Evaluasi Efektivitas Pidana Mati Bersyarat Terhadap Tindak Pidana Narkotika di Indonesia

Authors

  • Zahra Aura Diba Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Ifahda Pratama Hapsari Universitas Muhammadiyah Gresik

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13120

Keywords:

Hukuman Mati Bersyarat, Kejahatan Narkotika, Hak Asasi Manusia, Keadilan Restoratif

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the conditional death penalty as regulated under Articles 100–101 of Law Number 1 of 2023 on the Indonesian Criminal Code in addressing narcotics crimes, considering that approximately 93% of death row inmates are convicted of narcotics-related offenses. The ten-year probation period raises legal concerns due to the absence of objective criteria for assessing prisoners’ behavioral changes, thereby affecting legal certainty and substantive justice. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and analytical approaches through grammatical, systematic, historical, and teleological interpretation of the 2023 Criminal Code, the Narcotics Law, and human rights instruments. The findings indicate that the conditional death penalty constitutes a significant penal innovation with the potential to balance public protection against narcotics threats and respect for the right to life and restorative justice principles; however, its effectiveness is constrained by the lack of implementing regulations, the absence of multidisciplinary evaluation standards, and limited correctional institutional capacity. The novelty of this study lies in integrating punishment effectiveness, human rights, and restorative justice perspectives while formulating the need for objective evaluation parameters during the probation period. This study recommends the enactment of implementing regulations, the establishment of independent assessment teams, and the strengthening of correctional resources to ensure a fair, accountable, and human-oriented narcotics sentencing system.

 

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pidana mati bersyarat sebagaimana diatur dalam Pasal 100–101 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam penanggulangan tindak pidana narkotika di Indonesia, mengingat sekitar 93% terpidana mati berasal dari perkara narkotika. Pengaturan masa percobaan selama sepuluh tahun menimbulkan persoalan yuridis akibat ketiadaan kriteria objektif untuk menilai perubahan perilaku terpidana, sehingga berimplikasi pada kepastian hukum dan keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis melalui penafsiran gramatikal, sistematis, historis, dan teleologis terhadap KUHP 2023, Undang-Undang Narkotika, serta instrumen hak asasi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidana mati bersyarat merupakan inovasi pemidanaan yang berpotensi menyeimbangkan perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika dengan penghormatan terhadap hak hidup dan prinsip keadilan restoratif, namun efektivitasnya masih terhambat oleh ketiadaan aturan pelaksana, belum adanya standar evaluasi berbasis ilmu multidisipliner, serta keterbatasan kapasitas lembaga pemasyarakatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi perspektif efektivitas pemidanaan, hak asasi manusia, dan keadilan restoratif sekaligus perumusan kebutuhan parameter evaluasi objektif selama masa percobaan. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan regulasi pelaksana, tim evaluasi independen, dan penguatan sumber daya pemasyarakatan guna mewujudkan sistem pemidanaan narkotika yang adil, akuntabel, dan berorientasi kemanusiaan.

References

Agrarini, Lintang Sely Puspita, "Dinamika Pidana Mati Dalam KUHP 2023: Pembaruan Hukum Pidana Dan Tantangan Implementasi." Jurnal Ilmiah Advokasi 13, no. 02 (2025): 509-527. https://jurnal.ulb.ac.id/index.php/advokasi/article/viewFile/7359/4958.

Badaru, Baharuddin, “Tinjauan Yuridis Terhadap Problematik Penerapan Pidana Mati Dari Perspektif Hak Asasi Manusia.” Unes Journal of Swara Justisia 7, no.3 (2023): 881-888. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i2.

Baiti, Aqmarina Khusnul, "Pidana Mati dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023: Tinjauan Yuridis terhadap Model Pemidanaan Alternatif." Jurnal Hukum In Concreto 3, no. 1 (2024): 114-129. https://doi.org/10.35960/inconcreto.v3i1.1849.

Cahyani, Gisella Tiara, Siti Bilkis Sholehah, Dara Nurul Salsabillah, Muhammad Alwan Ramadhana, Revand Arya Pratama, and Herli Antoni, “Analisis Hukuman Mati Di Indonesia Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Dan Alternatif Penegakan Hukum.” Al-Qisth Law Review 7, no. 1 (2023): 167-184. https://doi.org/10.24853/al-qisth.7.1.

Cahyono, Joko, and Faisal Santiago, “Reconstruction of Conditional Death Penalty Norms In the Perspective of Renewing Indonesian Criminal Law.” Jurnal Edunity: Kajian Ilmu Sosial Dan Pendidikan 2, no. 1 (2023): 47-55. https://doi.org/10.57096/edunity.v1i05.35.

Dewanto, Daffa Rizky, and Rahtami Susanti, “Hukuman Mati Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Wijayakusuma Law Review 5, no. 1 (2023): 64-70. https://doi.org/10.51921/wlr.w1ec3b97.

Fari, Fuad Alghi and Susi Fitria Dewi, “Faktor Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Kejahatan Narkotika.” Jurnal USM Law Review 4, no.1 (2021): 431-443. https://doi.org/10.26623/julr.v4i1.3350.

Hakim, Muhammad Andy, and Joko Setiyono, “Indonesian Death Penalty: Seen From The Concept Based On Human Rights.” Diponegoro Law Review 5, no. 2 (2020): 188-199. https://doi.org/10.14710/dilrev.5.2.2020.188-199.

Hendriana, Rani, Oktobrian, Dwiki, and Muhammad Isa Abdillah. 2022. “Proyeksi Masa Mendatang Pelaksanaan Pidana Mati Di Indonesia Dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.” Jurnal Ius Constituendum 7, no.1 (2022): 68-86. https://doi.org/10.26623/jic.v7i1.4906.

Iftitahsari, Adhigama Andre Budiman and Erasmus A. T. Napitupulu, Laporan Situasi Kebijakan Pidana Mati di Indonesia 2023: Pengubahan Pidana Mati secara Otomatis Mandat KUHP 2023 (Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform, 2024).

Ismara, Yudhistira cipta and Lagasakti Parwati Margaretha, "Konstitusionalitas Pidana Mati Bersyarat Dari Perspektif Tujuan Pemidanaan." Jurnal Ilmu Hukum: Alethea 7, no. 2 (2024): 133-148. https://doi.org/10.24246/alethea.vol7.no2.p133-148.

Kristian, Doddy, Bambang Sadono, Kadi Sukarna and Diah Sulistyani RS, “Kewenangan Polri Dalam Menegakkan Kode Etik Anggota Polri Yang Melakukan Tindak Pidana Narkoba.” Jurnal USM Law Review 4, no.2 (2021): 663-671. https://doi.org/10.26623/julr.v4i2.3332.

Lestari, Indah, Made Sugi Hartono, Dewa Bagus sanjaya, and Putu Riski Ananda Kusuma, “Analisis Pasal 100 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Hukuman Mati Bersyarat Berdasarkan Asas Keadilan Dan Asas Kepastian Hukum” Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis 4, no. 3 (2024): 1-12. https://doi.org/10.23887/jih.v4i3.5030.

Lubis, Abdul Halim, and Ania Galuh Margaini, “Relevansi Pidana Mati Terhadap Tindak Pidana Narkotika Dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana.” Sanskara Hukum dan HAM 1, no. 2 (2022): 13-24. https://doi.org/10.58812/shh.v1i02.54.

Lubis, Muhammad Ridwan and Muhammad Yusrizal Adi Syaputra, "Kedudukan Hukuman Mati Dalam KUHP 2023 Perspektif Hak Asasi Manusia." Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum 10, no. 2 (2023): 113-120. http://dx.doi.org/10.31289/jiph.v10i2.10676.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 1690 K/Pid.Sus/2018, dalam perkara Mary Jane Fiesta Veloso.

Mahmud, Ade, "Problema Pidana Mati Terhadap Pelaku Pidana Narkotika Dalam Sistem Hukum Indonesia." Jurnal Hukum Dan Pembangunan 51, no. 2 (2021): 456-471. http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.3060.

Muntafa, Parhan and Ade Mahmud, "Penerapan Hukum Pidana Mati Bersyarat Dalam KUHP 2023 di Hubungkan dengan Asas Kepastian Hukum." Jurnal Preferensi Hukum 4, no. 2 (2023): 130-136. https://doi.org/10.22225/jph.4.2.6918.130-136.

Nurhafiza, Ridho Alamsyah, Aisyah Alwiyah and Muhammad Razi Asnawani, "Tinjauan Siyasah Dusturiyah Terkait Hukuman Mati Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2023 KUHP." Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora 2, no. 1 (2023): 203-222. https://doi.org/10.59246/aladalah.v2i1.653.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Putusan Nomor 1389/Pid.Sus/2014/PN.Jkt.Pst, dalam perkara Freddy Budiman, 15 Oktober 2014.

Puro, Djuhandhani Rahadjo, Kukuh Sudarmanto and Zaenal Arifin, “Optimalisasi Pelaksanaan Pidana Mati Dalam Mewujudkan Efek Jera Pada Tindak Pidana Pembunuhan Berencana.” Jurnal USM Law Review 6, no.3 (2023): 1181-1192. https://doi.org/10.26623/julr.v6i3.7945.

Putri, Dita Melati, "Hukuman Pidana Mati dalam KUHP 2023 dan Perspektif Abolisionalis serta Retensionis." Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara 2, no. 4 (2024): 01-13. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.145.

Putri, Ina Malia, Yuniar Rahmatiar and Muhamad Abas, "Kebijakan Pemberian Vonis Mati Atau Pidana Mati Yang Ada di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Ditinjau Dari Formulasi Perspektif Pembaharuan Undang-Undang No 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana." Wajah Hukum 7, no. 2 (2023): 445-454. https://doi.org/10.33087/wjh.v7i2.1298.

Ramdlonaning, Anisya and Eva Achjani Zulfa, “Analisis Kebijakan Rehabilitasi Bagi Penyalahguna Narkotika di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 8, no. 1 Tahun 2023: 50-68. https://doi.org/10.26623/jic.v8i1.6119.

Rohmatulloh, Ahmad Ali and Yusuf Saefudin, "Pengaturan Pidana Mati Pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia." Jurnal Hukum Dan Kebijakan Publik 7, no.1 (2025): 45-67. https://journalpedia.com/1/index.php/jhkp/index.

Shola, Fadilla Amarani, “Tinjauan Hukum Positif Dan Hak Asasi Manusia Terhadap Pemberlakuan Hukuman Mati Di Indonesia.” Lex Et Ordo Jurnal Hukum dan Kebijakan 1, no. 1 (2023): https://journal.awatarainstitute.com/index.php/leo/article/view/99.

Sipayung, Baren, and Sardjana Orba Manullang, “Penerapan Hukuman Mati Menurut Hukum Positif Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal Kewarganegaraan 7, no. 1 (2023): 134-138. https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.4710.

Sitorus, Juan Valedra, and Hery Firmansyah, “Eksistensi Penerapan Penjatuhan Hukuman Mati Di Indonesia Terhadap Kejahatan Narkotika Di Indonesia.” Unes Law Review 6, no. 2 (2023):6282-6288. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.

Wahid, Abdul, “Keadilan Restoratif: Upaya Menemukan Keadilan Substantif?.” Jurnal Ius Constituendum 7, no. 2 (2022): 307-321. https://doi.org/10.26623/jic.v7i2.5793.

Downloads

Published

2025-12-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

Zahra Aura Diba, & Ifahda Pratama Hapsari. (2025). Evaluasi Efektivitas Pidana Mati Bersyarat Terhadap Tindak Pidana Narkotika di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2673-2697. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13120