Perlindungan Hukum Bagi Calon Jemaah Umrah Pasca Pencabutan Izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12364Keywords:
Pencabutan Izin , Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, Perlindungan Hukum, UmrahAbstract
This study examines the forms of legal protection and legal remedies available to prospective Umrah pilgrims following the revocation of licenses of Umrah Travel Organizers (PPIU) by the Ministry of Religious Affairs. The problem arises from the growing number of cases where pilgrims had fully paid for Umrah services but were not departed, such as in the case of PT. Naila Syafaah Wisata Mandiri. The license revocation has caused legal uncertainty, a lack of accountability, and financial harm to affected pilgrims. This research highlights the urgency of providing effective legal protection for prospective pilgrims who are placed in a vulnerable position due to the failure of the organizers to fulfill their obligations. Using a normative juridical method with statute, conceptual, and case approaches, this study finds that the affected pilgrims maintain a strong legal position based on civil law principles. Legal protection can be pursued through compensation claims, refund requests, and official complaints submitted to regulatory authorities. Legal remedies available include non-litigation efforts such as mediation, as well as litigation in the form of civil lawsuits, criminal reports, and class action lawsuits. This research contributes to filling the gap in post-license revocation consumer protection mechanisms in the legal framework of religious-based travel. It strengthens the theoretical understanding of civil liability and offers practical insights to improve regulatory safeguards and legal recovery channels for victims. This research provides a concrete contribution in encouraging comprehensive and sustainable improvements in regulations and protection systems for Umrah pilgrims in Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perlindungan hukum diterapkan serta upaya hukum yang dapat ditempuh oleh calon jemaah umrah pasca pencabutan izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) oleh Kementerian Agama. Latar belakang masalah ini muncul dari banyaknya kasus dimana calon jemaah telah melakukan pembayaran secara penuh, namun tidak diberangkatkan hingga akhirnya izin operasional PPIU dicabut, seperti yang terjadi pada PT. Naila Syafaah Wisata Mandiri. Kondisi ini menimbulkan kekosongan tanggung jawab, ketidakpastian hukum, serta kerugian yang menimpa jemaah sebagai konsumen jasa keagamaan. Urgensi penelitian terletak pada pentingnya perlindungan hukum yang efektif terhadap jemaah dalam posisi rentan akibat terputusnya mekanisme pertanggungjawaban setelah pencabutan izin. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang mengandalkan tiga pendekatan utama, yaitu pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, serta pendekatan studi kasus. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus pembahasannya yang mengkaji perlindungan hukum terhadap calon jemaah yang telah melakukan pembayaran namun belum diberangkatkan, khususnya pasca pencabutan izin PPIU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa calon jemaah memiliki kedudukan hukum yang kuat untuk menuntut haknya berdasarkan prinsip perikatan dalam hukum perdata. Perlindungan hukum dapat diberikan melalui jalur ganti rugi, pengembalian dana, serta pengaduan ke otoritas berwenang. Selain itu upaya hukum yang tersedia bagi jemaah mencakup penyelesaian nonlitigasi seperti mediasi, serta litigasi melalui gugatan pidana, gugatan perdata, termasuk gugatan kelompok (class action). Peran aktif pemerintah dalam pengawasan dan pemulihan hak-hak jemaah menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Penelitian ini memberikan kontribusi konkret dalam mendorong perbaikan regulasi dan sistem perlindungan jemaah umrah di Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
References
Akhmad, Sofarul Wildan. “Jumlah Jemaah Umrah Indonesia Tembus 648 Ribu Pada 2025,” 2025. https://goodstats.id/article/jumlah-jemaah-umrah-indonesia-tembus-648-ribu-per-april-2025-terus-meningkat-sejak-2022-myGHb#google_vignette.
Alfin, Rizaldi Mochammad, and Rosalinda Elsina Latumahina. “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Agen Travel Atas Kegagalan Keberangkatan Haji Dan Umrah.” Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 3, no. 2 (2024): 152–57. https://doi.org/10.55681/seikat.v3i2.1270.
Ananda, Hilda, and Siti Nur Afifah. “Penyelesaian Secara Litigasi Dan Non-Litigasi.” Jurnal Ekonomi Syariah Dan Keuangan Islam 1, no. 1 (2023): 56–62. https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/sharecom/article/download/1023/401/.
Anggoro, Husni. “Haji Jadi Objek Benchmarking, Kemenag, BPK, Dan BPKH Kunjungi Tabung Haji Malaysia,” 2023. https://haji.kemenag.go.id/v5/detail/haji-jadi-objek-benchmarking-kemenag-bpk-dan-bpkh-kunjungi-tabung-haji-malaysia?utm_.
Aryaputra, Muhammad Iftar, and Dhian Indah Astanti. “Penguatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Akses Bantuan Hukum Cuma-Cuma.” Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia 3, no. 1 (2020): 1–13. https://doi.org/10.15294/jphi.v3i1.40009.
Atqiya, Ashfiya Nur, Ahmad Muhammad Mustain Nasoha, Erlina Hendratama Putri, Najwa Mudya Prameswati, and Sri Dewi Indah Dian Purnamasari. “Perlindungan Hak Warga Negara Dalam Negara Demokrasi : Perspektif Konstitusional Dan Hak Asasi Manusia.” Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegara Indonesia 2, no. 2 (2025): 174–86. https://doi.org/https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i2.352.
Basir, Abdul. “Kebijakan Asuransi Jemaah Haji,” 2024. https://infohaji.kemenag.go.id/kolom/kebijakan-asuransi-jemaah-umrah-D9S4v?utm_source=chatgpt.com.
Benuf, Kornelius, and Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Jurnal Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.7.1.20-33.
Bimoko, Dwi Fitra Hariyo, and Yuli Kurniawati. “Pengaruh Transparansi Laporan Keuangan Terhadap Kepercayaan Jamaah Umroh.” Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) 6, no. 2 (2025): 123–36. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/riggs.v4i2.874.
Eleanora, Fransiska Novita, Sugeng Sugeng, and Rama Dhianty. “Pemahaman Masyarakat Terhadap Hak-Hak Konsumen Melalui Sarana Edukasi.” Gorontalo Law Review 6, no. 1 (2023): 1. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2613.
Gumilar, Egi Rivaldi, Matthew Jakaria Sitanggang, Saher Remal, Agungta Ketaren, Muhammad Ezzat Everoes, Pembangunan Nasional, Veteran Jakarta, et al. “Rekonstruksi Penyelesaian Sengketa Perlindungan Konsumen Pada Pihak Ketiga Sebagai Upaya Transformasi Ekonomi Digital.” Forschungsforum Law Jurnal 2, no. 1 (2025): 15–28. https://doi.org/https://doi.org/10.35586/flj.v2i1.9808.
Hasibuan, Lidya Rahmadani, and Salman Paris Harahap. “Hak Restitusi Terhadap Korban Anak Berdasarkan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undangnnomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Di Belawan.” Jurnal Hukum Responsif FH UNPAB, 2014, 30–39.
Hidayat, Syahril, Reza Refaldi, Delis Hidayani, and Fani Shyla Angriani. “Tinjauan Umum Hukum Perikatan : Konsep , Prinsip , Dan Implementasi.” Jurnal Ilmu Multidisiplin 3, no. 1 (2025): 214–22. https://doi.org/https://doi.org/10.53935/jim.v3.i1.44.
Hidayat, Wahyu, and Agus Sarono. “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa Umrah/Haji Dalam Perbuatan Melawan Hukum.” Notarius 15 Nomor 1 (2022).
Humaida, Afif, Ilma Dian Fasicha, M Rifan Alghifari, and Puji Sri Lestari. “Potensi Industri Halal Di Indonesia Sebagai Negara Berpenduduk.” Aghniya Jurnal Ekonomi Islam 6, no. 1 (2024): 11–24. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/AGHNIYA/article/view/20782.
Icsan, A. Syalaby. “Kemenag: Travel Yang Diduga Tipu Seribu Jamaah Haji Dan Umraoh Belum Punya Izin.” Republika, 2025. https://khazanah.republika.co.id/berita/szwsrd483/kemenag-travel-yang-diduga-tipu-seribu-jamaah-haji-dan-umroh-belum-punya-izin-part2.
Indonesia, Kementerian Agama Republik. “Laporan Kinerja Direktorat Jendral Penyelenggara Haji Dan Umrah Tahun 2023.” Jakarta, 2024. https://haji.kemenag.go.id/v5/storage/strapi-cms-landing-page/cms/REV_1_TTD_LAPORAN_KINERJA_DJPHU_TAHUN_2023_4624836c0b.pdf.
Jessica, and Ariawan Gunadi. “Penilaian Kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 175K/Pdt.Sus-BPSK/2021.” Unes Law Review 6, no. 1 (2023): 3147–53. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Kementerian Hukum dan HAM, 1874.
Magala, Anugrah Sahtia. “Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kuhp Baru Indonesia Menurut Perspektif Hukum Progresif.” Spektrum Hukum 20, no. 2 (2023): 115–27. https://doi.org/10.56444/sh.v20i2.4345.
Marlina, Andi, Rasna Rasna, Abd Rahman, and Purnama Suci. “Akses Keadilan Yang Tidak Sampai: Studi Kajian Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin.” Jurnal Usm Law Review 7, no. 2 (2024): 540–55. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.8668.
Memah, Alisia Revalina, Robert N. Warong, and Natalia Lengkong. “Kajian Yuridis Gugatan Class Action Dalam Hukum Positif Di Indonesia.” Lex Privatum XI, no. 3 (2023). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/46954.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Cetakan Pe. Mataram: Mataram University Press, 2020.
Muhammad, Fadhel, A Qadir Gassing, and Nurfaika Ishak. “Peran Lembaga Bantuan Hukum Dalam Pendampingan Hukum Masyarakat Miskin Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus LBH Advokasi Peduli Bangsa Kabupaten Maros).” QadauNa Jurnal Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 5, no. 1 (2023): 264–78. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/qadauna/article/view/30891.
Nadhira, Marsha Azhar, Sapto Hermawan, and Rosita Candrakirana. “Tinjauan Yuridis Legalitas Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (Lpksm) Serta Perannya Dalam Melindungi Konsumen Di Indonesia.” Gloria Justitia 3, no. 1 (2023): 27–44. https://doi.org/10.25170/gloriajustitia.v3i1.4393.
Nora, Elan. “Upaya Kesadaran Hukum Dan Kepatuhan Hukum Dalam Masyarakat.” Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum 3, no. 2 (2023): 62–70. https://doi.org/10.56393/nomos.v3i2.1488.
Pardiansyah, Dedi, and Wawan Lulus Setiawan. “Akreditasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) Sebagai Bentuk Kepatuhan Terhadap Hukum Positif Dan Perlindungan Konsumen.” Sibatik Journal 4, no. 5 (2025): 521–40. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i5.2665.
Permatasari, Indah, Thea Farina, and Nuraliah Ali. “Restitusi Dan Perlindungan Hak Korban Tindak Pidana: Kebijakan, Tantangan Dan Praktiknya Di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas.” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 10, no. 2 (2025): 1167–78. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i2.55559.
Prabowo, Sukma, Siswantari Pratiwi, and Mardani. “Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Penipuan Dan Pencucian Uang (Studi Putusan Nomor 83/Pid.B/2018/PN.DPK).” Jurnal Sosial Humaniora Sigli (JSH) 7, no. 1 (2024): 356–69. https://doi.org/https://doi.org/10.47647/jsh.v7i1.2386.
Purwito, Edy. “Konsep Perlindungan Hukum Konsumen Dan Tanggung Jawab Hukum Pelaku Usaha Terhadap Produk Gula Pasir Kadaluarsa Di Kota Surabaya.” Dekrit (Jurnal Magister Ilmu Hukum) 13. No 1 (2023).
Putri, Dini Kurnia, and Abdul Rozaq. “Studi Komparatif Pemasaran Paket Umrah Dalam Meningkatkan Jumlah Jamaah Pada PT . Mahabbah Wisata Semarang Dan PT . Arrahmah Kendal.” Al Qalam : Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan 18, no. 4 (2024): 2339–51. https://doi.org/10.35931/aq.v18i4.3599.
Putro, Didik Eko, Ahmad Zainul Abidin, Fitra Ronny Syndu Wardoyo, and Muhammad Lathoif Gozali. “Dana Talangan Haji Dalam Prespektif Fiqih Muammalah.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 8, no. 3 (2022): 3231. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i3.6098.
Ritonga, Sahdani, and Ida Nadirah. “Penyelsaian Sengketa Wanprestasi Oleh Travel Umroh Atas Jamaah Haji Furoda/Umroh Di Indonesia.” Jurnal Moralita 3, no. 2 (2022): 62–74. https://jurnal.usi.ac.id/index.php/moralita/article/view/1351.
Rizki, Dian. “Efektivitas Implementasi Peraturan Pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Menurut PMA Nomor 5 Tahun 2021 (Studi Kasus : Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang).” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2023. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/74013/1/DIAN RIZKI - FSH.pdf.
Samsudin, Sarip Sahrul. “Pembangunan Kebijakan Pengembangan Sistem Pengendalian Penyelenggara Pemberangkatan Ibadah Umrah Berbasis Prevention Controlling Hybrid System.” Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik 2, no. 2 (2024): 418–40. https://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/kybernology/article/view/135%0Ahttps://journal.wiyatapublisher.or.id/index.php/kybernology/article/download/135/88.
Shabiq, Jhuan, and T. B Sembiring. “Upaya Hukum Acara Perdata Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner 8, no. 6 (2024): 479–84.
Tawabina, Yolanda, and Rahmi Syahriza. “Analisis Mekanisme Pembiayaan Pada Tabungan Asuransi Dana Haji Produk Mitra Mabrur (Studi Kasus : AJB Bumiputera 1912 Syariah Cabang Medan).” Jurnal Manajemen Akuntansi (JUMSI) 1, no. 4 (2021): 6.
Wibowo, Ribut Hari. “Pendekatan Keadilan Restorative Dalam Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.” Jurnal Hukum Progresif 9, no. 2 (2021): 146–57. https://doi.org/10.14710/jhp.9.2.146-157.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

