Urgensi Regulasi Pendampingan Psikologis dalam Eksekusi Putusan Hak Asuh

Authors

  • Kayla Delzanty Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Taupiqqurrahman Taupiqqurrahman Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13102

Keywords:

Eksekusi Hak Asuh, Psikologi Forensik, Perlindungan Anak

Abstract

This study examines the urgency of regulating psychological assistance in the execution of child custody decisions as non-material subjects within Indonesian civil procedural law. The absence of standardized execution mechanisms in the Herziene Indonesisch Reglement (HIR) has resulted in low enforceability of custody rulings, repeated execution failures, and potential violations of the best interests of the child principle. This research employs a normative juridical method using statutory, case, and conceptual approaches, with analysis of the Tsania Marwa–Atalarik Syach custody dispute and the Cibinong Religious Court Decision Number 5594/Pdt.G/2020/PA.Cbn. The findings demonstrate that children’s resistance during execution constitutes a psychological response that cannot be addressed solely through coercive legal measures; without professional assessment and assistance, custody decisions tend to become non-executable and risk causing psychological trauma. The novelty of this study lies in proposing a hybrid legal–psychological model that positions forensic psychological assessment as a judicial prerequisite for custody execution. This study concludes that institutionalizing psychological assistance through a Supreme Court Regulation is essential to ensure effective enforcement, safeguard children’s rights, and restore the credibility of civil justice.

 

Penelitian ini mengkaji urgensi pembentukan regulasi pendampingan psikologis dalam pelaksanaan eksekusi putusan hak asuh anak sebagai subjek non-materiil dalam hukum acara perdata Indonesia. Ketiadaan mekanisme baku dalam Herziene Indonesisch Reglement (HIR) menyebabkan rendahnya daya laku putusan, kegagalan eksekusi berulang, serta potensi pelanggaran asas kepentingan terbaik bagi anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, melalui analisis terhadap sengketa hak asuh Tsania Marwa–Atalarik Syach dan Putusan Pengadilan Agama Cibinong Nomor 5594/Pdt.G/2020/PA.Cbn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi anak dalam proses eksekusi merupakan respons psikologis yang tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme koersif semata, sehingga tanpa asesmen dan pendampingan profesional, putusan pengadilan cenderung menjadi non-executable dan berisiko menimbulkan trauma psikologis pada anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model hibrida hukum–psikologi yang memposisikan asesmen psikologis forensik sebagai prasyarat yustisial dalam eksekusi putusan hak asuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan Peraturan Mahkamah Agung tentang pendampingan psikologis sebelum eksekusi merupakan kebutuhan mendesak guna menjamin efektivitas putusan, perlindungan hak anak, serta pemulihan kewibawaan peradilan perdata.

References

Abidin, Fikri Rafi Musyaffa, and Taupiqqurrahman Taupiqqurrahman. “Menggagas Model Penerapan Prorogasi Dalam Pemenuhan Asas Peradilan Sederhana, Cepat, Dan Berbiaya Ringan.” Jurnal USM Law Review 7, no. 3 (December 2024): 1552–70. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10473.

Afandy, Tri, and Yati Sharfina Desiandri. “Tinjauan Implementasi Kebijakan Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Anak.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 4, no. 3 (2023): 145–55. https://doi.org/https://doi.org/10.55357/is.v4i3.411.

Alawi, Moh Nauval Karim Al. “Implementasi Teori Law As A Tools Of Social Engineering Mahkamah Konstitusi Sebagai Instrumen Kontrol Sosial Dalam Sistem Hukum Indonesia.” Indonesian Journal Of Law And Justice 2, no. 2 (2024): 1–7. https://doi.org/https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i2.3393.

Arifin, Zaenal, Diah Sulistyani, Ratna Sediati, Soegianto Soegianto, and Nursalam Nursalam. “Peningkatan Pemahaman Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Di Kelurahan Plombokan.” Jurnal Pengabdian Perguruan Tinggi (PEDATI) 2, no. 2 (2024): 53–64. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jp.v2i2.10396.

Asnawi, M. Natsir. Hukum Hak Asuh Anak: Penerapan Hukum Dalam Upaya Menlindungi Kepentingan Terbaik Anak. Pertama. Jakarta: Prenada Media, 2022.

Aurellia, Meivanza Dwi, and Abdul Halim. “Urgensi Pembentukan Lembaga Eksekutor Terhadap Pemenuhan Hak Perempuan Dan Anak Pasca Perceraian.” Jurnal USM Law Review 6, no. 2 (September 2023): 752–65. https://doi.org/10.26623/julr.v6i2.7270.

Bakry, Kasman, Zulfiah Sam, and Jihan Vivianti Usman. “Putusnya Perkawinan Dan Akibatnya Dalam Fikih Munakahat (Studi Analisis Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 38-41).” Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam 2, no. 3 (2021): 413–31. https://doi.org/https://doi.org/10.36701/bustanul.v2i3.401.

Dino Rizka Afdhali, Taufiqurrohman Syahuri. “Idealitas Penegakkan Hukum Ditinjau Dari Perspektif Teori Tujuan Hukum.” Journal, Collegium Studiosum 6, no. 2 (2023): 555–61. https://doi.org/10.56301/csj.v6i2.1078.

Djafar, S M A, N Junus, and D A Bakung. “Analisis Yuridis Terhadap Sanksi Hukum Pihak Yang Tidak Memiliki Hak Asuh Anak Dalam Suatu Putusan Perceraian.” Jurnal Hukum Ius Publicum 6, no. 1 (2025): 12–30. https://doi.org/10.55551/jip.v6i1.320.

Fakhria, Sheila. “Penerapan Asas Kepentingan Terbaik Anak: Telaah Ijtihad Hakim Pengadilan Agama Dalam Putusan Hak Asuh Anak.” Jisrah: Jurnal Integrasi Ilmu Syariah 3, no. 3 (November 2022): 363. https://doi.org/10.31958/jisrah.v3i3.7227.

Gushairi. “Makalah Pembanding: Eksekusi Anak Dan Problematikanya Di Indonesia.” Mahkamah Agung Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, 2022.

Hadi, Nanang Faisol, and Nur Kholik Afandi. “Literature Review Is A Part of Research.” Sulawesi Tenggara Educational Journal 1, no. 3 (2021): 65–71. https://doi.org/https://doi.org/10.54297/seduj.v1i3.203.

Harly, Agustian, Kurniadi Darmawan Saputra, and Maryani Maryani. “Problematics Of Implementation Of Execution In Child Custody Cases.” Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial 12, no. 02 (October 2024): 227–42. https://doi.org/10.30868/am.v12i02.7469.

Herbowo, Heru Dwi. “Rekonseptualisasi Kesejahteraan Anak Dalam Konteks Kebijakan Sosial : Antara Pendekatan Kesejahteraan, Hak Anak, Dan Partisipasi.” Journal Of Community Development And Disaster Management 7, no. 1 (2025): 353–71. https://doi.org/10.37680/jcd.v7i1.6993.

Hidaya, Wahab Aznul, A Sakti R S Rakia, Zaenal Arifin, and Kristi Warista. “Penguatan Perlindungan Hak-Hak Perempuan Dan Anak Melalui Penyuluhan Hukum Di Pulau Doom Kota Sorong.” Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Volume 9, no. 2 (2025): 784–92. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jpmb.v9i2.29932.

Hutagalung, Hannes Magdalena, and Ayu Riza Fitria. “Tanggung Jawab Negara Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Kelompok Rentan Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Dedikasi: Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya 24, no. 2 (2023): 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.31293/ddk.v24i2.7287.

Indah, Reviana Mutiara, and Irwan Triadi. “Penemuan Hukum Sebagai Implementasi Teori Hukum Dalam Menjawab Kekosongan Hukum.” Media Hukum Indonesia 3, no. 4 (2025): 108–20. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.17333088.

Indana Zulfah, Idha Aprilyana Sembiring, and Rosmalinda. “The Role of Child Psychological Test Results in Custody Decisions in Divorce Cases.” Walisongo Law Review (Walrev) 7, no. 1 (April 2025): 12–20. https://doi.org/10.21580/walrev.2025.7.1.25593.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. “Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Standar Layanan Perlindungan Perempuan Dan Anak.” Jaringan Dokumentasi Dan Informasi Hukum Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, 2022.

Kristiawanto. Pengantar Mudah Memahami Metode Penelitian Hukum. Edited by Taufik. Pertama. NAS Media Indonesia, 2024.

Kurniawansyah, Dani, and Rizki Anla Pater. “Implementasi Asesmen Psikologi Bagi Anak Yang Di Bawah Umur Untuk Menikah Ditinjau Dari Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 5, no. 4 (May 2025): 3635–45. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i4.4585.

Lestari, Erna Puji, Ida Hayu Dwimawanti, Dyah Lituhayu, and Tri Yuniningsih. “Evaluasi Kebijakan Perlindungan Anak Korban Kekerasan Di Kota Semarang.” Journal Of The Japan Welding Society 11, no. 3 (2022): 83–100. https://doi.org/10.2207/jjws.91.328.

Mardi, Oxsis, and Fatmariza Fatmariza. “Faktor-Faktor Penyebab Keterabaian Hak-Hak Anak Pascaperceraian.” Jurnal Ius Contituendum 6, no. 1 (2021): 182–99. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jic.v6i1.3282.

Mukidi, Nelvitia Purba, Ismed Batubara, and Yeltriana. Perlindungan Hukum Pada Anak Korban Tindak Pidana Pencabulan. Pertama. Cv. Aa. Rizky, n.d.

P, Moody Rizqy Syailendra, Nethania Aurelia Madelin, Cheryl Nathania, and Grizca Ratu. “Akibat Hukum Terhadap Orang Tua Yang Tidak Menjalankan Putusan Hak Asuh Anak Berdasarkan Hukum Perdata Di Indonesia.” Media Hukum Indonesia 2, no. 4 (2024): 124–31. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.14051688.

Pamungkas, Gillang. “KPAI Ingatkan Anak Bukan Objek Dalam Pembahasan RANPERMA Eksekusi Hak Asuh Anak.” Dandapala, 2025.

Putra, Hendra Catur. “Kedudukan SEMA Dalam Sistem Hierarki Perundang-Undangan Di Indonesia.” Elqonun: Jurnal Hukum Ketenagakerjaan 1, no. 2 (2023): 130–43. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/hajpk454.

Putri, Frilya Rachma, Dini Latifatun Nafi’ati, Mayniar Ayu Rahmadianti, and Maharani Dwi Utari. Pertolongan Psikologis Pertama. Universitas Brawijaya Press, 2023.

Putusan, Direktori, Mahkamah Agung, and Republik Indonesia. “Putusan Nomor 5594/Pdt.G/2020/PA.Cbn,” 2020.

Rahman, Tiara Ananda, and Wardani Rizkianti. “Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Setelah Perceraian : Perbandingan Antara Indonesia Dan Inggris.” Jurnal USM Law Review 7, no. 1 (2024): 348–63. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i1.8801.

Ramadhan, Refie. “Tinjauan Hukum Terhadap Putusan Pengadilan Mengenai Hak Asuh Anak Yang Tidak Dilaksanakan Oleh Pihak Mantan Istri Maupun Mantan Suami.” Unes Law Review 7, no. 1 (2024): 529–43. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2262.

Republik Indonesia. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.” Jaringan Dokumentasi Dan Informasi Hukum BPK, 2009.

———. “Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.” UU Perlindungan Anak, 2014.

Rizkia, Nanda Dwi, and Hardi Fardiansyah. Metode Penelitian Hukum: Normatif Dan Empiris. Edited by Elan Jaelani. Widina Media Utama. Pertama. Bandung: Widina Media Utama, 2023.

Rofiah, Zulfa. “Analisis Yuridis Kasus Hak Asuh Anak Tsania Marwah: Tantangan Perlindungan Hak Ibu Dan Anak Di Indonesia.” Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 3 (July 2025): 169–85. https://doi.org/10.46773/usrah.v6i3.1833.

S, Chandra Darusman, M Ikhwan Adabi, Apri Rotin Djusfi, Phoenna Ath Thariq, Eza Aulia, Rahmat Jhowanda, and Liza Agnesta Krisna. “Eksekusi Putusan Pengadilan Agama Yang Belum Inkracht Berkenaan Dengan Hak Asuh Anak.” Arena Hukum 16, no. 1 (April 2023): 173–89. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2023.01601.9.

Sharma, Prerna, and Arif Ali. “A Case of Parental Alienation Syndrome in Custody Battle: A Challenge for Mental Health Professionals.” Indian Journal of Social Psychiatry, July 2025, 1–3. https://doi.org/10.4103/ijsp.ijsp_292_24.

Squires, Sarah. “Dampak Perceraian Berkonflik Tinggi Pada Anak | Tanda-Tanda Alienasi Orang Tua Dan Cara Mencegahnya Dampak Perceraian Berkonflik Tinggi Pada Anak | Tanda-Tanda Alienasi Orang Tua Dan Cara Mencegahnya.” Get Court Ready, 2023.

Sumargo, Curhat Bang Denny. “Cerita Hidup Seperti Sinetron - Atalarik, Aku Udah Maafin Kamu !! Tsania Marwa (Curhat Bang).” Youtube. Youtube, 2024.

Triwati, Ani, and Doddy Kridasaksana. “Pijakan Perlunya Diversi Bagi Anak Dalam Pengulangan Tindak Pidana.” Jurnal USM Law Review 4, no. 2 (2021): 828–43. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v4i2.3787.

Utami, Triara Rizki, Gilang Apriliandi, Fariz Madhani Akbar, Heri Wandono, and Iska Wina Destia. “Eksekusi Putusan Dan Implikasi Hukum Bagi Pihak Yang Tidak Patuh Dalam Perkara Perdata.” Jurnal Penelitian Serambi Hukum 16, no. 01 (January 2023): 144–51. https://doi.org/10.59582/sh.v16i01.924.

Wicaksana, Dika Hikmah, Resfa Klarita Trasaenda, Indira Yekti, Widya Pramesti, Amanda Feby Sabrina, Gema Mutiara Insani, and Dwi Aryanti Ramadhani. “Pertimbangan Hukum Dalam Hak Asuh Anak Pasca Perceraian.” Media Hukum Indonesia 2, no. 3 (2024): 362–68. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.12179892.

Yusuf, Muhammad Rifky. “Efektivitas Hukum Terhadap Pemberlakuan PERMA No 5 Tahun 2019 Dalam Mengatasi Perkawinan Di Bawah Umur.” Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam 4, no. 2 (2022): 409–18. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.1816.

Downloads

Published

2025-12-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Delzanty, K., & Taupiqqurrahman, T. (2025). Urgensi Regulasi Pendampingan Psikologis dalam Eksekusi Putusan Hak Asuh. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2562-2580. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13102