Tantangan Perkawinan Beda Negara: Suatu Kajian Komparatif Hukum Indonesia dan Hukum Perdata Internasional

Authors

  • Norayanti Simaremare Norayanti Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Riau Kepulauan
  • Pristika Handayani Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Riau Kepulauan
  • Dwi Afni Maileni Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Riau Kepulauan

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12565

Keywords:

Hukum, Internasional, Perkawinan

Abstract

This study aims to examine the legal challenges of cross-national marriages through a comparative analysis between Indonesian Law and Private International Law. The background of this research is the increasing phenomenon of cross-border marriages as a consequence of globalization, which not only involves cultural and nationality differences but also raises legal issues related to validity, recognition, and legal consequences. The urgency of this research lies in the disharmony of regulations and differences in legal systems that often create both administrative and substantive obstacles, thereby affecting legal certainty and the protection of the rights of husbands, wives, and children. The research method employed is normative juridical with a descriptive-analytical approach by reviewing legislation, legal doctrines, and principles of Private International Law. The findings indicate that Indonesia’s Marriage Law remains limited in accommodating the complexity of cross-national marriages, particularly concerning registration, citizenship status of children, joint property, divorce, and inheritance rights. The novelty of this research lies in its comparative approach that links Indonesian legal norms with the principles of Private International Law, providing a more comprehensive understanding of regulatory disharmony. In conclusion, without legal harmonization, cross-national couples will continue to face uncertainty; therefore, this study recommends reforming the Marriage Law to be more adaptive to global realities, strengthening administrative mechanisms for marriage registration, and enhancing regulatory dissemination to ensure legal certainty, rights protection, and justice for the parties involved.

 

Penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan hukum dalam perkawinan beda negara melalui analisis komparatif antara Hukum Indonesia dan Hukum Perdata Internasional (HPI). Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya fenomena perkawinan lintas negara akibat globalisasi yang tidak hanya memunculkan perbedaan budaya dan kewarganegaraan, tetapi juga menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan, pengakuan, serta akibat hukumnya. Urgensi penelitian ini terletak pada disharmoni regulasi dan perbedaan sistem hukum yang kerap menimbulkan hambatan administratif maupun substantif, sehingga berdampak pada kepastian hukum dan perlindungan hak suami, istri, maupun anak. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta prinsip-prinsip HPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Perkawinan di Indonesia masih terbatas dalam mengakomodasi kompleksitas perkawinan lintas negara, khususnya terkait pencatatan, status kewarganegaraan anak, harta bersama, perceraian, dan hak waris. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan komparatif yang menghubungkan norma hukum Indonesia dengan prinsip HPI, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai titik-titik disharmoni regulasi. Kesimpulannya, tanpa harmonisasi hukum, pasangan lintas negara akan terus menghadapi ketidakpastian hukum; oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan reformasi UU Perkawinan yang lebih adaptif terhadap realitas global, penguatan mekanisme administrasi pencatatan, serta peningkatan sosialisasi regulasi untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan hak, dan keadilan bagi para pihak.

 

References

Ade Risna Sari. Perkawinan Campuran Konsepsi UU Nomor 1 Tahun 1974. NEM, 2022.

Ariska, Meliana Dwi, Singgih Adi Saputra, Mochamad Faizal, and Eti Mul Erowati. “Analisis Kasus-Kasus Pernikahan WNI Di Luar Negeri Dalam Konteks Hukum Perdata Internasional.” Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science Technology and Education Research 2, no. 1 (2025): 1508–14. https://doi.org/10.32672/mister.v2i1b.2696.

Bagenda, Christina, Maria Alberta, Liza Quintarti, Alief Akbar Musaddad, Chris Anggi, Natalia Berutu, Ayi Ishak, Sholih Muchtar, and Artikel Penelitian. “Akibat Hukum Perkawinan Beda Kewarganegaraan Dalam Perspektif Hukum Perdata Di Indonesia.” Jurna Jurnal Kolaboratif Sains 7, no. 11 (2024): 4169–75. https://doi.org/10.56338/jks.v7i11.6573.

Benuf, Kornelius, and Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33.

Cahyani, Tinuk Dwi. Hukum Perkawinan. Malang: UMM Press, 2020.

Deden Abdul Malik, Tajul Arifin, Ine Fauzia. “Analisis Hukum Perkawinan Islam Terhadap Pasal 16 The Universal Declaration of Human Right.” Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 4 (2025): 1–18. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1471.

Dewa Putu Tegel. “Pelaksanaan Pencatatan Perkawinan Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil.” Vyavahara Duta 14, no. 2 (2020): 84. https://doi.org/10.25078/vd.v14i2.1256.

Dewi, Atika Sandra, and Isdiana Syafitri. “Analisis Perkawinan Campuran Dan Akibat Hukumnya.” Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) 5, no. 1 (2022): 179–91. https://doi.org/10.33395/juripol.v5i1.11323.

Dewi, Novitasari Kusuma, Anak Agung Sagung Laksmi Dewi, and Luh Putu Suryani. “Pendaftaran Kewarganegaraan Anak Hasil Perkawinan Campuran.” Jurnal Interpretasi Hukum 3, no. 2 (2022): 275–81. https://doi.org/10.22225/juinhum.3.2.5064.275-281.

Emalia, Faninazila Azzahra Amnurdiant, and Lucky Dafira Nugroho. “Perkembangan Prinsip Lex Loci Celebrationis Dalam Perkawinan Campuran Antarnegara.” Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 3 (2025): 1398–1405. https://doi.org/10.61104/alz.v3i3.1320.

HAK, Nurmala, Yusdani Yusdani, and Januariansyah Arfaizar. “Pergeseran Makna Esensi Pernikahan Di Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, Studi Kasus Sosiologi Hukum Keluarga.” Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam Dan Sosial 16, no. 2 (2022): 169–84. https://doi.org/10.56997/almabsut.v16i2.686.

Hendri Susilo, Muhammad Junaidi, Diah Sulistyani RS, Zaenal Arifin. “Hak Waris Anak Yang Berbeda Agama Dengan Pewaris Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam.” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2021): 175–89. https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i01.p18.

Hidayat, Taufik, and Hepy Krisman Laia. “Implikasi Hukum Terhadap Anak Dari Perkawinan Campuran Dan Terhadap Hak Kewarganegaraan Di Indonesia.” Locus Journal of Academic Literature Review 4, no. 3 (2025): 126–34. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v4i3.469.

Intania, Ayesta, Novi Wulan Suci, Adnin Najma Hafiezha, Ulfa Kurnia Sari, and Gabriel Ofellius. “Eksistensi Hukum Perdata Internasional Dalam Fenomena Perkawinan Lintas Negara.” Jurnal Ilmiah Research Student 1, no. 2 (2023): 373–81. https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.268.

Jekalaya, I Wayan, I Wayan Suradigama, and Made Suartini. “Pembaharuan Hukum Perkawinan Campuran Di Indonesia.” Jurnal Sutasoma 2, no. 2 (2024): 98–104. https://doi.org/10.58878/sutasoma.v2i2.296.

Lubis, Lusiana Andriani, Anang Jati Kurniawan, and Syafruddin Pohan. “Komunikasi Antarbudaya Dalam Perkawinan Beda Warga Negara.” Jurnal Ilmu Komunikasi 18, no. 1 (2020): 75. https://doi.org/10.31315/jik.v18i1.3711.

Maulida Putri Restuning Ati, Yudhia Ismail, and Wiwin Ariesta. “Akibat Hukum Dan Status Harta Dalam Perkawinan Campuran.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3, no. 3 (2025): 2371–81. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1279.

Naratama, Tantri, Ayu Trisna Dewi, Fakultas Hukum, Universitas Dharmawangsa, Sumatera Utara, Perceraian Campuran, and Hukum Perdata. “Perceraian Pada Perkawinan Campuran Di Indonesia Dalam Perspektif Hukum Perdata Internasional.” Warta Dharmawangsa 17, no. 3 (2023): 1283–94. https://doi.org/10.46576/wdw.v17i3.3582.

Nita, M.W. Hukum Perkawinan Di Indonesia. Lampung: Laduny Alifatama, 2021.

Prasetyorini, Theresia Eni, Kukuh Sudarmanto, Zaenal Arifin, and Mangaraja Manurung. “Pembatalan Perkawinan Karena Adanya Pemalsuan Identitas Dalam Kasus Poligami.” Juridisch 2, no. 2 (2024): 106–17. https://doi.org/https://doi.org/10.26623/jj.v2i2.8112.

Puji, Wan, Alivia Yusuf, and Muhammad Jefri. “The Legal Status of Marriages Between Indonesian Citizens and Non- Partner Foreign Nationals : A Juridical Review under the Marriage Law Mixed Marriages between Indonesian Citizens and Foreign Nationals.” Fortiori Law Jurnal 5, no. 1 (2025): 37–49. https://doi.org/10.47200/flj.v5i01.3053.

Ramayudha, Anak Agung Alit Raka. “Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan Campuran Di Indonesia.” Jurnal Analisis Hukum 6, no. 2 (2023): 278–90. https://doi.org/10.38043/jah.v6i2.4799.

Rifandhana, Raditya Feda. “Eksistensi Kewenangan Pemerintahan Dalam Mengatasi Status Kewarganegaraan Bagi Anak Dari Perkawinan Beda Negara.” Arena Hukum 16, no. 3 (2023): 509–31. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2023.01603.4.

Rizky, Febby. “Perkawinan Campuran Di Bukit Lawang: Praktik, Tantangan, Dan Implikasi Hukum.” Lanraad 3, no. 2 (2024): 471–80. https://doi.org/10.59342/jl.v3i2.704.

Scolastika, Sheanny, Gavrilla Theodora, Olga Nadina, and Tsamara Probo Ningrum. “Perkawinan Campuran , Pencatatan Keabsahan Pencatatan Perkawinan Diluar Indonesia Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.” Kertha Wicaksana 14, no. 2 (2020): 139–46. https://doi.org/10.22225/kw.14.2.1789.139-146.

Sidiqah, Meliyani. “Interfaith Marriage in Kuningan and Jakarta: State Intervention and Human Rights.” Jurnal Ius Constituendum 10, no. 1 (2025): 42–66. https://doi.org/10.26623/jic.v10i1.11331.

Tarigan, Junaidi, and Zaenal Abidin. “Pengaturan Hak Asuh Anak Dan Status Kewarganegaraan Anak Sebagai Akibat Perceraian Dari Perkawinan Campuran Ditinjau Dari Hukum Perdata Internasional.” Jurnal Rechten : Riset Hukum Dan Hak Asasi Manusia 2, no. 1 (2022): 28–40. https://doi.org/10.52005/rechten.v2i1.99.

Waluyo, Bing. “Sahnya Perkawinan Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 2, no. 1 (2020): 193–99. https://doi.org/10.23887/jmpppkn.v2i1.135.

Wiraguna, Sidi Ahyar. “Metode Normatif Dan Empiris Dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif Di Indonesia.” Public Sphare:Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan Dan Hukum 3, no. 3 (2024). https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1390.

Downloads

Published

2025-09-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Norayanti, N. S., Pristika Handayani , P. H. ., & Dwi Afni Maileni, D. A. M. (2025). Tantangan Perkawinan Beda Negara: Suatu Kajian Komparatif Hukum Indonesia dan Hukum Perdata Internasional. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1485-1505. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12565