Rekonstruksi Kode Etik Notaris: Menjawab Dilema Publikasi dan Promosi Jabatan di Era Digital

Authors

  • Sari Dewi Adhistya Wandayani Universitas Sebelas Maret
  • Emmy Latifah Universitas Sebelas Maret
  • Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12790

Keywords:

Code of Ethics, Promotion, Reconstruction, Digital, Kode Etik, Promosi, Rekonstruksi

Abstract

This study analyzes the normative weaknesses of Article 4 paragraph (3) of the Notary Code of Ethics, which prohibits notaries from engaging in publication or promotion activities but remains ambiguous and unresponsive to the dynamics of the digital era. The ambiguity of this provision creates legal uncertainty and challenges the adaptation of notarial practices to the development of digital communication technologies. Using a normative juridical research method with statutory and conceptual approaches, this study examines the relationship between ethical restrictions and the growing need for transparency and public access to legal information. The findings reveal that the lack of clear distinctions between publication and promotion results in inconsistent enforcement and restricts notaries’ ability to educate the public. The study’s novelty lies in its proposal to reconstruct Article 4 paragraph (3) of the Notary Code of Ethics by incorporating explicit exceptions that allow notaries to use digital media for non-commercial educational purposes, thereby harmonizing professional integrity with technological advancement. The reconstruction is expected to strengthen legal certainty, support the proportional exercise of ethical rules, and enhance the accessibility of notarial services in the digital era.

 

Penelitian ini menganalisis kelemahan normatif Pasal 4 ayat (3) Kode Etik Notaris yang melarang notaris melakukan publikasi atau promosi jabatan, namun masih bersifat ambigu dan belum adaptif terhadap dinamika era digital. Ketidakjelasan norma tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum dan menghambat kemampuan notaris untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi digital. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menelaah hubungan antara pembatasan etis dan kebutuhan masyarakat terhadap keterbukaan informasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya pembedaan yang tegas antara publikasi dan promosi mengakibatkan inkonsistensi penerapan sanksi serta membatasi peran notaris dalam memberikan edukasi hukum kepada publik. Kebaruan penelitian ini terletak pada usulan rekonstruksi Pasal 4 ayat (3) Kode Etik Notaris dengan menambahkan klausul eksplisit yang memperbolehkan notaris memanfaatkan media digital untuk tujuan edukatif non-komersial, sehingga tercipta keseimbangan antara integritas profesi dan kemajuan teknologi. Rekonstruksi ini diharapkan memperkuat kepastian hukum, mendorong penerapan prinsip proporsionalitas dalam etika profesi, serta meningkatkan aksesibilitas layanan kenotariatan di era digital.

References

Aiza, Didha Narin, dan Selma Nabila. “Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang,” 2014.

Akhmad, dan Sinung Mufti Hangabei. “Notary Self-Actualization and Promotion in Social Media.” Journal Scientia Iustitiae 2, no. 1 (2024): 1–17. https://doi.org/10.36085/jsi.v2i1.6370.

Ananda, Adhe Ismail, Islam Al Mawaddah, dan Warrahmah Kolaka. “Enforcement of Notary Code of Ethics Against Promotion Violations Through Internet Media in Indonesia Penegakan Kode Etik Notaris terhadap Pelanggaran Promosi melalui Media Internet di Indonesia.” Journal of Constitutional Law Society 3, no. 1 (2024): 116–25. Journal of Constitutional Law Society 3, No. 1 (September 2024): 122-125, https://doi.org/10.36448/cls.v3i2.77.

Anwary, Ichsan. “Pendampingan Hukum terhadap Notaris sebagai Terlapor dalam Pemeriksaan oleh Majelis Pengawas Daerah Notaris Legal Assistance for Notaries as Reported Parties in Examinations by the Regional Supervisory Board of Notaries” 8, no. 6 (2025): 3562–72. https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7869.

Arlena, Maria, dan Oktaviana Sinaga. “Peran Ikatan Notaris Indonesia dalam Mengawasi Etika Profesi Terkait Promosi Digital” 7, no. 2 (2025): 1374–81.

Azwar, Williat. “Peran Notaris dalam Penyuluhan Hukum Sehubungan Pembuatan Akta Dengan Pembatasan Promosi Melalui Media Sosial.” Jurnal Multidisiplin Indonesia 1, no. 3 (2022): 970–78. https://doi.org/10.58344/jmi.v1i3.92.

Bundesnotarkammer, Richtlinienempfehlungen der Bundesnotarkammer nach § 67 Absatz 2 BNotO (Berlin: Bundesnotarkammer, 2020), § 29 (Werbung), https://www.bnotk.de/.

Bungdiana, Desy, dan Arsin Lukman. “Efektivitas Penerapan Cyber Notary dengan Meningkatkan Kualitas Pelayanan Notaris pada Era Digital.” JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan) 7, no. 1 (2023): 309–18. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4216.

Chandra, Vivia, dan Tjhong Sendrawan. “Pelanggaran Notaris yang Bekerja Sama melalui Platform Media Sosial dengan Pihak Ketiga.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 4, no. 6 (2024): 2626–34. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.2373.

Dwi Mayasari, I Dewa Ayu, dan Dewa Gde Rudy. “Urgensi Rekonstruksi Pengaturan Praktek Perjanjian Perdagangan Melalui E-Commerce.” Jurnal Komunikasi Hukum (JKH) 7, no. 1 (2021): 235. https://doi.org/10.23887/jkh.v7i1.31473.

Dwitriani, Arifah Ayundari, dan Budi Santoso. “Pengaruh Perkembangan Teknologi terhadap Etika Profesionalisme Notaris.” Unes Law Review 6, no. 2 (2023): 4718–30. https://review-unes.com/https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/.

Ferryanto, Justitia, Winsherly Tan, dan Lu Sudirman. “Potensi dan Tantangan Hukum Digitalisasi Layanan Kenotariatan: Analisis Komparatif Indonesia dan Amerika Serikat.” Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah 7, no. 2 (2024): 306–26. https://doi.org/10.58824/mediasas.v7i2.135.

Fikri, Elkhan Danish. “AKIBAT HUKUM NOTARIS YANG BEKERJA SAMA DENGAN BIRO JASA Legal Consequences Of A Notary Cooperating With A Service Bureau.” Wijaya Putra Law Review 3, no. 1 (2024): 72–90.

Godeliva Albertine Kalaij, Ancella, dan Fully Handayani Ridwan. “The Dilemma of Social Media Use by Notaries: Between Officium Nobile and Personal Interest.” Asian Journal of Engineering, Social and Health 3, no. 11 (2024): 2579–89. https://doi.org/10.46799/ajesh.v3i11.472.

Heptasari, Chika Anissa. “Tanggung Jawab Hukum Notaris yang Bekerjasama dengan Pihak Lain Ditinjau dari Undang-Undang Jabatan Notaris dan Kode Etik Notaris.” Jurnal Officium Notarium 1, no. 3 (2021): 500–509. https://doi.org/10.20885/jon.vol1.iss3.art10.

Hidayat, Wahyu, dan Anas Lutfi. “Implementasi Kode Etik Notaris di Wilayah Tangerang Selatan.” Binamulia Hukum 14, no. 1 (2025): 1–17. https://doi.org/10.37893/jbh.v14i1.974.

Indrawati, Ana. “Peran Notaris dalam Penyelesaian Sengketa Tanah: Pendekatan Hukum Dan Praktis.” Jurnal Cendekia Ilmiah 3, no. 5 (2024): 2577–87.

Ismia dkk, “Keputusan Majelis Kehormatan Notaris sebagai Obyek Sengketa Tata Usaha Negara dan Alat Uji Keabsahannya”, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran 7, No. 3 (2024): 6898–6908. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.29303

Kurniadi, Maxwell. “Kompetensi Notaris Pengganti dalam Menggantikan Notaris yang Cuti sebagai Pejabat Negara.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 4941–52. https://review-unes.com/https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/.

Mirda Andriani, Aliya Padiya, dan Maria Ulfah. “Transformasi Digital dalam Praktik Kenotariatan: Analisis Yuridis terhadap Penerapan Cyber Notary di Indonesia.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3, no. 2 (2025): 2006–14. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1202.

Muhammad Farhan, Abimanyu B, dan Ery Agus Priyono. “The Juridical Review of the Consequences of Online & Offline Promotion of Notary Position Conducted by A Notary Based on The Notary’s Ethics Code.” Law Development Journal 5, no. 1 (2023): 171–124. http://repository.unissula.ac.id/7007/.

Muhammad Fariz Fadlillah. “Pengaruh Perkembangan Teknologi Digital terhadap Peran Notaris.” Saturnus : Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi 2, no. 3 (2024): 48–58. https://doi.org/10.61132/saturnus.v2i3.121.

Nadea, Lydia Verginia, dan Fully Handayani Ridwan. “Etika Notaris di Media Sosial ketika Profesionalisme Dipertaruhkan.” Doktrina: Journal of Law 8, no. April (2025): 53–77.

Nurarifah, Raden Ajeng Herning, dan Lugman Hakim. “Perlindungan Hukum dari Negara terhadap Notaris yang Diakui sebagai Officium Nobile.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 9 (2024): 100–104.

Oktamiarsa, Salsabila Biuti, dan Fitika Andraini. “Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis. Vol.5. No.8 (2024) Tema/Edisi : Hukum Perdata (Bulan Ketujuh) Https://Jhlg.Rewangrencang.Com/” 5, no. 8 (2024): 1–18.

Oktavia, Ketut Ria Wahyudani, M. Sudirman, dan Benny Djaja. “Tinjauan Yuridis Akibat Hukum bagi Notaris terhadap Penyalahgunaan Keadaan dalam Pembuatan Akta Autentik.” Innovative: Journal Of Social Science Research 5, no. 3 (2025): 6027–34. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19485.

Oktavia, Winda, Dhody AR. Widjajaatmadja, dan Amelia Nur Widyanti. “Kepastian Hukum Pengawasan Majelis Pengawas Notaris (Mpn) Terkait Notaris yang Melakukan Rangkap Jabatan.” SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah 3, no. 1 (2024): 46–56. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i1.2119.

Pemayun, Tjokorda Bagus Dalem Iswara, dan Made Gde Subha Karma Resen. “Analisis Pelanggaran Kode Etik Notaris Terkait Persaingan Tidak Sehat Sesama Profesi Notaris.” Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan 10, no. 1 (2025): 180–89.

Prasetyawati, Betty Ivana, dan Paramita Prananingtyas. “Peran Kode Etik Notaris dalam Membangun Integritas Notaris di Era 4.0.” Notarius 15, no. 1 (2022): 310–23. https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.46043.

Pratama, Brilian, Happy Warsito, dan Herman Adriansyah. “Prinsip Kehati-Hatian dalam Membuat Akta oleh Notaris.” Repertorium, Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan 11, no. 1 (2022): 24–33. https://doi.org/10.28946/rpt.v11i1.1640.

Putri, Hapshah Azzahra Welvi, dan Aminah Aminah. “Etika sebagai Landasan Martabat Notaris Guna Menjaga Kepercayaan Publik.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik 5, no. 5 (2025): 4218–25. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i5.4973.

Ramadhandiko, Difqa Alvi, dan Kayus Kayowuan Lewoleba. “Tinjauan Yuridis Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Promosi Online oleh Notaris sebagai Pelanggaran Kode Etik” 3, no. 3 (2025): 390–98.

Renaldi, Ferdinand, dan Tiurma M. Pitta Allagan. “Perbandingan Publikasi dan Promosi Diri oleh Notaris di Indonesia dan di Belanda.” Unes Journal of Swara Justisia 8, no. 1 (2024): 52–68. https://doi.org/10.31933/ujsj.v8i1.478.

République Française, Décret n° 2023-1297 du 28 décembre 2023 relatif au code de déontologie des notaires (Paris: Journal officiel de la République française, 30 décembre 2023), art. 14, https://www.legifrance.gouv.fr/loda/id/LEGIARTI000048718781/2024-01-02

Rifandhan, Raditya Feda, Zaneta Larissa Athalia, Lailatun Nur, dan Kumala Sari. “Efektifitas Kewenangan Pemerintah terhadap Pembaharuan Tugas Notaris dalam Hak Kekayaan Intelektual.” Jurnal Hukum, Sosial & Humaniora 2, no. 4 (2024): 909–17.

Rodli, Ahmad. “Rekonstruksi Pengaturan Hukum Transaksi Elektronik di Indonesia.” Jurnal Lex Renaissance 6, no. 2 (2021): 280–97. https://doi.org/10.20885/jlr.vol6.iss2.art5.

Saraswati, Harsinta, Nandaini Intan Damaiyanti, and Sri Rokhayati. “Akibat Hukum Pelanggaran Kode Etik Notaris Dalam Mempromosikan Diri Melalui Media Sosial” 10, no. 4 (2024): 148–60.

Sari, Zunita, dan Latifa Mustafida. “Tinjauan Hukum terhadap Peran Notaris dalam Pembuatan Perjanjian Perikatan Jual Beli (Studi Di Kantor Notaris Ny. Susilowati Achmad, S.H.).” Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta 3, no. 2 (2019): 1–22. http://www.tjyybjb.ac.cn/CN/article/downloadArticleFile.do?attachType=PDF&id=9987.

Selvi Andriani, dan Suprapto. “Larangan Publikasi/Promosi Diri Notaris dalam Kode (Studi terhadap Konten Tik Tok Notaris).” Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s 6, no. 2 (2024): 171–98.

Senantya, Dinda Cantik, Fany Rahmasari, dan Intan Glarita Zodies Liusyadi. “Analisis Transformasi Pelayanan Notaris di Era Digital : Studi Tentang Tanda Tangan Elektronik Dalam Akta Otentik.” Jurnal Ilmu Multidisiplin 4, no. 2 (2025): 823–31. https://doi.org/10.38035/jim.v4i2.959.

Septiasari, Eryanindya Erika, Jadmiko Anom Husodo,dan Isharyanto Isharyanto. “A Juridical Study of Social Media in the Digital Age: The Dilemma between Promotional Needs and Adherence to the Notary Code of Ethics.” International Journal of Social Science and Human Research 08, no. 02 (2025): 1110–17. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v8-i2-39.

Sesung, Rusdianto, dan Ria Riani Putri. “Kewajiban Notaris Membacakan Akta Autentik bagi Penghadap Disabilitas Rungu Notary ’ s Obligation to Read the Authentic Deed For People with Deaf Disabilities Kedudukan , Kewajiban , Hak , Dan Peran Yang Sama Dengan Warga Negara Lainnya . 1 Terbitnya” 7, no. 3 (2024): 2–12.

Sianipar, Daniel Estefan Parmonang. “Perlindungan Hukum terhadap Notaris yang Diberikan Sanksi Tidak Sesuai dengan Tata Cara yang Diatur di dalam Peraturan Perundang-Undangan (Analisis Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 235/G/2019/PTUN.JKT).” Indonesian Notary 3, no. 3 (2021): 289–307. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss3/12.

Suciangi, Vincent Alvin, dan Universitas Sumatera Utara. “Studi Komparatif terhadap Publikasi atau Promosi Diri serta Pengawasan Notaris di Negara Jerman dan Indonesia” 4307, no. May (2025): 1598–1604.

Supantri, I Komang, Ardelia Zahra Ratna Pambudi, Bima Aditya Nugraha, Hanifa Ramdani, dan Made Dinda Hendryanti Utari. “Ketidakpastian Hukum Pasal Multitafsir dalam UUJN mengenai Makna Notaris Pailit.” Unes Law Review 6, no. 4 (2024): 10778–81.

Suryahartati, Dwi, Windarto, dan Lestari. “Tradisi Hukum Dan Inovasi Digital: Menakar Posisi Produk E- Notary Pada Sengketa Perdata.” Litigasi 26, no. 1 (2025): 409–47. https://doi.org/10.23969/litigasi.v26i1.19193.

Tifanny, Anna. “Publikasi pada Media Tiktok” 5, no. 2 (2022): 394–401. UNES LAW REVIEW 5, No. 2 (Desember 2022): 2622-7045,

https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i2

Wasngadiredja, Pupu Fujriani, dan Diki Prayugo Wibowo. “Efektifitas Komunikasi Persuasif Dalam Mendorong Perubahan Perilaku Mahasiswa Farmasi.” Journal of Education Research 5, no. 1 (2024): 48–54. https://doi.org/10.37985/jer.v5i1.676.

Wibowo, Rifdah Oktavia, dan Aminah Aminah. “Implementasi Peraturan Kode Etik Notaris dalam Menjalankan Profesi Kepada Masyarakat.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 5, no. 2 (2023): 2143–50. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3561.

Downloads

Published

2025-10-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sari Dewi Adhistya Wandayani, Emmy Latifah, & Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni. (2025). Rekonstruksi Kode Etik Notaris: Menjawab Dilema Publikasi dan Promosi Jabatan di Era Digital. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1710-1742. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12790