Urgensi Pembentukan Undang-Undang Perubahan Iklim dalam Sistem Hukum Indonesia 66 14
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i4.13783Keywords:
Fragmentasi Hukum, Implementasi NDC, Perjanjian Paris, Tata Kelola Iklim, Undang-Undang Perubahan IklimAbstract
This study aims to examine the urgency of establishing a Climate Change Law within Indonesia’s legal system and to formulate an integrated regulatory framework linking international commitments with national climate governance. It employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches, informed by limited monism, legal transformation theory, and the principle of pacta sunt servanda. The findings indicate that Indonesia’s ratification of the Paris Agreement through Law No. 16 of 2016 has not been accompanied by an overarching legal framework that comprehensively harmonizes sectoral regulations, allocates institutional responsibilities, establishes accountability mechanisms, and supports the implementation of Nationally Determined Contributions (NDCs). This regulatory fragmentation creates legal uncertainty and may undermine the consistency of climate change mitigation and adaptation policies. The novelty of this study lies in its normative construction of a Climate Change Framework Law as an integrating legal instrument covering emission-reduction targets, measurement, reporting, and verification (MRV), climate finance, protection of vulnerable communities, and cross-sectoral oversight. The study recommends enacting such legislation alongside harmonization of sectoral regulations and establishing an independent National Climate Change Commission to coordinate implementation, monitor progress, and evaluate the achievement of national climate targets transparently and accountably.
Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembentukan undang-undang perubahan iklim dalam sistem hukum Indonesia dan merumuskan konstruksi regulasi yang mengintegrasikan komitmen internasional dengan tata kelola iklim nasional. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan, serta menganalisis bahan hukum berdasarkan teori monisme terbatas, transformasi hukum, dan prinsip pacta sunt servanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratifikasi Paris Agreement melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 belum didukung oleh kerangka hukum induk yang secara komprehensif menyelaraskan regulasi sektoral, pembagian kewenangan, mekanisme akuntabilitas, dan pelaksanaan Nationally Determined Contributions (NDC). Fragmentasi pengaturan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan menghambat konsistensi kebijakan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Kebaruan penelitian terletak pada konstruksi normatif undang-undang perubahan iklim sebagai Climate Change Framework Law yang mengintegrasikan target penurunan emisi, mekanisme pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV), pendanaan iklim, perlindungan masyarakat rentan, serta pengawasan lintas sektor. Penelitian merekomendasikan pembentukan undang-undang tersebut disertai harmonisasi regulasi sektoral dan pembentukan Komisi Perubahan Iklim Nasional yang independen untuk mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi pencapaian target iklim secara transparan dan akuntabel.
References
Ahmad, Rosidi, Zainuddin M, dan Arifiana Ismi. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research)” 2, no. 1 (2024): 46–58. https://doi.org//10.31764/jlag.v2i1.21606.Afifah Fatma., Hadi FIkri., and Abadi Suwarno. “Implikasi Hasil CoP 30 Terhadap Komitmen Iklim Indonesia Dalam Perspektif Hukum Internasional.” Jurnal Magister Hukum “Law and Humanity,” 2025, 215–32. https://doi.org/https://doi.org/10.37504/lh.v3i3.77.
Ajamani, and L Avanya R. “Ambition and Differentiation in The 2015 Paris Agreement : Interpretative Possibilities and Underlying Politics” 65, no. April (2016): 493–514. https://doi.org/10.1017/S0020589316000130.
Arfah, Mohammad Misbaqul, Ichah Yunia Rahmawati, Denny Ferdiyantoro, Aminatul Afilah, and Harum Rizky Amalia. “Urgensi Pembentukan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim Di Indonesia.” Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan 12, no. 2 (2023): 227–45. https://doi.org/10.24252/ad.vi.41711.
Az-zahra, Isnaini Putri, Bhita Cahya Kiara, Muhammad Fattan Fachrezy, Aidil Firman Majid, Arif Saefudin, and Jawa Barat. “Perubahan Iklim Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Di Daerah Mampang Dan Bojongsari” 4, no. 2 (2025): 265–73. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.37905/geojpg.v4i2.35134.
BNPB. Data Bencana Indonesia 2024. Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2025.
Bodansky, Daniel. “The Paris Climate Change Agreement : A New Hope.” American Journal of International Law, 2016, 1–46. https://doi.org/https://doi.org/10.5305/amerjintelaw.110.2.0288.
Boyce, James K, Michael Ash, and Brent Ranalli. “Environmental Justice and Carbon Pricing: Can They Be Reconciled?” Global Challenges (Hoboken, NJ) 7, no. 4 (April 2023): 2200204. https://doi.org/10.1002/gch2.202200204.
Budianto, Yoesep. “Publik Makin Merasakan Dampak Perubahan Iklim.” Kompas.Id, 2024.
Dumoli, Agusman D. Hukum Perjanjian Internasional (Kajian Teori Dan Praktik Indonesia). Bandung: PT. Refika Aditama, 2010.
Emanuela Locci, Hamza Jammoul. Climate Diplomacy: International and National Responses. Dar Abaad, 2023.
Fardiansyah, Hardi, Nanda Dwi Rizkia, Muhamad Sadi Is, Firman Freaddy Busroh, Ferdinandus Ngau Lobo, Fahmi Miftah Pratama, Aris Triyono, Anggriani Wau, Fatria Khairo, and Andri Nurwandri. Pengantar Ilmu Hukum. CV. Intelektual Manifes Media, 2023.
Fauzan, Muhammad Pasha Nur. “Meninjau Ulang Gagasan Green Constitution : Mengungkap Miskonsepsi Dan Kritik.” LITRA:Jurnal Hukum Lingkungan,Tata Ruang,Dan Agraria 1 (2021): 1–21. https://doi.org/https://doi.org/10.23920/litra.v1i1.573.
Greenpeace. “Banjir Jabodetabek Bukti Nyata Rentannya Indonesia Dalam Ancaman Krisis Iklim.” Greenpeace Indonesia, 2025.
Groot, Peter de. “The Economics of Global Warming.” International Affairs 69, no. 2 (1993): 371–72. https://doi.org/10.2307/2621656.
Hardenta, A. Duta, and Rahmawan Budi Ardianto. “Manifestasi Partisipasi Publik Dalam Doktrin Kepercayaan Publik Bagi Pemenuhan Komitmen Perubahan Iklim Indonesia.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 9, no. 1 (2022): 157–86. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.493.
Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.
Hulu, H. Bryan, Nau U. W. Noveriest, and Seba R.O. Cornelis. “Analisis Efektivitas Paris Agreement Terhadap Indonesia Sebagai Anggota G20 Dalam Menangani Climate Change.” Jurnal Niara 17, no. 2 (2024): 280–98. https://doi.org/10.31849/niara.v17i2.22369.
Ibnu, Mardiyanto. “Jurnal Hukum Mimbar Justitia (JHMJ) Membangun Keadilan Dan Komitmen Global Dalam Kebijakan Iklim Nasional : Analisis Reinterpretasi CBDR-RC Di Indonesia” 11, no. 2 (2025): 402–25. https://doi.org/https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i2.5977 Abstract.
Jaiswal, Ashutosh. “International Conventions: The Earth Summit, Rio Declaration and Agenda 21.” Environmental Geography, n.d.
Jati, Geny. “Laporan Climate Transparency 2021: Dampak Perubahan Iklim Nyata, Indonesia Perlu Tingkatkan Aksi Iklimnya.” Institute for Essential Services Reform (IESR), n.d.
Kelly, Levi, Sophie Boehm, Rebecca Carter. “6 Big Findings from the IPCC 2022 Report on Climate Impacts, Adaptation and Vulnerability.” World Resources Institute, 2022.
Lazarus. “Implementasi Prinsip Tanggung Jawab Negara Dalam Mitigasi Perubahan Iklim Berdasarkan Paris Agreement.” Media Hukum Indonesia ( MHI ) 4, no. 1 (2025): 89–95. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.17837666.
Mastorat. Pengantar Ilmu Perundang-Undangan. Scopindo Media Pustaka, 2021.
Nancy, and Miharja Marjan. “Strategi Hukum Dan Kebijakan Publik Dalam Mewujudkan Transisi Energi Berkeadilan Di Era Perubahan Iklim.” IBLAM Law Review 6, no. 1 (2026). https://doi.org/https://doi.org/10.52249/ilr.v6i1.652.
Nations, United. “Resolution Adopted by the Human Rights Council on 8 October 2021,” 2021.
Ningsih, Elisa. “Peran Hutan Dalam Mitigasi Perubahan Iklim: Analisis Penyerapan Karbon Oleh Hutan Hujan Tropis.” Journal of Horizon 1, no. 1 (2024): 1–5. https://doi.org/10.62872/jh.v1i1.442.
Noor, Yus Rusila. “Mangrove Breakthrough Menjaga 20 Persen Hutan Mangrove Dunia Untuk Masa Depan.” Wetlands Indonesia, 2025.
Nuswantoro. “Bencana Sumatera Bukan Faktor Cuaca Semata.” Mongabay, 2025.
OHCHR. “OHCHR and Climate Change.” OHCHR, n.d.
Pramudianto, Andreas. Hukum Lingkungan Internasional. Rajawali Pers, 2017.
Rehatta, Veriana Josepha B. “Indonesia Dalam Penerapan Hukum Berdasarkan Aliran Monisme, Dualisme Dan Campuran.” Sasi 22, no. 1 (2016): 54. https://doi.org/10.47268/sasi.v22i1.177.
Rosidi, Ahmad, M Zainuddin, and Ismi Arifiana. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research).” Journal Law and Government 2, no. 1 (2024): 46–58. https://doi.org/10.31764/jlag.v2i1.21606.
Samekto., Siciliya Mardian Yo’el. F.X Joko Priyono. F.X Adji. “Pembaharuan Hukum Lingkungan Nasional Dalam Perspektif Keadilan Lingkungan.” Diversi Jurnal Hukum 10, no. September (2025): 490–523. https://doi.org/10.32503/diversi.v10i2.7471.
Sefriani. Hukum Internasional: Suatu Pengantar. Edisi Kedu. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015.
Septaria, Ema. “Penguatan Perjanjian Paris Melalui Kepemimpinan Negara Maju : Analisis Janji Partai Labour” 23, no. 1 (2024): 57–74. https://doi.org/https://doi.org/10.33369/jik.v23i1.35604.
Setzer, Joana, Figueiredo Garrido, Danielle De Andrade Moreira, Douglas Kysar, Filippo Fantozzi, Gabriella Locati, Van Asselt, et al. “Global Trends in Climate Change Litigation : 2025 Snapshot,” 2025. https://doi.org/10.21953/LSE.LH46LE9Y8SGI.
Sinaga Irene Puteri Alfani Sofia, Nurhikmah Eka, and Djaja Nelvina. “Hukum Pertanggungjawaban Praktik Dalam Trading Carbon.” Unes Law Review 8, no. 3 (2026): 747–68. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/3svnez68.
Sitanggang, Hamonangan, Zaenal Arifin, Endah Pujiastuti, and Amri Panahatan Sihotang. “Regulasi Pelaksana Pajak Karbon Dalam Mendukung Target Nationally Determined Contribution Indonesia” Jurnal USM Law Review 9, no. 3 (2026): 1845–67. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v9i3.14172.
Suwakil, Abdul Wahab. “Keberadaan Pengadilan Ham Di Indonesia.” Judge : Jurnal Hukum 4, no. 01 (2023): 1–8. https://doi.org/10.54209/judge.v4i01.359.
Syuhada, Otong, and Mohamed Rodziana Razali. “Indonesian Employment and Labor Policy: A Pancasila Perspective.” Kosmik Hukum 24, no. 2 (2024): 64–76. https://doi.org/10.30595/kosmikhukum.v24i2.19390.
UNDP Climate Promise. “What Are NDCs and How Do They Drive Climate Action?” UNDP Climate Promise, 2023.
Wanajih. “Protokol Kyoto: Komitmen Dunia Dalam Misi Menyelamatkan Bumi.” Lindungi Hutan Official, 2022.
Wanjani Risfa, Taqiuddin Moh., and Paripurno Eko Teguh. “Analisis Kerentanan Terhadap Risiko Krisis Iklim Pada Tiga Komunitas : Program Studi Magister Manajemen Bencana, Fakultas Teknologi Mineral Dan Energi,” 2026, 441–55. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i2.6162.
World Meteorological Organization (WMO). “Climate Change Undermines Human Rights.” World Meteorological Organization (WMO), 2024.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.








Citedness in Scopus 

