Reformasi Politik Hukum Konservasi Satwa Liar Dilindungi di Indonesia

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12893

Keywords:

Legal Policy, Natural Resources, Protected Wildlife

Abstract

This study examines the political direction of protected wildlife conservation law in Indonesia following the enactment of Law Number 32 of 2024, amending Law Number 5 of 1990 on the Conservation of Living Natural Resources and Ecosystems (KSDAHE). The research is motivated by the persistent rise in illegal wildlife trade, indicating the inadequacy of existing regulations and law enforcement mechanisms. This study employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, analyzing conservation regulations, government policies, and theories of legal politics and ecological justice. The findings reveal that the KSDAHE Law remains largely influenced by an anthropocentric and centralized paradigm, as reflected in regulatory conflicts, the inadequate implementation of the principle of meaningful participation in the legislative process, and weaknesses in the legal structure for mitigating conservation crimes. The novelty of this study lies in applying political law analysis to assess conservation policy effectiveness by positioning ecological justice and community participation as key evaluative benchmarks. This study recommends a reform of conservation policy through the strengthening of meaningful participation, a paradigm shift toward ecological justice, increased public legal awareness, the development of sustainable ecotourism, and the utilization of technology in conservation monitoring to ensure equitable and sustainable wildlife protection.

 

Penelitian ini menganalisis arah politik hukum kebijakan konservasi satwa liar dilindungi di Indonesia pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE). Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya perdagangan ilegal satwa liar yang menunjukkan lemahnya efektivitas regulasi dan penegakan hukum konservasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui analisis terhadap regulasi konservasi, kebijakan pemerintah, serta teori politik hukum dan keadilan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU KSDAHE secara substansial masih didominasi paradigma antroposentris dan sentralistik, yang tercermin dari konflik norma antarregulasi, belum optimalnya penerapan asas partisipasi bermakna dalam proses legislasi, serta lemahnya struktur hukum dalam memitigasi kejahatan konservasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan analisis politik hukum untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan konservasi dengan menempatkan keadilan ekologis dan keterlibatan masyarakat sebagai tolok ukur utama. Penelitian ini merekomendasikan reformasi arah kebijakan konservasi melalui penguatan prinsip partisipasi bermakna, pergeseran paradigma menuju keadilan ekologis, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pengembangan ekowisata berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengawasan konservasi guna mewujudkan perlindungan satwa liar yang berkeadilan dan berkelanjutan.

References

Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.

Anafiah, Vidyata Annisa. “Risiko Pencucian Uang Dan Pendanaan Terorisme Dari Kejahatan Tumbuhan Dan Satwa Liar (TSL).” AML/CFT Journal: The Journal of Anti Money Laundering and Countering the Financing Terrorism 1, no. 1 (December 2022): 15–32. https://doi.org/10.59593/amlcft.2022.v1i1.5.

Ariyanto, Happy, Ardiansyah Ardiansyah, and Bagio Kadaryanto. “Kepastian Hukum Pengelolaan Kawasan Konservasi Di Indonesia.” Legalitas: Jurnal Hukum 15, no. 1 (July 2023): 8. https://doi.org/10.33087/legalitas.v15i1.381.

Australia’s Strategy for Nature 2024–2030 : Australia’s National Biodiversity and Action Plan. n.d.

Barbier, Edward B. “Habitat Loss and the Risk of Disease Outbreak.” Journal of Environmental Economics and Management 108 (July 2021): 102451. https://doi.org/10.1016/j.jeem.2021.102451.

Chen, Fu, Feifei Jiang, Jing Ma, Mohammed A. Alghamdi, Yanfeng Zhu, and Jean Wan Hong Yong. “Intersecting Planetary Health: Exploring the Impacts of Environmental Stressors on Wildlife and Human Health.” Ecotoxicology and Environmental Safety 283 (September 2024): 116848. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2024.116848.

Efendi, Jonaedi, and Johnny Ibrahim. Metode Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris. Jakarta: Kencana, 2018.

Fahrig, Lenore. “Effects of Habitat Fragmentation on Biodiversity.” Annual Review of Ecology, Evolution, and Systematics 34, no. 1 (November 2003): 487–515. https://doi.org/10.1146/annurev.ecolsys.34.011802.132419.

Firmanda, Hengki, Parhusip. Tania Enjelina, Olivia Regina Putri, and Fiska Nadia. “Perlindungan Hukum Terhadap Satwa Liar Di Indonesia Berdasarkan Perspektif Aliran Hukum Responsif.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. 6 (2022).

Fwi.or.Id. “Press Release : RUU KSDAHE: Dorongan Publik Untuk Menghadirkan Undang-Undang Yang ‘Super Power.’” Desember 2023. https://fwi.or.id/ruu-ksdahe-dorongan-publik-untuk-menghaslkn-uu-powerfull/.

Gokkon, Basten. “Studi: Pembangunan IKN Jadi Ancaman Bagi Kestabilan Populasi Bekantan.” Mongabay, February 15, 2024. https://mongabay.co.id/2024/02/15/studi-pembangunan-ikn-jadi-ancaman-bagi-kestabilan-populasi-bekantan/.

Guntur, Wildanu S, and Sabar Slamet. “Kajian Kriminologi Perdagangan Ilegal Satwa Liar.” Recidive 8, no. 2 (2019). https://doi.org/10.20961/recidive.v8i2.40628.

Halilintar, Fadhel, and Slamet Tri Wahyudi. “Penerapan Double Track System Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perburuan Dan Perdagangan Satwa Yang Dilindungi.” Jurnal Hukum Dan Kenotariatan 6, no. 1 (2022). https://doi.org/10.33474/hukeno.v6i1.14378.

Hanafiah, Junaidi. “Kehidupan Satwa Liar Di Leuser Belum Lepas Dari Ancaman Perburuan.” Mongabay, November 7, 2020. https://mongabay.co.id/2020/11/07/kehidupan-satwa-liar-di-leuser-belum-lepas-dari-ancaman-perburuan/.

Khoirunnisa, Ani, and Pricille Pricille. “Upaya Penanganan Tingkat Perdagangan Satwa Liar oleh Pemeritah Indonesia Pada Tahun 2013-2016.” Global Insight Journal 4, no. 1 (March 2019). https://doi.org/10.52447/gij.v4i1.1665.

Klik Nusantara. “Suku Kajang Sulawesi Selatan Dinobatkan Sebagai Penjaga Hutan Tropis Terbaik Dunia.” April 24, 2024. https://kliknusantara.com/suku-kajang-sulawesi-selatan-dinobatkan-sebagai-penjaga-hutan-tropis-terbaik-dunia.

Ksdae.Menlhk.Go.Id. “Sinergi Untuk Memaksimalkan Penanganan Tindak Pidana Bidang KSDAHE.” Accessed November 28, 2024. https://ksdae.menlhk.go.id/artikel/11313/sinergi-untuk-maksimalkan-penanganan-tindak-pidana-bidang-ksdahe.html.

Kuspriyanto, Kuspriyanto. “Upaya Konservasi Keanekaragaman Hayati Dikawasan Lindung Di Indonesia.” Metafora 1, no. 4 (Oktober 2020). https://doi.org/10.26740/metafora.v1n4.p134-142.

Leslie, Feronica Gracia, and Mella Ismelina Farma Rahayu. “Tantangan Dalam Menerapkan Undang-Undang Perlindungan Satwa Di Indonesia.” Kertha Semaya 11, no. 8 (2023). https://doi.org/10.24843/KS.2023.v11.i08.p03.

Lesmana, Teddy. “Pokok-Pokok Pikiran Lawrence Meir Friedman; Sistem Hukum Dalam Perspektif Ilmu Sosial.” Nusaputra.Ac.Id. Accessed September 22, 2025. https://nusaputra.ac.id/article/pokok-pokok-pikiran-lawrence-meir-friedman-sistem-hukum-dalam-perspektif-ilmu-sosial/.

Litbang Kompas. Potret Perdagangan Satwa Liar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2024.

Masy’ud, Burhanuddin, Lin Nuriah Ginoga, and Dini Ayu Lestari. Konservasi Eksitu Satwa Liar. Bogor: IPB Press, 2019.

Maulana, Irfan. “DPR Abai Regulasi Saat Proses Pengesahan UU Konservasi?” Mongabay, Mei 2025. https://mongabay.co.id/2025/05/07/dpr-abai-regulasi-saat-proses-pengesahan-uu-konservasi/.

Mulyono, Andreas Tedy. “Dinamika Hukum Konservasi Alam Sebagai Fenomena Dalam Pembangunan Ibu Kota Negara.” Majalah Hukum Nasional 52, no. 1 (2022). https://doi.org/10.33331/mhn.v52i1.184.

Mustajab, Ridhwan. “Ada Sejumlah Hewan Terancam Punah Di Wilayah IKN Nusantara.” Dataindonesia.Id, Agustus 2023. https://dataindonesia.id/varia/detail/ada-sejumlah-hewan-terancam-punah-di-wilayah-ikn-nusantara.

Nagle, Danielle S., and Elizabeth S. Vidon. “Conservation Dressed in Camouflage: Neoliberal Environmentality and the Hunting Industry.” Geoforum 131 (May 2022): 79–88. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2022.03.006.

Naiborhu, Netty Songtiar Rismauly. Tanggung Jawab Negara Terhadap Perdagangan Satwa Liar dan Keanekaragaman Hayati Melalui Kerjasama Negara-Negara ASEAN. 5, no. 2 (2021). http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v5i2.209.

Nugroho, Wahyu. “Konstitusionalitas Hak Masyarakat Hukum Adat Dalam Mengelola Hutan Adat: Fakta Empiris Legalisasi Perizinan.” Jurnal Konstitusi 11, no. 1 (May 2016): 109. https://doi.org/10.31078/jk1116.

Nurmala, Muh. Dassir, and Supratman. “‘Pasang’, Knowledge and Implementation of Local Wisdom in The Kajang Traditional Forest Area, South Sulawesi.” Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, February 17, 2022, 40–47. https://doi.org/10.33649/pusaka.v4i1.151.

Panggalo, Andi T., Martina Agustina Langi, and Hengki Johanis Kiroh. “Study Of Wildlife Trade Protected By Social Media and Law Enforcement Efforts: Case Study At The Center For Safety and Environment Law Enforcement and Forestry In The Sulawesi Region Section III Manado.” Jurnal Agroekoteknologi Terapan 5, no. 1 (May 2024): 150–55. https://doi.org/10.35791/jat.v5i1.55426.

Perangin-angin, Reh Bungana Beru, Ramsul Nababan, Ari Wulandari, and Anastasya Sihaloho. Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Atas Satwa Liar Yang Dilindungi Di Taman Nasional Gunung Leuser. 1, no. 1 (2023).

Pribadi, Slamet, and Dwi Atmoko. Politik Hukum. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Group, 2023.

Purba, Bonaraja, Eva Juli Yanti Situmorang, M.Abdan Syakura Annurradi, Hernita Siagian, and Marsanda Hutagalung. “Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: Studi Kasus Indonesia.” Economic Reviews Journal 3, no. 3 (September 2024). https://doi.org/10.56709/mrj.v3i3.316.

Puspa, Atalya. “Sejumlah Spesies Satwa Terancam Akibat Pembangunan IKN.” Media Indonesia, Mei 2023. https://mediaindonesia.com/humaniora/583695/sejumlah-spesies-satwa-terancam-akibat-pembangunan-ikn.

Rafiqi, Ilham Dwi. “Pembaruan Politik Hukum Pembentukan Perundang-Undangan di Bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam Perspektif Hukum Progresif.” Bina Hukum Lingkungan 5, no. 2 (2021). http://dx.doi.org/10.24970/bhl.v5i2.163.

Rahman, Faisol. “UU No. 32 Tahun 2024 Tentang Perubahan UU Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya (UU ‘Perubahan’ Konservasi).” Pslh.Ugm.Ac.Id, Agustus 2024. https://pslh.ugm.ac.id/uu-no-32-tahun-2024-tentang-perubahan-uu-konservasi-sumber-daya-alam-hayati-dan-ekosistemnya-uu-perubahan-konservasi/.

Ramadanti, Nur Afya, Lucia Charlota Octovina Tahamata, and Wilshen Leatemia. “Perdagangan Satwa Liar Ditinjau Dari Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna And Flaura.” TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 4 (October 2023): 385. https://doi.org/10.47268/tatohi.v3i4.1797.

Retno Ambarwati, Dyah, and Munsharif Abdul Chalim. “Penegakan Hukum Atas Perdagangan Ilegal Dan Eksploitasi Tidak Wajar Terhadap Satwa Liar Yang Ada Di Indonesia Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 (UU KSDAHE).” Konferensi Ilmiah Mahasiswa Unissula (Semarang), Universitas Sultan Agung, October 28, 2020.

Ridadiyanah, Dinah, and Slamet Subekti. Menelisik Upaya Konservasi Orang Utan Kalimantan di Provinsi Kalimantan Timur Tahun 1991-2015. 2, no. 2 (2021).

Sabela, Louise Shania, and Karunia Haganta. “Hak Asasi Hewan dalam Hukum Indonesia: Dari Antroposentrisme ke One Rights.” Jurnal Crepido Jurnal Mengenai Dasar-Dasar Pemikiran Hukum: Filsafat dan Ilmu Hukum 6, no. 1 (2024). https://doi.org/10.14710/crepido.6.1.1-15.

Saining, Agustan, Udiansyah Udiansyah, Wiwin Tyas Istikowati, and Raden Mas Sukarna. “Analisis Kebijakan Pengelolaan Hutan Fragmentasi Di Kawasan Pasca Tambang Batubara Di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.” Jurnal Hutan Tropis 11, no. 3 (October 2023): 294. https://doi.org/10.20527/jht.v11i3.17623.

Su, Kaiwen, Jie Ren, Yueting Qin, Yilei Hou, and Yali Wen. “Efforts of Indigenous Knowledge in Forest and Wildlife Conservation: A Case Study on Bulang People in Mangba Village in Yunnan Province, China.” Forests 11, no. 11 (November 2020): 1178. https://doi.org/10.3390/f11111178.

Suroyo, Gayatri. “Indonesia Allows Resumption of International Carbon Trade after Four Years.” Reuters. Accessed November 10, 2025. https://www.reuters.com/sustainability/climate-energy/indonesia-allows-resumption-international-carbon-trade-after-four-years-2025-10-15/?utm.

Sutra, Ferna Lukmia. “Tindak Pidana Perdagangan Satwa Liar Dilindungi Yang Berimplikasi Tindak Pidana Pencucian Uang.” Media Iuris 3, no. 3 (October 2020): 319. https://doi.org/10.20473/mi.v3i3.23046.

Wibowo, Bagas Adi. “Tinjauan HAM Pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024: Penetapan Kawasan Konservasi Dan Areal Preservasi Tanpa Free, Prior, and Informed Consent Masyarakat Adat.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 10, no. 2 (October 2025): 289–318. https://doi.org/10.38011/jhli.v10i2.873.

Yuris, Agit Hardistirta, and Abdhy Walid Siagian. “Quo Vadis Kejahatan Konservasi Satwa Dilindungi Penyu Hijau berdasarkan Prinsip Ultimum Remedium.” LITRA:Jurnal Hukum Lingkungan Tata Ruang dan Agraria 4, no. 2 (2025). https://doi.org/10.23920/litra.v4i2.2285.

Downloads

Published

2025-12-18

Issue

Section

Articles

How to Cite

Dyah Retna Prabaningrum, Haikal Al Farizi, & Ageng Darma Putra Vijaya. (2025). Reformasi Politik Hukum Konservasi Satwa Liar Dilindungi di Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2496-2522. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12893