Tradisi Carok dalam Perspektif Kriminologi Kultural Masyarakat Adat Madura
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13442Keywords:
Carok, Kriminologi, Komunitas Asli, Madura, Teori BudayaAbstract
This study aims to explain how the practice of carok in Madurese indigenous communities is constructed as a culturally based crime, and why social legitimacy for violence persists despite its conflict with national criminal law and human rights principles. The research uses a normative juridical approach with qualitative descriptive methods through a literature study of cultural criminology theory, legislation, and literature on Madurese customary law and culture. The results show that from a cultural criminology perspective, carok is a subculture of violence legitimized by the concepts of honor (malo) and social dignity, so that customary norms function as a framework for social justification of violent acts and reveal a conceptual tension between state law and the construction of local cultural meaning. These findings confirm that criminality cannot be understood solely as a formal legal violation, but rather as a product of the interaction of cultural symbols, collective identity, and social structures. The novelty of this research lies in the formulation of carok as a cultural criminal construction within the framework of cultural criminology, which specifically links the legitimacy of honor, violent subcultures, and normative conflicts between customary and state law as a conceptual basis for the development of criminological analysis and conflict resolution policies that are more contextual and equitable.
Penelitian ini bertujuan secara problem-oriented untuk menjelaskan bagaimana praktik carok dalam masyarakat adat Madura dikonstruksi sebagai fenomena kejahatan berbasis budaya, serta mengapa legitimasi sosial terhadap kekerasan tetap bertahan meskipun bertentangan dengan hukum pidana nasional dan prinsip hak asasi manusia. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap teori kriminologi budaya, peraturan perundang-undangan, serta literatur mengenai hukum adat dan budaya Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif kriminologi kultural, carok merupakan subkultur kekerasan yang dilegitimasi oleh konsep kehormatan (malo) dan martabat sosial, sehingga norma adat berfungsi sebagai kerangka pembenaran sosial terhadap tindakan kekerasan dan memperlihatkan ketegangan konseptual antara hukum negara dan konstruksi makna budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa kriminalitas tidak dapat dipahami semata sebagai pelanggaran legal formal, melainkan sebagai produk interaksi simbol budaya, identitas kolektif, dan struktur sosial. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan carok sebagai konstruksi kriminal kultural dalam kerangka kriminologi budaya yang secara spesifik menghubungkan legitimasi kehormatan, subkultur kekerasan, dan konflik normatif hukum adat–negara sebagai dasar konseptual bagi pengembangan analisis kriminologi dan kebijakan penanggulangan konflik yang lebih kontekstual dan berkeadilan.
References
Afif, Muhammad. “Penemuan Hukum oleh Hakim terhadap Kasus Carok Akibat Sengketa Tanah dalam Masyarakat Madura.” Soematera Law Review 1, no. 2 (2018): 304. https://doi.org/10.22216/soumlaw.v1i2.3714.
Aksa, Fauzah Nur, Siska Mona Widia, and Silfia Hanani. "Perbandingan Metode Penelitian Yuridis Normatif Dan Yuridis Empiris: Penelitian di UIN Sjech M Djamil Djambek." Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 12.6 (2025): 2226-2236. https://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2226-2236.
Anan, Moh Shofi, Yuniar Rahmatiar, and Muhamad Abas. "Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Adat Budaya Carok Madura Akibat Perselingkuhan Berdasarkan Pasal 338 Tentang Pembunuhan (Studi Putusan Nomor 14/PID. B/2020/PN. BKL)." Jurnal Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 6.2 (2023): 248-261. https://doi.org/10.31604/justitia.v6i2.248-261.
Anggraini, Dian Mego, Aizun Riski Safitri, and Muhyatun Muhyatun. "Makna Arek” Celurit” Bagi Generasi Y Di Kabupaten Pamekasan." Jurnal Konseling Pendidikan Islam 3.1 (2022): 304-309. https://doi.org/10.32806/jkpi.v3i1.26.
Arham, Laode. "Budaya Penjara, Subkultur Terorisme dan Radikalisasi: Perspektif Kriminologi Budaya." Journal of Terrorism Studies 2.4 (2020): 3. https://doi.org/10.7454/jts.v2i2.1023.
Cahyono, H. Model Mediasi Penal dalam Penanggulangan Konflik Kekerasan Carok Masyarakat Madura Berdasarkan Local Wisdom. Yogyakarta: Deepublish, 2019, 99.
Dartiningsih, Budi Endah. Budaya dan Masyarakat Madura. Yogyakarta: Penerbit Adab, 2022.
Hakim, Arif Rahman, and Sulistyanta Sulistyanta. “Faktor Penyebab Perkelahian Carok Di Madura Di Tinjau Dari Kriminologi ”. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia, vol. 2, no. 3, 01-17. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i3.952.
Handayani, Emy, and Fatih Misbah. "Carok,‘Di Persimpangan’ Budaya Dan Hukum Positif." Crepido 1.1 (2019): 23-31. https://doi.org/10.14710/crepido.1.1.23-31.
Harahap, Chisa Belinda, and Iqrak Sulhin. "Pengendalian Kejahatan Pada Sub-Kebudayaan Gang Klitih (dalam Paradigma Kriminologi Budaya)." Deviance Jurnal Kriminologi 6.1 (2022): 86-102. https://doi.org/10.36080/djk.1569.
Hidayat, Nur. "Rujukan dan Aplikasi Sistem Hukum Indonesia Berdasarkan Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945 Pasca Amandemen ke Tiga." UIR Law Review 1.2 (2017): 191-200. https://doi.org/10.25299/uirlrev.2017.1.02.566.
Insani, Naia Saifanah, Raysa Nurahmah Mulyana, and Asmak Ul Hosnah. "Dampak Perubahan Sosial Terhadap Pola Kejahatan: Perspektif Kriminologi." Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4.1 (2026): 3166-3176. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3610.
Jufri, Muwaffiq. "Nilai keadilan dalam budaya carok." Jurnal Yustitia 18.1 (2019). http://dx.doi.org/10.53712/yustitia.v18i1.200.
Jufri, Muwaffiq. “Nilai Keadilan dalam Budaya Carok.” Jurnal Yustitia 18, no. 1 (2017): 16.
Lahendra, Agus. "Urgensi Pemahaman Pakaian Adat Madura Untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Project Penguatan Profil Pancasila Demi Kelestarian Kearifan Lokal." Jurnal Pendidikan & Pembelajaran 9.1 (2023): 16-27.
Le Hir, Marie-Pierre. "Defining French Cultural Studies." The Journal of the Midwest Modern Language Association 29.1 (1996): 76-86. https://doi.org/10.2307/1315259.
Permatasari, Intan. “Carok dalam Masyarakat Madura di Kabupaten Bondowoso Tahun 2000–2015.” Skripsi, Universitas Jember, 2016, 2.
Pusat Penelitian Gender dan Budaya Madura LPPM UTM. Madura dalam Perspektif Budaya Jender, Politik, Industrialisasi, Kesehatan, dan Pendidikan. Surabaya: CV Perwira Media Nusantara, 2016, 42.
Rahayu, Citra. "Sanksi Pembunuhan Mutilasi Berencana pada Pasal 340 KUHP dalam Perspektif Hukum Pidana Islam." Jurnal Al-Jina'i Al-Islami 3.1 (2025): 218-229. https://doi.org/10.15575/jaa.v3i1.2079,
Ramailis, Neri Widya. "Visualisasi Perilaku Pengendara Sepeda Motor Sebagai Bentuk Crime In Everyday Life Analisis Cultural Criminology." Sisi Lain Realita 1.1 (2016): 24-33. https://doi.org/10.25299/sisilainrealita.2016.1399.
Razy, Mohammad Refi Omar Ar, and Umar Faruk. "Budaya Carok Dalam Perspektif Lanskap Alam Pulau Madura: Sebuah Pendekatan Ekologi Sejarah." Jurnal Adat dan Budaya Indonesia 6.2 (2024): 227-235. https://doi.org/10.23887/jabi.v6i2.75810,
Shohibuddin Suadah, Muhammad, et al. "Menepis Tradisi Carok Melalui Moderasi Beragama di Madura: Sohibuddin." Dialektika 17.1 (2024): 56-67. https://doi.org/10.33477/da.v17i1.7925.
Siregar, Indri Pratiwi. "Analisis Yuridis Terhadap Sanksi Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Dalam Perspektif Kriminologi Dan Teori Anomie Dari Robert King Merton." Academia: Jurnal Inovasi Riset Akademik 3.3 (2023): 169-178. https://doi.org/10.51878/academia.v3i3.2475.
Tanzillah, Eriska Nur, dan Maharani Nurdin. “Tinjauan Yuridis Sosiologis atas Tindak Pidana Budaya Carok Berdasarkan Perspektif Pasal 340 KUHP.” Jurnal Pagaruyung 5, no. 1 (2021): 5–6. https://doi.org/10.31869/plj.v5i1.2825.
Tontowi, Tontowi, and Mufaroha Mufaroha. "Peran Penyuluh dalam Upaya Meminimalisir Budaya Carok di Wilayah Konflik di Madura." Jurnal Kajian Hukum Islam 8.1 (2021): 26-34. https://doi.org/10.52166/jkhi.v8i1.24.
Tumanggor, Rusli, Khairuddin Ridlo, dan M. M. H. Nurochim. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana, 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

