Perwujudan Restitutio in Integrum Sebagai Hak Anak Korban Tindak Pidana

Authors

  • Sokhib Naim Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Wahab Aznul Hidaya Universitas Muhammadiyah Sorong https://orcid.org/0009-0001-6450-9389
  • Valentino Cirilo Sambang Universitas Muhammadiyah Sorong
  • Sabrin S. Hi Mustafa Universitas Muhammadiyah Sorong

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12668

Keywords:

Anak, Kekerasan Seksual, Perlindungan Korban, Restitusi

Abstract

This study examines the implementation of restitution rights for child victims of sexual abuse in Islamic boarding schools, focusing on the Sorong District Court Decision No. 247/Pid.Sus/2023/PN Son. Using a normative juridical approach and descriptive-analytical method, the research evaluates the legal framework and practical challenges in enforcing restitution under Law No. 31 of 2014 on Witness and Victim Protection. The findings reveal that restitution remains largely symbolic, hindered by limited law enforcement understanding, the absence of a clear execution mechanism, and minimal state intervention. The study’s novelty lies in its analysis of restitution within religious educational institutions and its critique of the state’s weak commitment to victims’ recovery. Strengthening the LPSK’s role, formulating technical regulations, and ensuring state-funded compensation are recommended to transform restitution from a formal norm into a substantive realization of justice for victims of child sexual abuse.

 

Penelitian ini menganalisis implementasi hak restitusi bagi anak korban pelecehan seksual di pesantren dengan studi kasus Putusan Pengadilan Negeri Sorong Nomor 247/Pid.Sus/2023/PN Son. Menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode deskriptif-analitis, penelitian ini menilai kerangka hukum serta hambatan praktis dalam pelaksanaan restitusi berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan restitusi masih bersifat simbolis karena terbatasnya pemahaman aparat penegak hukum, tidak adanya mekanisme eksekusi yang jelas, serta minimnya intervensi negara. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian restitusi di lembaga pendidikan keagamaan dan analisis kritis terhadap lemahnya peran negara dalam pemulihan korban. Penelitian merekomendasikan penguatan peran LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), perumusan regulasi teknis yang lebih operasional, serta penyediaan dana kompensasi negara agar restitusi benar-benar terwujud sebagai keadilan substantif bagi anak korban kekerasan seksual.

References

Ahadi, Nugroho, Ali Masyhar Mursyid, and Cahya Wulandari. “Restitusi Dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Utilitarianisme.” Jurnal Esensi Hukum 5, no. 2 (2023): 57–69. https://doi.org/https://doi.org/10.35586/jsh.v5i2.254.

Akbar, Muhammad Fatahillah. “Pembaharuan Keadilan Restoratif Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 51, no. 2 (2022): 199–208. https://doi.org/10.14710/mmh.51.2.2022.199-208.

Anggito, A., & Setiawan, J. Metode Penelitian Kuantitatif. Sukabumi: CV Jejak, 2018.

Ariyanti, Vivi. “Konsep Perlindungan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana Nasional Dan Sistem Hukum Pidana Islam.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 13, no. 1 (2019): 33–48. https://doi.org/10.24090/mnh.v0i1.2224.

Ashri, Muhammad. Hak Asasi Manusia: Filosofi, Teori & Instrumen Dasar. CV. Social Politic Genius (SIGn), 2018.

Fani Oktavia, Fitria Dewi Navisa, Hisbul Lutfhi Ashsyarofi. “Pengaturan Restorative Justice Yang Berkaitan Dengan Tindak Pidana Pelecehan Seksual Secara Verbal.” Dinamika 30, no. 2 (2024). https://jim.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/24975.

Henny Saida Flora. “Restorative Justice Sebagai Pendekatan Efektif Untuk Perlindungan Korban : Mengutamakan.” Jurnal Hukum Justice 2, no. 2 (2025): 78–89. https://ejournal.ust.ac.id/index.php/JHJ/article/view/4643.

Hidaya, Wahab Aznul, A Sakti R S Rakia, Zaenal Arifin, and Kristi Warista. “Penguatan Perlindungan Hak-Hak Perempuan Dan Anak Melalui Penyuluhan Hukum Di Pulau Doom Kota Sorong.” Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 9, no. 2 (2025): 784–92. https://doi.org/10.31764/jpmb.v9i2.29932.

Hidaya, Wahab Aznul, A Sakti R S Rakia, Paulinus Kora, Muhammad Ali, and Hadi Tuasikal. “Realizing Restitution Justice for Child Victims of Sexual Assault Regulated Child Protection.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024): 26–37. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.9697.

Hutagalung, Hannes Magdalena. “Tanggung Jawab Negara Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Kelompok Rentan Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Dedikasi 24, no. 2 (2023): 1. https://doi.org/10.31293/ddk.v24i2.7287.

Indah Maya Sari Ritonga, Budi Sastra Panjaitan. “Kritik Restorative Justice Dalam Kasus Pelecehan Seksual DiPesantren: Analisis Undang-Undang No. 12 Tahun 2022.” Legalite: Jurnal Perundang Undangan Dan Hukum Pidana Islam 9, no. 1 (2024): 100–117. https://doi.org/10.32505/legalite.v9i1.9161.

Karmila Damariani Radjak, Andi Inar Sahabat. “Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual : Tinjauan Dari Pemenuhan Restitusi Di Kabupaten Gorontalo Utara.” J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah 3, no. 6 (2024): 5553–70. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i6.5327.

Nawawi, Muhammad Gufron. “Optimalisasi Perlindungan Hak Anak Melalui Lembaga Pesantren Anak (Studi Kasus Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Nganjuk).” Journal Hukum Islam Nusantara 8, no. 1 (2025): 1–17. https://doi.org/10.32665/almaqashidi.v8i1.5013.

Nitha, Fitha Ayun Lutvia, Ali Masyhar, Achmad Cholidin, M. Ridho Ilahi, and Amalina Zukhrufatul Bahriyah. “Optimalisasi Implementasi Uu Tpks: Tantangan Dan Solusi Dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual Di Indonesia.” Masalah-Masalah Hukum 53, no. 1 (2024): 90–100. https://doi.org/10.14710/mmh.53.1.2024.90-100.

Putra, M. F. M., Judijanto, L., Yulianingrum, A. V., Handayani, F., Angrayni, L., Maudina, D., & Thesia, E. H. Hak Asasi Manusia: Landasan, Perkembangan Dan Tantangan. PT. Green Pustaka Indonesia, 2024.

Rahmi, Atikah. “Pemenuhan Restitusi Dan Kompensasi Sebagai Bentuk Perlindungan Bagi Korban Kejahatan Seksual Dalam Sistem Hukum Di Indonesia.” De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 1 (2019): 140–59. https://doi.org/10.30596/dll.v4i2.3173.

Renal, Muhammad, Anugrah Saputra, Dzaky Hanif, and Mohammad Alvi Pratama. “Pemikiran Mochtar Kusumaatmadja Tentang Hukum Sebagai Sarana Pembangunan : Kajian Filsafat Hukum Terhadap Konsep Dinamika Hukum.” Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat 4, no. 1 (2025): 1–13. https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/952.

Saputra, Trias, and Yudha Adi Nugraha. “Pemenuhan Hak Restitusi: Upaya Pemulihan Korban Tindak Pidana.” Krtha Bhayangkara 16, no. 1 (2022): 65–80. https://doi.org/10.31599/krtha.v16i1.1038.

Shindyani Halim, Risha, Tofik Yanuar Chandra, and Hedwig Adianto Mau. “Pemenuhan Hak Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Kelalaian Medis Di Indonesia.” Jurnal Multidisiplin Indonesia 2, no. 9 (2023): 3048–75. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i9.580.

Sianturi, Matthew Darius, and I Gusti Ngurah Nyoman Krisnadi Yudiantara. “Analisis Kelemahan Regulasi Pada Hak Restitusi Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Analisis Kelemahan Regulasi Pada Hak Restitusi Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.” Jurnal Media Akademik 3, no. 6 (2025).

Silvah, Putri, Al Hikmah, Perlindungan Bagi Korban, Pelecehan Seksual, Dengan Pendekatan, Dinda Fajarohma, and Hana Sabilillah. “Keadilan Restoratif (Restorative Justice).” Jurnal Ilmu Hukum Dan Sosial 1, no. 3 (2023): 204–24. https://doi.org/10.51903/hakim.v1i3.1248.

Situmorang, Christian Immanuel, Rafli Akmal Athallah, Frans Samuel Junero Butar Butar, and Irwan Triadi. “Pentingnya Hukum Yang Tegas Dalam Mempertahankan Hak Asasi Manusia: Perspektif Konstitusi.” Journal Customary Law 1, no. 2 (2024): 13. https://doi.org/10.47134/jcl.v1i2.2427.

Suhaili, Achmad. “Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Penerapan Hukum Islam Di Indonesia.” Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadist 2, no. 2 (2019): 176–93. https://doi.org/10.35132/albayan.v2i2.77.

Sujasmin Sujasmin. “Penerapan Sanksi Kebiri Kimia Bagi Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Anak Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia.” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 544–58. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11774.

Wahab Aznul Hidaya, A. Sakti R.S. Rakia, Kristi Warista Simanjuntak. Pengantar Hukum Indonesia. Batam: CV. Rey Media Grafika, 2025.

Wijaya, Irawan Adi, and Hari Purwadi. “Pemberian Restitusi Sebagai Perlindungan Hukum Korban Tindak Pidana.” Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi 6, no. 2 (2018): 93–111. https://doi.org/10.20961/hpe.v6i2.17728.

Downloads

Published

2025-10-28

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sokhib Naim, Wahab Aznul Hidaya, Valentino Cirilo Sambang, & Sabrin S. Hi Mustafa. (2025). Perwujudan Restitutio in Integrum Sebagai Hak Anak Korban Tindak Pidana. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1683-1696. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12668