3i2.74.

Redha, Ahmad. “Analisis Kewenangan dan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dalam Menangani Kegiatan Layang-layang di Jalan HKSN Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 6 Tahun 2020.” Journal of Society and Scientific Studies 2, no. 2 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.62504/scientiva22.

Ridho, Abdi, dan Rahmaynati. “Analisis Metode Penafsiran Hukum Dalam Penyelesaian Masalah: Penggunaan Metode Gramatikal, Sistematis, Dan Teleologis.” Lexoria (Jurnal Pluralisme Hukum Indonesia) 2, no. 18 (2026): 28–35. https://doi.org/https://doi.org/10.2025/hw43jc87.

Saputra, Haryono Ananda, dan Rendi Kurnia Saputra. “Efektivitas Pengawasan Bea Cukai Terhadap Peredaran Rokok Ilegal di Kota Tanjungpinang.” Jurnal Ilmiah MahasiswaMerdeka EMBA 3, no. 2 (2024): 33–44.

Sugandi, Dwinta, David Tan, dan Winda Fitri. “Perbandingan Doktrin The Piercing of Corporate Veil Di Berbagai Negara ( Indonesia , Perancis dan Jerman ).” Unes Journal of Swara Justisia 8, no. 3 (2024): 581–98. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/0mcmbd28.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (2009).

United States Environmental Protection Agency. “Summary of the Comprehensive Environmental Response, Compensation, and Liability Act (Superfund).” United States Environmental Protection Agency. 2025.

Downloads

Published

2026-06-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Septiani, R., & Sri Wahyu Handayani. (2026). Pertanggungjawaban Korporasi atas Kontaminasi Celsium 137: Analisis Strict Liability di Cikande. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(3), 2014-2038. https://doi.org/10.26623/julr.v9i3.14330