Sertipikat Elektronik Sebagai Jaminan Perlindungan Hak Atas Tanah Dalam Pelaksanaan Pendaftaran Tanah
DOI:
https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12136Keywords:
Kepastian Hukum, Perlindungan Hukum, Sertipikat ElektronikAbstract
This study aims to comprehensively examine the transition process of land registration from analog certificates to electronic certificates, and to analyze how this mechanism can ensure legal certainty and provide legal protection for land ownership rights. The era of the industrial revolution 4.0, with the use of digital technology, is believed to be able to improve the quality of life of the community. Changes in information technology in public services are important, such as the digital transformation of land services, which is gradually realized with the transition of manual land services to electronic. Electronic certificates as digital identities are developing rapidly towards the implementation of e-government, with their application providing security guarantees that cannot be manipulated, damaged, or misused. The urgency of this research in Indonesia is related to analog certificates that are transformed into electronic certificates, making land data valid and minimizing land disputes and overlaps. High efficiency and effectiveness in land administration provide various benefits for security and transparency in land ownership. The method applied is empirical juridical research using primary and secondary data. This study explains the analysis of regulations for issuing electronic certificates in land registration activities that can guarantee data authentication, integrity, and anti-repudiation of electronic certificates. Thus, electronic certificates are proven to be more secure in terms of data protection and can improve efficient legal protection and modernize the land system.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara komprehensif proses peralihan pendaftaran tanah dari sertipikat analog menuju sertipikat elektronik, serta menganalisis bagaimana mekanisme tersebut dapat menjamin kepastian hukum dan memberikan perlindungan hukum terhadap kepemilikan hak atas tanah. Era revolusi industri 4.0 dengan penggunaan teknologi digital diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Perubahan teknologi informasi dalam pelayanan publik menjadi hal penting, seperti transformasi digital pelayanan pertanahan yang diwujudkan secara bertahap dengan dimulainya pelayanan pertanahan manual menjadi elektronik. Sertipikat elektronik sebagai identitas digital berkembang pesat menuju implementasi e-government dengan penerapannya memberi jaminan keamanan yang tidak dapat dimanipulasi, dirusak atau disalahgunakan. Urgensi penelitian ini di Indonesia berkaitan dengan sertipikat analog yang bertransformasi ke sertipikat elektronik menjadikan data tanah menjadi valid dan meminimalisir adanya sengketa tanah dan tumpang tindih. Efisiensi dan efektivitas yang tinggi dalam administrasi pertanahan, memberikan berbagai keuntungan atas keamanan dan transparansi dalam kepemilikan tanah. Metode yang diterapkan yakni penelitian yuridis empiris menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menjelaskan analisis terhadap peraturan penerbitan sertipikat elektronik dalam kegiatan pendaftaran tanah yang dapat menjamin autentikasi data, integritas dan anti penyangkalan sertipikat elektronik. Dengan demikian, sertipikat elektronik terbukti lebih aman dalam perlindungan data serta dapat meningkatkan perlindungan hukum yang efisien, dan modernisasi sistem pertanahan.
References
Adinegoro, Kurnia Rheza Randy. “Tantangan Implementasi Sertipikat Tanah Elektronik di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.” Jurnal Ilmu Kenotariatan 4, no. 2 (2 Desember 2023): 130. https://doi.org/10.19184/jik.v4i2.41314.
Afif, Yuzi, dan Muhammad Afif Mahfud. “Kepastian Hukum Terhadap Sertipikat Elektronik Hak Milik Atas Tanah.” Unes Law Review 6, no. 2 (2023). https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.
Ahmad Yani, dan Rezky Amalia Syafiin. “Pengarsipan Elektronik Sertifikat Tanah untuk Menjamin Ketersediaan Arsip sebagai Alat Bukti yang Sah pada Sengketa Pertanahan.” Khazanah:Jurnal Pengembangan Kearsipan 14, no. 1 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/khazanah.59105.
Aldila Rajab, Rezeki, Bambang Eko Turisno, dan Anggita Doramia Lumbanraja Program Studi Magister Kenotariatan. “Sertifikat Hak AtasTanah Dalam Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah.” Notarius 13, no. 2 (2020). https://doi.org/10.14710/nts.v13i2.31085.
Andiyanto, Krisnawan, Dian Aries Mujiburohman, dan Haryo Budhiawan. “Penerapan Pendaftaran Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik Di Kantor Pertanahan Kota Pekanbaru.” Acta Comitas : Jurnal Hukum Kenotariatan 6, no. 01 (19 April 2021): 198–210. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i01.p17.
Arifin Habibi, Sy, Ghally Sukma Prambudi, Tuti Trisnawati, dan Ratna Wulandari. “Transformasi Digital Administrasi Pertanahan: Implementasi Dan Tantangan Sertipikat Elektronik Di Indonesia.” Rio Law Jurnal 1, no. 2 (2025). https://doi.org/10.36355/rlj.v6i1.
Ayu, Raden, Rani Mutiara Dewi, dan Catherine Susantio. “Penggunaan Sertifikat Elektronik untuk Meningkatkan Efisiensi Pendaftaran Tanah dalam Upaya Pencegahan Mafia Tanah.” Jurnal Syntax Admiration 5, no. 9 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.46799/jsa.v5i9.1441.
Boedi Harsono. Hukum Agraria Indonesia : Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. 12 ed. Jakarta: Djambatan, 2003.
Chafi Sholeh, Muhammad. “Analisis Yuridis Resiko PemalsuanTerhadap Pengadaan Sertifikat Elektronik di Indonesia.” Dinamika 27, no. 10 (2021): 1517–43. https://jim.unisma.ac.id/index.php/jdh/article/view/11614%0Ahttps://jim.unisma.ac.i d/index.php/jdh/article/download/11614/8996.
Devi Elora. “Problematika Pelaksanaan Alih Media Sertipikat Menjadi Sertipikat Elektronik.” Cendekia: Jurnal Hukum, Sosial & Humaniora 2, no. 3 (2024): 762–73. https://doi.org/10.5281/zenodo.13834686.
Devita Candra. “Kekuatan Hukum Sertifikat Tanah Elektronik dalam Menjamin Kepastian Hukum dan Perlindungan Pihak Ketiga.” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora 2, no. 3 (2025): 2025. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i3.931.
Dwi Santoso. “Simak Penjelasan Kementerian ATR/BPN tentang Sertipikat Elektronik.” http://bumiayu.desa.id, 2 Februari 2021.
Dwi Sulistyowati, Erna, dan Rahayu Subekti. “Pengaturan dan Kepastian Hukum Penerbitan Sertifikat Elektronik dalam Sistem Pendaftaran Tanah di Indonesia.” Proceeding of Conference on Law and Social Studies, no. 28 (2022): 1–19. http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/COLaS.
Eko Puji Hartono, dan Akhmad Khisni. “Peranan PPAT Dalam Pembuatan Akta Peralihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan Bekas Hak Milik Adat Berkaitan Dengan Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan.” Jurnal Akta 5, no. 1 (2020).
Faris Faza Ghaniyyu, Yani Pujiwati, dan Betty Rubiati. “Jaminan Kepastian Hukum Konversi Sertipikat Menjadi Elektronik Serta Perlindungannya Sebagai Alat Pembuktian.” USM Law Review 5, no. 1 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4553.
Fitrianingsih, Rakhmat Riyadi, dan Suharno. “Evaluasi Digitalisasi Arsip Pertanahan dan Peta Bidang Tanah Terintegrasi Menuju Pelayanan Online (Studi di Kantor Pertanahan Kab. Karanganyar).” Jurnal Tunas Agraria 4, no. 1 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.31292/jta.v4i1.135.
Hasima, Rahman, Wa Ode Zuliarti, Endah Widyastuti, Rizal Muchtasar, dan Ali Rizky. “Penyuluhan Hukum Sertifikat Elektronik Sebagai Jaminan Kepastian Hukum Kepemilikan Hak Atas Tanah.” Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4, no. 2 (2023). https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v4i2.100.
Heriyanti, Sandi Noel Rajagukguk, Samuel Sitinjak, dan Elvira Fitriyani Pakpahan. “Tinjauan Hukum Terhadap Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (Permen ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 Dan Pasal 19 Ayat 2 UUPA.” Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial 2, no. 4 (28 Juli 2023): 15–33. https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i4.2299.
Irwan Santosa, dan Endang Purwaningsih. “Analisis Pelaksanaan Transformasi Digital Sertifikat Tanah di era 4.0.” Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan 9, no. 1 (2022). https://doi.org/https://doi.org/10.32493/SKD.v9i1.y2022.22496.
I.S. Susanto. “Kejahatan Korporasi Indonesia: Produk Kebijakan Rezim Orde Baru,” 1999.
James Tully. A Discourse On Property: John Locke And His Adversaries. Cambridge: University Press, t.t.
Japar, Muhammad, Slamet Riyanto, dan Muhammad Fahruddin. “Analisis Kesiapan Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Sertifikasi Tanah Secara Elektronik: Suatu Tinjauan Sosiologi Hukum.” Rechtsregel Jurnal Ilmu Hukum 7, no. 1 (2024). https://doi.org/https://doi.org/10.32493/rjih.v7i1.43502.
M. Hanif Khairini, Marjo, dan Zil Aidi. “Kajian Yuridis Kekuatan Sertifikat Elektronik Sebagai Alat Bukti dalam Penyelesaian Perkara Perdata di Pengadilan Negeri.” Diponegoro Law Journal 11, no. 2 (2022). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/.
M Sharif Santiago. “Sertifikat Elektronik: Langkah Kementerian ATR lindungi hak kepemilikan tanah.” sultra.antaranews.com, 17 Mei 2025.
Masri, Esther, dan Hirwansyah. “Kebijakan Penerbitan Sertipikat Elektronik Pada Sistem Pendaftaran Tanah di Indonesia Untuk Mewujudkan Kepastian Hukum.” Krtha Bhayangkara 17, no. 1 (4 April 2023): 157–74. https://doi.org/10.31599/krtha.v17i1.2109.
Mhd Yamin Lubis, dan Abdul Rahim Lubis. Hukum Pendaftaran Tanah. Revisi Bandung. Mandar Maju, 2010.
Muhammad Fachri Herawza, Muhammad Surial, Zaki Elyunusi, Iqra Chandra, dan Ainun Ayu Pratiwi. “Efisiensi Sertifikat Tanah Elektronik dalam Sistem Hukum Pendaftaran Tanah.” Unes Law Review 6, no. 1 (2023). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.
Murni, Christiana Sri. “Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Proses Peralihan Jual Beli Hak atas Tanah.” Jurnal Kajian Pembaruan Hukum 1, no. 1 (22 Maret 2021): 25. https://doi.org/10.19184/jkph.v1i1.23384.
Muzdafar Fauzan. “Menteri Agraria pastikan sertifikat elektronik aman.” bengkulu.antaranews.com, 21 Februari 2025.
Nadya Rizky Nasution, dan Rahmat Ramadhani. “Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Sertifikat Hak Atas Tanah Elektronik.” EduYudistira, Jurnal Edukasi Hukum 2, no. 2 (2023): 30. http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/ey/index.
Naskah Akademik. “Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria,” 2019, 35.
Ni Kadek Erna Dwi Juliyanti, I Made Pria Dharsana, dan Ni Made Puspasutari Ujianti. “Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Sertifikat Tanah Digital dikaitkan Dengan Keamanan Data Pribadi.” Jurnal Preferensi Hukum 4, no. 1 (2022): 91–96. https://doi.org/https://doi.org/10.55637/jph.4.1.6590.91-96.
Pasal 1 angka 9 Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang. Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun dan Pendaftaran Tanah. (2021).
Pasal 2 dan Penjelasannya. “Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah,” 1997.
Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2). “UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” 2008.
Rahardjo Satjipto. Ilmu Hukum. IX. Citra Aditya Bakti , 2021.
Rahul Mukadar, Adonia Ivone Laturette, dan Barzah Latupono. “Kepastian Hukum Sertifikat Elektronik Sebagai Bukti Kepemilikan Tanah.” Pattimura Law Study Review 1, no. 1 (2023): 190–200. https://doi.org/https://doi.org/10.47268/palasrev.v1i1.10843.
Rosmidah, Elizabeth Siregar, dan Dony Yusra Pebrianto. “Sosialisasi E-Sertifikat Tanah Dalam Rangka Mewujudkan Kepastian Hukum Di Indonesia.” Jurnal Karya Abdi 5, no. 5 (2021). https://doi.org/https://doi.org/10.22437/jkam.v5i3.16999.
Satrio Ardi Kartono, dan Bha’iq Riza Rakhmatullah. “Efektivitas Pendaftaran Tanah Sertipikat Elektronik Aset Pemerintah.” UMPurwokerto Law Review 4, no. 2 (2024): 309–20. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/umplr.v4i2.19569.
Shella Aniscasary Shella, dan Risti Dwi Ramasari. “Tinjauan Yuridis Kekuatan Hukum Sertipikat Tanah Elektronik Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2021.” Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan 2, no. 1 (2022): 1–14. https://doi.org/10.30649/jhek.v2i1.38.
Silviana, Ana. “Urgensi Sertipikat Tanah Elektronik Dalam Sistem Hukum Pendaftaran Tanah di Indonesia.” Administrative Law & Governance Journal 4, no. 1 (2021): 51–68. https://doi.org/10.14710/alj.v4i1.51-68.
Suhattanto, Muh Arif, Sarjita Sarjita, Sukayadi Sukayadi, dan Dian Aries Mujiburohman. “Kualitas Data Pertanahan Menuju Pelayanan Sertifikat Tanah Elektronik.” Widya Bhumi 1, no. 2 (20 Desember 2021): 100–114. https://doi.org/10.31292/wb.v1i2.11.
Syamsur, Syamsur, Baso Madiong, dan Andi Tira. “Analisis Hambatan Pemberlakuan Sertifikat Elektronik Serta Upaya Penyelesaiannya di Kota Makassar.” Indonesian Journal of Legality of Law 6, no. 1 (5 Desember 2023): 97–105. https://doi.org/10.35965/ijlf.v6i1.3817.
Syarifatul Hidayah, Evi Hariyani, Lilis Mukarromah, Aprila Niravita, dan M Adymas Hikal Fikri. “Tantangan dan Peluang Sertifikat Elektronik dalam Reformasi Pendaftaran Tanah di Era Digital.” Kampus Akademik Publising Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) 1, no. 6 (2024): 186–99. https://doi.org/https://doi.org/10.61722/jinu.v1i6.2793.
Tiffany J. Monalu, Tommy F. Sumakul, dan Meiske T. Sondakh. “Kedudukan Yuridis Penerbitan Sertifikat Tanah Ke Sistem Elektronik Sebagai Jaminan Keamanan.” Lex Privatum XI, no. 2 (2023): 1–10. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/46654.
Wulan Titik Andari, Dwi, Dian Aries Mujiburohman Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta Jalan Tata Bumi No, dan Banyuraden Sleman Yogyakarta. “Aspek Hukum Layanan Sertifikat Tanah Elektronik.” Al-Adl J.huk 15, no. 1 (2023): 154–70. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31602/al-adl.v15i1.7367.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL USM LAW REVIEW

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.


Citedness in Scopus 

