Perlindungan Pihak Ketiga Beriktikad Baik Dalam Non-Conviction Based Asset Forfeiture

Authors

  • Yanuar Ramadhana Fadhila Universitas Muhammadiyah Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12263

Keywords:

Iktikad Baik, Non-Conviction Based Asset Forfeiture, Pihak Ketiga, Perlindungan Hukum

Abstract

This study critically examines the legal framework governing non-conviction-based asset forfeiture (NCB) in Indonesia, with particular emphasis on the protection of bona fide third parties. Despite its strategic role in asset recovery for combating corruption, the implementation of NCB has generated significant legal uncertainty due to normative disharmony among national regulations, including anti-corruption laws, anti-money laundering laws, criminal procedural law, Supreme Court Regulations, and the Draft Asset Forfeiture Bill. This study employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches to analyze the extent to which existing regulations safeguard third-party property rights in accordance with due process of law and the presumption of innocence. The findings reveal that the absence of clear legal parameters defining bona fide third parties, disproportionate evidentiary burdens, and restrictive objection mechanisms has weakened legal protection and increased the risk of constitutional rights violations. The novelty of this research lies in proposing a reconstructed legal framework for NCB asset forfeiture by formulating objective indicators of good faith, proportional standards of proof, reasonable time limits for objections, and strengthened judicial oversight. The study contributes theoretically to the development of a balanced asset forfeiture model that harmonizes state interests in asset recovery with individual property rights, while practically offering regulatory reform recommendations to enhance legal certainty, procedural fairness, and the legitimacy of asset recovery mechanisms in Indonesia.

 

Penelitian ini mengkaji secara kritis kerangka hukum non-conviction based asset forfeiture (NCB) di Indonesia dengan menitikberatkan pada perlindungan hukum bagi pihak ketiga yang beriktikad baik. Meskipun NCB memiliki peran strategis dalam pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi, implementasinya masih menimbulkan ketidakpastian hukum akibat disharmoni normatif antara berbagai regulasi nasional, termasuk undang-undang pemberantasan korupsi, tindak pidana pencucian uang, hukum acara pidana, peraturan Mahkamah Agung, serta Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis sejauh mana perlindungan hak milik pihak ketiga telah sejalan dengan prinsip due process of law dan asas praduga tidak bersalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan parameter hukum yang jelas mengenai iktikad baik, pembebanan pembuktian yang tidak proporsional, serta mekanisme keberatan yang terbatas telah melemahkan perlindungan hukum dan berpotensi melanggar hak konstitusional pihak ketiga. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan rekonstruksi kerangka hukum perampasan aset berbasis NCB melalui penetapan indikator objektif iktikad baik, standar pembuktian yang proporsional, jangka waktu keberatan yang rasional, serta penguatan peran pengawasan yudisial. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model perampasan aset yang berkeadilan, sedangkan secara praktis menawarkan rekomendasi pembaruan regulasi guna meningkatkan kepastian hukum, keadilan prosedural, dan legitimasi mekanisme asset recovery di Indonesia.

References

Abdulgani, Rika Kurniasari. “Urgensi Pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana Dalam Mencegah Dan Memberantas Tindak Pidana Pencucian Uang.” Litigasi 24, no. 1 (2023): 64–84. https://doi.org/10.23969/litigasi.v24i1.7129.

Abdullah, Fathin, Triono Eddy, and Marlina. “Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi Tanpa Pemidanaan (Non-Conviction Based Asset Forfeiture) Berdasarkan Hukum Indonesia Dan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003.” Jurnal Ilmiah Advokasi 9, no. 1 (2021): 19–30. https://doi.org/https://doi.org/10.36987/jiad.v9i1.2011.

Abdullah, Fathin, Rifka Safira, Naqia Annisa Faradiz, Aditya Rivaldi, Auzan Qasthary, Anggun Mareta, Ida Tutia Rahmi, and Raudhatul Hidayati. “Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Tindak Pidana: Solusi Dan Tantangan Implementasi Di Indonesia.” Rancangan Undang-Undang… 5, no. 2021 (2024): 870–76.

Ainul Yaqin, Ach., Lailul Ilham. “Legal Analysis Of Confiscation Of Corruption Assets In The Context Of Justice And Human Rights Protection Ach. Ainul Yaqin.” Dame Journal of Law 1, no. 2 (2025): 149–60. https://doi.org/10.64344/djl.v1i2.50.

Akademik, Naskah, Badan Pembinaan, Hukum Nasional, Kementerian Hukum, Dan Hak, and Asasi Manusia. “Hasil Penyelarasan Perampasan Aset Terkait Dengan Tindak Pidana,” 2022.

Andriawan, Hilman, and Mahrus Ali. “Legal Issues Against the Enforcement of Court Determination Granting Objections of Parties in Good Faith Jurnal Ius Constituendum” 2, no. 2 (2024): 1–11. https://doi.org/10.26623/jic.v9i3.10414.

Angkasa, Nitaria, Yulia Kusuma Wardani, Zulkarnain, Yennie Agustin, Ali Faisal, Rita Susanti, Gunawan, Husni Mubaroq, and Maya Shafira. “Metode Penelitian Hukum: Sebagai Suatu Pengantar.” Lex Privatum, 2019.

Arifin, Ridwan, Indah Sri Utari, and Herry Subondo. “Upaya Pengembalian Aset Korupsi Yang Berada Di Luar Negeri (Asset Recovery) Dalam Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi Di Indonesia.” IJCLS (Indonesian Journal of Criminal Law Studies) 1, no. 1 (2017): 105–37. https://doi.org/10.15294/ijcls.v1i1.10810.

Asshiddiqie, Jimly. “Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara Jilid 1.” Buku Ilmu Hukum Tata Negara 1 (2006): 200.

Aulia, Dian, and Risa Amalia. “Dinamika Korupsi Dan Dampaknya Pada Pembangunan Nasional,” no. 3 (2024): 142–54. https://doi.org/10.62383/aliansi.v1i3.183.

Ayu, Dewa, Susanti Dewi, Ni Gusti, Agung Ayu, Mas Tri, Luh Putu, and Yeyen Karista. “Asset Seizure Regulations Against Public Officials with Unexplained Wealth ( A Comparative Study of the Philippines and Australia ).” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 7, no. 3 (2025): 377–404. https://doi.org/10.14710/jphi.v7i3.377-404.

Aziz, Muhammad Hilmy, Ronny Winarno, Wiwin Ariesta, Fakultas Hukum, and Universitas Merdeka Pasuruan. “Interdisciplinary Explorations in Research” 3 (2025): 564–81. https://doi.org/10.62976/ierj.v3i2.1253.

Chandra Hamdani Noor. “Kejagung: Negara Rugi Rp310,61 Triliun Akibat Dugaan Korupsi Pada 2024.” Antaranews, 2024.

Cintya, Sindhi, Shrishti Shrishti, and Christine S T Kansil. “Reformulasi Asset Recovery Sebagai Pidana Pokok Dalam Upaya Pengembalian Kerugian Negara.” Prosiding Serina Iv 2022 2, no. 1 (2022): 627–35. https://doi.org/10.24912/pserina.v2i1.18553.

Dewi, Sylvi Fitria. “Optimalisasi Perampasan Aset Oleh Penegak Hukum Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia” 13, no. 3 (2024): 318–29. https://doi.org/10.20961/recidive.v13i3.85635.

Effendi, Tolib, Mifta Hurrahman Maulana, Ananda Chrisna, and Dewy Panjaitan. “Integritas : Jurnal Antikorupsi The Concept of Non-Conviction-Based Asset Forfeiture as a Special Coercive Measure in Eradicating Criminal Acts of Corruption” 11, no. 1 (2025): 81–92. https://doi.org/10.32697/integritas.v11i1.1386.

Evander. “Keberatan Pihak Ketiga Yang Beritikad Baik Terhadap Perampasan Aset Dalam Tindak Pidana Korupsi.” Jurist-Diction 7, no. 1 (2024): 21–38. https://doi.org/10.20473/jd.v7i1.54674.

Fadilah, Isnaini Nur. “In Rem Asset Forfeiture Dalam Bandul Asset Recovery Dan Property Rights.” AML/CFT Journal: The Journal of Anti Money Laundering and Countering the Financing Terrorism 1, no. 1 (2022): 87–99. https://doi.org/10.59593/amlcft.2022.v1i1.23.

Fauzia, Ana, and Fathul Hamdani. “Pembaharuan Hukum Penanganan Tindak Pidana Korupsi Oleh Korporasi Melalui Pengaturan Illicit Enrichment Dalam Sistem Hukum Nasional.” Jurnal Hukum Lex Generalis 3, no. 7 (2022): 497–519. https://doi.org/10.56370/jhlg.v3i7.249.

Fuadi, Gumilang, Windy Virdinia Putri, and Trisno Raharjo. “Tinjauan Perampasan Aset Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Dari Perspektif Keadilan.” Jurnal Penegakan Hukum Dan Keadilan 5, no. 1 (2024): 53–68. https://doi.org/10.18196/jphk.v5i1.19163.

Ghulam Reza, Muhammad. “Kebijakan Hukum Pidana Perampasan Aset ‘Non-Conviction Based Asset Forfeiture’ Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang.” Wacana Paramarta Jurnal Ilmu Hukum 23, no. 1 (2024): 67–68. https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.6557.

Hadjon, Philipus M., Sri Soemantri Martosoeignjo, Sjachran Basah, Bagir Manan, Laica Marzuki, Ten Berge, Van Buuren, and Stroink. “Pengantar Hukum Administrasi Indonesia.” Gadjah Mada University Press, 2005, 1–313.

Hafid, Irwan. “Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan, Dalam Perspektif Economic Analysis Of Law.” Lex Renaissan 6, no. 1 (n.d.): 465–80. https://doi.org/https://doi.org/10.20885/JLR.vol6.iss3.art3.

Haritsah, Ananda Rafli, Bambang Waluyo, and Article Info. “Third Party Legal Protection Of Assets Suspected To Be The Results Of Money Laundering Without The Third Party ’ S” 9, no. 7 (2025): 126–40. https://doi.org/10.24815/sklj.v8i3.43495.

Hidayat, Arif, and Zaenal Arifin. “Politik Hukum Legislasi Sebagai Socio-Equilibrium Di Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 4, no. 2 (2019): 147–59. https://doi.org/10.26623/jic.v4i2.1654.

ICW. “Laporan Hasil Pemantauan Tren Penindakan Kasus Korupsi Tahun 2022 ‘Korupsi Lintas Trias Politika.’” Indonesia Corruption Watch, 2023, 1–55.

Imron, Ali, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang, and Tangerang Selatan-banten. “Stolen Asset Recovery Tindak Pidana Korupsi (Pendekatan Sistem Pembalikan Beban Pembuktian Terhadap Aset Hasil Kejahatan Tindak Pidana Korupsi) Recovery Of Assets Stolen By Criminal Acts Of Corruption ( Reversal of the Burden of Proof System Approach To” 6, no. 2 (2024): 111–26. https://doi.org/doi.org/10.34010/rnlj.v6i2.13013.

Indrianto, Anang. “Konstruksi Hukum Perampasan Aset Dalam Persfektif Economi.” Unes Law Review 6, no. 4 (2024): 11539–51. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2113.

Joshua, Mishael, and R Rahaditya. “Quo Vadis Perampasan Aset Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Sebagai Pemenuhan Keadilan Terhadap Korban” 6, no. 4 (2024): 10089–98.

Kamil, Insan, and Maulana Uce. “Penerapan Non Conviction Based Asset Forfeiture Bagi Pelaku Tindak Pidana Korupsi Sebagai Upaya Pengembalian Kerugian Negara Penerapan Non Conviction Baset Asset Forfeiture ( Selanjutnya Disebut NCB ) Merupakan” XXXI, no. 2 (2024): 327–46. https://doi.org/10.28946/sc.v31i2.3748.

Kholifah, R P N, H Helmi, and A Ratomi. “Upaya Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi Terhadap Koruptor Yang Melarikan Diri.” Jurnal Lex Positivis 1, no. 3 (2023): 222–36.

Komalasari, Rita, and Cecep Mustafa. “Integritas : Jurnal Antikorupsi Penguatan Upaya Pemulihan Aset : Jalan Menuju Mitigasi Korupsi Di Sektor Publik” 10, no. 1 (2024): 137–48. https://doi.org/10.32697/integritas.v10i1.1042.

Locke, John. “Two Treatises,” n.d.

Magnis-suseno, Franz. Karl Marx. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016.

Marini Fransiska Silalahi. “Politik Hukum Penyelesaian Permohonan Penanganan Harta Kekayaan Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang Atau Tindak Pidana Lain” 1, no. 2 (2024): 1–10. https://doi.org/10.15575/qanuniya.v1i2.878.

Maulana, Mohammad, Yayasan Lembaga, Bantuan Hukum, and Nur Akifah Janur. “Tanggung Jawab Negara Dalam Pemenuhan HAM Di Bidang Ekonomi.” Jurnal Syariah & Hukum Qisthosia 1 (2020): 107–29. https://doi.org/10.46870/jhki.v1i2.121.

Novianti, Tri, and Ricky Fadila. “Perlindungan Hukum Pihak Ketiga Atas Keberatan Putusan Pengadilan Terhadap Putusan Perampasan Barang Bukan Kepunyaan Terdakwa Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi.” Petita 4, no. 2 (2022): 218–321. https://doi.org/10.33373/pta.v4i2.4973.

Nugraha, Xavier, Ave Maria Frisa Katherina, Windy Agustin, Alip Pamungkas, and Jalan Dharmawangsa Dalam Selatan Surabaya -. “Non-Conviction Based Asset Forfeiture Sebagai Formulasi Baru Upaya Stolen Asset Recovery Tindak Pidana Korupsi Indonesia (Non-Conviction Based Asset Forfeiture As a New Formula of Stolen Recovery Asset on Corruption Crime in Indonesia),” 2015, 29–58.

Nur, Rismawati, Alfin Dwi Novemyanto, and Muhammad Rosyid Ridlo. “Jurnal Kebijakan Publik The Application of Civil Forfeiture as a Restorative Mechanism in Returning State Financial Losses Due to Corruption Crime.” Jurnal Kebijakan Publik 16, no. 2 (2025): 92–98. https://doi.org/10.31258/jkp.v16i2.8806.

Nurdin, Tsalis Abida. “Perbandingan Pengaturan Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi Antara Indonesia Dengan Amerika Serikat Yang Sudah Menerapkan Non-Conviction Based Asset Forfeiture.” Recidive: Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan 13, no. 2 (2024): 138–43. https://doi.org/10.20961/recidive.v13i2.88652.

Purwandari, Rini, Shinta Hadiyantina, and Bambang Sugiri. “Protection of Third Party Preferential Rights in the Confiscation of Corruption Crime Assets in Indonesia Perlindungan Hak Preferensi Pihak Ketiga Dalam Perampasan Aset Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.” International Journal on Language, Research Law Education Studies 9, no. 2 (2025). https://doi.org/10.47006/ijlres.v9i2.26000.

Rachmahdani, Jihan. “Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pencucian Uang Melalui Aset Kripto.” Jurist-Diction 6, no. 4 (2023): 713–40. https://doi.org/10.20473/jd.v6i4.51220.

Rahayu, Desvita Dwinanti, Dinna Salma Nabila, Iin Ilma, and Titis Dwi Wasono. “Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Hukum Internasioal” 1, no. 2 (2024): 87–93. https://doi.org/10.59971/li.v1i2.56.

Riskyanti Juniver Siburian and Denny Wijaya. “Korupsi Dan Birokrasi: Non-Conviction Based Asset Forfeiture Sebagai Upaya Penanggulangan Yang Lebih Berdayaguna.” Jurnal Penegakan Hukum Dan Keadilan 3, no. 1 (2022): 4–5. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/jphk.v3i1.12233.

Rizky, Andari, Aria Putra, Trini Handayani, Aji Mulyana, Magister Ilmu, Hukum Universitas, and Suryakancana Cianjur. “Urgensi Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Dalam Optimalisasi Pengembalian Hasil Korupsi Di Indonesia.” Jurrish: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora 4, no. 2 (2025): 207–19. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.4773.

Romadhani, Amanda Luthfia, and Tindak Pidana Korupsi. “Non-Conviction Based Asset Forfeiture Sebagai Formulasi Baru Upaya Pengembalian Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi” 10, no. 1 (n.d.): 59–66. https://doi.org/10.20961/recidive.v10i1.58860.

Rozah, Umi, and Nashriana Nashriana. “Analisa Kebijakan Kriminal Dan Filsafat Pemidanaan Non-Conviction Based Forfeiture of Stolen Assets Dalam Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 5, no. 3 (2023): 411–32. https://doi.org/10.14710/jphi.v5i3.411-432.

Rustamaji, Muhammad, Bambang Santoso, and Itok Dwi Kurniawan. “Memungkasi Polemik Aspek Keperdataan Dalam Pemberantasan Korupsi ( Studi Perbandingan Optimasi NCB Asset Forfeiture )” 7, no. 1 (2024): 194–207. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2249.

Sadono, Bambang, Ali Lubab, Zaenal Arifin, and Kadi Sukarna. “Kedudukan Komisi Pemberantasan Korupsi Dalam Sistem Ketatanegaraan Di Indonesia.” Jurnal USM Law Review 3, no. 2 (2020): 259–74. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v3i2.2870.

Satjipto Rahardjo. Pengantar Ilmu Hukum. Cet.9. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2021.

Sembiring, Patricia Edina. “Integritas : Jurnal Antikorupsi Menilai Pemberlakuan Pembuktian Terbalik Pada Tindak Pidana Pencucian Uang Sebagai Kejahatan Proxy Di Dalam Aset Kripto” 10, no. 1 (2024): 53–64. https://doi.org/10.32697/integritas.v10i1.1033.

Siburian, Lidya Susanti, and Rizki Amalia. “Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi Secara Perdata” 5 (2025): 4016–29. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19311.

Sinaga, Efrata Hamonangan. “Analisis Dampak Kebijakan Ruu Perampasan Aset Di Indonesia : Kajian Literatur Pendahuluan.” Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, no. 1 (2025): 1–12. https://doi.org/2010.53697/iso.v5i1.2650.

Susetyo, Mariano Adhyka, and Supanto Supanto. “Perampasan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang Hasil Korupsi.” Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan 12, no. 1 (2023): 80. https://doi.org/10.20961/recidive.v12i1.69266.

Susilawati, I. Y., & Ahwan. “Unizar Law Review” 8, no. 1 (2025). https://doi.org/10.36679/ulr.v8i1.93.

Susilo, Tri. “PPATK Ungkap Aliran Dana Dugaan Kasus Korupsi Tembus Rp984 T Pada 2024.” CNBC Indonesia, 2024.

Suwandono, Lisa Dwi Fitriyanti and Agus. “Perampasan Aset Sebagai Sanksi Tambahan : Analisis Pengembalian Kerugian Negara Dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia 1.” JAKSA: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik 3, no. 3 (2025): 13–27. https://doi.org/10.51903/n9vpm692.

Tantimin, Tantimin. “Penyitaan Hasil Korupsi Melalui Non-Conviction Based Asset Forfeiture Sebagai Upaya Pengembalian Kerugian Negara.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 5, no. 1 (2023): 85–102. https://doi.org/10.14710/jphi.v5i1.85-102.

Ubaidila, Atta Syach, Herry Liyus, and Tri Imam Munandar. “Kebijakan Hukum Pidana Terkait Illicit Enrichment Sebagai Upaya Pemulihan Aset Negara.” PAMPAS: Journal of Criminal Law 5, no. 1 (2024): 115–26. https://doi.org/10.22437/pampas.v5i1.31791.

Umam, Khairul, and Maskun Maskun. “Urgensi Pembentukan Rancangan Undang - Undang Perampasan Aset Sebagai Upaya Reformasi Hukum Yang Restoratif.” Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia 10, no. 4 (2025): 4017–26. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i4.56727.

Undang-undang, Proyeksi Rancangan, Dwiki Oktobrian, Fernando Abdi Basuki, Dwiki Oktobrian, Fernando Abdi, Basuki Euodia, and Syefela Lumempow. “Projection of Asset Forfeiture Draft Law in Response to Asset Recovery for Victims of Investment Crime Proyeksi Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Merespon Asset Recovery Bagi Korban Penipuan Investasi” 02, no. 2 (2024): 19–38. https://doi.org/10.64843/prolev.v2i2.44.

Wibowo, Widyanti. “Perlindungan Hukum Pihak Ketiga Yang Beritikad Baik Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang.” Jurist-Diction 2, no. 5 (2019): 1871. https://doi.org/10.20473/jd.v2i5.15248.

Yohanes, Elwi Danil, and Nani Mulyati. “Peran Kejaksaan Dalam Perampasan Aset Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Serta Kendala Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaannya.” Unes Law Review 6, no. 1 (2023): 3819–22. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.

United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003

Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan Penanganan Harta Kekayaan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Lain

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Keberatan Pihak Ketiga yang Beriktikad Baik terhadap Putusan Perampasan Barang Bukan Kepunyaan Terdakwa dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi (PERMA 2/2022)

Draft Final Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset

Downloads

Published

2025-12-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fadhila, Y. R. (2025). Perlindungan Pihak Ketiga Beriktikad Baik Dalam Non-Conviction Based Asset Forfeiture. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2075-2105. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12263