Model Pemidanaan Korporasi Berbasis Efek Jera dalam Kasus Korupsi di Indonesia

Authors

  • Pitra Rinanti Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Handoyo Prasetyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13005

Keywords:

Deterrence Effect; Corporate Corruption; Imposition of Criminal Sanctions., Efek Jera; Korupsi Korporasi; Penjatuhan Pidana.

Abstract

This study analyzes the application of the deterrence effect concept in corporate sentencing for corruption offenses by examining Supreme Court Decision Number 2583 K/Pid.Sus/2024. The research is motivated by the weak deterrent impact of corporate corruption sentencing in Indonesia, as reflected in sanctions that are disproportionate to the magnitude of state losses. This study employs a normative juridical method using statutory and case approaches, supported by conceptual and comparative analyses of asset confiscation practices in Singapore and Hong Kong. The findings reveal that the cassation decision fails to adequately reflect the deterrence effect, as the imposed fines and compensation are not proportional to the state's loss of IDR 480 billion. This condition indicates the absence of substantive justice in corporate corruption sentencing. The novelty of this research lies in integrating the directing mind theory, deterrence theory, and theories of justice proposed by John Rawls and Aristotle to assess the effectiveness of corporate criminal liability. The study recommends a multi-track punishment system for corporate corruption cases, combining proportional fines, asset confiscation, and legal reform of Article 18 paragraph (1)(b) of the Anti-Corruption Law to enhance deterrence and substantive justice in Indonesia.

 

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep deterrence effect dalam pemidanaan korporasi pada tindak pidana korupsi dengan merujuk pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 2583 K/Pid.Sus/2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada lemahnya efek jera dalam pemidanaan korupsi korporasi di Indonesia, yang tercermin dari tidak proporsionalnya sanksi pidana dengan besarnya kerugian negara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta didukung pendekatan konseptual dan komparatif melalui perbandingan praktik perampasan aset di Singapura dan Hong Kong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan kasasi tersebut belum mencerminkan deterrence effect secara optimal, karena pidana denda dan uang pengganti yang dijatuhkan tidak sebanding dengan kerugian negara sebesar Rp480 miliar. Kondisi ini menunjukkan belum terpenuhinya keadilan substantif dalam pemidanaan korporasi pelaku korupsi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori directing mind, deterrence effect, serta teori keadilan John Rawls dan Aristoteles dalam mengevaluasi efektivitas pemidanaan korporasi. Penelitian ini merekomendasikan model pemidanaan korporasi berbasis multi-track punishment system melalui kombinasi denda proporsional, perampasan aset, dan pembaruan Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi guna memperkuat efek jera dan keadilan substantif.

References

Adiwijaya, Saputra, Anugerah Tatema Harefa, Santi Isnaini, Syarifa Raehana, Budi Mardikawati, Rudy Dwi Laksono, Saktisyahputra, et al. Buku Ajar Metode Penelitian Kualitatif. Edited by Efitra. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.

Agustina, Erni, Handoyo Prasetyo, and Subakdi. “Teori Tanggung Jawab Berjenjang (Cascade Liability Theory) Dalam Tindak Pidana Korporasi Di Indonesia.” Spektrum Hukum 15, no. 2 (2018): 169. https://doi.org/10.35973/sh.v15i2.1116.

Ali, Mahrus, and Deni Setya Bagus. Delik-Delik Korupsi. Jakarta: Sinar Grafika, 2020.

Assauri, Sufyan, Mahir Amin, and Sri Warjiyati. “Teori Keadilan Dan Moralitas.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 09, no. Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build (2024): 211–21. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.20482.

Atmoko, Dwi, and Amalia Syauket. “Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi Ditinjau Dari Perspektif Dampak Serta Upaya Pemberantasan.” Binamulia Hukum 11, no. 2 (December 2022): 177–91. https://doi.org/10.37893/jbh.v11i2.732.

Chazawi, Adami. Hukum Pidana Korupsi Di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2016.

Disantara, Fradhana Putra, Septina Andriani Naftali, R. Yuri Andina Putra, Dwi Irmayanti, and Galih Rahmawati. “Enigma Pemberantasan Korupsi Di Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (April 2022): 61–79. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4135.

Dominikus Jawa, Parningotan Malau, Ciptono. “Tantangan Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.” Usm Law Review 7, no. 2 (2024): 1006–17. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9507.

Fauzia, Ana, and Fathul Hamdani. “Pembaharuan Hukum Penanganan Tindak Pidana Korupsi Oleh Korporasi Melalui Pengaturan Illicit Enrichment Dalam Sistem Hukum Nasional.” Jurnal Hukum Lex Generalis 3 (2022): 497–519. https://doi.org/https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i7.249.

Fuadi, Gumilang, Windy Virdinia Putri, and Trisno Raharjo. “Tinjauan Perampasan Aset Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Dari Perspektif Keadilan.” Jurnal Penegakan Hukum Dan Keadilan 5, no. 1 (March 2024): 53–68. https://doi.org/10.18196/jphk.v5i1.19163.

Ghifary, Fathan Muhammad, and Handoyo Prasetyo. “Analisis Putusan Mahkamah Agung No. 2113 K/Pid.Sus/2023 Dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Indosurya.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 768–87. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9147.

Hasang, Ismail, and Muhammad Nur. Perekonomian Indonesia. Malang: Ahlimedia Book, 2020.

Hersyanda, Mochammad Daffa, Irwan Syahputra Lubis, Novrizal Ikhwan, Devina Septriani, and Mustafa Haqqi. “Efektivitas Sanksi Pidana Terhadap Pengulangan Kejahatan (Residivisme) Di Indonesia.” Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin 1, no. 3 (October 2024): 253–65. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.141.

Hiariej, Eddy O. S. Prinsip-Prinsip Hukum Pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2016.

Ilmi, Musfiratul, Syamsuddin Muchtar, and Amir Ilyas. “Penyitaan Berbasis Properti Sebagai Upaya Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Dalam Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 493. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5197.

Jatmiko, Sugeng. “Pertanggungjawaban Korporasi Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.” The Jurisyu 5, no. 2 (2021): 278–85. https://doi.org/https://doi.org/10.56301/juris.v5i2.308.

Kurniawan, Fajri, Muhammad Syammakh Daffa Alghazali, and Afdhal Fadhila. “Determinasi Upaya Pemulihan Kerugian Keuangan Negara Melalui Peran Kejaksaan Terhadap Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal Hukum Lex Generalis 3, no. 7 (2022): 565–88. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i7.279.

Listawati. “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Pada Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang.” Justitia et Pax 37, no. 2 (December 2021): 251–66. https://doi.org/10.24002/jep.v37i2.4412.

Munandar, Aris, Wirda Wirda, Aditya Slamet Rusbandi, Muhammad Zulhendra, Saiful Bahri, and Danang Fajri. “Peran Niat (Mens Rea) Dalam Pertanggungjawaban Pidana Di Indonesia.” Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin 1, no. 3 (2024): 240–52. https://doi.org/10.71153/jimmi.v1i3.140.

Munawar, Said. “Ratio Legis Konsep Pemidanaan Hukuman Mati Terhadap Koruptor Dalam Sistem Hukum Pidana Di Indonesia.” Law, Development and Justice Review 8, no. 1 (March 2025): 1–19. https://doi.org/10.14710/ldjr.8.2025.1-19.

Mustofa, Muhammad. Metodologi Penelitian Kriminologi. Jakarta: Prenada Media, 2015.

Pardede, Rudi. “Urgensi Pengesahan RUU Perampasan Aset Dalam Pemulihan Kerugian Negara Akibat Korupsi: Perspektif Yudiris Normatif.” Journal of Science and Social Research 8, no. 3 (2025): 3551–58. https://doi.org/https://doi.org/10.54314/jssr.v8i3.4356.

Prasetiono, Yogi, Zaenal Arifin, and Kukuh Sudarmanto. “Implementasi Pemidanaan Pelaku Penyertaan (Deelneming) Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 647. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5241.

———. “Implementasi Pemidanaan Pelaku Penyertaan (Deelneming) Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 647–62. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5241.

Rapingah, Siti, Mochamad Sugiarto, Muh. Sabir.Totok Haryanto, Neneng Nurmalasari, Muhammad Ichsan, and Alfalisyado Gaffar. Buku Ajar Metode Penelitian. Jakarta: Feniks Muda Sejahtera, 2022.

Rizki, Anisa. “Sistem Ekonomi Yang Dianut Indonesia, Siswa Sudah Tahu?” Detik.Edu, 2022.

Sandi, Maryam Priska Asmara, Vience Ratna Multiwijaya, and Aprima Suar. “Analisis Yuridis Terhadap Skema Korupsi Korporasi Dalam Kasus Duta Palma Group: Implikasi Terhadap Tata Kelola Perusahaan Dan Pertanggungjawaban Pidana.” Ensiklopedia Of Journal 7, no. 1 (2024): 107–12. https://doi.org/https://doi.org/10.33559/eoj.v7i1.2438.

Sari, Gholin Noor Aulia, Wahyu Sinta Dewi Pramudita, Raden Muhammad Muhklasin, Dewi Sulistianingsih, and Martitah. “Tinjauan Filosofis Keadilan Restoratif Dalam Lensa Teori Keadilan.” Hukum Dan Politik Dalam Berbagai Perspektif 3, no. Vol. 3 (2024) (2024): 253–91. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/hp.v3i1.210.

Soerjono Soekanto & Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif. Depok: Rajawali Pers, 2007.

Suhardin, Yohanes. “Konsep Keadilan Dari John Rawls Dengan Keadilan Pancasila (Analisis Komparatif).” Fiat Iustitia: Jurnal Hukum 3, no. 2 (2023): 200–208. https://doi.org/https://doi.org/10.54367/fiat.v3i2.2535.

Waluyo, Bambang. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi: Strategi Dan Optimalisasi. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Yusni, Muhammad, and Bisdan Sigalingging. “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Dalam Rangka Untuk Deterrence Effect Dan Effective Detterence.” Juris Studia, Jurnal Kajian Hukum 5, no. September (2024): 425–37. https://doi.org/https://doi.org/10.55357/is.v5i2.633.

Downloads

Published

2025-12-16

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pitra Rinanti, & Handoyo Prasetyo. (2025). Model Pemidanaan Korporasi Berbasis Efek Jera dalam Kasus Korupsi di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2371-2386. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.13005