Kritik Maqashid Syari'ah Terhadap Syarat Berpisah Selama Enam Bulan Dalam Perceraian

Authors

  • Fitri Maulida Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Lathifah Munawaroh Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
  • Alfian Qodri Azizi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12187

Keywords:

Maqashid Syariah, Pengadilan Agama, Perceraian

Abstract

This study aims to examine the background of the issuance of Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 3 of 2023, which regulates the requirements for divorce, namely the obligation to separate residences for at least six months, and to assess the policy's compliance with basic Islamic principles, particularly Maqasid Syari'ah. The urgency of this research lies in the importance of reviewing state policies that potentially conflict with the principle of protection in Islamic law. This study uses a normative-qualitative approach by analyzing the policy through the perspective of Maqasid Syari'ah. The results show that this policy ignores several values of public interest and is inconsistent with the principles of protection of the soul (hifz an-nafs), intellect (hifz al-'aql), and offspring (hifz an-nasl). This requirement has the potential to increase psychological burdens and prolong conflicts in households that have experienced severe rifts if implemented rigidly, thus contradicting the principle of public interest in Islamic law. This study recommends that the Supreme Court consider these administrative provisions by prioritizing the principle of benefit within the Maqasid Syari'ah. Thus, family law policy in Indonesia is expected to be more humane, contextual, and aligned with the values of substantive justice in Islam.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang diterbitkannya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2023 yang mengatur syarat perceraian yaitu kewajiban berpisah tempat tinggal minimal enam bulan serta menilai kesesuaian kebijakan tersebut dengan prinsip-prinsip dasar dalam Islam, khususnya Maqashid Syariah. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya meninjau ulang kebijakan negara yang berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan dalam syariat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-kualitatif dengan menganalisis kebijakan tersebut melalui perspektif Maqaṣid Syari‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini mengabaikan beberapa nilai-nilai kemaslahatan dan tidak sejalan dengan prinsip perlindungan terhadap jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-'aql), dan keturunan (hifz an-nasl). Syarat tersebut berpotensi menambah beban psikologis dan memperpanjang konflik dalam rumah tangga yang telah mengalami keretakan parah apabila dilaksankan secara kaku, sehingga bertentangan dengan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Penelitian ini merekomendasikan agar Mahkamah Agung mempertimbangkan terhadap ketentuan administratif tersebut dengan mengedepankan prinsip kemaslahatan dalam Maqaṣid Syari‘ah. Dengan demikian, kebijakan hukum keluarga di Indonesia diharapkan lebih humanis, kontekstual, dan selaras dengan nilai-nilai keadilan substantif dalam Islam.

References

Abdurrahman. “Metode Penelitian Kepustakaan Dalam Pendidikan Islam.” Adabuna : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran 3, no. 2 (2024): 102–13. https://doi.org/10.38073/adabuna.v3i2.1563.

Afridawati. “Stratifikasi Al-Maqashid Al-Khamsah (Agama, Jiwa, Akal, Keturunan Dan Harta).” Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum 6, no. 2 (2022): 100–117. https://doi.org/10.32694/qst.v6i2.1231.

Aini, Rheina, Graciella Azzura, and Putri Ananda. “Kedudukan Dan Kewenangan Mahkamah Agung Dalam Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman Di Indonesia.” Jurnal Kewarganegaraan 8, no. 1 (2024): 303–9.

Andika, Mayola. “Penafsiran Ayat-Ayat Hifz Al-Aql Prespektif Tafsir Maqasidi.” UIN Sunan Kalijaga, 2020.

Anthin Latifah, Lathifah Munawaroh, Rena Selvia. Maqsad Hifz Al-Din Wahbah Al-Zuhaili Kaitanya Dengan Hak Kebebasan Beragama Dalam Regullasi Di Indonesia. UIN Walisongo Semarang, 2021.

Asriadi. “Edukasi Parenting ‘Dampak Perceraian Terhadap Psikologis, Emosional Dan Mental Anak Dalam Prespektif Hukum Islam.’” Alfatani (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) 4, no. 1 (2024): 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.59342/jpkm.v4i1.789.

Dahris seregar, korolina Sitepu, Mospa Darma. “Studi Hukum Tentang Tingkat Perceraian Dan Efeknya Terhadap Anak.” Deputi 3, no. 2 (2023): 178–85. https://doi.org/10.54123/deputi.v3i2.276.

Dariyo, Agoes. “Memahami Psikologi Perceraian Dalam Kehidupan Keluarga.” Jurnal Psikologi 2, no. 2 (2004): 94–100. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=62924&val=4564.

Dewi Khurin’In, Miftahul Muta’alimin, Akmal Maulana, and Nur Lailatul Musyafa’ah. “Perceraian Akibat Perselisihan Dan Pertengkaran Perspektif Hukum Islam.” Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum 3, no. 1 (2022): 18–37. https://doi.org/10.15642/mal.v3i1.114.

Faizal Alpiansyah, Hadid Nabil Bayhaqy. “Dampak Perceraian Bagi Perkembangan Anak.” Journal of Child and Gender Studies 01, no. 1 (2023): 34–44.

Hasbollah, M. S., and R. Ramalinggam. “Maqasid Memelihara Akal ( Hifz Al- ‘ Aql ) Dan Hubungannya Dengan Falsafah Pendidikan Kebangsaan.” Islāmiyyāt 43, no. Isu Khas (2021): 93–104. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17576/islamiyyat-2021-43IK-08).

Hayat, Aay Siti Raohatul. “Impelementasi Pemeliharaan Jiwa (Hifz Al-Nafs) Pada Pengasuhan Anak Berbasis Keluarga.” Fokus Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan 5, no. 2 (2020): 151. https://doi.org/10.29240/jf.v5i2.1404.

Kristin Nadya Anggela Siahaan, Asep Suherman. “Implementasi Yuridis Dan Psikososial Anak Sebagai Korban Perceraian Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik 2, no. 1 (2024): 367–79. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v2i2.2739.Jurnal.

Kurniawan, Dermawan Sumbagi Putra. “Implementasi Sema No. 3 Tahun 2023 Dalam Penyelesaian Perceraian Cerai Talak Karena Pisah Tempat Tinggal Kurang Dari 6 Bulan Di Pengadilan Agama Sleman,” no. 3 (2024): 1–87. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/55725/20421049.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Liana Nasir, Syamsul Rijal, and Muhamad Aksan Akbar. “Kedudukan Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia.” Jurnal Usm Law Review 8, no. 2 (2025): 622–38. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.11333.

Mardi, Oxsis, and Fatmariza Fatmariza. “Faktor-Faktor Penyebab Keterabaian Hak-Hak Abstrak Factor Causing Impossibility of The Right of The Post-Direction Children.” Jurnal Ius Constituendum 6, no. April 2021 (2017): 182–99.

Masriani, Yulies Tiena. “Sinergi Maqashid Syariah Asy-Syatibi Dengan Pancasila Sebagai Falsafah Negara Indonesia.” Jurnal Ius Constituendum 8, no. 1 (2023): 19–33. https://doi.org/10.26623/jic.v8i1.6092.

Muhammad Chotami Febriansyah. “Putusan Perkara Perceraian Karena Perselisihan Dan Pisah Tempat Tinggal Kurang Dari 6 Bulan Berdasarkan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 (Studi Di Pengadilan Agama Kabupaten Malang).” Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang., 2024.

Ni’am, Khafaz Syah Fajar. “Ratio Decidendi Dalam Menolak Putusan Gugatan Perceraian Berdasarkan Putusan Nomor 1319/Pdt.G/Pa.Tbn Di Pengadilan Agama Tuban Dalam Perspektif Keadilan.” Tarunalaw : Journal of Law and Syariah 2, no. 02 (2024): 225–42. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v2i02.217.

Nita, Mesta Wahyu. Hukum Perkawinan Di Indonesia. Pertama. Lampung: CV. Lauduny Alifatma, 2021.

Pardede, Sulastry. “Isu Perkawinan: Tujuan, Komitmen, Dan Komunikasi.” Journal of Academia Perspectives 3, no. 2 (2023): 82–87. https://doi.org/https://doi.org/10.30998/jap.v3i2.1788.

Paryadi. “Maqashid Syariah : Definisi Dan Pendapat Para Ulama.” Cross-Border 4, no. 2 (2021): 201–16.

Pertiwi, Tanza Dona, and Sri Herianingrum. “Menggali Konsep Maqashid Syariah: Perspektif Pemikiran Tokoh Islam.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 10, no. 1 (2024): 807. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12386.

Putri Cicilia Tambun, Novea Elysa Wardhani, Syamhudian Noor. “Pertimbangam Hakim Pengadilan Agama Tentang Perceraian Dengan Alasan Pisah Rumah Singkat ( Studi Putusan Nomor 375 Pdt . G / 2024 / Pa . Plk ) Considerations of Religious Court Judges Regarding Divorce on The Ground of Short Household Separation ( Review.” Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan 22, no. 1 (2025): 105–15. https://doi.org/https://doi.org/10.25299/ajaip.2025.vol22(1).21698.

Ramadhani, Syahrul Affan. “Implementasi SEMA Nomer 3 Tahun 2023 Terhadap Kasus Perceraian Di Pengadilan Agama Stabat.” Smart Law 3, no. 140–67 (2024).

Ratu, Medina, Rahma Pasaribu, Muhammad Yusuf Siregar, Medina Ratu, Rahma Pasaribu, Muhammad Yusuf Siregar, and Wahyu Simon Tampubolon. “Implementasi Tenggang Waktu Pengajuan Perceraian Menurut Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 Di Indonesia Implementation of the Deadline for Filing Divorce According to Supreme Court Circular Number 1 of 2022 in Indonesia.” USM Law Review 7, no. 2 (2024): 1051–64.

Rihdo, Maulana, Ishaq Maulana Sudur, Ahsandy Ramadhan Suardi, Satriya Pamungkas, and Fauziyah Putri Meilinda. “Kedudukan Surat Edaran Mahkamah Agung (Sema) Dalam Perspektif Akademisi: Kekuatan Hukum, Ketetapan Dan Konsistensi, Pengaruh Terhadap Putusan Hukum.” Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 2 (2023): 230–40. https://doi.org/10.46773/usrah.v4i2.791.

Safriadi. Maqashid Syariah Dan Maslahah Mursalah (Kajian Terhadap Ibnu Asyur Dan Sa’id Ramadhan Al-Buthi. Jalan malikusaleh No 3: Sefa Bumi Persada, 2021.

Syarif, Muhammad, and Furqan Furqan. “Maqashid Al-Syariah Kesepakatan Pasangan Suami Isteri Tidak Memiliki Anak (Childfree) Dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Al-Ijtimaiyyah 9, no. 1 (2023): 51. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v9i1.17545.

Thamsir, Moh, Mukhtar Latif, and Pauzi Muhammad. “Islamic Criminal Law Reform in Corruption Cases: Maqasid Al-Shariah Perspective.” Jurnal Ius Constituendum 10, no. 1 (2025): 16–27. https://doi.org/10.26623/jic.v10i1.10932.

Ubaidila, Halimatus Sa’dia. “Perceraian Karena Perselisihan Berkelanjutan Dalam Hukum Islam : Perlindungan Bagi Pihak Yang Dirugikan.” Al Fuadiy : Hukum Keluarga Islam 7, no. 1 (2025): 32–44.

Vannes, Jeremy, and Amad Sudiro. “Kewenangan Hakim Atas Surat Kuasa Khusus Yang Tidak Memenuhi Syarat Formil (Studi Kasus 250/Pdt.G/2021/ PN.Plg)” 10, no. 1 (2025): 91–101.

Virly Alifta Ramadhan Putra Sanusi. “Putusnya Perkawinan Karena Perceraian Akibat Syiqaq Yang Dipicu Oleh Gangguan Kesehatan Mental (Studi Putusan Nomor 2344/Pdt.G/2018/PA.Dpk Dan Nomor 1506/Pdt.G/2018/PA.Dpk.).” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2024.

Yanuar, Doni. Perceraian Dan AKibatnya. Hukum Publisihing, 2019.

Zellatifanny, Cut Medika. “Tipe Penelitian Deskripsi Dalam Ilmu Komunikasi.” Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi 1, no. 2 (2018): 83–90. https://doi.org/10.17933/diakom.v1i2.20.

Downloads

Published

2025-09-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

Fitri Maulida, Lathifah Munawaroh, & Alfian Qodri Azizi. (2025). Kritik Maqashid Syari’ah Terhadap Syarat Berpisah Selama Enam Bulan Dalam Perceraian. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 1292-1311. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12187