Informed Consent sebagai Dasar Persetujuan Dalam Perjanjian Terapeutik Terminasi Kehamilan

Authors

  • Dian Wiris Woro Wardani
  • Rizki Tri Anugrah Bhakti Universitas Riau Kepulauan
  • Alwan Hadiyanto Universitas Riau Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13936

Keywords:

Informed Consent, Perjanjian Terapeutik, Terminasi Kehamilan

Abstract

This study aims to analyze the legal position of informed consent as the basis for the validity of therapeutic agreements in the termination of pregnancy and to examine the legal consequences of negligence within the framework of health law. The study is grounded in the high medical risk associated with pregnancy termination and the persistence of normative issues concerning the standards of valid consent, potential disharmony in emergencies, and the lack of systematic integration among constitutional, contractual, and legal accountability dimensions. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings indicate that informed consent constitutes a substantive juridical requirement that determines the legality of medical procedures, limits the authority of healthcare professionals, and serves as the basis for determining civil, administrative, and criminal liability based on compliance with professional standards and causal relationships. Accordingly, the legal validity of therapeutic termination of pregnancy is not determined by administrative formalities, but by the fulfillment of substantively valid consent. The novelty of this research lies in the formulation of an integrative conceptual framework that links the constitutional legitimacy of the right to health, the structure of therapeutic agreements, and the regime of legal accountability within a unified normative system.

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan informed consent sebagai dasar keabsahan perjanjian terapeutik dalam terminasi kehamilan serta menilai konsekuensi hukum kelalaiannya dalam kerangka hukum kesehatan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko medis terminasi kehamilan dan masih adanya persoalan normatif terkait standar persetujuan yang sah, potensi disharmoni dalam kondisi kegawatdaruratan, serta belum terintegrasinya dimensi konstitusional, kontraktual, dan pertanggungjawaban hukum secara sistematis. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informed consent merupakan syarat yuridis substantif yang menentukan legalitas tindakan medis, membatasi kewenangan tenaga kesehatan, serta menjadi dasar penentuan tanggung jawab perdata, administratif, dan pidana berdasarkan kepatuhan terhadap standar profesi dan hubungan kausal. Dengan demikian, keabsahan terminasi kehamilan terapeutik tidak ditentukan oleh formalitas administratif, melainkan oleh terpenuhinya persetujuan yang sah secara substantif. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan legitimasi konstitusional hak kesehatan, struktur perjanjian terapeutik, dan rezim pertanggungjawaban hukum dalam satu sistem normatif terpadu. 

References

Anita, Sylvia, dan Rospita Adelina Siregar. “Kontrak Terapeutik antara Dokter dan Pasien Menurut Pasal 1320 KUHPerdata.” Jurnal Kolaboratif Sains 8, no. 5 (2025): 2447–53. https://doi.org/10.56338/jks.v8i5.7578.

Astuti, Niken, Kadi Sukarna, Kukuh Sudarmanto, dan Zaenal Arifin. “Perlindungan Hukum Terhadap Profesi Dokter Atas Tindakan Aborsi Korban Perkosaan dalam Perspektif Undang-Undang Kesehatan.” Journal Juridisch 3, no. 1 (2025): 48–60. https://doi.org/10.26623/jj.v3i1.11400.

Atriani, Dewi, dan Ade Yusuf Yulianto. “Kekuatan Hukum Informed Consent Dalam Praktik Euthanasia Di Indonesia.” Risalah Hukum 19, no. 2 (2023): 101–11. https://doi.org/10.30872/risalah.v19i2.1307.

Commins, Johanna, dan Erica Millar. “Exceptionalising Abortion Law: Decriminalised Jurisprudence in Australia.” Griffith Law Review 33, no. 3 (2024): 253–72. https://doi.org/10.1080/10383441.2025.2493484.

Detiksumut, Tim. “Fakta-fakta RS di Medan Diduga Amputasi Kaki Pasien Tanpa Izin.” Detiksumut, 2025. https://www.detik.com/sumut/berita/d-7805344/fakta-fakta-rs-di-medan-diduga-amputasi-kaki-pasien-tanpa-izin?utm_.

Fadillah, Mochammad Rakha Haikal, dan Lindawaty S. Sewu. “Perlindungan Hukum Bagi Pasien yang diberi Tindakan Medis Tanpa Informed consent dihubungkan dengan Asas Perlindungan dan Keselamatan Pasca Lahirnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Jo.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 3 (2025): 2049–62. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i3.3793.

Fitriana, Dian, dan Aliya Sandra Dewi. “Unes Law Review.” Unes Law Review 7, no. 4 (2025): 998–1013. https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2457.

G.Assegaf, S. Zulfikar, Suardi AL, Nur Abdi Fadya H. N, Denny Mathius, Mauluddin Mansyur, dan Annisa Anwar Mutaher. “Tinjauan Hukum Informed Consent dalam Kasus Malpraktek dalam Praktek Estetika Studi Kasus Dokter Estetik di Kota Makassar (Analisis Putusan Nomor 441/PID.SUS/2019/PN.MKS).” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran 4, no. 2 (2025): 01–13. https://doi.org/10.55606/jurrike.v4i2.6012.

Gafni, Matthias. “‘Traumatized’: Northern California Woman Sues Catholic Hospital Group, Alleging 2 Emergency Abortion Denials.” San Fransisco Chronicle, 2025. https://www.sfchronicle.com/california/article/dignity-health-abortion-lawsuit-21071994.php?utm_.

Giacomo, Ester di, Rodolfo Pessina, Valeria Placenti, Francesca Pescatore, dan Fabrizia Colmegna Massimo Clerici. “Therapeutic Termination of Pregnancy and Women’s Mental Health: Determinants and Consequences.” Psychiatry Research 315, no. 114779 (2022). https://doi.org/10.1016/j.psychres.2022.114779.

Hambodo, Pendy Tri, Fiqi Rahardian Arismar, Tasya Viona Salasabila, Danendra Favian Alif Kusumo, Fathin Mufidah, dan Sulistyani. “Kelalaian Tindakan Medis Yang Mengakibatkan Dugaan Malpraktek di RS. Kandau Manado.” Prociding Call For Paper Thalamus Fakultas Kedokteran 15, no. 2 (2021): 123–31. https://doi.org/https://proceedings.ums.ac.id/kedokteran/article/view/235.

Iwanti, Nur Azza Morlin, dan Taun. “Akibat Hukum Wanprestasi Serta Upaya Hukum Wanprestasi Berdasarkan Undang-Undang Yang Berlaku.” Jurnal Ilmu Hukum “The Juris” 6, no. 2 (2022): 346–51. https://doi.org/10.56301/juris.v6i2.601.

Maabreh, Roqia S., Hekmat Y. Al-Akash, Mohammad N. Al-Shloul, dan Naser A. Alsharairi. “Attitudes of Jordanians Toward Therapeutic Abortion—A Qualitative Study.” Healthcare (Switzerland) 13, no. 18 (2025): 1–11. https://doi.org/10.3390/healthcare13182263.

Maskuri, Maskuri, Muhammad Junaidi, dan Fanesa Amada. “Harmonisasi Hukum Positif dalam Pengaturan Alat Kelengkapan DPRD.” Journal Juridisch 3, no. 3 (2025): 268–81. https://doi.org/10.26623/jj.v3i3.12880.

Murray, Claire, dan Mary Donnelly. “Providing Abortion Care: Navigating the Regulatory Framework.” Irish Journal of Sociology 33, no. 1–2 (2025): 48–67. https://doi.org/10.1177/07916035251336963.

Muslim Muslim, Pristika Handayani, dan Alwan Hadiyanto. “Kerangka Hukum Perjanjian Yang Efektif dan Aman Di Era Globalisasi Bisnis.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 1032–44. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12013.

Niksen Manalu, Pristika Handayani, dan Emy Hajar Abra. “Hukum Perjanjian dalam Integrasi Kecerdasan Buatan Dan Perlindungan Data di Era Bisnis Digital.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 978–90. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11999.

Pebrina, Anggun Rezki, Johni Najwan, dan Evalina Alissa. “Fungsi Penerapan Informed Consent sebagai Persetujuan pada Perjanjian Terapeutik.” Zaaken: Journal of Civil and Business Law 3, no. 3 (2022): 468–86. https://doi.org/10.22437/zaaken.v3i3.18966.

Rasouli, Kimia, Marzieh Zamaniyan, Mohammad Khademloo, Ali Abbasi, Zakaria Zakariaei, dan Aref Hoseini. “Exploring the Causes and Outcomes of Therapeutic Abortions in a General Hospital in Northern Iran: An Old Challenge in Law and Medicine.” Journal of Forensic and Legal Medicine 114, no. 102897 (2025). https://doi.org/10.1016/j.jflm.2025.102897.

Rizka, Adi, Cut Khairunnisa, Zikra Ihtasya Annabila, dan Santri Windiani. “Pelaksanaan Informed Consent Dalam Pelayanan Medik.” Manuju: Malahayati Nursing Journal 32, no. 3 (2021): 167–86. https://doi.org/doi.org/10.33024/mnj.v5i4.8033.

Sediyo, Panggih. “Pentingnya Informed Consent.” Kemenkes: Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, 2024. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3409/pentingnya-informed-consent.

Septianto, Finly, dan Mohammad Zamroni. “Perlindungan Hukum Dokter Internis Terhadap Risiko Tindakan Medis Kemoterapi Oral Pada Pasien Kanker Darah.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 109–24. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6363.

Sulistyaningrum, Helena Primadianti. “Informed Consent: Persetujuan Tindakan Kedokteran dalam Pelayanan Kesehatan bagi Pasien Covid-19.” Simbur Cahaya 28, no. 22 (2021): 166–86. https://doi.org/10.28946/sc.v28i2.1192.

Tajuddin, Mulyadi Alrianto, dan Salvadoris Pieter. “Urgensi Informed Consent Antara Dokter Dengan Pasien Terhadap Pembuktian Tindak Pidana Malpraktik.” Widya Pranata Hukum 3, no. 2 (2021): 28–44. https://doi.org/10.37631/widyapranata.v3i2.431.

Tehupeiory, Aarce. Bahan Ajar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: UKII Press, 2021.

Downloads

Published

2026-02-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dian Wiris Woro Wardani, Rizki Tri Anugrah Bhakti, & Alwan Hadiyanto. (2026). Informed Consent sebagai Dasar Persetujuan Dalam Perjanjian Terapeutik Terminasi Kehamilan. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(1), 585-607. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13936