Problematika Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan Kepala Daerah Walikota Batam Tahun 2024 di Mahkamah Konsitusi Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12624Keywords:
Keadilan, Kepastian Hukum, PilkadaAbstract
This study aims to analyze the problems in resolving the 2024 Batam Regional Head Election (Pilkada) disputes at the Constitutional Court of Indonesia. The background of this research lies in the increasing number of electoral disputes that burden the Court, with an urgency to assess whether the existing mechanism can ensure electoral justice. The findings reveal novelty in two critical aspects: first, the identification of inconsistencies between posita and petitum in the petition, which undermines the principle of legal certainty; and second, the urgency of establishing a special electoral court as a structural solution to the Constitutional Court’s heavy caseload. The study concludes that the practice of dispute resolution in the Court still faces a gap between constitutional norms and factual realities. Practical recommendations include revising the Constitutional Court Regulation (PMK) to set stricter standards for petitions and providing continuous electoral legal education for candidates and their legal counsels to strengthen legal certainty and substantive justice.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penyelesaian sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Batam tahun 2024 di Mahkamah Konstitusi. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya eskalasi sengketa hasil Pilkada di Indonesia yang membebani MK, dengan urgensi menilai sejauh mana mekanisme penyelesaian sengketa mampu mewujudkan keadilan elektoral. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebaruan pada dua aspek penting: pertama, identifikasi inkonsistensi antara posita dan petitum dalam permohonan yang berimplikasi pada asas kepastian hukum; kedua, perlunya pembentukan peradilan khusus pemilu sebagai solusi struktural terhadap beban perkara yang terus meningkat di MK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik penyelesaian sengketa di MK masih menghadapi kesenjangan antara norma konstitusi dan realitas faktual. Rekomendasi yang diberikan adalah perlunya revisi Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) agar lebih tegas mengatur standar permohonan, serta penyelenggaraan pendidikan hukum elektoral bagi peserta Pilkada dan kuasa hukumnya guna memperkuat kepastian hukum dan keadilan substantif.
References
Aermadepa, dan kawan kawan. Penengakkan Hukum Pemilu Dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak Indonesia Tahun 2024. Kota Jambi: Sonpedia Publising Indonesia, 2024.
Anfal Kurniawan. “Analisis Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/Puu-Xxii/2024 Tentang Syarat Usia Calon Kepala Daerah.” Semarang Law Review(SLR) 5, no. 2 (2024): 211–20. https://doi.org/10.26623/slr.v5i2.10465.
Anis Noviya, Meri Yarni, Amanda Dea Lestari. “Mahkamah Konstitusi Dan Restrukturisasi Kewenangan Dalam Penyelesaian Sengketa Pilkada.” Journal of Constitusional Law 5, no. 2 (2025): 133–46. https://doi.org/10.22437/limbago.v5i2.46212.
Feyza Adha Alsyanda, Wafda Vivid Izziyana, Helen Intania Surayda. “Analisis Yuridis Gugatan Uni Eropa Kepada WTO Terkait Kebijakan Hilirisasi Nikel Indonesia Perspektif Hukum Perdagangan Internasional.” Semarang Law Review (SLR) 5, no. 1 (2024): 13–25. https://doi.org/10.26623/slr.v5i1.9437.
Hantoro, Bimo Fajar. “Pembatasan Yudisial Dan Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Memutus Sengketa Hasil Pilkada.” Media Iuris 7, no. 1 (2024): 101–30. https://doi.org/10.20473/mi.v7i1.41871.
Humas Mahkamah Konstitusi. “Perbaikan Permohonan.” MKRI.Id. Jakarta: Mahkamah Konstitusi, 2025.
Karin Ferselli, Aurellia, and Natasya Sabrina Azahra. “Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Proses Penyelesaian Pemilu Terkait Hasil Pemilu.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10, no. 23 (2024): 122–29. https://doi.org/10.5281/zenodo.14560685.
Marinu Waruwu , Siti Natijatul Pu`at , Patrisia Rahayu Utami , Elli Yanti, Marwah Rusydiana. “Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan Dan Kelebihan.” Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 10, no. 1 (2025): 917–32. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057.
Maurisya, Firnandes, and Ardilafiza Satoto, Sukamto. “Special Chamber Mahkamah Konstitusi Dalam Penyelesaian Sengketa Pemilu.” Mhiltree Law Jurnal 1, no. 3 (2024): 319–60. https://doi.org/10.70565/mlj.v1i3.56.
Muhammad Riyadi, Moh. Mu’alim, Muhammad Nahidh Buldani, Muhammad Nur Fadli, Abdul Wahab. “Analisis Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 18 Tahun 2024 Perspektif Jean Jacques Rousseau Tentang Legitimasi Kekuasaan.” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 179–95. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11408.
Prabowo, Angelica Suciara; Bryan Idias; Nathasya Jhonray Siregar; Tasya Amira Frananda Siregar; Tri Widyasto. “Tumpang Tindih Kewenangan Bawaslu, DKPP Dan PTUN Dalam Sengketa Pilkada Dan Implikasinya Terhadap Hukum.” Jurnal Multidisiplin Dehasen 4, no. 2 (2025): 325–32. https://doi.org/10.37676/mude.v4i2.8274.
Rosidi, Ahmad, M Zainuddin, and Ismi Arifiana. “Metode Dalam Penelitian Hukum Normatif Dan Sosiologis (Field Research).” Journal Law and Government 2, no. 1 (2024): 46–58. https://doi.org/10.31764/jlag.v2i1.21606.
Sony, Edy. “Mekanisme Dan Tahapan Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden Tahun 2024.” BACARITA Law Journal 5, no. 1 (2024): 39–49. https://doi.org/10.30598/bacarita.v5i1.13398.
Sudarmanto, Kukuh, Zaenal Arifin, Ayu Melati Ratuningnagari, Anisa Kusudarmanto, and Vaibhav Jain. “Electoral Law Reform from the Perspective of Responsive Justice: A Comparison of Renaissance Law College , Indore District , Madhya Pradesh , A . Introduction General Elections Are a Fundamental Instrument in Democracy , Where.” Jambe Law Journal 8, no. 1 (2025): 315–46. https://doi.org/10.22437/jlj.8.1.315-346.
Tarigan, Ridwan Syaidi. Kewenangan Penyelesaian Sengketa Kepala Daerah Serentak. Banjarnegara: History Media, 2024.
Wiryanto (Plt. Panitera Pengganti Mahkamah Konstitusi. Putusan Nomor 169/PHPU.WAKO-XXIII/2025 (2025).
Yuhandra Erga, Iman Jalaludin Rifa’i, Suwari Akhmaddhian, Haris Budiman, and Yani Andriyani. “Efektivitas Fungsi Pencegahan Badan Pengawas Pemilihan Umum Dalam Melakukan Pencegahan Pelanggaran Pemilu.” Jurnal Ius Constituendum 8, no. 1 (2023): 1–18.
Zainawi, Ahmad Sulthon. “Dinilai Tidak Jelas, Permohonan PHPU Kota Batam Tidak Dapat Diterima.” mkri.id, 2025.
———. “KPU Kota Batam: Pelanggaran TSM Yang Didalilkan Nuryanto-Hardi Tidak Jelas.” mkri.id, 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

