The Urgency Of Shifting The Regulation Of Enforcement Of Fisheries Criminal Laws From Criminal Sanctions To Administrative Sanctions

Authors

  • Fathurrahim Fathurrahim Faculty of Law, Khairun University
  • Muhaimin Limatahu Faculty of Law, Khairun University
  • Ahmad Mufti Faculty of Law, Khairun University

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12758

Keywords:

Administration , Criminal, Law Enforcement, Shift

Abstract

This study aims to analyze the urgency of shifting the paradigm of fisheries crime law enforcement from the dominance of criminal sanctions to the strengthening of administrative sanctions. Previous studies have focused more on the effectiveness of criminal sanctions or technical administrative implementation, but have not criticized the dominance of the penal approach, which has led to problems of imbalance in law enforcement, where criminal instruments are used extensively without considering the nature of the offense and the capacity of the perpetrator. This condition has implications for the emergence of legal uncertainty, inefficient judicial burdens, and a lack of corrective effects on the main actors in fisheries crime. This research gap is the main basis for conducting this study. The method used is normative legal research with a legislative, conceptual, and comparative approach, enriched with limited empirical analysis through a review of law enforcement practices and court decisions. The results of the study show that criminal sanctions have so far been ineffective in targeting the main actors (corporations), while administrative sanctions—such as license revocation, administrative fines, and business freezing are more strategic because they are responsive, adaptive, and in line with global practices. However, its effectiveness is still hampered by institutional capacity, accountability in implementation, and unequal treatment between large operators and small-scale fishermen. The research conclusion emphasizes the novelty of offering a reorientation of fisheries law that places administrative sanctions as the primary instrument (primum remedium), while criminal sanctions are positioned selectively as the last resort (ultimum remedium). Thus, this study offers a new conceptual framework that is more progressive, fair, and sustainable in the enforcement of Indonesian fisheries law.

References

Achmad, Fajar. Dualisme Penelitian Hukum Normatif Dan Empiris. Pustaka Belajar, 2013.

Adiananda, I Dewa Ayu Maheswari, I Gede Eggy Bintang Pratama, dan Ida Ayu Brahmantari Manik Utama. “Problematika Penegakan Hukum Dalam Tindak Pidana Illegal Fishing di Wilayah Perairan ZEE Indonesia.” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 8, no. 2 (2019): 237. https://doi.org/10.24843/JMHU.2019.v08.i02.p07.

Adrianto, Luky. “Implementasi Code of Conduct for Responsible Fisheries dalam Perspektif Negara Berkembang.” Indonesian Journal of International Law 2, no. 3 (2005). https://doi.org/10.17304/ijil.vol2.3.3.

Arief, Barda Nawawi. Masalah Penegakan Hukum Dan Kebijakan Hukum Pidana Dalam Penanggulangan Kejahatan. Ed. 1., cet. 1. Kencana Prenada Media Group, 2007.

Alhadi, Hafiz Dwi, Nelwitis, dan Iwan Kurniawan. “Tinjauan Kriminologis Terhadap Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Tindak Pidana Dibidang Perikanan Dan Penanggulangannya Di Laut Kabupaten Bintan.” Delicti : Jurnal Hukum Pidana Dan Kriminologi 1, no. 2 (2023): 26–35. https://doi.org/10.25077/delicti.v.1.i.2.p.26-35.2023.

Amiruddin dan Zainal Asikin. 2020.Pengantar Metode Penelitian Hukum. Edisi Revisi. Cetakan ke-11, Januari 2020. With Rajawali Pers

Anam, Saiful, Yudhi Priyo Amboro, dan Rina Shahriyani Shahrullah. “Sanksi Administratif sebagai Primum Remidium Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Laut: Efek Jera atau Negosiasi: Administrative Sanctions as a Primary Remedy for Violations in Marine Space Utilization: A Deterrent Effect or Negotiation.” Perspektif Hukum, 21 Maret 2025, 35–65. https://doi.org/10.30649/ph.v25i1.326.

Anggrainy, Rae, Aziza Aziz Rahmaningsih. “Penerapan Sanksi Hukum Terhadap Pencemaran Lingkungan.” Siyasah Jurnal Hukum Tatanegara 4, no. 2 (t.t.).

Anindyajati, Titis, Irfan Nur Rachman, dan Anak Agung Dian Onita. “Konstitusionalitas Norma Sanksi Pidana sebagai Ultimum Remedium dalam Pembentukan Perundang-undangan.” Jurnal Konstitusi 12, no. 4 (2016): 872. https://doi.org/10.31078/jk12410.

Anwar, Mashuril, dan Maya Shafira. “Harmonisasi Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Pesisir Lampung dalam Rezim Pengelolaan Berbasis Masyarakat.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 6, no. 2 (2020): 266–87. https://doi.org/10.38011/jhli.v6i2.156.

Aryani, Christina. “Mendorong Lahirnya RUU Keamanan Laut dalam Penguatan Sistem Keamanan Laut Nasional.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 3, no. 2 (2021): 155–73. https://doi.org/10.14710/jphi.v3i2.155-173.

Asrori, Faarkhaan, Intan Kusumaning Jati, dan Riska Andi Fitriono. “Kajian Penanggulangan Tindak Pidana Perikanan Illegal Fishing Di Laut Natuna Dalam Perspektif Kriminologi.” Gema Keadilan 8, no. 3 (2021): 278–98. https://doi.org/10.14710/gk.2021.12634.

Assa, Ruland Albert, Frangky Erens Kaparang, dan Janny Franka Polii. “Studi tanggapan masyarakat nelayan desa Kema III terhadap kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing.” Jurnal Ilmu Dan Teknologi Perikanan Tangkap 6, no. 1 (2021): 17. https://doi.org/10.35800/jitpt.6.1.2021.30947.

Benuf, Kornelius, dan Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504.

Candra, Septa. Perumusan Ketentuan Pidana Dalam Hukum Pidana Administratif: Telaah Kritis Implikasi Perumusan Ketentuan Pidana Dalam Undang-Undang Administratif Di Bidang Lingkungan Hidup Terhadap Pertanggungjawaban Pidana Korporasi. Edisi Pertama, Cetakan ke-1. Kencana, 2021.

Chapsos, Ioannis, dan Steve Hamilton. “Illegal Fishing and Fisheries Crime as a Transnational Organized Crime in Indonesia.” Trends in Organized Crime 22, no. 3 (2019): 255–73. https://doi.org/10.1007/s12117-018-9329-8.

Choiro, Urrifatul, Ulfa Qurni Lindasari, dan Umar Al Faruq. “Dampak Penenggelaman Kapal Illegal Fishing di Wilayah Indonesia Ditinjau dari Perspektif Hukum Internasional.” Begawan Abioso 15, no. 2 (2025): 51–59. https://doi.org/10.37893/abioso.v15i2.1000.

Daulat, Pratiwi Ayu Sri. “Urgensi Penggunaan Sanksi Hukum Pidana Dalam Konteks Penanggulangan Kejahatan.” Hukum Dan Dinamika Masyarakat 16, no. 1 (2018). https://doi.org/10.36356/hdm.v16i1.848.

Fajardo, Teresa. “To Criminalise or Not to Criminalise IUU Fishing: The EU’s Choice.” Marine Policy 144 (Oktober 2022): 105212. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2022.105212.

Fathurahim. “Penegakan Hukum Tindak Pidana Ilegal Fishing Dengan Menggunakan Bahan Peledak Oleh Satuan Polair Polres Halmahera Utara.” Jisos: Jurnal Ilmu Sosial 1, No. 12 (2023). Https://Mail.Bajangjournal.com/index.php/JISOS/article/view/4802.

Fathurrahim, Fathurrahim, dan Andika Adhyaksa. “Implementasi Perlindungan Lingkungan Maritim Atas Pencemaran Limbah Kapal Di Pelabuhan Rakyat Kota Ternate.” Jatiswara 39, no. 2 (2024): 229–43. https://doi.org/10.29303/jtsw.v39i2.711.

Hozairi, Hozairi Za. “Optimasi Penentuan Jumlah Kapal Pengawas Perikanan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan – 716 Menggunakan Algoritma Genetika.” NJCA (Nusantara Journal of Computers and Its Applications) 4, no. 1 (2019). https://doi.org/10.36564/njca.v4i1.130.

Jamilah, Asiyah, dan Hari Sutra Disemadi. “Penegakan Hukum Illegal Fishing dalam Perspektif UNCLOS 1982.” Mulawarman Law Review, 30 Juni 2020, 29–46. https://doi.org/10.30872/mulrev.v5i1.311.

Jonaidi, Dona, dan Andri Wibisana. “Konsep Gugatan Pemerintah Atas Pencemaran Lingkungan: Komparasi Antara Indonesia Dan Amerika Serikat.” Arena Hukum 14, no. 2 (2021): 268–92. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2021.01402.4.

Laws & Policies. “Understanding Laws and NOAA Fisheries.” NOAA Fisheries, t.t. https://www.fisheries.noaa.gov/insight/understanding-laws-and-noaa-fisheries.

Limatahu, Muhaimin, Ahmad Mufti, dan Fathurrahim Fathurrahim. “Kajian Sosio Legal Terhadap Permen 18 Tahun 2021 Tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia.” Iblam Law Review 4, no. 1 (2024): 149–62. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i1.225.

Mahmudah, Nunung. Illegal fishing: Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Di Wilayah Perairan Indonesia. Cetakan Pertama. Sinar Grafika, 2015.

Maron. Politik Hukum Penanggulangan Kejahatan Di Bidang Perikanan. Aura CV. Anugrah Utama Raharja, 2019.

Maf’ullilahi Zakinah, Widia Grace Tayan, Axel Davina Zahra Kusuma, Raden Roro Inori Athalia Noreendra, Ayunda Adis Rizkia, dan Lucitania Rizky. “Efektivitas Unclos Ditinjau Dari Kasus Illegal Fishing Di Laut Natuna (2012-2021).” WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 2, no. 3 (2024): 183–200. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i3.182.

Maya Shafira, Muhammad Farid, Aisyah Muda Cemerlang, Damanhuri Warganegara. Konstruksi Kebijakan Hukum Pidana Administrasi Penanggulangan Illegal Fishing Di Indonesia. 1 Ed. Avenir Literasi Indonesia, 2023.

Mohamad Rifki. “Reformulasi Sanksi Administrasi Bersifat Primum Remedium Dalam Pengelolaan Perikanan (Sebuah Upaya Memberi Efek Jera Bagi Korporasi Pelanggar Ketentuan Di Bidang Perikanan).” Esensi Hukum 1, no. 1 (2019): 51–69. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v1i1.7.

M. Ghufran H. Kordi K. Pengelolaan Perikanan Indonesia. 1. Yogyakarta : Pustaka Baru Press, 2015.

Nanank, Syamsudin. “Penanganan Overcrowded Melalui Model Collaborative Governance Pada Rumah Tahanan Negara Dan Lembaga Pemasyarakatan.” Program Doktoral Politeknik STIA LAN Jakarta, 2023.

Pambudhi, Hario Danang, dan Ega Ramadayanti. “Menilai Kembali Politik Hukum Perlindungan Lingkungan dalam UU Cipta Kerja untuk Mendukung Keberlanjutan Ekologis.” Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia 7, no. 2 (2021): 297–322. https://doi.org/10.38011/jhli.v7i2.313.

Pangemanan, Noula, Marsudi Triatmodjo. “Implementasi Code of Conduct for Responsible Fisheries Dalam Menanggulangi Illegal, Unreported, Unregulated Fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.” Universitas Gaja Mada, 2007. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/34573.

Pratiwi, Kania Tamara, Siti Kotijah, dan Rini Apriyani. “Penerapan Asas Primum Remedium Tindak Pidana Lingkungan Hidup.” SASI 27, no. 3 (2021): 363. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i3.471.

Rifai, Maulana, dan Rara Tiara Lestari Jatmoko. “Illegal Fishing Nelayan Vietnam: Perspektif Keamanan Kawasan RI di Laut Natuna.” PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs 8, no. 2 (2025): 381–95. https://doi.org/10.61332/ijpa.v8i2.332.

Rigel, Muhamad, Andrew Betlen, dan Mangisi Simanjuntak. “Kepastian Hukum Terhadap Keamanan Investasi Bagi Pelaku Bisnis Pelayaran di Perairan Indonesia.” Syntax Idea 6, no. 10 (2024): 6572–91. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i10.10013.

Risnain, Muh. “Rekonsepsi Model Pencegahan dan Pemberantasan Illegal Fishing di Indonesia.” Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) 4, no. 2 (2017): 379–98. https://doi.org/10.22304/pjih.v4n2.a9.

Robiyanoor, Robiyanoor. “Analisa Penegakan Hukum Pidana Perikanan di Indonesia.” Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan 1, no. 1 (2024): 11–16. https://doi.org/10.70134/penarik.v1i1.13.

Rosello, Mercedes. “Regional Fishery Management Organisation Measures and the Imposition of Criminal and Administrative Sanctions in Respect of High Seas Fishing.” Marine Policy 144 (Oktober 2022): 105213. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2022.105213.

Rochman, Nurhakim. “Nelayan Terancam, Laut Terluka: Dampak Iuu Fishing Bagi Masyarakat Dan Ekosistem.” New Detail Kenebterian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2025.

Saniah, Muhammad Rafli, dan Isrina Siregar. “Dinamika Kebijakan Poros Maritim Indonesia pada masa Pemerintahan Joko Widodo Periode Tahun 2014-Sekarang.” JEJAK : Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah 1, no. 2 (2021): 64–72. https://doi.org/10.22437/jejak.v1i2.16408.

Santoso, Hari Agus. “Perspektif Keadilan Hukum Teori Gustav Radbruch Dalam Putusan PKPU.” Jatiswara 36, no. 3 (2021): 325–34. https://doi.org/10.29303/jtsw.v36i3.341.

Shafira, Maya, Firganefi Firganefi, Diah Gustiniati, dan Mashuril Anwar. “Illegal Fishing: Optimalisasi Kebijakan Penegakan Hukum Pidana sebagai Primum Remedium.” Jurnal Wawasan Yuridika 5, no. 1 (2021): 40. https://doi.org/10.25072/jwy.v5i1.391.

Soerjono Soekanto. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. 1 ed. Jakarta : Rajawali Pers, 2013.

Siaran Pers Kementerian Kelautan Dan Perikanan. “KKP Tangkap 240 Kapal Pencuri Ikan Sepanjang 2024.” New Detail Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2024.

Tampubolon, Bona Jevon, Raden Roro Kamilia Hana Putri, dan Abqary Faraz Darmawan. “Praktik Illegal Fishing Di Perairan Indonesia Sebagai Transnational Organized Crime (Studi Kasus Kapal Run Zeng Di Laut Arafura).” Jurnal Hukum Statuta 4, no. 1 (2024): 50–62. https://doi.org/10.35586/jhs.v4i1.9763.

Yoserwan. Doktrin Ultimum Remedium Dalam Hukum Pidana Indonesia (Implementasinya dalam Hukum Pidana Ekonomi). Vol. 1. Andalas University Press, 2019.

Downloads

Published

2025-11-23

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fathurrahim Fathurrahim, Muhaimin Limatahu, & Ahmad Mufti. (2025). The Urgency Of Shifting The Regulation Of Enforcement Of Fisheries Criminal Laws From Criminal Sanctions To Administrative Sanctions. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1869-1889. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12758