Ketidakseimbangan Aset Dan Utang Sebagai Dasar Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk

Authors

  • Akhdan Adityo Latri Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta
  • Muthia Sakti Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13125

Keywords:

bankruptcy; fiduciary duty; insolvency

Abstract

This study examines the causal relationship between asset–liability imbalance, the failure of the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) mechanism, and the resulting director liability in the bankruptcy of PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). The research is motivated by a normative gap in Indonesia’s Bankruptcy and PKPU Law, which does not require an insolvency test, thereby allowing corporations in a state of absolute insolvency to access PKPU despite lacking any realistic prospect of going concern. This study employs a normative juridical method using statutory and case approaches, with particular reference to the Commercial Court of Semarang Decision Number 2/Pdt.Sus-Homologation/2024/PN Niaga Smg. The findings reveal that the extreme disparity between Sritex’s assets and liabilities rendered its restructuring plan legally and economically unfeasible, making creditor rejection a rational outcome that normatively necessitated a bankruptcy ruling. Furthermore, the board of directors’ failure to fulfil fiduciary duties, especially the duty of care and transparency, invalidated the protection of the Business Judgment Rule and triggered potential personal liability. The novelty of this research lies in its integrated analytical framework that conceptualizes asset–liability imbalance as both a determinant of PKPU infeasibility and an indicator of fiduciary breach leading to director liability, thereby providing a normative basis for insolvency law reform in Indonesia.

 

 

Penelitian ini mengkaji hubungan kausal antara ketidakseimbangan aset dan utang, kegagalan mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), serta implikasi pertanggungjawaban direksi dalam kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kajian ini dilatarbelakangi oleh kekosongan norma dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang tidak mewajibkan penerapan insolvency test, sehingga perusahaan dalam kondisi insolvensi absolut tetap dapat mengakses PKPU meskipun tidak lagi memiliki prospek going concern. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, khususnya melalui analisis Putusan Pengadilan Niaga Semarang Nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas ekstrem antara nilai aset dan liabilitas Sritex menjadikan rencana perdamaian tidak layak secara hukum dan ekonomi, sehingga penolakan kreditur merupakan konsekuensi rasional yang berujung pada putusan pailit. Selain itu, kegagalan direksi dalam memenuhi kewajiban fidusia, terutama duty of care dan prinsip transparansi, menggugurkan perlindungan business judgment rule dan membuka ruang pertanggungjawaban pribadi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi analitis yang menempatkan ketidakseimbangan aset dan utang sebagai parameter kelayakan PKPU sekaligus indikator pelanggaran fiduciary duty yang menimbulkan personal liability, serta memberikan justifikasi normatif atas urgensi reformasi hukum insolvensi di Indonesia.

References

Adrian, Muhammad, Ilham Ramadhan, and Dian Purnamasari. “Penerapan Prinsip Fiduciary Duty Direksi Perseroan Terbatas Taspen (PERSERO).” Reformasi Hukum Trisakti 7, no. 3 (2025): 1169–80. https://doi.org/https://doi.org/10.25105/refor.v7i3.23356.

Agnesia, Annisa Egis, and Christine S.T. Kansil. “Keadaan Insolvensi Dalam Permohonan Pailit Perusahaan Sebagai Upaya Menjaga Kepentingan Kreditor Dan Debitor Menurut UU No. 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan PKPU.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 7, no. 10 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i10.12762.

Amelia, Shelomita Putri, Ema Nurkhaerani, Alamat Jl, R S Fatmawati, Kec Cilandak, Kota Jakarta Selatan, and Prov D K I Jakarta. “Penentuan Keadaan Insolvensi Terhadap Proses Kepailitan Dalam Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta , Indonesia Pailit Dan Belum Dapat Dilakukan Pemb.” Mahkamah: Jurnal Riset Ilmu Hukum 2, no. 3 (2025): 112–23. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/mahkamah.v2i3.683.

Amina, Frahnaz. “Urgensi Penerapan Insolvency Test Sebagai Bentuk Reformasi Hukum Kepailitan Di Indonesia : Studi Perbandingan Dengan Amerika Serikat.” Media Hukum Indonesia (MHI) 3, no. 3 (2025): 599–603. https://doi.org/10.5281/zenodo.15668962.

Anwarul Muarif. “Penerapan Prinsip-Prinsip Tanggung Jawab Terbatas : Tugas Fidusia Dan Pertanggungjawaban Direktur Pada Perseroan Terbatas.” Jurnal Yustisia Tirtayasa 4, no. 1 (2024): 1–17. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.51825/yta.v4i3.25936.

Aprita, Serlika, and Sarah Qosim. “Optimalisasi Wewenang Dan Tanggung Jawab Hakim Pengawas Dalam Hukum Kepailitan Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 192. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.3963.

Aziz, Ibnu, Pristika Handayani, and Dwi Afni Maileni. “Implikasi Hukum Transisi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Ke Pailit Terhadap Perjanjian Sewa Menyewa.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 5–9. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12317.

Barnini, Adam, and Nyulistiowati Suryanti. “Kedudukan Kreditor Yang Tidak Terdaftar Pada Putusan Perdamaian PKPU Dalam Mengajukan Permohonan Pernyataan Pailit.” Media Iuris 4, no. 2 (2021): 125–44. https://doi.org/10.20473/mi.v4i2.26286.

Christiaan, Pemy, and Rusdi Abdulkarim. “Pengaruh Price Earning Ratio Dan Price Book Value Terhadap Harga Saham Pada Sub Sektor Semen Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia.” AkMen: Akuntansi Dan Manajemen 18 (2021): 164–76. https://doi.org/https://doi.org/10.37476/akmen.v18i2.1690.

Cucuzza, Giuseppe, and Giampiero Bambagioni. “Appraising Forced Sale Value by the Method of Short Table Market Comparison Approach.” AESTIMUM 6117 (2023): 39–50. https://doi.org/10.36253/aestim-13808.

Fatahillah, Faishal, and Atik Winanti. “Perbandingan Konsep Hukum Kepailitan Amerika (Chapter 11) Dan Hukum Kepailitan Indonesia.” Jurnal USM Law Review 6, no. 3 (2023): 1262–78. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.7906.

Febrian Dirgantara, Arif Rachman Putra, Didit Darmawan, Rafadi Khan Khayru, and Agung Satryo Wibowo. “Peran Hukum Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Dalam Penyelesaian Sengketa Utang Piutang Di Indonesia.” Lex Stricta: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 1 (2025): 149–60. https://doi.org/https://doi.org/10.46839/lexstricta.v4i1.1444.

Firmansyah, Firmansyah, Silvester Magnus Loogman Palit, and William Hendrik Reba. “Juridical Analysis of the Bankruptcy of PT Sritex Based on Law Number 37 of 2004 Concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations.” West Science Law and Human Rights 3, no. 02 (2025): 157–63. https://doi.org/10.58812/wslhr.v3i02.1828.

Habibie, Muhammad Mirza, Yuliani Catur Rini, and Kartika Winkar Setya. “Business Judgment Rule in the Amendment of the State-Owned Enterprises Law.” Jurnal Hukum In Concreto 4, no. 2 (2025): 271–85. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v4i2.1904.

Harir, Moh, Soegianto Soegianto, Zaenal Arifin, Kukuh Sudarmanto, and Miftah Arifin “Konflik Norma (Antinomy Normen) Sita Umum Dengan Sita Pidana Dalam Pemberesan Harta Pailit.” Jurnal USM Law Review 8, no. 2 (2025): 1107–25. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11384.

Januarsyah, Mas Putra Zenno, Dwidja Priyatno, Agung Sujati Winata, and Khairul Hidayat. “Penerapan Doktrin Business Judgment Rule Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Karen Agustiawan.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 1 (2022): 143–58. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.4922.

Khaerul Bahran. “Peluang Perdamaian Dalam PKPU Solusi Menghindari Kepailitan.” Ensiklopedia Education Review 7, no. 37 (2025): 56–64. https://doi.org/https://doi.org/10.33559/eer.v7i1.3200.

Khairunnisa, Shania, and Arman Nefi. “Sengketa Amandemen Akta Perdamaian PKPU Homologasi Dan Perbandingan Dengan Hukum Kepailitan Amerika Serikat.” Jurnal Hukum To-Ra 9, no. 2 (2023): 157–77. https://doi.org/https://doi.org/10.55809/tora.v9i2.220.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), n.d.

Laura Aulia Rosaline. “Analisis Faktor Penyebab Kepailitan Dan Dampak Penutupan PT Sritex.” Birokrasi: Jurnal Hukum Dan Tata Negara 3, no. 1 (2025): 40–47. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/birokrasi.v3i1.1818.

Madewi, Astuti, Universitas Bina, and Sarana Informatika. “Analisis Laporan Keuangan PT . Sri Rejeki IsmanTbk (SRIL) Hingga Dinyatakan Pailit.” Jurnal Bisnis Net 7, no. 2 (2024): 946–52. https://doi.org/https://doi.org/10.46576/bn.v7i2.5555.

Masruroh, Ervina Jilindah, and Merline Eva Lyanthi. “Perlindungan Hukum Bagi Kreditor Konkuren Dalam Restrukturisasi Utang.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 6, no. 2 (2025): 465–72. https://doi.org/https://doi.org/10.55357/is.v6i2.918.

Mayasari, Farish, and Rusdianto Sesung. “Analisis Kepailitan PT Sritex Berdasarkan Faktor Penyebab Dampak Dan Mitigasi Hukum.” Journal Evidence Of Law 4, no. 2 (2025): 689–98.

Micheler, Eva. “Separate Legal Personality–An Explanation And a Defence.” Journal of Corporate Law Studies 24, no. 1 (2024): 301–29. https://doi.org/10.1080/14735970.2024.2365170.

Mochamad Ali Fajar, Diyan Isnaeni, and Moh. Muhibbin. “Strengthening Legal Certainty in the Implementation of Metrological Supervision and Guidance.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 1184–1206. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12308.

Munir Fuady. Hukum Pailit Dalam Teori Dan Praktek. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2017.

Perseroan, Kepailitan. “Analisis Yuridis Normatif-Komparatif Terhadap Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kepailitan Perseroan Terbatas.” Jurnal Penelitian Ilmu Hukum 5, no. 3 (2025): 677–88. https://doi.org/https://doi.org/10.56393/nomos.v5i3.3406.

Rusli, Tami. Hukum Kepailitan Di Indonesia. Lampung: UBL Press, 2019.

Saebani, Alisya Rahma. “Perlindungan Hukum Dan Upaya Pemulihan Bagi Perusahaan Insolven Dalam Kepailitan.” Jurnal Hukum Statuta 3, no. 2 (2024): 92–100. https://doi.org/https://doi.org/10.35586/jhs.v3i2.9097.

Sari, Wulan, Salsa Karwati, Nurhana Dhea Parlina, and Corresponding Author. “Bankruptcy Level Analysis of Sri Rejeki Isman Tbk Using the Altman Z-Score Model (2019-2023).” IJHESS 4, no. 6 (2025): 2839–43. https://doi.org/https://doi.org/10.55227/ijhess.v4i6.1681.

Simarmata, Lasmauli Noverita, Ardison Asri, Ario Wendra, Dosen Fakultas, Hukum Universitas, and Dirgantara Marsekal. “Analisis Hukum Mengungkap Penyebab Kepailitan PT Sri Rejeki Isman.” Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara 15, no. 2 (2025). https://doi.org/https://doi.org/10.35968/jihd.v15i2.1445.

Simbolon, Yolanda. “The Principle of Fiduciary Duty in Single-Member Limited Liability Company.” Perspektif Hukum 24, no. 1 (2024): 72–91. https://doi.org/https://doi.org/10.30649/ph.v24i1.267.

Tbk, PT Sri Rejeki Isman. “Financial-Statements PT Sri Rejeki Isman (31-Dec-2022),” n.d.

Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan PKPU, Pub. L. No. 37 (2004).

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Pub. L. No. 40 (2007).

Wahyuno, and Cahyo. “Pertanggungjawaban Direksi Dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas: Studi Kasus Korporasi Multinasional.” Iblam Law Review 5, no. 2 (2025): 144–51. https://doi.org/https://doi.org/10.52249/ilr.v5i2.634.

Warsito, Lilik. “Urgensi Pembuktian Syarat Kepailitan Dan Tes Insolvensi Dalam Permohonan Kepailitan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 2–6. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9018.

Yahya Harahap. Hukum Perseroan Terbatas. Jakarta: Sinar Grafika, 2021.

Downloads

Published

2025-12-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Latri, A. A., & Sakti, M. . (2025). Ketidakseimbangan Aset Dan Utang Sebagai Dasar Pertanggungjawaban Direksi Dalam Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2742-2763. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13125