Implementasi Asas Keseimbangan Pada Perjanjian Pranikah Sebagai Perlindungan Hukum
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13073Keywords:
Asas Keseimbangan, Perjanjian Pranikah, Perlindungan HukumAbstract
This study analyzes the application of the principle of balance in prenuptial agreements as a form of legal protection for prospective spouses, based on the Denpasar District Court Decision Number 1308/Pdt.G/2019/PN Dps. The research is motivated by the gap between the normative regulation of the principle of balance in contract law and the practice of prenuptial agreements, which often places one party in a vulnerable position, resulting in an imbalance of rights and obligations and affecting the validity and binding force of such agreements. This study employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches through an analysis of court decisions. The findings indicate that the principle of balance was not optimally applied due to defects of consent arising from differences in language comprehension, contradictory and biased contractual clauses, and the implementation of the agreement that concentrated economic benefits on one party while imposing risks on the other, thereby undermining the validity of the prenuptial agreement and justifying its annulment. The novelty of this study lies in formulating the principle of balance as a three-dimensional evaluative tool covering the formation process, the substance of contractual clauses, and the implementation of prenuptial agreements, examined comprehensively through judicial decisions. This study affirms that the principle of balance constitutes a substantive limit to freedom of contract and a fundamental basis for ensuring fair legal protection for both prospective spouses.
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan asas keseimbangan dalam perjanjian pranikah sebagai instrumen perlindungan hukum bagi calon suami dan istri berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1308/Pdt.G/2019/PN Dps. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara pengaturan normatif asas keseimbangan dalam hukum perjanjian dan praktik perjanjian pranikah yang kerap menempatkan salah satu pihak pada posisi rentan, sehingga menimbulkan ketimpangan hak dan kewajiban serta berimplikasi pada keabsahan dan kekuatan mengikat perjanjian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus melalui analisis terhadap putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas keseimbangan tidak diterapkan secara optimal karena adanya cacat kehendak akibat perbedaan pemahaman bahasa, rumusan klausul yang kontradiktif dan berat sebelah, serta pelaksanaan perjanjian yang memusatkan manfaat ekonomi pada satu pihak sementara pihak lain menanggung seluruh risiko, sehingga melemahkan keabsahan perjanjian pranikah dan menjadi dasar pembatalannya. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan asas keseimbangan sebagai alat uji tiga aspek, yaitu proses pembentukan perjanjian, substansi klausul, dan pelaksanaan perjanjian, yang dianalisis secara komprehensif berbasis putusan pengadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa asas keseimbangan merupakan batas substantif kebebasan berkontrak dan fondasi penting dalam mewujudkan perlindungan hukum yang adil bagi kedua calon mempelai.
References
Alia, Amalia, dan Aisyah Ayu Musyafah. “Akibat Hukum Atas Pembuatan Akta Jual Beli Yang Tidak Dibacakan oleh Notaris/PPAT Dihadapan Para Pihak.” Jurnal USM Law Review 6, no. 2 (2023): 689–98. https://doi.org/10.26623/julr.v6i2.6850.
Almansyah, Dimas, dan Mohamad Fajri Mekka Putra. “Tanggungjawab Notaris dalam Pembuatan Akta Para Pihak Di bawah Tekanan dan Paksaan.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 754–66. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5728.
Arrodli, Ahmad Jalaludin, Andika Ramadhan, Denis Zakia Muhammad, Depi Dwi Pamungkas, dan Dikha Anugrah. “Konsekuensi Hukum Cacat Kehendak dalam Pembentukan Perjanjian Sesuai Pasal 1320 KUHPerdata.” Letterlijk: Jurnal Hukum Perdata 1, no. 2 (2024): 204–16. https://doi.org/10.25134/jise.v1i2.xx.
Belinda, Salsabila Putri. “Pengaturan Hukum Perjanjian Perkawinan dalam Mewujudkan Perlindungan Hak-Hak Individu.” Universitas Islam Sultan Agung, 2025.
Budiono, Herlien. Asas Keseimbangan bagi Hukum Perjanjian: Hukum Perjanjian Berdasarkan Asas-asas Wigati Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2015.
Christian Simarmata, Thesalonica, dan Sri Subekti. “Perlindungan Hukum Pemisahan Harta Pasca Perkawinan jika Terjadi Kepailitan pada Suami Istri.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 6, no. 6 (2024): 2775–82. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1152.
Dewi, Ni Putu Nadia Puspita, dan I Wayan Novy Purwanto. “Perjanjian Pranikah dalam Memberikan Kepastian Hukum terkait Pembagian Harta pada Perkawinan.” Jurnal Kertha Wicara 15, no. 05 (2025): 306–16. https://doi.org/KW.2025.v15.i05.p5.
Effendi, Absarani Maharani. “Analisis Akibat Hukum terhadap Hak Perkawinan dari Perjanjian Pra Nikah.” Jurnal Ilmu Hukum Prima 6, no. 2 (2023). https://ejournal.penerbitjurnal.com/index.php/hukum/article/view/431.
Fazacholil, M. Ghufron, Rakha Nindya Sugondo, Nabila Noviana Putri Rahmadani, Laura Ayu Putri Henindra, Dafina Al-Yuan Nurhaliza Putri Setiadin, dan Astika Nurul Hidayah. “Perjanjian Pranikah sebagai Mekanisme Hukum Pengatur Harta dan Pelindung Hak Pascaperceraian.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 3 (2025): 1780–88. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1441.
Gresnia, Enggel. “Hukum Perjanjian Pranikah dalam Pandangan Hukum Perdata.” Al-Bahts: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum 2, no. 1 (2024): 62–70. https://doi.org/10.32520/albahts.v2i1.3095.
Hapetua, Kei. “Pelanggaran yang Dilakukan oleh Notaris dalam Pembuatan Akta Perjanjian Perkawinan Merugikan Warga Negara Asing.” Universitas Indonesia, 2023. https://lib.ui.ac.id/detail?id=9999920528288&lokasi=lokal.
Haq, Muhammad Ad Waul, Yanuar Aditya Za’far, Yogiana Nur Aisyah, Friska Maulidina Pratiwi, dan Mochammad Fajar Ikhsan Alfanny. “Implikasi Hukum Perjanjian Pra Nikah dalam Penyelesaian Konflik Rumah Tangga.” As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2024): 87–101. https://doi.org/10.51729/sakinah.
Hilmi, Muhamad Ainun Najib. “Tinjauan Yuridis Perjanjian Pranikah dalam Mewujudkan Perlindungan Hak-Hak Para Mempelai.” Universitas Islam Sultan Agung, 2024. https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/36470.
Humaira, Marisa, dan Anang Sohpan Tornado. “Asas Keseimbangan Dalam Pembuatan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli Perumahan.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 3548–60. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.1812.
Irayadi, Muhammad. “Asas Keseimbangan dalam Hukum Perjanjian.” Hermeneutika 5, no. 1 (2021): 98–107. https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v3i2.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Lestari, Diah Ayu, Diah Arimbi, dan Haris Djoko Saputro. “Perjanjian Pra-Nikah Sebagai Sarana Perlindungan Hukum dan Mewujudkan Keseimbangan Hak dan Kewajiban dalam Perkawinan.” Rechtswetenschap: Jurnal Mahasiswa Hukum 2, no. 2 (2025). https://doi.org/10.36859/rechtswetenschap.v2i2.4208.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataran University Press, 2020.
Nasaruddin, Nasaruddin, dan Yulias Erwin. “Implementasi Asas Keseimbangan Dalam Perjanjian Baku Untuk Mewujudkan Keadilan bagi Para Pihak.” Journal Law and Government 1, no. 1 (2023): 17. https://doi.org/10.31764/jlag.v1i1.12989.
Norayanti, Norayanti Simaremare, Pristika Handayani Pristika Handayani, dan Dwi Afni Maileni Dwi Afni Maileni. “Tantangan Perkawinan Beda Negara:Suatu Kajian Komparatif Hukum Indonesia dan Hukum Perdata Internasional.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 1485–1505. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12565.
Nur Hidayah, dan Nurmiati Muhiddin. “Analisis Yuridis Perjanjian Pra Nikah dan Akibat Hukumnya.” Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial 1, no. 1 (2023): 128–49. https://doi.org/10.70292/pchukumsosial.v1i1.44.
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021
Putri, Dewa Ayu Sandira, dan Taupiqqurrahman Taupiqqurrahman. “Akibat Hukum Undue Influence Terhadap Pembatalan Perjanjian Ditinjau Dari Asas Keseimbangan.” Jurnal USM Law Review 6, no. 2 (2023): 766–82. https://doi.org/10.26623/julr.v6i2.7306.
Rosita, Dian, Arina Novitasari, dan Muhammad Zainuddin. “Perjanjian Pra Nikah sebagai Bentuk Perlindungan Hukum terhadap Harta Bawaan dalam Perkawinan.” Smart Law Journal 1, no. 1 (2022): 64–72. http://stikesyahoedsmg.ac.id/ojs/index.php/jsl.
Royani, Esti, Arief Nortjahjo, Bobur Sobirov, dan Astri Triana. “Juridical Review of Prenuptial Agreements.” Awang Long Law Review 6, no. 2 (2024): 365–75. https://doi.org/10.56301/awl.v6i2.1168.
Saputra, Ketut Anantha Adi, dan Anak Agung Angga Primantari. “Urgensi Penerapan Perjanjian Perkawinan dalam Melindungi Hak-Hak Setiap Pasangan.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 9 (2025): 1–14. https://doi.org/10.62281/mp9ve022.
Sidqi, Faris Ali. “Implementasi Asas Keseimbangan dan Asas Itikad Baik dalam Suatu Perjanjian.” Sultan Adam : Jurnal Hukum Dan Sosial Implementasi 2, no. 2 (2024): 251–57. https://yptb.org/index.php/sultanadam/article/view/928.
Sugih Ayu Pratitis, dan Rehulina Rehulina. “Keabsahan Perjanjian Pra Nikah dan Akibat Hukumnya Ditinjau dari Perspektif Hukum.” Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial 2, no. 2 (2023): 56–73. https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i2.1593.
Suprapti, Endang, dan Arihta Esther Tarigan. “Itikad Baik Dalam Perjanjian Suatu Perspektif Hukum Dan Keadilan.” Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 8, no. 1 (2021): 147–58. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i1.19377.
Suwandono, Agus. “Pemahaman Aspek-Aspek Hukum Perjanjian dalam Perancangan Kontrak untuk Mewujudkan Perlindungan Para Pihak.” Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 01 (2023): 1–8. https://doi.org/10.53863/abdibaraya.v2i01.783.
Syaputra, Didi. “Tinjauan Yuridis Terhadap Pembatalan Perjanjian Perkawinan.” Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin 5, no. 3 (2025): 10–22. https://doi.org/10.58707/jipm.v5i3.1218.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974
Utami, Safira Maharani Putri, dan Siti Nurul Intan Sari Dalimunthe. “Penerapan Teori Keadilan Terhadap Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 433–47. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6899.
Yosephine, Yolanda, dan Dwi Aryanti Ramadhani. “The Principle of Balances in Prenuptial Agreements to Protect the Rights of Future Spouses.” International Journal of Science and Society 6, no. 4 (2024): 460–67. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v6i4.1352.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

